OEI TJONG HAUW (1904 - 1950)
Anggota Badan Penyelidik Usaha Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
Beliau adalah putra dari Mayor Oei Tiong Ham, pimpinan masyarakat Tionghoa Semarang yg dijuluki Raja Gula & merupakan satu orang terkaya di Asia Tenggara pada masanya.
Oei Tjong Hauw mjd Presdir Oei Tiong Ham Concern 1931- 1950. Dibawah pimpinannya perusahaan berkembang pesat, meluaskan cabang ke manca negara. Pembawaannya amat penyabar & mementingkan kehidupan karyawan tanpa memandang rendah sedikitpun, semua dinilai berdasarkan prestasi.
Ketika Agresi Belanda ke-2 (1948) di Jawa Tengah, Tjong Hauw secara terbuka memberikan pertolongan kpd kaum bangsanya, para Republiken yg terisolir & amat membutuhkan bantuan.
Semangat kebangsaannya terlihat begitu jelas dlm suratnya yg ditulis 14 hari menjelang meninggal....
Yang ditujukan kepada satu pimpinan perusahaan miliknya, Tjong Hauw diantaranya menuliskan :
"Saya pujikan moga2 perusahaan PG Tedjo Agoeng dapat dijalankan lagi selekas mungkin, agar supaya perekonomian dari Negara yang baru ini dapat disusun sebaik2nya dan secepat2nya"
Beliau adalah satu saksi sekaligus pelaku sejarah lahirnya Republik Indonesia yang dekat sekali dengan banyak tokoh bangsa Indonesia lainnya. Sayangnya, kisah2 tentang beliau sulit sekali ditemukan, bahkan terhapus dari berbagai buku sejarah Indonesia.
Kisahnya mirip dgn keruntuhan kerajaan bisnis keluarganya "Oei Tiong Ham Concern" yg banyak menorehkan kebanggaan. Bahkan lahan besar tempat berdirinya kampus kebanggaan bangsa, yaitu Univ Diponegoro adalah milik keluarga besarnya. Habis manis, sepah dibuang, begitulah kira2.
Bersama2, mari kita kenang jasa Oei Tjong Hauw, setidaknya dengan terus mengisahkan tentang peran sertanya bagi terbentuk dan berdirinya bangsa negara Indonesia.
Kita Sebangsa Setanah Air dan Setara.
Merdeka!
Sumber:
1. Gema Kian Gwan, No.1 - 11 (1951 - 1953)
2.Raja Gula Oei Tiong Ham, oleh Liem Tjwan Ling, 1979
3. Risalah Sidang BPUPKI PPKI, 1980
4. Mencari Identitas Nasional, Dari Tjoe Bou San Sampai Yap Thiam Hien, oleh Leo Suryadinata, 1990
Koleksi #museumpustakaperanakantionghoa
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
