Fauzan Al-Rasyid Profile picture
Master's degree in linguistics || Global Fact-Checking Network (GFCN) expert || Business inq.: 📞 +62 881-0808-88021 (Yasmine)

Sep 24, 2020, 16 tweets

Apakah “free sex” berarti seks bebas?

Secara terjemahan, “free sex” memang berarti seks bebas. Orang Indonesia memahami istilah tersebut sebagai aktivitas seksual yang tidak terikat atau tidak terbatas pada aturan pernikahan.

Pertanyaannya, adakah istilah “free sex” dalam bahasa Inggris?

Tidak ada! Atau setidaknya, tidak dalam konteks pemahaman aktivitas seksual yang dibayangkan orang Indonesia.

Dalam bahasa Inggris, istilah “free sex” berarti seks gratis alias tidak berbayar.

Jadi, bayangkan kalau orang Indonesia menyebutkan istilah “free sex” di hadapan penutur bahasa Inggris. Yang mereka bayangkan bukan kegiatan seks di luar pernikahan, melainkan aktivitas seks tanpa bayaran.

Istilah berbahasa Inggris ini ternyata membingungkan banyak penutur bahasa Inggris. Ada banyak orang yang pertanyaan ini di forum-forum online. Jawaban pengguna internet pun sebagian besar tidak mendekati dengan apa yang dipahami orang Indonesia dengan konsep seks bebas.

Yang dimaksud orang Indonesia sebetulnya casual sex atau (istilah yang lebih formal) premarital sex. Bahasa Inggris tidak mengenal konsep “seks bebas”. Bagi mereka, “seks bebas” berarti “seks gratis” (ingat konsep free parking yang pernah saya bahas).

Promiscuity

Dalam bahasa Indonesia, promiscuity ‘promiskuitas’ dimaknai sebagai praktik melakukan seks pranikah secara sering dengan pasangan yang berbeda tanpa memilih-milih pasangan. Contoh: one-night stand alias cinta satu malam.

Premarital sex

Sementara itu, premarital sex ‘seks pranikah’ adalah sebuah kegiatan seksual yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan sebelum mereka menikah. Seks pranikah belum tentu bersifat promiscuous, tetapi promiscuity sudah pasti aktivitas seks pranikah.

Bagi orang Indonesia, istilah-istilah ini mungkin cukup memusingkan sehingga ditariklah suatu “kesimpulan” bahwa aktivitas seksual apa pun yang dimaksud, selama dilakukan di luar ikatan pernikahan, disebut seks bebas.

Jadi, dari mana istilah “free sex” muncul? Saya tidak tahu. Saya mencoba membuat riset kecil-kecilan, memang ada beberapa penulis yang menuliskan istilah ini pada tahun '90-an, tetapi apakah istilah itu muncul begitu saja dari buah pemikirannya, saya tidak tahu.

Seiring waktu, istilah ini makin populer di Indonesia. Seks bebas mungkin terdengar tabu. Jadi, supaya lebih “keren” (mungkin) diubahlah ke dalam bahasa Inggris: “free sex”.

Lagi pula, istilah itu, bagi sebagian orang, mungkin lebih nyaman didengar karena dianggap merepresentasikan dari mana “budaya” tersebut berasal.

Lalu bagaimana dengan istilah seks bebas itu sendiri? Saya pikir, ungkapan tersebut sudah menjadi suatu istilah atau idiom tersendiri. Istilah “seks bebas” tidak bisa dimaknai sebagai “seks gratis”, tetapi aktivitas seks pranikah, khususnya, dengan gonta-ganti pasangan.

Intinya, mulai sekarang, jangan lagi menggunakan istilah “free sex” karena istilah tersebut ngawur. Istilah tersebut bahkan tidak diakui “ibu kandungnya” (bahasa Inggris).

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling