Fauzan Al-Rasyid Profile picture
Master's degree in linguistics || Global Fact-Checking Network (GFCN) expert || Business inq.: 📞 +62 881-0808-88021 (Yasmine)

Sep 6, 2020, 10 tweets

Kita sering kali terlalu menyepelekan bahasa sendiri dan tak jarang terlalu bangga dengan bahasa asing. Saya enggak anti dengan bahasa asing karena toh saya belajar banyak bahasa.

Namun, saya percaya bahwa kita, sebagai penutur asli bahasa Indonesia, wajib menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Saya enggak bilang soal baku dan tidak baku, tetapi minimal benar.

Penggunaan bahasa yang benar itu khususnya terlihat dari bagaimana kita menulis, termasuk dalam chat sehari-hari dan ini sama sekali enggak berlebihan.

Apakah ribet? Enggak. Masalahnya, kita enggak mau membiasakan diri. Menuliskan kata dimana, misalnya, jelas salah dan tidak ada hubungannya dengan bahasa yang terkesan "kaku".

Bagi saya, tidak paham membedakan mana "di" sebagai kata depan dan mana "di-" sebagai imbuhan adalah salah satu "dosa" besar kebanyakan penutur bahasa Indonesia itu sendiri.

Banyak orang intelek merasa kesal ketika melihat orang lain salah menggunakan bahasa Inggris, tetapi ketika dihadapkan pada bahasa sendiri, bahasa Indonesia, tak bisa apa-apa dan malah cenderung meremehkan.

Mengapa bahasa asing diagung-agungkan, tetapi bahasa sendiri kerap kali "dianaktirikan"? Kalau bicara soal tenses bahasa Inggris sudah paling jago, tetapi menulis kata "buku nya" saja salah.

Belum lagi soal penulisan -lah, -kah, atau pun. Mana yang ditulis terpisah, mana yang ditulis serangkai? Pasti bingung. Sayangnya, ini yang terjadi di antara kita, penutur asli bahasa Indonesia. Apa tidak malu?

Saya harap, kita semua bertanggung jawab dalam menggunakan bahasa Indonesia yang benar (ingat, setidaknya benar secara penulisan, saya belum bicara soal baku dan tidak baku).

Gunakan bahasa Indonesia yang benar, bahkan dalam chat sekali pun. Minimal, mulai bedakan mana "di" sebagai kata depan dan "di-" sebagai preposisi. Mana yang ditulis dengan huruf F, mana yang ditulis dengan P. Buka kamus, cari tahu.

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling