"Aku mau jadi data scientist!"
"Aku juga. Seru!"
"100 ribu dolar."
"Gilaaaaa."
"Bikin coding bisa pake Python sama R."
"Aku lagi belajar bahasa hacker."
--
Itu celoteh anak2 dari usia 6 tahun, rata2 10 tahun di kolom chat. Setelah mendengar paparan di acara @arfibambani.
Siapa mau bekerja di Star Trek Discovery?
Saya mulai dengan menampilkan wajah masa depan ini kepada anak2. Agar imajinasi mereka tak terbatas.
Di masa depan, data dan data scientist akan semakin sangat dibutuhkan.
Kapten @ridwankamil "Pickard"
Agar command center Star Trek Discovery itu tidak sekedar jadi imajinasi yang tidak riil bagi anak-anak, saya tampilkan command center @pikobar_jabar. Riil, dan lumayan mirip.
Tampak kang Emil dan tim sedang memonitor "black hole" dalam SNA Covid
Gaji Data Scientist
Dan mereka teriak "Gilaaaaaa" setelah tahu gaji data scientist di US.
Apa itu Data dan Data Scientist?
Sebenarnya mereka adalah "data scientist" by nature.
Sukai Matematika, Sains, dan Teknologi
Terakhir saya pesan, agar mereka <<menyukai>> matematika, sains, dan teknologi. Penekanannya pada "menyukai".
Dan bisa belajar coding sejak usia 5-6 tahun. Belajar logika. Pakai code.org, Scratch, etc yang free.
Pertanyaan anak-anak
"Kalau homeschooling masih bisa juga ndak belajar jd data scientist?"
"Kalau sudah ada robot Sophia, apakah data scientist masih dibutuhkan?"
"Apa yang harus aku lakukan sekarang untuk jadi data scientist?"
"Pekerjaan Om Fahmi apa yang paling mudah?"
"Apa yang Om Fahmi kerjakan sebagai data scientist?"
Saya beri contoh riil seperti ini. Di mana pada dasarnya seorang data scientist itu bertugas menjawab "business question" dari bosnya. Lalu mengikuti proses data science untuk menghasilkan jawaban dan insight bagi institusi.
10 YO: "Om Fahmi, data scientist bisa bantu di pasar modal?"
"Ayahmu ya yang bekerja di pasar modal?"
"Ibu saya, Om."
"Sebagai data scientist, nanti kamu bisa bantu ibumu memprediksi perusahaan mana yang akan redup, atau akan naik bisnisnya. Shg bisa bantu pasang modal."
CLOSING
Seru Webinar dengan anak-anak. Banyak yang ikut tadi, sampai 120an anak. Kata Abah Gie @arfibambani, ini jumlah terbanyak dalam seri "Mau Jadi Apa" so far.
Benar2 refreshing melihat mata anak2 yang berbinar2.
Thanks mas Arfi. Seri ini penting bgt buat anak2.
"Om Fahmi, kerjanya ngurusi nasional saja atau Internasional juga?"
" Stt... ini rahasia kita ya. Selain nasional, juga internasional." 😊
Saya cerita soal korespondensi sy dg Epidemiologis Harvard, Dr Eric Ding, sejak Januari 2020, ketika Covid19 baru mulai muncul.
Born Curious
Webinar dengan anak-anak ini bisa ndak selesai2. Mereka banyak yang tanya sampai ngantri panjang. Sampai harus distop karena sudah 2 jam lebih.
Beda saat sy webinar dg mahasiswa.
"Ada pertanyaan"?
Krik.. krik.. krik..
"Baik sudah jelas semua berarti."
😂
More Questions
"Om Fahmi, waktu coding Drone Empirit.. eh Drone Emprit, pernah error atau salah nulis kode?"
"Om, kalau saya ingin jadi data scientist, tapi ndak suka dengan ribetnya komputer, apakah bisa?"
"Apa yg paling sulit dikerjakan saat Om bekerja dengan Drone Emprit?"
"Anak Om Fahmi berapa? Ada yg ingin jadi Data Scientist?"
Anak-anak itu straight forward. Dari pertanyaan ini, terbuka imajinasi baru.
Saya lihatin dua junior saya waktu SD pas di Amsterdam ini. Coding Lego Mindstorm dan experimen littleBits.
Sekarang di Fasilkom dan Psy UI.
Mau Rebahan Di Sungai Yang Beku?
