dr. Arifianto, Sp.A Profile picture
Pediatrician, author of 6 books: #OrangtuaCermatAnakSehat, #BertemanDenganDemam, #MakanTepatTumbuhSehat, #YakinDenganVaksinDanImunisasi #KomikSehatDokterApin
22 Oct
"Dok, minta resep vitamin penambah nafsu makan ya. Anak saya susah makannya."
Lalu saya berikan resep ini.
Zaman sekarang, di perkotaan, tidak sedikit orangtua datang ke dokter anak dengan keluhan: anaknya susah makan.
Sebagai dokter anak, sejujurnya saya bingung: anaknya susah makan, kok datangnya ke saya? Hehe.
Biasanya saya balik bertanya: menurut Ibu, kenapa anaknya susah makan?
"Saya nggak tahu, Dok. Makanya saya ke dokter!" 😅
Saya tanggapi: "Coba Ibu ANALISIS. Kira-kira, kenapa anaknya susah makan?
Setelah dipancing beberapa saat, biasanya si Ibu akan memberikan analisis kemungkinannya. Nah, Ibu bisa kan memperkirakan penyebab anaknya "susah" makan 😊
Read 14 tweets
18 Oct
Kembali lewat IG story-nya at citracesilia, Dokter Citra Cesilia, Spesialis Anak, @citra_nta kembali membagikan pelajaran hidup.

Semoga hamba-Nya yang terpilih ini mendapatkan kebaikan yang jauh lebih banyak atas kesabarannya.

Dan kita semua punya peran untuk mengakhiri pandemi
Read 13 tweets
16 Oct
Seorang kawan, dokter anak di Riau, dr. Citra Cesilia, Sp.A, berbagi kisahnya di Instagram, viral, dan layak menjadi renungan bagi kita semua.
Atas ijin beliau, saya share di sini, dari IG @citracesilia
Read 12 tweets
30 Sep
Kita belum tahu kapan pandemi berakhir.
Tetap di rumah!
Anak sakit? Hanya ke dokter/RS pada kondisi tertentu.
Kita lanjutkan pembahasan seputar demam yang mengharuskan ke dokter. Mulai dari curiga Demam Dengue, bagaimana mengenalinya?

