Ismail Fahmi Profile picture
Founder of Drone Emprit and Media Kernels Indonesia | https://t.co/L2Ibn7Ffmf | https://t.co/zcTAtTJm6x | #datascience #OSINT

Apr 3, 2021, 11 tweets

Literally saya 😭 setelah nonton ini.

Baru tahu, selama ini salmon dan tuna yang kita konsumsi, banyak yg berasal dari marine industry yg memanfaatkan tenaga gratis dari orang2 yg jadi budak. Contoh dari Thailand, ada yg sudah belasan tahun di kapal, disekap, tidak bs keluar.

Inget Deepwater Horizon yg terbakar dan minyaknya meluber di lautan selama 3 bln?

Ikan2 malah "berterimakasih", karena mereka selamat dari "fishing" oleh manusia.

Kok bisa?

Ikan dan burung yg mati karena Deepwater selama 3 bulan, tidak ada apa2nya dibanding fishing 1 hari.😭

Dan masa depan bumi, ternyata ada di laut.

Carbon capture terbesar oleh siapa? Ternyata oleh makhluk keciiiil yang bernama "phytoplankton". Total capture CO2 dibandingkan oleh hutan Amazon, jauh lebih besar oleh phytoplankton.

Namun, mereka sekarang terancam...

Screenshot grafinya yg di atas belum lengkap. Ini yang lebih lengkap perbandingannya.

Phytoplankton ini dapat makanan dari ikan paus. Namun, kini banyak paus yang mati karena isi perutnya penuh dengan plastik... dan jaring2 kapal trawl yang dibuang begitu saja di lautan.

Ini jauh lebih berbahaya dari plastik. Mengapa kampanye anti plastik diam soal ini?

Mereka terancam bukan karena climate change, polusi di lautan, atau karena plastik. Tapi oleh "fishing".

Setiap menit, area seluas 4.316 lapangan bola diratakan oleh cantrang kapal-kapal raksasa di lautan.

Namun kalau kesimpulan akhirnya adalah sama sekali tidak makan binatang laut, ini terlalu ekstrim juga.

Nelayan tradisional kita yang tidak menggunakan cantrang itu yang sebenarnya sudah sustainable.

Menurut saya, terlepas dari pro-kontra, film dokumenter ini bisa jadi pemantik perhatian, kesadaran, dan diskursus kita tentang masalah2 yg ada di lautan: limbah plastik, overfishing, cantrang, carbon capture, dan slavery.

Apa pemikiran dan solusi anda terkait isu-isu di atas?

Response dari Sustainable Fisheries:

sustainablefisheries-uw.org/science-of-sea…

Mari kita lihat Faroe Islands, tempat whale hunting yang diklaim sustainable, seperti di bagian akhir film ini.

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling