Selamat pagi. Keluar sedikit dari hiruk pikuk, saya akan bahas #RakernasAkuntansi. Nah, apa itu? Kali ini rakernas diselenggarakan secara daring, 22 September 2020. Topiknya ttg tantangan akuntabilitas keuangan negara dalam penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi. #PEN
Utas
1. Rakernas Akuntansi adalah kegiatan rutin sbg bentuk koordinasi Pemerintah dg para pemangku kepentingan di bidang keuangan dan pengawasan. Maka melibatkan BPK, BPKP, APIP, K/L dan Pemda. Kali ini cukup spesial karena semua fokus menangani pandemi. Uang gede, tanggung jawab gede
2. Sebagai informasi, LKPP dan LKBUN 2019 memperoleh opini WTP dari @bpkri . Ini keempat kalinya. Pencapaian yg patut disyukuri sekaligus menuntut kinerja yg lebih baik lagi. Apresiasi utk BPK, BPKP dan jajaran yg telah mendukung Pemerintah melalui audit dan pengawasan.
3. Opini WTP berarti laporan keuangan yg disusun Pemerintah sudah berkualitas dan sesuai dg pedoman, baik proses maupun hasilnya. Pemerintah berkomitmen menjaga kualitas laporan pertanggungjawaban yg bisa diandalkan dg tata kelola dan pengendalian yg memadai. #RakernasAkuntansi
4. Di Tahun 2020 ini, prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan transparansi semakin diperkuat, mengingat kenaikan belanja secara signifikan karena covid. Juga kebutuhan pemulihan ekonomi #PEN yg cukup besar. Ini butuh upaya luar biasa dan sinergi yg harus lebih baik.
5. Sedikit update, Tahun 2019 selain LKPP dan LKBUN, 84 LKKL mendapat opini WTP atau 96,5 persen. Pencapaian positif juga terjadi pd keuangan daerah. 486 dari 542 LKPD atau 89,7 persen meraih opini WTP. Tentu saja ini menggembirakan, harus dipertahankan dan ditingkatkan.
6. Semoga dg sinergi yg lebih baik, termasuk pengawasan publik yang lebih kuat, akan mendorong transparansi dan akuntabilitas yg semakin baik. Tantangan sungguh tak mudah, maka pandemi harus dijadikan momen utk berbenah dan berubah ke arah yg lebih baik.
7. Sbg tambahan informasi, pengelolaan BMN (barang milik negara) pun semakin baik. Penilaian kembali BMN menghasilkan peningkatan nilai aset tetap sebesar Rp 1.931,1 T, dan kini aset tetap menjadi Rp 5.949,9 T. Total aset milik pemerintah pusat saat ini Rp 10.467,3 T.
8. BMN memiliki peran strategis, apalagi di tengah pandemi, sbg alternatif pembiayaan kreatif melalui optimalisasi aset. Selain itu BMN dapat didayagunakan utk mendukung penanganan covid-19 di berbagai tempat, seperti Wisma Atlet dan Asrama Haji Pondokgede. Pemda pun didorong.
9. Tahun 2020 kita jg belajar banyak hal, antara lain realokasi dan refocussing anggaran Pusat dan Daerah. Kita semua belajar agar lebih adaptif dan inovatif, memanfaatkan sumber daya dan peluang yg ada. Program #PEN terus kita kawal agar berhasil dan kita keluar dari pandemi.
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