(Lanjutan thread kemarin)
Penyakit akibat infeksi virus Dengue ini ditandai dengan demam 2-7 hari, mayoritas tanpa gejala di saluran napas. Artinya, demam disertai batuk-pilek di awal, kemungkinan bukan Demam Dengue/DBD. Inilah mengapa demam tanpa gejala > 3 hari, salah satu yang dipikirkan adalah DD/DBD.
Tidak semua Demam Dengue berujung fatal. Tapi orangtua harus mengenali beberapa kondisi dalam infografis @idai_tweets ini. Kegawatdaruratan seperti perdarahan tak lazim, penurunan kesadaran, perabaan dingin karena kekurangan oksigen ke jaringan tubuh (syok), segeralah ke dokter.
Read 9 tweets
29 Sep
Kapan pandemi berakhir? Jawabannya? Belum tahu.
Lalu, sampai kapan harus khawatir membawa anak ke dokter, padahal sedang sakit?
Pahami kondisi apa saja yang mengharuskan anak dibawa ke dokter.
Kita bahas satu persatu.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) @idai_tweets sudah membuat infografis singkat dan jelas terkait ini. Ada 8 kondisi yang mengharuskan anak dibawa ke RS. Saya mulai pembahasan dari #demam.
Apakah semua anak demam harus dibawa ke dokter? Demam tinggi 40 derajat berbahaya? Tidak.
Tidak semua demam harus segera ke dokter. Bahkan suhu tubuh 40°C pun bukanlah kedaruratan.
Dalam infografis tertulis "demam tinggi 3 hari atau lebih, atau demam pada neonatus". Selain suhu, durasi demam dan usia bayi menentukan. Kita kupas 3 hal ini. Apakah demam? Mengapa demam?
Read 14 tweets
4 Sep
Belum 24 jam saya share di Instagram, sudah 24 ribu likes. Sepertinya pada kangen #resepdokterapin ya? 😅 Tidak ada yang namanya obat batuk. Kecuali kata iklan. Hehe. Batuk kan refleks tubuh untuk membuang virus/kuman/benda asing agar tidak masuk saluran napas. Tujuannya baik
Jadi kalau anak batuk ketika #selesma alias #commoncold, apa obatnya? The medicine is no medicine. Selesma infeksi virus, sembuh sendiri. Obat batuk pilek tidak terbukti manfaatnya, bahkan berpotensi mengandung risiko. nytimes.com/2018/11/05/wel…
Mau dikasih antitusif alias penekan refleks batuk? Malah berisiko menahan lendir yang seharusnya dikeluarkan, untuk tidak keluar. Padahal hakikatnya batuk mekanisme pertahanan tubuh yang membuang kuman lewat lendir. Apalagi anak belum pandai membuang dahak seperti dewasa.
Read 6 tweets
23 Jul
Apakah uji klinis tahap 3 vaksin COVID-19 dari China terhadap 1.650 orang subjek penelitian di Indonesia adalah bentuk "kelinci percobaan"? Tentu tidak. Sama halnya dengan uji klinis fase 3 vaksin-vaksin lainnya, agar vaksin dapat digunakan secara massal sesudahnya.
Sebuah thread
Ramai diberitakan, vaksin SARS-COV2 produk Sinovac, China, akan diuji coba fase 3 di Indonesia, sebelum diproduksi kelak sebanyak 100 juta dosis, apabila hasilnya memiliki efikasi baik dalam mencegah seseorang dari sakit akibat virus penyebab COVID-19. Mengapa Indonesia mau?
Perlu dipahami, ada 3 tahap/fase uji klinis vaksin, sebelum dinyatakan layak diproduksi massal untuk digunakan masyarakat luas. Uji klinis sejak tahap 1, dilakukan terhadap MANUSIA. Gambar dari @nytimes ini menjelaskannya nytimes.com/interactive/20…
Read 14 tweets
12 Jul
Penggunaan face shield di kalangan masyarakat makin marak. Tampak modis, berbagai macam bentuk, dan memudahkan komunikasi, karena gerakan bibir terbaca. Lalu apakah cukup menggunakan face shield tanpa masker? Efektifkah dalam menghalangi masuknya virus SARS-COV2?
Sebuah thread. Image
Ada beberapa jurnal yang cukup sering dikutip ketika membahas face shield. Untuk mencegah masuknya partikel virus berupa aerosol di udara, face shield efektif menghalanginya, khususnya sesaat setelah ada orang batuk di dekat kita. Tapi ketika sudah lama berada di udara, berkurang Image
