TOKO OEN, sejak 1910.
Restoran Legendaris Kebanggaan Bangsa.
Berdiri tahun 1910, boleh jadi ini adalah restoran tertua di pulau Jawa dan Madura, sesuai dengan pernyataan Restoran tsb dalam satu iklannya yang menjadi koleksi Museum Pustaka Peranakan Tionghoa....
Nyonya Liem Gien Nio asal Jogja adalah pendiri dari Restoran OEN. Beliau sengaja memberikan nama usahanya sesuai nama keluarga suaminya, Oen Tjoen Hok, pimpinan Tionghoa Jogja berpangkat Letnan. Usaha nyonya Liem berkembang pesat, tentu saja bukan hanya karena jaringan.....
pertemanannya yg luas sbg keluarga terpandang di Jogja tapi tentu saja krn rasa masakannya lezat. Keahlian memasak dgn standar tinggi, memenuhi selera para pelanggannya. Nyonya Liem ahli memasak masakan Tionghoa, Jawa juga Belanda. Selain itu juga kue2 & berbagai penganan lainnya
Menu andalan Restoran Oen adalah bistik khas yg tak dapat ditemukan dimanapun, karena hasil silang budaya Belanda - Tionghoa - Jawa. Lalu nasi goreng ham dan yang sangat terkenal adalah ice cream tutti fruti, hmmmm maknyus!
Restoran Oen dikunjungi & digemari oleh segala bangsa dari semua lapisan dan agama. Tak heran jika selanjutnya pd tahun 1934 dapat membuka cabang di Batavia (Jakarta) tepatnya di Noordwijk 24. Menyusul kemudian 1936 di Semarang, jalan Bojong 52 dan di Malang, jalan Kayutangan 5.
Saat ini, Restoran Oen yang masih beroperasi hanyalah yang di Semarang, berikut keterangannya :
1. Jogjakarta (1910 - 1937)
2. Batavia / Jakarta (1934 - 1973)
3. Semarang (1936 - Sekarang)
4. Malang (1936 - 1990)
Khusus untuk yg di kota Malang, pihak keluarga sudah menjualnya tahun 1990. Mulanya oleh pembeli akan digunakan sbg showroom mobil, tp kemudian digunakan sbg restoran & tetap menggunakan nama Toko Oen, walaupun manajemennya tak ada kaitannya dengan keturunan dari Nyonya Liem.
Cucu nyonya Liem, Yenny Megaputri, lulusan arsitek dari Univ. Delft mengatakan, keunikan Restoran Oen adalah penampilannya yg tak berubah sama sekali, dibangun dengan gaya Jugendstijl (Young Style) yg populer di masa akhir abad 19.
Jika anda ke Semarang, jgn lupa singgah ke Restoran kebanggaan bangsa ini, bahkan Bung Karno dan Sultan HB IX pun, sudah pernah bersantap disana. 🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Sumber:
1.Iklan koleksi #museumpustakaperanakantionghoa.
2.Peranakan Tionghoa dalam Kuliner Nusantara, Aji Bromokusumo
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
