DUSUN MAYIT DI BIOSKOP! Profile picture
DUSUN MAYIT SEDANG TAYANG DI BIOSKOP! | Akun ini dibuat untuk membagikan kisah dari 'Mereka' yg tak mampu lagi dipendam sendiri

Feb 1, 2022, 81 tweets

Namanya Rena,

Kuntilanak penghuni apartement di selatan Jakarta yg tewas akibat diperkosa oleh 3 orang termasuk pacanya sendiri.

Berita mencatat dia bunuh diri, namun ternyata ada fakta lain & pesan yg belum sempat tersampaikan

A Thread
@bacahorror #bacahorror

Saya akan up Thread ini setelah magrib, silahkan tandai, Bookmark, dan Retweet judul utas diatas agar tidak hilang dan ketinggalan update-an nya.
Jujur, saya sedih ketika menulis ini, semoga "rasa"nya bisa tersampaikan juga ke kalian yang membaca.

Sedikit spoiler, Rena ini korban Abusive Toxic Relationship. Sungguh miris, harusnya cerita ini banyak relate ke kehidupan anak muda masa kini dan bisa jadi pembelajaran.

Dah lah, yuk ngumpul, nanti ba'da magrib mulai di up ya

Jadi, belakangan ini saya jarang update kisah ditwitter karena sedang disibukkan dengan project tim bareng tiktokers horror Jody Adit dan Gweroz dengan nama "Dimensi Jagat Nusantara" yang mana doakan saja semua diberikan kelancaran agar bisa segera memberi asupan horor ke kalian.

Nah, kita baru aja bikin studio bareng buat DJN ini di salah satu unit superblok apartement yang berada di selatan Kota Jakarta.
Mengapa? ...
Jawabannya sesederhana karena akses dari atau menuju tempat tersebut terbilang mudah—

lokasinya yang strategis menjadi mudah dijangkau oleh ragam pilihan moda transportasi di Kota yang tak lama lagi akan melepas pangkatnya sebagai Ibu Kota.

Namun dibalik tempat yang ramai, selalu ada cerita yang tersemai. Kawasan Komplek Apartement yang kami pijaki pertama kali memiliki pancaran aneka warna aura dan magnet energi yang didominasi oleh ‘energi negatif’.

Jika menengok jejak lini masa, ragam peristiwa kelam nan tragis pernah terekam di tempat ini menggoreskan luka dan simbah darah yang membasahi lantai mau pun jalanan aspal.

saya gambarkan ilustrasi di bawah, bagaimana sosok makhluk berkulit hitam yang menurutku dia merupakan seorang imigran gelap yang melakukan aksi bunuh diri dari lantai delapan belas (18) hingga kepalanya pecah dan tewas di tempat.

makhluk itu terus melakukan gerakan bunuh dirinya secara berulang-ulang tanpa henti. saya dapat mendengar suara jeritan kesakitannya,

dia seraya meminta tolong agar dapat dibantu untuk disempurnakan karena dia tidak bisa berhenti terus melompat berkali-kali sebagaimana gerakan bunuh dirinya.

Apa yang kami lakukan?
kami memilih untuk mengabaikannya. Karena yang mengajak berinteraksi dengan aneka cara—menjerit, menangis, mengancam, mengintimidasi, dan sebagainya bukan hanya satu makhluk, melainkan banyak makhluk yang mengganggu di setiap langkah kami

Kami tiba di tower tempat unit kami berada, berjalan secara bergantian satu baris sesuai anjuran protokol kesehatan yang diterapkan. Tidak ada ada yang aneh sampai memasuki lift, namun ketika lift membuka di lantai yang kami tuju

Ada dua sosok makhluk berwujud anak kecil yang bermain saling mengejar di area depan lift. Satu makhluk anak laki-laki dengan kepala plontos, satu lagi makhluk anak perempuan dengan ikatan dua rambut terkepang.

Namun yang menarik perhatian kami ialah ketika tiba di depan unit, ada sosok wanita berwajah pucat mengenakan pakaian lusuh dan sobek-sobek sedang duduk meringkuk di ujung lorong dengan pancaran kesedihan yang amat mendalam.

Namanya Rena, menurut kabar yang beredar, dia meninggal akibat bunuh diri. Namun ternyata, sebenarnya dia meninggal setelah diperkosa oleh tiga orang laki-laki dan satu diantaranya ialah pacarnya sendiri.

------------
Untuk mendukung akun ini terus tumbuh, Sementara kisah lengkap "Rena - Pesan Yang Tak Tersampaikan" versi E-Book Novel Bergambar sudah bisa kalian dapatkan di @karyakarsa_id melalui link berikut dengan harga cuma Rp 13.000 (Kode Voucher: tragedi)

cek video berikut

Ada video konten eksklusif yang direkam langsung di lokasi kejadian dan Novel bergambar dengan cerita yang lebih rinci bisa kalian dapatkan di versi E-book, buat kalian yang gamau nunggu bisa langsung aja klik link berikut :

karyakarsa.com/jeropoint/rena

cc : @karyakarsa_id

Sinopsis:

Seorang gadis lugu pada usia ke sembilan belas (19) tahun mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya. Namanya Rena, bertekad merubah hidup dengan meninggalkan Tasikmalaya menuju Kota Megapolitan Jakarta untuk mengadu nasib di perantauan

Rena berangkat dengan bekal yang ala kadarnya dan bahkan tanpa izin orang tua.
Keputusan tersebut menjadi hal yang paling dia sesali ketika Kota Besar memperkenalkannya dengan kehidupan kelam--

yang membawanya ke hubungan yang semulai bahagia menjelma menjadi Abusive Toxic Relationship sampai membuatnya meregang nyawa.

Berita mencatat kematiannya akibat Bunuh Diri, namun kisah ini menemui fakta lain dibalik kematian Rena. Menjadi Kuntilanak bukan semata-mata untuk membalaskan dendam, melainkan ada hal yang harus diluruskan dan pesan yang belum sempat tersampaikan.

Temui Rena dalam Karya ini melalui setiap goresan ilustrasi yang digambar berdasarkan peristiwa yang terekam dan bait-bait kata yang mencakup penjelasan.

Rasakan sensasi membaca horror yang berbeda! Rena menunggumu.

klik : karyakarsa.com/jeropoint/rena

------------
Terima kasih sebelumnya untuk kalian yang berkenan mendukung dan mengapresiasi saya dan tim untuk terus menulis dan berkarya.

tetapi tenang, untuk kalian tim gratisan, kisah ini akan tetap saya upload versi threadnya secara bertahap pada malam jumat nanti.

karena ruang yg terbatas, versi thread tentunya akan lebih padat dibandingkan versi E-Book yang mengisahkan secara lebih merinci, dan gambar ilustrasi serta konten video ekslusif yang direkam langsung dari lokasi cuma bisa kalian dapatkan di link:

karyakarsa.com/jeropoint/rena

Wahh ramai, baiklah.
Nanti malam akan saya lanjutkan versi Thread-nya.

Jangan lupa tandai, Bookmark, atau RT judul thread diawal agar tidak ketinggalan update-annya

Sebelum kita masuk ke cerita Rena, saya ceritakan pada kalian apa yang terjadi di studio kami pada hari sebelum kami memutuskan untuk menemui sosok Rena.

Kantor atau studio kami itu baru banget kami sewa dalam keadaan kosongan atau unfurnish.

Terdiri dari dua kamar, satu kamar besar diperuntukan untuk studio, dan satu kamar lainnya yang ukurannya lebih kecil digunakan untuk tempat menumpuk barang atau gudang sementara—

Sedangkan ruang tengah, kita gunakan untuk space kerja dan kadang dipakai tidur oleh editor kami yang memang berencana untuk stay/tinggal di situ.

Minggu pertama kami menempati studio, masih cuma piki (editor) yg mulai stay di sana dan jody yg hanya sesekali datang untuk syuting

Saya sendiri waktu itu belum sempat sama sekali ke studio tersebut.

menurut pengakuan Piki, selama dia sendirian di minggu pertama tersebut, dia menemui banyak kejadian-kejadian aneh / gangguan dari ‘mereka’

“Mas Jero, saya semalam denger suara langkah sama suara orang mantek paku di dinding malam-malam-- ini hampir setiap malam, mas. Itu aman gak ya?” Piki bertanya padaku lewat sambungan telepon

Dia pun meceritakan kalau dia mendengar suara derap langkah menyeret dari arah lorong apartement dan paling merinding ketika sedang sholat , dia seperti mendengar suara perempuan bersuara

“Aamiin”

Suara wanita itu memang pelan dan cenderung lembut , namun tetap saja bikin piki merinding hebat. Nyalinya ciut, mau keluar apartement juga entah mengapa merasa takut melewati lorong apartement yg sepi.

Akhirnya sebisa mungkin Piki mencari peralihan dengan menonton video lucu dari scroll timeline , karena menelepon teman-temannya satu pun tak ada yg diangkat.

wajar saja, kejadian itu selalu terjadi diantara waktu pukul 1 sampai menjelang subuh.

Sampai puncaknya——

Ketika Piki mendengar suara wanita menjerit keras di tengah malam dan suara anak kecil berlari-lari di lorong.

keesokan siangnya, Jody sedang take di studio dan lagi-lagi dia mendapat terror berupa pintu yang di gedor pelan dan ketika di buka tidak ada siapa pun di sana.