Begitu juga kalau ada orang batuk tetap di sisi samping pengguna face shield. Hehe. Partikel virus bisa masuk lewat celah yang ada. Jurnal ini memberikan anjuran khususnya bagi tenaga kesehatan. Face shield adalah APD yang digunakan bersamaan dengan yang lain, seperti masker. Image
Read 4 tweets
11 Jun
"Hati-hati kalau ke RS! Nanti sakitnya dibilang COVID-19. Malahan dengar-dengar penyakit ini buatan manusia saja. Sakitnya juga tidak seseram yang diberitakan media. Saya jadi ragu kalau membaca atau mendengar berita tentang Corona lagi. Bagaimana ini?" Pernah dengar seperti ini? Image
Apa salah satu dampaknya? Tenaga kesehatan jadi "bulan-bulanan". Di Filipina, seorang perawat terkena lemparan pemutih di wajahnya ketika berada di perjalanan menuju RS. Di India, tenaga kesehatan berseragam dilempar batu, sampai ia harus melarikan diri. businessinsider.com/healthcare-wor… Image
Di Meksiko, perawat berusia 59 tahun terkena siraman kopi panas yang sengaja disiramkan padanya oleh seorang pengendara mobil. Seorang dokter THT wanita disiram cairan pemutih yang menyebabkan luka di kulitnya. Dan beberapa kejadian tidak menyenangkan lain bbc.com/news/world-lat… Image
Read 9 tweets
30 May
Terima kasih para ulama @MUIPusat yang sudah sangat mendengarkan fakta lapangan dan pendapat ahli kesehatan, untuk melindungi seluruh masyarakat Indonesia.
Betapa rindunya kami dapat kembali shalat berjamaah 5 waktu di masjid dan shalat Jum'at.
Tapi kami taat ulama Image
Ketika MUI mengeluarkan maklumat ini, kami kembali diingatkan ajaran Islam senantiasa menjaga keselamatan jiwa (hifzun nafs) seluruh umat manusia, sebagai bagian dari penjagaan terhadap agama (hifzud diin) ini, dan semuanya bagian dari maqashid syariah. Badan sehat, ibadah lancar Image
Kami sangat mengapresiasi MUI yang sangat memperhatikan fakta ilmiah berbasis epidemiologi, dengan pertimbangan "basic reproduction number" (R) yang belum menunjukkan angka di bawah satu, sehingga menekankan umat Islam agar tetap patuh beribadah di rumah. Image
Read 5 tweets
27 May
Kali ini saya tidak ingin membahas "the new normal life". Silakan baca di media. Saya hanya ingin share, seberapa beratkah COVID-19 pada anak? Dr Anna Zimmermann, dokter anak ahli neonatologi di Amrik menceritakan kisah putranya yang diangkat @nowthisnews
Dr Anna menceritakan putranya, Lincoln, yang sempat dirawat karena sesak napas akibat COVID-19, di blog-nya @LittlesMighty mightylittles.com/blog/my-son-ha… dan diangkat ke media, seperti @BBC @CBS dan @ABC Lincoln mengalami #pneumonia karenanya.
Masih berpikir COVID-19 ringan pada anak?
Apakah #pneumonia itu? Yakni peradangan di jaringan paru, akibat kuman masuk dari saluran napas atas ke bawah. Salah satu ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) bawah. Penyebabnya bisa virus, bakteri, jamur. Virus SARS-COV2 adalah penyebab pneumonia COVID
Read 10 tweets
25 May
Wacana "the new normal" dlm kehidupan bermasyarakat belakangan makin gencar diangkat di media.
Yang jelas, kami tenaga kesehatan tahu persis kondisi lapangan. Saya di praktik pribadi TETAP akan sangat MEMBATASI jumlah pasien dan MEMISAHKAN pasien bergejala ISPA dengan yang tidak.
FYI, sejak pandemi ini, praktik pribadi saya yang memang semua harus by appointment (temu janji), hanya menerima mayoritas anak sehat pro imunisasi atau konsultasi tumbuh-kembang saja. Anak sakit bergejala ISPA diminta untuk ke fasilitas kesehatan lain 🙏. Sudah di-triase dulu.
Karena jangan sampai di ruang tunggu, terjadi percampuran antara anak sehat dengan anak sakit. Bisa terjadi transmisi virus. Perlindungan bagi tenaga kesehatannya juga. Begitu juga di sebagian RS. Sudah dipisah sejak penerimaan pasien. Ada Poliklinik PDP dan non PDP.
Read 4 tweets
23 May
Apakah anak-anak kita sudah "siap" kembali ke sekolah?

Pertanyaan yang pernah saya ungkapkan 12 hari lalu. Kali ini akan saya bahas lebih rinci.

Sebuah thread bertaut.

Lanjut di komentar.
Masa tanggap darurat seharusnya berakhir 29 Mei ini, apabila sesua rencana awal. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) @idai_tweets sudah merilis anjurannya kemarin, dengan memaparkan fakta angka dan pembahasan "tatanan kehidupan normal baru", salah satunya dalam kegiatan belajar.
Angka kematian mencapai 2,4 persen. Tidak berbeda jauh dengan data surveilans @dinkesJKT: 8 anak meninggal dari 337 kasus terkonfirmasi. Masih lebih tinggi dari data @Medscape yang menyebutkan case fatality rate anak < 1%. Kok bisa? Terima dan renungkan saja. Jangan remehkan.
Read 25 tweets
16 May
Apakah "herd immunity" itu? Apakah konsep ini membuat manusia dapat "berdamai" dengan COVID-19?

Simak video ini. Penjelasan berlanjut di balasan. Sebuah thread

Konsep #HerdImmunity mengandung beberapa definisi. Paling banyak ditujukan untuk program imunisasi/vaksinasi. Nama lainnya adalah "community immunity" atau kekebalan komunitas/kelompok/masyarakat, yaitu kekebalan/imunitas terhadap penyakit tertentu yang dicapai oleh satu kelompok Image
Herd diterjemahkan dengan: "a large group of animals, especially hoofed mammals, that live, feed, or migrate together or are kept together as livestock". Istilahnya "kawanan", atau "kumpulan" yang disematkan pada hewan ternak. Image
Read 12 tweets
4 May
Awalnya foto ini viral dari Thailand. Tenyata seorang bayi yang datang untuk Imunisasi ke tempat saya ada juga yang pakai! Hehe, kaget juga. Sebenarnya perlu nggak? Ternyata jawabannya: bayi tidak perlu pakai face shield, dan anak < 2 tahun tidak perlu pakai masker.

A thread Image
Salah satu yg menyatakan keprihatinan terhadap penggunaan face shield yang imut pada bayi ini datang dari Ikatan Dokter Anak di Penang, Malaysia. Khawatir terhadap penumpukan karbondioksida akibat terhalangnya buangan napas dari plastik pembatas di "helm" thestar.com.my/opinion/letter… Image
Meskipun tampak cukup longgar, tetap ada risiko halangan keluar masuknya udara (oksigen). Padahal bayi kecil sangat mengandalkan pertukaran oksigen lewat paru-parunya yang tak boleh terhalang. Lagipula, apa tujuan face shield? Menghalangi masuknya droplet (percikan) dahak/liur?
Read 8 tweets
31 Mar
Menghirup udara pagi yang masih segar dan terpapar sinar matahari pagi tentulah sangat baik. Tapi bukan dengan sengaja "menjemur" anak ya, misalnya dengan tidak memakaikannya baju, atau berlama-lama menjelang tengah hari.
Ditambah lagi, tidak semua orang memiliki halaman rumah dan tempat tinggal yang layak untuk berada di luar rumah berlama-lama saat ini. Tetap jaga jarak fisik dan sosial di tengah kepungan virus di luar. Ini juga perlu diperhatikan.
Jadi kapan waktu terbaik untuk berjemur? Butuh berapa lama? Kalau tidak membunuh virus, bukankah penting sebagai sumber vitamin D?

Maaf karena waktu saya terbatas, kita bahas review ini aja ya. Udah diringkas jadi enak dibaca. India mirip Indonesia ya..

ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/P…
Read 13 tweets
31 Mar
Sambil menyimak tagar #TolakDaruratSipil saya akan bahas isu yang lumayan rame dibahas. Saya post di IG feed 2 hari lalu, udah banyak banget yang komen.

A thread
"Berjemur jam sekian jam sekian lebih baik untuk mencegah coronavirus masuk ke dalam tubuh..."

"Dok, waktu terbaik untuk berjemur jam berapa ya? Katanya dulu jam sekian, sekarang sebaiknya jam sekian ya?"

"Bayinya juga dijemur ya."

Pernah dengar beginian?

Apa jawabannya?
@BBC merilis artikel kesehatan menanggapi pandangan ini. Kesimpulannya: sinar UV yang memancar dari matahari belum terbukti efektif membunuh coronavirus. Bahkan efek samping: membakar kulit!

Kita mengenal 3 jenis sinar UV dari matahari: UVA, UVB, dan UVC

bbc.com/future/article…
Read 13 tweets
13 Mar
Pak @aniesbaswedan saya menyarankan TK-SMA diliburkan dulu mulai Senin besok.

Pihak sekolah menyiapkan modul pembelajaran siswanya selama di rumah, dan orangtua "terpaksa" mendampingi anak-anaknya belajar hari per hari 😅 Evaluasi capaian dilakukan tiap hari via grup WhatsApp.
Meliburkan sekolah, khususnya anak-anak TK dan SD, juga mampu mengurangi penyebaran penyakit langganan lain seperti selesma (common cold) dan influenza, yang sembuh sendiri tanpa perlu obat, dan seringkali lama sembuhnya karena anak bolak-balik "ping-pong" virus di sekolah.
Penyakit saluran napas atas langganan karena infeksi virus ini seringkali lama sembuhnya bukan karena obat tidak mempan (padahal memang tidak perlu "obat" batuk-pilek), tapi karena belum sembuh sudah ketemu teman-temannya yg sakit di sekolah. Kan anak aktif nggak betah di rumah.
Read 4 tweets
11 Mar
Salah satu pelajaran yg bisa diambil dari wabah virus corona ini adalah masyarakat jadi makin paham ilmu penyakit infeksi. Termasuk beda antara virus dan bakteri. Dan antibiotik bukanlah obat untuk infeksi virus. Semoga penggunaan antibiotik yg "membabi buta" berkurang.
Benar sekali. Mayoritas penyakit infeksi pada manusia disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Ketika mayoritas kunjungan karena penyakit infeksi berakhir dengan antibiotik, maka bertanyalah: benarkah diagnosisnya karena infeksi bakteri? Atau infeksi virus yg diobati antibiotik??
Infeksi virus: tidak perlu antibiotik.
Infeksi bakteri: obatnya antibiotik.
Terapi harus sesuai diagnosis.

Mayoritas infeksi virus pd saluran napas atas, termasuk yg disebabkan oleh kelompok coronavirus, adalah self-limited, alias sembuh sendiri seiring waktu, oleh sistem imun.
Read 13 tweets
2 Mar
Siang-siang nggak ada Poliklinik, dengerin kuliah pakar. Sambil mencatat di sini ya.

2 sampai 3 dari 10 kasus penyebab selesma (common cold) adalah virus corona. Tentunya bukan SARS-CoV2. Tapi kelompok coronavirus lain. Dan plis bedakan antara selesma dengan flu ya.
Ada lebih dari 200 jenis virus yang bisa buat selesma (common cold), tapi kalau flu alias influenza, ya penyebabnya virus influenza A dan B. Gejalanya memang mirip: batuk, pilek, demam.

Di Indonesia, flu sering diterjemahkan sebagai pilek. Padahal ini singkatan dari influenza.
Ada satu lagi yang musti diluruskan: ISPA itu singkatan dari infeksi saluran pernapasan AKUT ya, bukan atas. Terjemahan dari acute respiratory infection (ARI). Nah, ISPA dibagi 2: atas dan bawah. Selesma adalah salah satu penyakit ISPA, dengan gejala2 ISPA atas: batuk-pilek.
Read 4 tweets
1 Mar
"Bu, berat badan anaknya naiknya nggak bagus ya. Kurva pertumbuhannya memotong satu garis. Anaknya kurang makannya?" Tanya saya.

"Makannya memang lagi susah. Tapi anaknya aktif banget. Apa karena itu BBnya nggak baik?" Jawab si Ibu.

Lalu apa jawab saya?
"Anak aktif bergerak, tetap saja harus tumbuh. Bukan karena banyak gerak, beratnya nggak naik.

Anak itu harus TUMBUH, berKEMBANG, dan SEHAT/AKTIF. Semuanya!

Nggak bisa kurang satu. Perkembangan normal dan aktif, tapi nggak tumbuh. Atau tumbuh sehat, tapi perkembangan terlambat"
Jadi ketiga syarat HARUS terpenuhi:
1. TUMBUH
2. berKEMBANG
3. AKTIF (alias SEHAT)

Misalnya saja, isu stunting sedang marak, jangan hanya fokus pada pertumbuhan anak saja. Khawatir anak nggak naik BBnya, stres ketika nafsu makan turun, bahkan frustasi karena makan tidak habis.
Read 6 tweets