Pak @aniesbaswedan saya menyarankan TK-SMA diliburkan dulu mulai Senin besok.
Pihak sekolah menyiapkan modul pembelajaran siswanya selama di rumah, dan orangtua "terpaksa" mendampingi anak-anaknya belajar hari per hari 😅 Evaluasi capaian dilakukan tiap hari via grup WhatsApp.
Meliburkan sekolah, khususnya anak-anak TK dan SD, juga mampu mengurangi penyebaran penyakit langganan lain seperti selesma (common cold) dan influenza, yang sembuh sendiri tanpa perlu obat, dan seringkali lama sembuhnya karena anak bolak-balik "ping-pong" virus di sekolah.
Penyakit saluran napas atas langganan karena infeksi virus ini seringkali lama sembuhnya bukan karena obat tidak mempan (padahal memang tidak perlu "obat" batuk-pilek), tapi karena belum sembuh sudah ketemu teman-temannya yg sakit di sekolah. Kan anak aktif nggak betah di rumah.
Sekarang sedang banyak kasus herpangina, HFMD, varisela/cacar air, fifth disease, dan infeksi virus Dengue. Isolasi anak-anak sekolah di rumah mengurangi penyebaran 4 penyakit yg saya sebutkan di awal tadi. Jangan lupa pastikan lingkungan rumah bersih dari jentik nyamuk juga yaa.
• • •
Missing some Tweet in this thread? You can try to
force a refresh
Ada satu penyakit yg tidak kunjung berakhir kasusnya dalam 6 bulan ini. ada kasus baru tiap hari. Sesuatu yang tdk saya jumpai dlm 21 tahunan karir sebagai dokter. Tiap bulan ada yg meninggal di RS kami. Tiap pekan ada yg dirawat di ICU anak dg ventilator/HFNC. Apakah itu?
Betul sekali: CAMPAK. Alias measles/rubeola/morbili. Penyakit dengan daya tular sangat tinggi. Komplikasinya berat. Bahkan saya khawatir 10 tahunan lagi, akan muncul kasus2 baru SSPE. Penyakit langka saat ini. Na"udzubillah.
Mayoritas kasus yang kami temui dan rawat adalah: yang tidak diimunisasi sama sekali, atau tidak lengkap imunisasinya. Inilah mengapa kami selalu mencoba memberikan edukasi berbasis bukti dan ilmu (data statistik terkini dan angka serta analisis menyusul).
Membaca kata “Vaksin Bill Gates”, apa yang ada dalam benak Anda?
Sebagai dokter anak yang menangani kasus tuberkulosis (TB) berbagai rupa, mulai dari TB sensitif obat sampai resisten obat, dan menjadi narasumber serta dilatih sebagai Coach TB di Jakarta Timur. Juga penulis buku "Pro Kontra Imunisasi" dan pernah jadi Champion Imunisasi IDAI…
Tanggapan saya adalah: Uji klinis vaksin adalah hal yang biasa-biasa saja.
Kasus terbanyak yang memenuhi ruang rawat anak:
- Pneumonia/bronkopneumonia
- Demam berdarah
Kenali kapan harus ke dokter/RS ketika anak dicurigai mengalami 2 kondisi ini
Pneumonia/bronkopneumonia (sama saja sebenarnya, beda terminologi yang digunakan) ditandai dengan sesak napas. Bukan sekedar batuk-pilek biasa (common cold/selesma, atau influenza/flu)
Ketika anak sesak, meskipun bisa saja bronkiolitis (<2 tahun) atau asma, bawalah ke dokter/RS
Penyebab pneumonia adalah virus/bakteri. Ketika dokter mendiagnosis pneumonia, banyak panduan menggunakan antibiotik sebagai tata laksana (dianggap karena infeksi bakteri). Diberikan juga cairan (infus) dan oksigen apabila anak dirawat.
Sering sekali kita meraba benjolan di leher anak, belakang telinga, sampai bagian belakang kepala. Jumlahnya bahkan lebih dari satu
Itulah kelenjar getah bening (KGB). SEMUA manusia pasti punya KGB di sekeliling leher dan sekitarnya, yang lebih mudah teraba pada balita.
Jadi: KGB bukanlah penyakit. Ketika KGB teraba (membesar), itu adalah TANDA, adakah infeksi/proses peradangan lain yang membuat KGB membesar? Inilah bentuk respon sistem imun tubuh. Lalu, kita evaluasi: apa penyebabnya? Kapan harus khawatir? Kapan curiga TB kelenjar? Keganasan?
Saya unggah ke Instagram, ternyata rame juga tanggapannya 😅
Kalau di sini rame ga ya?
Mari kita lanjutkan...
Nyamuk kan ada macam2 ya. Ingat pelajaran SD/SMP. Ada nyamuk Aedes, Culex, dll.
Wolbachia yang disebut di postingan sebelumnya adalah BAKTERI. Bukan nyamuk. Kalau bakteri Wolbachia dimasukkan ke dalam nyamuk Aedes, apakah lantas nyamuk Aedes berubah nama jadi nyamuk Wolbachia? 😁
Lalu terkait VIRUSnya. Yang dibawa si nyamuk dan buat sakit kan VIRUSnya ya, bukan nyamuk ataupun bakteri Wolbachia-nya. Adanya BAKTERI bernama Wolbachia di dalam tubuh nyamuk Aedes, membuat virus Dengue tidak mudah berpindah dari satu orang ke orang lainnya.
Pria berjubah merah ini ingin menyampaikan, tanpa trik, bahwa batuk-pilek yang dialami oleh mayoritas anak saat ini bisa sembuh tanpa perlu minum obat. Namanya common cold alias selesma. Nggak perlu obat batuk, obat pilek, apalagi antibiotik, termasuk nggak perlu "diuap".