Azmi Abubakar Profile picture
Kalau anda selalu hanya berbicara tentang agama anda, tentang etnis anda, buat apa kita menjadi bangsa Indonesia?

Sep 16, 2020, 5 tweets

Dr Lim Njat Fa (1871 - 1927)
Dokter Indonesia lulusan Univ. Leiden, Belanda.

Melayani & merawat pasien2 tanpa memandang miskin ataupun kaya, Tionghoa ataupun bukan, beliau adalah sosok yg dihormati oleh berbagai kalangan. Tak heran, namanya menjadi nama satu jalan di Semarang...

yakni Dr LimWeg (Jalan Dr Lim), sayangnya nama jalan tsb sudah berganti dgn nama lain.
Lahir di Muntok (Bangka) tahun 1871, beliau adalah putra dari seorang tokoh pimpinan (Kapiten/Letnan) Tionghoa. Disekolahkan di Nederland dan menamatkan Lagere School dan HBS di Breda....

Lalu beliau meneruskan pelajarannya di Fakultas Kedokteran, Univ. Leiden. Hingga tahun 1918 utk menempuh pendidikan kedokteran, orang2 harus ke Belanda.

Sesudah lulus, beliau membuka praktek di Tanah Abang, Batavia (Jakarta), dan pada tahun 1903 pindah praktek ke Semarang.

Di Semarang dokter Lim menangani kejadian luar biasa radang selaput otak dan meneliti penyakit disentri basiler yg endemik. Tahun 1909 beliau memeriksa 98 kasus disentri dan berhasil mengisolasi kuman Shigella, yg sesuai dengan temuan Shiga dari Jepang pada tahun 1898.

Dokter Lim meninggal tahun 1927 di Belanda, ketika sedang berkunjung kesana.
Semoga jasa beliau dapat dikenang selama2nya oleh kita generasi penerus bangsa.
Sumber:
Star Weekly, 26 Jan 1957.
Tionghoa dalam KeIndonesiaan, Yayasan Nabil.
Koleksi #museumpustakaperanakantionghoa.

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling