Liem Swie King
Juara All England 1978, 1979, 1981.
Juara Dunia 1982
King adalah satu pemain terbaik dunia yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Pukulan smashnya yang mematikan tak pernah bisa dilupakan oleh para penggemar bulutangkis seluruh dunia, nama pukulannya, King Smash!
King mulai dibina sejak usia 13 tahun oleh Budi Hartono, pemilik PB Djarum, tak heran di usia 16 tahun, King mampu memenangi kejuaraan bulutangkis Jawa Tengah 1972 & pada 1976 tampil di final All England, namun kalah dari Rudy Hartono. Setelah itu, King berada pd masa keemasannya
Diantara pemain bulutangkis Indonesia, King termasuk paling berani untuk tetap menggunakan nama Tionghoanya. Bagaimana tidak, kala orde baru berkuasa, menggunakan nama Tionghoa adalah simbol pembangkangan terhadap pemerintah. Jarang sekali yg mampu dan berani melakukannya.
King begitu bersemangat dalam mencintai Indonesia. Bahkan anaknya pernah akan dinamakan Uberwati, tapi tim piala Uber Indonesia tahun 1986 kalah 2-3 di final melawan Tiongkok, nama Uberwati dibatalkan, diganti mjd Stephanie. Berita mengenai hal tsb dimuat Tempo edisi 17 Mei 1986
Sumber:
Tempo, 9 Februari 1974
Olympic, Februari 1980
Tionghoa Dalam KeIndonesiaan, Yayasan Nabil.
Koleksi #museumpustakaperanakantionghoa
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
