RianHS Profile picture
Academician. Former bureaucrat and quarantine medical veterinarian. Wikipedia contributor. Passionate about visual design and science communication.

Jun 5, 2020, 10 tweets

“... tapi, kan, Wikipedia bisa di-edit oleh semua orang.”

Ini suatu kelemahan atau kelebihan?

Dulu, saya menganggapnya sebagai kelemahan. Setelah beberapa waktu ikut menulis di dalamnya, opini saya berubah.

[Sebuah utas]

#SayaWikipedia

Memang benar, dengan mengizinkan setiap orang mengubah isi artikel, kualitas artikel tersebut bisa turun.

Mungkin saja penulisannya jadi buruk (tak sesuai PUEBI dan KBBI), mungkin narasinya jadi kacau dan tak terstruktur, bahkan mungkin ada informasi palsu.

#SayaWikipedia

Asumsi di atas benar, jika kontributor artikel tersebut memang bukan orang yang kompeten.

Namun, bagaimana jika kontributornya adalah orang yang lebih “pintar” dari kamu? Lebih paham suatu topik dan memang seorang profesional di bidangnya.

Ibaratnya begini. Bayangkan twitmu, caption IG-mu, atau status facebookmu bisa disunting orang lain

Bisa jadi ada orang iseng yang “merusaknya”

Bisa jadi pula ada orang yang berbaik hati memperbaiki kekeliruannya, misalnya saltik, menambah tanda koma, atau menghapus spasi ganda

Kualitas Wikipedia ditentukan kualitas artikel-artikelnya.

Kualitas artikel ditentukan oleh kualitas kontributor-kontributornya.

Mengapa kualitas Wikipedia bahasa Indonesia (WBI) kalah jauh dibandingkan Wikipedia bahasa Inggris?

Kita ambil contoh artikel COVID-19.

Ini versi bahasa Indonesianya:
id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_…

Ini versi bahasa Inggrisnya:
en.wikipedia.org/wiki/Coronavir…

Sekilas cukup sama, tapi jika dilihat lebih jauh, versi bahasa Inggris sudah direvisi 4.844 kali oleh 932 editor

Versi bahasa Indonesia? Direvisi 107 kali oleh 42 editor

Jika suatu artikel semakin banyak direvisi oleh semakin banyak orang, kemungkinan besar kualitasnya juga meningkat

Hasil pemikiran “gotong royong” banyak orang pasti berdampak pada kualitas artikel

Dalam hal ini, WBI masih kekurangan kontributor, terutama para ahli di bidangnya

Menurutmu, berapa orang berlatar belakang kedokteran/kesehatan yang jadi kontributor artikel-artikel terkait COVID-19?

Bisa dihitung dengan jari, bahkan jari dari satu tangan

Bagaimana dengan topik lainnya, misalnya topik sejarah yang kontroversial? Para ahli perlu turun tangan

Sayangnya, berkontribusi di Wikipedia belum jadi kebiasaan umum di Indonesia.

Belum banyak orang yang mau meluangkan waktu dan menghabiskan energi tanpa bayaran, apalagi tak dipublikasikan, untuk menyumbangkan pengetahuan.

Hormat tertinggi bagi orang-orang yang sudah menjadi relawan Wikipedia.

Saya sendiri sudah membuat akun Wikipedia sejak 2010, tapi baru aktif berkontribusi 1–2 tahun terakhir. Semoga bisa konsisten.

#SayaWikipedia

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling