"Bu, berat badan anaknya naiknya nggak bagus ya. Kurva pertumbuhannya memotong satu garis. Anaknya kurang makannya?" Tanya saya.
"Makannya memang lagi susah. Tapi anaknya aktif banget. Apa karena itu BBnya nggak baik?" Jawab si Ibu.
Lalu apa jawab saya?
"Anak aktif bergerak, tetap saja harus tumbuh. Bukan karena banyak gerak, beratnya nggak naik.
Anak itu harus TUMBUH, berKEMBANG, dan SEHAT/AKTIF. Semuanya!
Nggak bisa kurang satu. Perkembangan normal dan aktif, tapi nggak tumbuh. Atau tumbuh sehat, tapi perkembangan terlambat"
Jadi ketiga syarat HARUS terpenuhi: 1. TUMBUH 2. berKEMBANG 3. AKTIF (alias SEHAT)
Misalnya saja, isu stunting sedang marak, jangan hanya fokus pada pertumbuhan anak saja. Khawatir anak nggak naik BBnya, stres ketika nafsu makan turun, bahkan frustasi karena makan tidak habis.
Tapi harus khawatir juga ketika anak belum bisa duduk sendiri ketika masuk usianya, atau tidak mampu berdiri berpegangan pada umur seharusnya, meskipun gizinya baik. Jangan-jangan terlambat perkembangannya.
Atau anak aktif ceria, tapi kok kurus dan pendek. Apa gagal tumbuh?
Makanya sejak sebelum bayi lahir, ayah dan ibu harus paham cara memantau pertumbuhan anaknya dengan growth chart alias kurva/grafik pertumbuhan. Harus tahu juga memantau perkembangan/milestone anak dengan buku KIA (kesehatan ibu-anak) atau KPSP (kurva praskrining perkembangan)
Sejak lahir dan tiap bulannya, harus tercatat berat badan, panjang/tinggi badan, dan lingkar kepala ketika kunjungan rutin Posyandu. Cek sudah bisa ngapain. Analisis apabila ada masalah dan cari solusinya. Juga paham masalah kesehatan anak tersering dan penanganannya di rumah.
• • •
Missing some Tweet in this thread? You can try to
force a refresh
Ada satu penyakit yg tidak kunjung berakhir kasusnya dalam 6 bulan ini. ada kasus baru tiap hari. Sesuatu yang tdk saya jumpai dlm 21 tahunan karir sebagai dokter. Tiap bulan ada yg meninggal di RS kami. Tiap pekan ada yg dirawat di ICU anak dg ventilator/HFNC. Apakah itu?
Betul sekali: CAMPAK. Alias measles/rubeola/morbili. Penyakit dengan daya tular sangat tinggi. Komplikasinya berat. Bahkan saya khawatir 10 tahunan lagi, akan muncul kasus2 baru SSPE. Penyakit langka saat ini. Na"udzubillah.
Mayoritas kasus yang kami temui dan rawat adalah: yang tidak diimunisasi sama sekali, atau tidak lengkap imunisasinya. Inilah mengapa kami selalu mencoba memberikan edukasi berbasis bukti dan ilmu (data statistik terkini dan angka serta analisis menyusul).
Membaca kata “Vaksin Bill Gates”, apa yang ada dalam benak Anda?
Sebagai dokter anak yang menangani kasus tuberkulosis (TB) berbagai rupa, mulai dari TB sensitif obat sampai resisten obat, dan menjadi narasumber serta dilatih sebagai Coach TB di Jakarta Timur. Juga penulis buku "Pro Kontra Imunisasi" dan pernah jadi Champion Imunisasi IDAI…
Tanggapan saya adalah: Uji klinis vaksin adalah hal yang biasa-biasa saja.
Kasus terbanyak yang memenuhi ruang rawat anak:
- Pneumonia/bronkopneumonia
- Demam berdarah
Kenali kapan harus ke dokter/RS ketika anak dicurigai mengalami 2 kondisi ini
Pneumonia/bronkopneumonia (sama saja sebenarnya, beda terminologi yang digunakan) ditandai dengan sesak napas. Bukan sekedar batuk-pilek biasa (common cold/selesma, atau influenza/flu)
Ketika anak sesak, meskipun bisa saja bronkiolitis (<2 tahun) atau asma, bawalah ke dokter/RS
Penyebab pneumonia adalah virus/bakteri. Ketika dokter mendiagnosis pneumonia, banyak panduan menggunakan antibiotik sebagai tata laksana (dianggap karena infeksi bakteri). Diberikan juga cairan (infus) dan oksigen apabila anak dirawat.
Sering sekali kita meraba benjolan di leher anak, belakang telinga, sampai bagian belakang kepala. Jumlahnya bahkan lebih dari satu
Itulah kelenjar getah bening (KGB). SEMUA manusia pasti punya KGB di sekeliling leher dan sekitarnya, yang lebih mudah teraba pada balita.
Jadi: KGB bukanlah penyakit. Ketika KGB teraba (membesar), itu adalah TANDA, adakah infeksi/proses peradangan lain yang membuat KGB membesar? Inilah bentuk respon sistem imun tubuh. Lalu, kita evaluasi: apa penyebabnya? Kapan harus khawatir? Kapan curiga TB kelenjar? Keganasan?
Saya unggah ke Instagram, ternyata rame juga tanggapannya 😅
Kalau di sini rame ga ya?
Mari kita lanjutkan...
Nyamuk kan ada macam2 ya. Ingat pelajaran SD/SMP. Ada nyamuk Aedes, Culex, dll.
Wolbachia yang disebut di postingan sebelumnya adalah BAKTERI. Bukan nyamuk. Kalau bakteri Wolbachia dimasukkan ke dalam nyamuk Aedes, apakah lantas nyamuk Aedes berubah nama jadi nyamuk Wolbachia? 😁
Lalu terkait VIRUSnya. Yang dibawa si nyamuk dan buat sakit kan VIRUSnya ya, bukan nyamuk ataupun bakteri Wolbachia-nya. Adanya BAKTERI bernama Wolbachia di dalam tubuh nyamuk Aedes, membuat virus Dengue tidak mudah berpindah dari satu orang ke orang lainnya.
Pria berjubah merah ini ingin menyampaikan, tanpa trik, bahwa batuk-pilek yang dialami oleh mayoritas anak saat ini bisa sembuh tanpa perlu minum obat. Namanya common cold alias selesma. Nggak perlu obat batuk, obat pilek, apalagi antibiotik, termasuk nggak perlu "diuap".