Saya motivasi anak2 ini supaya berani bermimpi sekolah yang tinggi, ke luar negeri. Biar melihat dunia luas.
Rajin dan suka belajar. S1 di sini, S2-S3 di luar. Cari beasiswa. Karena data scientist yang hebat, kebanyakan dari S2, S3, baru S1.
10 YO: "Om, saya ingin jadi arsitek. Apa saya butuh data scientist?"
Saya ingin membawa imajinasi anak ini lebih tinggi.
"Kelak kalau kamu diminta mendesain bagunan di Mars oleh Elon Musk, kamu butuh banyak data dan informasi ttg keadaan di sana. Data scientist yg akan bantu."
Banyak kids yang nanya soal peluang di masa depan
"Om, nanti aku gede, data scientist masih banyak diperluin gak?"
"Untuk peluang ke depan data scientist bagaimana ya om?"
"Kalau sudah ada robot humanoid, pinter seperti Sophia, data scientist masih diperlukan?"
Aku jawab >>
"Sophia bisa pinter dari mana? Itu karena informasi yg dipelajari dari big data. Tetap dia perlu bantuan data scientist dkk.
"Lalu kalau manusia mau eksplore alam semesta, misal mau landing ke Bulan dan Mars, butuh data besar. Perlu Big Data engineer dan Data scientist.
>>
"Nanti akan banyak program otomatisasi. Tetapi data scientist tetap diperlukan untuk mengubah data-data itu jadi cerita dan masukan buat bosnya di perusahaan.
"Inget deck di Star Trek tadi? Meski data sudah diolah, tetap perlu data scientist untuk bantu membaca jadi strategi."
7YO: "Om tahu Odading Mang Oleh?"
"Wkwk.. iya om tahu. Tapi belum pernah makan."
"Aku bisa bikin Om."
"Om, kalau mau eksplore planet2 seperti di Star Trek, apakah betul perlu robot dan pesawat kecil kesana, tanpa orang?"
"Iya betul. Sekarang manusia mau ke Mars. Dikirim dulu satelit dan robot ke sana. Buat meneliti kondisi. Data dikirim ke bumi. Data scientist bantu analisis."
Terakhir, pertanyaan dari orang tua.
"Kan banyak sumber belajar anak2 dari Internet. Belajarnya dari banyak orang. Jadinya tidak fokus. Apa tidak sebaiknya ikut kursus atau les, biar lebih fokus dan ada yang mendampingi?"
>>
Generasi Internet
Soal belajar ini, saya ingatkan ke ortu bahwa anak2 ini merupakan generasi yang berbeda dari kita orang tua. Mereka generasi Internet. Artinya, mereka lahir sudah terbiasa dengan akses internet, jadi warga digital. Bisa belajar banyak langsung dr Internet.
>>
SOLE
Ada metode pembelajaran baru, yang cocok dengan anak jaman sekarang. Yaitu SOLE, Self Organized Learning Environment. Dikembangkan oleh Sugata Mitra (India, UK).
Dia bikin "School in the Cloud" dimana anak2 bisa belajar dari "guru" di "cloud."
Ortu saya anjurkan mempelajari SOLE. Lalu membuat sendiri perencanaan belajar sesuai minat anak.
Kemudian bergabung dg "School in the cloud," mereka bisa belajar bhs Inggris dari pensiunan guru di UK scr langsung, atau profesor bidang yg diminati anak.
theschoolinthecloud.org
Untuk belajar Coding, anak bisa dipandu dan didukung untuk ikut platform belajar coding di Internet. Seperti code.org, Scratch, dll. Bergabung dengan forum di sana.
Dan kl sudah bisa semua, ikut online course data science di Coursera, Udemy, dll.
Digital Citizen
Keuntungan generasi Internet ini adalah, mereka bisa menjadi digital citizen, berinteraksi dengan orang di Internet yang sesuai dengan bidangnya, cari informasi untuk hobi dan pelajarannya, dan berkembang menjadi dirinya sendiri.
"Om, apakah aku perlu bisa bahasa Inggris?"
"Iya, kalian perlu belajar bahasa Inggris. Karena banyak sumber ilmu itu berbahasa Inggris. Kl hanya bahasa Indonesia aja, akan terbatas ilmunya.
"Minta ortu bikin SOLE, biar kalian bs belajar Inggris dari native."
Video rekaman sesi ini nanti bisa dilihat di kanal YouTube ini.
youtube.com/c/ArfiBambani
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