Ini vidionya

Sejak saat itu, karena dirasa situasi makin gak nyaman, kita bertanya pada owner pemilik unit yang kita sewa dengan nada guyon.

Namun sang pemilik hanya menjawab "namanya juga apartement, disetiap tempat pasti ada. Bagus dong, kan kalian content creator horror"--

asli disitu kita ketawa canggung dan dalam hati ingin rasanya mengumpat kasar.

Piki sempat ngobrol santai ke mamang pemilik warung nasi di kios apartement.

Dari situ piki mendapatkan informasi bahwa unit kita berada di lantai yg sama dengan orang yang meninggal bunuh diri!

Jody dan Geroz akhirnya meminta saya untuk melakukan mediumisasi residual energi untuk mencari tahu yang sebenarnya agar tidak lagi menganggu,

Dari situlah sebagaimana yg saya ceritakan di atas, kami mendapatkan kisah Rena, makhluk perempuan yang meringkuk diujing lorong.

Begini ceritanya—

Kita lanjut & tuntaskan versi thread ini besok pas malam jumat ya, biar seru.

Buat yang penasaran mau langsung baca, silahkan baca versi E-book di link ini : karyakarsa.com/jeropoint/rena

Ada vidio ekslusif juga yg direkam langsung dari tempat kejadian.

Gas! dijamin sensasinya beda!

-----Selamat Malam Jumat--------

Seorang gadis lugu pada usia ke sembilan belas (19) tahun mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya.

Namanya Rena, bertekad merubah hidup dengan meninggalkan Tasikmalaya menuju Kota Megapolitan Jakarta untuk mengadu nasib di perantauan dengan bekal yang ala kadarnya dan tanpa izin orang tua.

Setibanya di Jakarta, Rena mendapat pekerjaan sebagai seorang pramuniaga atau SPG di salah satu perusahaan yang memproduksi olahan tembakau (rokok) terbesar di Indonesia.

Dunia kerja Rena mengenalkan dirinya pada dunia kelam khas kota besar yang tak memiliki batas perihal pergaulan—hal-hal yang tak pernah dia temui sebelumnya di kampung halamannya.

Kota Jakarta telah melunturkan citra lugu yang tersematkan pada diri Rena.

Empat bulan bekerja, Rena menaruh hati dan menjalin kasih dengan atasannya (supervisor) yang bernama Jefri.

Tak butuh waktu lama, mereka menjadi sepasang kekasih yang saling bergantung satu sama lain hingga memutuskan untuk tinggal bersama di sebuah unit apartement di selatan Jakarta yang mereka sewa.

Rena sangat mencintai Jefri, dia memupuk harapan besar untuk masa depan yang dia dambakan bersama Jefri. Semenjak tinggal bersama, hubungan mereka tak lagi memiliki batas—

Rena melepas satu-satunya kehormatan yang dia miliki sebagai seorang perempuan kepada Jefri, Dirinya begitu percaya kepada sosok laki-laki yang kala itu menjadi satu-satunya tumpuan yang dia miliki selama hidup di perantauan.

Tanpa sadar, Rena sudah menyerahkan lahir dan batin hidupnya ke dalam hubungan yang belum memiliki status resmi tersebut.

Menginjaki tahun ke tiga (3) hubungan mereka, Jefri menunjukan perubahan sifat yang jauh dari sosok yang Rena kenal sebelumnya.

Jefri menjadi tempramental, terkesan cuek tidak peduli, tertutup, dan urusan-urusan pribadinya kini seolah tak mau lagi dicampuri oleh Rena.

Romansa mereka melemah dan berada di ujung jurang semata karena Jefri telah memasang dinding pembatas di hubungan mereka.

Rena masih terus bertahan ditengah hubungan yang sudah tak lagi sehat. Rena mulai mendapat kekerasan secara verbal dan fisik.

Namun kala itu, dia masih yakin, bahwa Jefri mungkin hanya sedang jenuh dan suatu saat akan kembali seperti sosok Jefri yang dia kenal dulu.

*(duhh dasar cewek ya wkwk)

Keyakianan Rena dipatahkan ketika dia mendapati Jefri berselingkuh. Rena yang patah hati meluapkan emosionalnya pada Jefri,

namun bukannya mengerti dan meminta maaf, Jefri justru ikut emosi, kemudian menyentak balik Rena hingga melakukan kekerasan secara fisik yang membuat wajah rena tergoreskan luka lebam.

Semakin hari, prilaku Jefri pada Rena semakin jauh dari kata manusiawi. Jefri hanya berlaku baik pada Rena ketika dia memiliki hasrat seksual.

Selebihnya, Jefri selalu berlaku semena-mena pada Rena. Tak hanya satu kali, Jefri telah selingkuh dengan beberapa wanita termasuk dengan rekan satu tim Rena yang dipergoki sedang berada satu ranjang di unit apartement mereka sendiri.

Rena terjerembab semakin dalam ke sebuah hubungan Abusive Toxic Relationship .

Hampir setiap hari Rena mendapat kekerasan secara verbal mau pun fisik. Rena tidak lagi diperlakukan layaknya seorang kekasih, melainkan Rena tak ubahnya budak seksual dari Jefri yang juga harus mengurusi kebutuhan sehari-harinya.

Malam petaka pun tiba, Jefri membawa dua orang temannya dalam keadaan mabuk. Melihat Rena yang berpakaian serba mini, pikiran jalang pun menguasai mereka.

Jefri memaksa Rena untuk berhubungan dengan dua orang temannya sekaligus. Sedangkan dirinya duduk di kursi sudut menyaksikan tontonan pemerkosaan tersebut sembari menghabiskan sisa-sisa alkohol di botol yang digengamnya.

Rena memberontak, dia berusaha membela diri semampu yang dia bisa. Namun setiap perlawanannya memancing emosi dari dua lelaki bejat yang satu diantaranya sudah mengunci tubuhnya.

Pukulan demi pukulan menghantam tubuh Rena, termasuk benda tumpul yang juga dijadikan senjata untuk membungkam Rena.

Rena yang terus meronta pun di cekik keras hingga dia kesulitan bernapas

Rena tak henti melawan, hingga hantaman satu botol kaca bekas minuman yang diminum oleh Jefri menghantam kepalanya hingga mengalirkan darah deras—Rena terkapar tak berdaya.

Aksi mereka tak henti sampai di situ, melihat Rena yang melemah justru membuat mereka terus melakukan aksi bejatnya dengan memperkosa Rena secara bergantian.

Setelah puas melampiaskan nafsu setan, mereka mulai merasa panik ketika mendapati darah dari kepala Rena tak henti mengalir dan tubuhnya kini sudah tak bergerak.

Rena memang masih bernapas, namun kala itu dia seperti sedang menemui sakaratul mautnya.

Alih-alih memberikan pertolongan penyelamatan, ketiga laki-laki bejat tersebut mengambil jalan pintas dengan membuang Rena dari balkon hingga terjatuh membentur aspal seolah Rena sengaja menjatuhkan dirinya sendiri (Bunuh Diri).

Mereka pun mencuci tangan kotor mereka, lalu secepat kilat melarikan diri tanpa peduli dosa dan karma yang terus mengejar mereka.

Sejak kematiannya, Rena terjerat ke dalam perasaan sesal dan sedih yang mendalam. Bukan perihal dendam kepada tiga orang pria jalang yang menjadi penyebab kematiannya.

Melainkan perasaan sesal itu datang karena dia tidak izin kepada orang tuanya ketika hendak merantau ke Jakarta dan sampai kematiannya, Rena juga belum sempat mengucapkan salam perpisahan.

Dia juga merasa sedih akibat publik menyatakan dirinya bunuh diri, padahal kejadian yang sebenarnya ialah Rena telah di bunuh.

Mari kita doakan untuk kesempurnaan Rena agar diberikan keikhlasan dan ketenangan serta mendapat tempat yang layak di sisi tuhan di kehidupan selanjutnya.

----END------
Akhirnya selesai juga kisah Rena Versi Thread ini,
saya ingatkan lagi, untuk kalian yang masih penasaran dan ingin membaca kisahnya secara lebih rinci silahkan mengunjungi laman karyakarsa saya :

karyakarsa.com/jeropoint/rena

Gunakan Kode Voucher : Tragedi , hanya 13K

Ada Exclusive Video Content yang direkam langsung di lokasi kejadian dan Novel bergambar ilustrasi berdasarkan kejadian yang terekam.

Dukung gw untuk terus menulis
Langsung aja cuss : karyakarsa.com/jeropoint/rena

Kalian juga bisa mendukung saya dan tim untuk terus menulis dan menyajikan karya yang lebih baik dengan memberikan tip via saweria

link :saweria.co/JeroPoint
jangan lupa sertakan email, ada hadiah kecil dari saya.

terima kasih atas apresiasinya

Akhir kata, seperti biasa sebuah kalimat penutup dari saya, namun mungkin kali ini tidak berdiksi seperti biasanya:

Teruntuk kamu,
"Bucin boleh, G0blok Jangan"

sampai bertemu di kisah selanjutnya
Salam,
Jero

Oiya satu lagi, Pernah gak kalian ngeliat KUNTILANAK main ayunan pake rambutnya sendiri?
Atau pernah gak, kalian disiram air sama setan pas lagi tidur?

Langsung cek videonya di Youtube terbaru Jero Portal

Link :

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling