Hanif | AI For Productivity Profile picture
I help you work smarter, not harder. AI tools, productivity hacks, and shortcuts that save you hours every week. Founder https://t.co/lEZW8QFted

Feb 11, 13 tweets

Harga tiket di Traveloka NAIK setiap kali lo cek.

BUKAN karena seat makin dikit dan orang udah pada beli, tapi ini algoritma.

Gue cek tiket Jakarta-Bali kemarin. Rp850rb.
Cek lagi 2 jam kemudian. Rp1.1jt.

Pake HP temen? Balik ke Rp870rb.

Mereka pake dynamic pricing buat maksimalin revenue.

Kita bisa lawan algoritma mereka.

Ini cara yang gue lakuin buat hemat tiket pesawat yang Traveloka gak mau lo tau:

Mereka naikin harga karena tau lo lagi "desperate". Gimana mereka tau?

1. Lo cek berkali-kali = butuh banget = harga naik
2. Cookies track behavior lo
3. Mendekati tanggal = harga naik
4. Rute populer + lo udah cek = naik lagi
5. HP mahal / lokasi premium = harga beda

Mereka literally adjust harga based on SEBERAPA MAU lo beli.

TRICK #1: Browsing mode INCOGNITO.

Kalo bisa beli tiket Traveloka dari browser laptop, jangan pake HP. Dan make sure lo pake incognito.

Chrome: titik tiga → New Incognito Tab
Safari: tab icon → Private

Cookies gak ke-track. History gak kesimpen.

Harga yang muncul = harga "fresh" tanpa markup based on behavior lo.

TRICK #2: Clear cookies sebelum cek harga.

Kalo lo terpaksa pake HP, lakukan ini:

- iPhone: Settings → Safari → Clear History and Website Data
- Android: Settings → Privacy → Clear Browsing Data → Cookies

Setiap mau cek tiket, clear dulu. Fresh start.

TRICK #3: JANGAN cek berkali-kali.

Setiap lo refresh / cek ulang = signal "gue butuh banget".

Cek SEKALI. Screenshot. Compare di app lain.

Jangan balik ke app/web yang sama berkali-kali di hari yang sama.

Paling aman lo bisa pinjem HP keluarga/teman lo buat ngecek harga, jangan pake HP lo sendiri.

TRICK #4: Bandingin SEMUA platform.

Jangan loyal sama satu app.

Cek semuanya:
- Traveloka
- Tiket
- PegiPegi
- Booking langsung di airline (Garuda, Lion, AirAsia)

Beda platform = beda harga. Kadang selisih Rp200-500rb.

TRICK #5: Booking langsung di airline.

Traveloka, Tiket = MIDDLEMAN. Mereka ambil margin.

Garuda Indonesia: garuda-indonesia.com
Lion Air: lionair.co.id
AirAsia: airasia.com

Harga kadang LEBIH MURAH karena gak ada potongan middleman.

Tapi jangan salah, kadang harga di traveloka/tiket bisa lebih murah juga. Makanya lo perlu cek semua

TRICK #6: Cek di jam "sepi".

Prime time cek tiket = siang & malem (orang browsing abis kerja).

Coba cek:
- Subuh (4-6 AM)
- Tengah malem (12-3 AM)

Demand rendah = algoritma less aggressive.

Gak selalu works, tapi worth trying.

TRICK #7: Pake VPN ke region lain.

Harga bisa beda based on LOKASI lo.

Lo beli tiket dari Indo harganya beda kalo lo beli dari India, Singapore, Jepang, dll.

Coba VPN ke Singapore , India atau negara lain.

Kadang harga LEBIH MURAH karena currency conversion atau regional pricing.

Ini emang ribet sih. Tapi bisa hemat ampe jutaan.

Pake aja VPN yang gratisan.

TRICK #8: Book pas hari tertentu.

Data dari berbagai studi:
- SELASA & RABU harga cenderung lebih murah
- JUMAT & WEEKEND lebih mahal
- 6-8 minggu sebelum departure = sweet spot

Bukan jaminan, tapi pattern-nya consistent.

Reality check:

Dynamic pricing itu LEGAL. Tapi gak fair.

Airline & OTA optimize buat PROFIT mereka, bukan buat kantong lo.

At least sekarang lo tau cara mainnya.

Share ke temen lo yang mau liburan biar gak ketipu algoritma.

Ini 2 device yang lo wajib punya biar bisa traveling dengan hemat.

1. Timbangan koper digital

Jangan sampai lo boncos beli bagasi gara2 koper lo overcapacity. Cuma 30ribuan tapi bisa bikin lo hemat jutaan: s.shopee.co.id/4VXFMRQJqj

2. Vacuum koper

Biar koper lu muat lebih banyak barang: s.shopee.co.id/4VXFMRQJqj

Buat yang belum baca, gue juga bahas tentang dynamic pricing Grab/Gojek dan cara gimana kita bisa ngakalinnya

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling