mashai petani Profile picture
jasa penelitian tanaman & jasa penulisan karya sastra.

Dec 3, 2020, 42 tweets

SUKMA PIKAT. novel horor karya @Lihaidar , sebuah sisi kelam dibalik kekayaan dan ketenaran seorang artis. @IDN_Horor @bacahorror @bagihorror @ceritaht #bacahorror

intinya, jangan kau lakukan main main dengan "mereka" apalagi sampai meminta pertolongan. karena sesungguhnya kekayaanmu, kejayaanmu, kesuksesanmu, bersumber dari usaha keras mu serta ridho ALLAH Subhanahuwataala.

"mereka" tuh cuma ngaku ngaku aja,

setidaknya itulah yang ada di pikiranku saat, ini. pikiran yang ingin dibebaskan dalam kata kata tanpa rupa. kata demi kata akan kutulis malam ini. semoga suka dengan tulisan saya.

kalau ada kekuarangan mohon maaf, terimakasih. terimakasih kawan semua

sudah siap semuanya. ...... ayo kita mulai ................

DISCLAIMER : cerita ini tidak bermaksud untuk menjelekkan salah satu pihak maupun beberapa pihak. semua yang ada di dalam cerita ini sudah menyetujui kisahnya untuk diangkat. dan pastinya ada penambahan dan pengurangan disana sini.

tujuan pengurangan, penambahan, penyamaran informasi, serta penggantian nama tokoh, bertujuan agar semua pihak tidak tersinggung.

dan apabila ada pihak yang tersinggung harap DM, dan cerita ini bakal saya batalkan untuk upload / tidak diteruskan penulisannya. atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Namanya Arin, seorang gadis kecil ceria. Arin memiliki bakat menyanyi, buktinya sejak ia umur 3 tahun, ia selalu suka menyanyi berbagai macam lagu anak anak. Banyak orangtua yang suka dengan tingkah menggemaskan dari Arin.

Pipinya yang tembem dan putih, parasnya yang mungil dan lucu, serta kemampuannya dalam menyanyi sangat membuat gemas bagi siapapun yang menyaksikan Arin.

Meski agak terbata bata dan sedikit tidak lancar, arin tetap riang gembira bernyanyi. Mungkin minat arin ini dikarenakan ada tetangga arin yang juga memiliki anak kecil, dan tetangga dari arin tersebut suka memutar lagu anak anak di VCD player.

Ibu arin yang mendengar lagu anak anak diputar, langsung menghampiri rumah itu, sambil menggendong arin.

. Hal itu dilakukan oleh sang ibu, agar arin merasa senang dan ada hiburan, maklum dirumah tidak ada hiburan apapun untuk arin. Paling hanya mainan boneka yang dibuat dan dianyam dari jerami / damen bekas panen

. Maklumlah arin bukan berasal dari keluarga kaya di desanya. Rumahnya pun hanya beralaskan tanah, sementara atap rumahnya hanyalah anyaman jerami, yang diikat pada rangka bambu / konstruksi bambu sederhana.

Dinding anyaman bambu / gedhek, dihiasi oleh lubang disana sini yang telah rapuh ditelan usia. Maka dari itu arin dibawa ke depan rumah tetangganya itu untuk menghibur arin kecil di sore hari.

Untungnya memang di desa tersebut, penduduknya ramah dan juga rukun. Ibu arin yang sedari tadi hanya diam di pinggir jalan disuruh masuk oleh tetangganya,

awalnya ibunda arin sungkan, namun karena tetangganya tersebut sedikit memaksa masuk maka akhirnya ibunda arin setuju untuk masuk.

. rumah besar warna putih kombinasi abu abu itupun langsung terasa dingin ketika ibunda arin masuk. Begitulah suasana setiap sore, dan ini terjadi mulai dari arin umur satu tahun hingga arin umur 3 tahun.

Tetangga yang kaya raya tersebut ternyata sudah berkali kali menawarkan bantuan berupa uang maupun barang kepada keluarga arin, namun Bapak dan Ibu arin selalu dan selalu menolaknya.

Alasanya ya sederhana. Selama mereka masih punya baju untuk dipakai, masih ada cadangan makanan yang bisa dimakan untuk hari ini dan esok, dan masih punya tempat untuk bernaung, maka mereka akan tetap menolak bantuan dari tetangga tetangganya

. Namun untuk bantuan RT mereka tidak menolaknya, karena merka kasihan pak RT atau pak camat, karena bisa bisa dituduh menggelapkan dana masyarakat.

namun tetangga yang kaya raya ini tak kurang akal untuk membantu, beliau beliau ini melihat arin senang sekali menyanyi,

maka beliau beliau ini mendukung dan rela pergi ke kota yang jaraknya 70 KM untuk membelikan michrophone dan peralatan karaoke, agar digunakan arin dalam menyanyi.

Sungguh saya terharu pas diceritakan bagian yang ini. Anak tetangga tadi juga memiliki anak yang seumuran dengan Arin, sebur saja namanya Mila. sehingga sejak batita mereka sudah akrab satu sama lain. Kalau istilah kekinian kita adalah sahabat dari orok.

Tetapi ada hal yang sangat disangkan disini, ada orang yang iri terhadap tetangga arin yang kaya raya ini / Keluarga si Mila.

Mereka pun menebar teror, hingga arin kecil dan Mila kecil pun harus merasakan sedikit teror itu, ya nggak kaget sih, karena memang daerah itu dulunya cukup terkenal dengan hal ghaib dan misitis, namun sudah jauh berkurang sekarang.

Teror rumah mila itu terjadi ketika mereka berdua ada di TK B atau usia sekitar 5 tahun. Ketika itu Arin seperti biasa, bermain ke rumah Mila,

kali ini Arin sudah tidak ditemani oleh ibunya, lagian rumah Mila dan arin jaraknya hanya 20 meter saja, atau selisih 3 rumah lah kira kira.

“greeeeeeeeek” suara pintu gerbang besi rumah mila terbuka. Kali ini pegawai kebun Mila yang membukakan pintu untuk arin. Arin kecil langsung saja masuk kedalam rumah.

“seeeeeeer” hawa dingin mulai terasa, samar samar terdengar orang bersuara “ haaaaaarrrrk “ haaaaaark” haaaaark”, arin sedikit mendengar suara itu, namun dia cuek saja udara dan suasaan di rumah Mila saat ini sangat aneh, membuat Arin bersin bersin “ hacciiim hacccimm”.

”. Setelah mengucek hidungnya beberapa kali, bersin arin pun hilang. Arin segera berlari masuk menemui mila, tidak lupa salam dulu tentunya. Ternyata mila hanya ditemani mbok pembantu dan pegawai kebun saat itu, karena orangtua Mila masih ada urusan bisnis di luar kota,

hingga kedatangan arin membuat mila bahagia. “Hei sini kawan” kata mila ketika melihat arin sudah ada di ruang tamu. Keduanya pun masuk ke kamar mila, arin yang mau latihan bernyanyi pun mengurungkan niatnya.

Tiba tiba terdengar suara panci dibanting. “Ttraaaank trraaaank trrraaank” arin pun bertanya “ itu suara apa mil ?,

Mila pun menjawab “ oh itu, mungkin mbokdhe (asisten rumah tangga) lagi masak ayam, ayamnya ngambek mungkin nggak mau disembelih” kata Mila sambil lirik kanan kiri, seperti ada sesuatu yang disembunyikan.

Arin pun tak pikir panjang, ia segera mengajak mila untuk baca komik donal bebek, atau main monopoly bareng, mila pun langsung menyetujuinya. Arin senang sekali, karena komik donal bebek dan monopoly adalah barang mewah bagi anak anak di desa tersebut.

Di tengah tengah bermain tiba tiba “ Krraaak krraatak krrrratak krrraataaak” suara orang melangkah di ranting ranting kering itu membuat arin bergidik ngeri, “ mil, apa itu mil “ kata Arin sambil sambil memeluk guling,

“ooh mungkin itu pak Kamidi, lagi membersihkan kebun jeruk dibelakang rumah” kata Mila santai. Akhirnya mereka melanjutkan aktifitas mereka hingga sore hari.

hawa dingin bercampur dengan panas selalu saja silih berganti berhembus, dan membuat badan anak anak kecil ini agak meriang.

Keesokan harinya mereka berdua meriang dan jatuh sakit. Ternyata orangtua Mila saat itu tidak hanya ke kota untuk menyelesaikan urusan perusahaan,

namun pulangnya mereka mampir ke salah satu Kyai untuk minta didoakan, agar rumah mereka tidak diganggu, ataupun disantet oleh orang lain.

Singkat cerita, kejadian itu dapat diatasi, dan untuk beberapa saat, Arin tidak bermain dulu di rumah Mila, Sampai mira memasuki usia SD / 7 tahun. Di SD inilah mereka bersekolah bersama, Arin dan Mila pun saling tukar cerita satu sama lain.

Diantaranya adalah cerita tentang rumah Mila yang seram, kisah persahabatan Mila dan arin, perjuangan arin dalam menekuni bidang tarik suara, serta kisah kelam Arin, akan dimulai di part 2.

Terimakasih yang sudan support cerita ini. Tetap stay tune di akun ini supaya mendapatkan cerita cerita baru gratis.

LANJUT DI PART 2.

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling