(Pak) Andin Rahmana Profile picture
Bapak-Bapak Digital Marketing | Educator & Consultant Academic & Community Team @purwadhikaschool. Contact: andinrahmana@gmail.com

Dec 19, 2020, 16 tweets

Mau berkarir di dunia digital marketing, harus mulai dari mana?

(A mini thread)

Setiap profesi ada ilmunya. Jadi koki, ada ilmunya. Jadi tukang potong rambut juga ada ilmunya. Termasuk untuk kerja di dunia digital marketing, kita juga harus paham ilmunya, sesuai role yang mau kita ambil.

Anggaplah ada orang mau jadi koki namanya Kale. Kalau langsung belajar masakan nusantara, chinese food dan italian food bersamaan, pusing dia. Dia memutuskan fokus dulu belajar masakan Italia.

Kalau di digital marketing, coba kita pilih dulu mau ambil role yang mana.

Sesuai dengan rolenya, kita belajar menguasai bidang itu dulu, baru nanti belajar bidang yang lain.

Misalnya mau fokus social media, SEO atau performance marketing dulu. Ini disebut T shaped marketer.

Belajarnya dari mana? Untuk yang serius dan konsisten, bisa belajar dari buku, podcast, atau video. Ini misalnya buku-buku yang aku baca.

Buat yang tipe belajarnya auditori atau visual, cari aja "digital marketing" di Spotify atau YouTube, bakal ketemu banyak banget.

Kursus digital marketing juga makin banyak sekarang. Ini solusi biar lebih cepat dan fokus belajarnya. Ketik aja kursus digital marketing di Google, pasti banyak dapat penawaran.

Nah si Kale yang mau jadi koki tadi sudah belajar dari buku, video dan kursus tentang gimana masak masakan Italia.

Percuma dong kalau cuma dibaca, tapi nggak dipraktekkan. Saatnya Kale masuk ke dapur dan mencoba konsep yang dia pelajari.

Di tahap praktek ini, Kale belajar api yang pas seperti apa. Takaran gula dan garam seberapa. Jenis-jenis panci itu apa aja.

Sama kayak digital marketing.
Kita jadi tahu tipe-tipe audiens kayak gimana. Konten yang dapat engagement tinggi seperti apa. Cara ngukurnya gimana.

Makin banyak gagalnya, makin bagus. Fail fast, learn fast.

Apinya kegedean, gosong. Keasinan, kemanisan, minyaknya tumpah.

Sama kayak digital marketing.
Campaign nggak works. Followers malah turun. SEO hal 10 terus. Iklan boncos. Evaluasi apa yang bisa kita pelajari?

Dari mana kita bisa latihan Mas, kan belum kerja?
Sangat disarankan buat magang, part-time, bantuin usaha keluarga, atau personal branding.

Satu latihan yang sampai sekarang aku lakukan adalah menganalisis konten atau website yang dibuat sama brand-brand di Indonesia.

Coba aja dipelajari, kenapa ini works, dan kenapa ini nggak. Dari situ kita belajar critical thinking dan analytical thinking.

Dari thread-thread sebelumnya, teman-teman sudah bisa memahami konsep digital marketing, mencoba berbagai tools social media, tools SEO, dan banyak lagi. Lumayan buat nambah pengalaman.

Setiap pengalaman yang sudah pernah kita lakukan, dirangkum dengan bagus dalam portfolio yang menemani CV. Tampilkan apa saja pencapaian dan learning yang kita dapat dari eksperimen-eksperimen sebelumnya.

Coba cek juga requirement apa yang dibutuhkan industri sama kemampuan yang kamu miliki di LinkedIn.

Sudah sesuai belum sama kemampuanmu? Kalau sudah, jadi lebih pede saat melamar pekerjaan-pekerjaan di bidang digital marketing.

Jadi, apa yang bisa dilakukan mulai dari sekarang, mumpung bakal ada libur panjang minggu depan?

Terima kasih sudah mengikuti thread ini. Semoga bermanfaat dan yang sudah baca bisa berkarir di dunia digital marketing. Amin.

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling