Selamat pagi. Saya ingin mencoba menambah penjelasan atas kritik Bang @FaisalBasri di twit @zenrs ini agar konteksnya dapat dipahami publik dg lebih baik. Sekali lagi, terima kasih atas masukan dan kritik Bang FS. RAPBN 2021 tdk disusun di ruang hampa, ada pijakan. #utas
1. Pendapat Bang @FaisalBasri ttg alokasi anggaran infrastruktur dlm RAPBN 2021 naik (dari Rp 281,1 T menjadi Rp 414 T) dan anggaran kesehatan turun (dari Rp 87,5 T menjadi Rp 25,4 T), benar belaka. Ijinkan sy mengelaborasi naik-turun ini dari perspektif penyusunan anggaran.
2. Anggaran kesehatan secara nominal memang turun, dari Rp 212,5 T (Perpres 72/2020) menjadi Rp 169,5 T atau setara 6,2% PDB. Ini sdh di atas mandat UU 5%. Yg turun adl alokasi belanja kesehatan non K/L. Anggaran Kemenkes naik dari Rp 78,5T jadi Rp 84T di 2021. Apa maknanya?
3. Cukup jelas. Keberpihakan semakin kuat, tercermin anggaran rutin @KemenkesRI 2021 naik. Tapi kok anggaran kesehatan turun? iya, alokasi stimulus turun seiring telah tersedianya banyak sarana/prasarana kesehatan di 2020 yang tetap dapat digunakan di 2021. #RAPBN2021 #PEN
4. Lantas apakah 2021 Pemerintah abai pada covid dan dampaknya? Sama sekali tidak. Sila simak rincian anggaran kesehatan 2021: peningkatan/pemerataan sisi pasokan, pengadaan vaksin, nutriisi ibu hamil & menyusui/balita, penanganan penyakit menular, akselerasi jamkesmas...
5. penguatan pencegahan, deteksi, dan respon penyakit, serta sistem kesehatan terintegrasi. Patut dicatat: dukungan Rp 48,8T utk peserta PBI JKN dan Rp 2,4T untuk bantuan iuran PBPU dan BP Kelas III JKN. Ini komitmen memperluas cakupan pelayanan penerima manfaat BPJS Kesehatan.
6. Terkait covid-19, Pemerintah tetap fokus pada kesehatan dibuktikan dg alokasi Rp 18T untuk pengadaan vaksin dan sarpras lain. Kabar baik, industri kesehatan dalam negeri jg berkembang, semakin banyak produsen APD, masker, ventilator, sanitizer, obat-obatan, dll. Impor dibatasi
7. Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu terus melakukan monitoring dan evaluasi kebijakan perdagangan dg fokus mendukung tumbuhnya industri dalam negeri sesuai pengalaman pandemi ini. Hasilnya cukup menggembirakan.
8. Berikut ini anggaran 10 K/L dg pagu terbesar. Dinamika 2019-2021 dapat dilihat. Anggaran Kementerian PUPR naik signifikan, anggaran Kemensos turun seiring turunnya alokasi bansos, K/L lain naik inkremental di 2021. #RAPBN2021 #PEN
9. Gambaran alokasi RAPBN 2021 dlm penanganan dampak covid-19 dan pemulihan ekonomi dapat dilihat di infografik berikut. Secara total turun seiring harapan covid mulai terkendali dan perekonomian mulai bergeliat. Maka 2020 adalah kunci pertaruhan yg menjadi asumsi.
10. Pertanyaan Bang @FaisalBasri , kenapa anggaran infrastruktur melonjak tajam di 2021? Simak grafik berikut. Naik tajam 2020 ke 2021 karena banyak yg tertunda, tapi naik tipis dari 2019 ke 2021. Fokusnya pun jelas: infrastruktur digital Rp 30,5 T yg amat dibutuhkan.
11. Pengalaman selama pandemi: kita kedodoran dlm dukungan infrastruktur digital, khususnya utk pendidikan dan pelayanan. Maka APBN 2021 jadi strategi dan momentum mengejar itu. Akselerasi dilakukan baik penambahan sarana maupun perluasan/pemerataan akses layanan.
12. Pandemi yg mengajarkan kepada kita banyak hal. Saya melihat, RAPBN 2021 justru disusun secara luar biasa dg kesadaran penuh akan pentingnya perubahan paradigma. Saya bersyukur terlibat secara dekat menjadi saksi perubahan ini. Banyak hal lain bisa kita elaborasi di lain waktu
13. Saya ingin menghaturkan terima kasih untuk kritik dan masukan Bang @FaisalBasri , Mohon pemerintah terus dikawal, diberi masukan, dan dikritik. "kritiklah sekeras-kerasnya, dan bantulah sekuat-kuatnya". Kita bertanggung jawab menjaga Republik. Salam sehat, salam hormat.
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
