My Authors
Read all threads
DUKA KARBALA, DUKA SEMESTA

Kisah duka ini terjadi kurang lebih 50 tahun setelah Baginda Rasulullah SAWW dibaringkan disamping mesjid nabawi, dunia Islam kala itu terbentang hampir meliputi setengah bumi.
Gembala² unta kini berpesta pora di istana². Mereka telah menaklukkan Romawi dan juga Persia. Suara azan menggema mulai dari kota Alexandria di Mesir, sampai ke dusun² kecil di Azerbaijan.
Berkat perjuangan Rasulullah SAWW, orang² arab yang miskin, kini menjadi penguasa dunia. Bangsa yg semula terasing di sahara, sekarang menentukan sejarah manusia.
Sementara di Madinah, tidak jauh dari makam Baginda Nabi, cucu pendiri Islam tinggal dalam gubuk yang sangat sederhana. Setiap malam yang dingin Ia habiskan waktunya dalam rukuk dan sujut serta bermunajat kepada Tuhannya.
Zikirnya merobek sunyinya malam seraya melantunkan doa² suci para Nabi. Nyaris disetiap malam, beliau datang berziarah ke pusara kakeknya. Merintih, dan mengadukan keadaan umat yg kini ia saksikan.
Dalam gemerlap istana para penguasa, cahaya Islam telah padam. Dalam bentangan daerah kekuasaan mereka, kaum mukminin yg saleh menderita karna penindasan. Istana² telah didirikan dengan merampas hak orang² yg lemah.
Anggur yang diedarkan dalam cawan² merah, diperah dari keringat dan darah kaum muslim. Di istana para penguasa, musik² dimainkan dengan membungkam suara pejuang kebenaran.
Beliau sampaikan kepada datuknya apa yg telah dilakukan umatnya.

Padahal Nabi SAWW pernah berpesan agar umatnya memelihara 2 pusaka sepeninggalnya kelak;
''KITABULLAH DAN ITRAH AHLUL BAIT-NYA'' (Hadist Tsaqalain).
Sekarang Al Qur'an hanya tinggal bacaan. Kebenarannya hanya sampai di tenggorokan.
Sebab, dengan lancang para ulama sewaan memutar balikkan pemaknaan.
Lalu dimana keluarga Nabi SAWW? Dimana bahterah Nuh? Dimana gemintang penunjuk jalan? 

Imam Ali dikhianati bekas pengikutnya. Sang washi penjaga risalah sepeninggal Nabi itu ditebas tepat di kepalanya yg membuat darah membasahi janggutnya. Pada bulan ramadhan, dan dimalam yg penuh kemuliaan.
Padahal beliau adalah sosok yg melatarbelakangi turunnya Al-Maidah ayat 55. Ali-lah yg memberi cincinnya (bersedekah) kepada para peminta² sembari ia menunaikan sholat.
Masih terngiang ucapan Rasulullah kepada Imam Ali; "Tidak akan mencintaimu kecuali orang mukmin, dan tidak membencimu kecuali orang munafik".
Ketika diperang khandaq, Amr bin Wudd maju menantang ribuan umat muslim di madinah tuk perang tanding. Tapi tak ada diantara mereka yg punya keberanian, hingga Ali yg umurnya kala itu masih belasan, meminta izin tuk meladeni Amr bin Wudd.
Dan ketika Imam Ali berperang tanding dgn Amr bin Wudd diperang Khandaq, Nabi bersujud dan berdoa;

''Ya Allah, engkau telah mengambil Ubadillah pada perang Badar, dan Hamzah pada perang Uhud. Jangan engkau mengambil Ali. Jangan tinggalkan aku sendirian".
Ketika sang Haidar al Karrar menang, Rasulullah SAWW memeluknya. Air mata deras membasahi pipinya.

Kini putra Imam Ali, Al Hasan dan Al Husain mendengar para khatib melaknat ayahnya sang putra kabbah di mimbar² mesjid atas desakan penguasa dikala itu.
Ali yg dulunya meruntuhkan benteng Khaibar, dan memenangkan perang Badar, kini dicaci maki oleh mereka yg mengaku umat Nabi.

Ali ibn Abu Thalib, suami putri kesayangan Rasulullah dianggap murtad dari agama, hanya karna ketidaktundukannya kepada penguasa.
Padahal kita ketahui bersama, beliaulah laki² pertama yg memeluk Islam. Kader yg telah dipersiapkan Baginda Nabi sebagai penjaga risalahnya sepeninggalnya kelak.
Diusianya yg masih belasan, tanpa ragu ia menggantikan Nabi dipembaringan. Padahal ia tahu, konsekwensinya adalah kematian. 

Beliau pulalah yg mengantarkan hijrah keluarga Nabi SAWW dgn berjalan kaki ratusan kilometer sehingga melepuh kedua telapak kakinya.
Kini sang putra Ka'bah dimusuhi kaum muslimin, dan dikhianati oleh para pengikutnya. 

Tak berbeda jauh dengan yang terjadi kepada Imam Hasan atau kakak dari Imam Husain.
Perang yang telah berlangsung turun temurun dari datuk²nya (Bani Hasyim vs Bani Sofyan) hingga kepadanya memaksanya berdamai, tetapi dengan syarat.
Imam Hasan, bersedia berdamai dengan Muawiyah dgn syarat, Muawiyah menghentikan kecaman dan pelaknatan terhadap ayahnya. Dan setelah kepimpinan muawiyah selesai, maka muawiyah tak boleh menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada anaknya Yazid sebagai pelanjut.
Perjanjian pun disepakati, namun sayang, beliau pun dikhianati.

Bahkan Imam Hasan, penghulu para pemuda syurga ini diserang di atas kudanya, dan wafat krn diracuni oleh istri beliau sendiri, yg termakan rayuan yg menggiurkan oleh Muawiyah kala itu.
Para pencinta (Syiah) Imam Ali pun tak lupu dari siksa penguasa.

Lihatlah Hujur bin Adi & sahabat²nya dikubur hidup². Atau kisah Maitsam Tammar, yg digantung dan lidahnya dipotong, hanya karna menyela pelaknatan Imam Ali di mimbar masjid oleh Ubadillah bin Ziyad.
Imam Husain menangis, merintih di depan puasara kakeknya. Mengadukan semua prilaku kezaliman umat terhadap Ahlul Bayt dan para pengikutnya.
"Salam bagimu ya Rasulullah"
''Inilah aku Al Husain, putra Fatimah, kesayanganmu, cucumu, dan pusaka yg engkau tinggalkan kepada umatmu".
"Saksikan ya Nabi Allah, mereka telah menghinaku, menyia²kan aku & tdk menjagaku".
''Aku mengadu kepadamu sampai aku bertemu denganmu".
Kemudian imam Husain bangkit untuk shalat beberapa rakaat. Dan setelah sholat beliau berdoa;

''Ya Allah, inilah kubur NabiMu Muhammad SAWW"
'"Aku anak dari putri NabiMu"
''Telah terjadi peristiwa yg telah engkau ketahui"
''Ya Allah, aku mencintai kebaikan, & membenci kejahatan".
"Aku memohon kepadaMu, wahai pemilik keagungan & kemuliaan. Dengan hak kubur ini & penghuninya, pilihkan bagiku urusan yg engkau ridahi, yg diridhai RasulMu, & yg diridhai kaum mukminin".
Setelah berdoa, beliau menangis terus sampai waktu subuh menjelang. 

Beliau meletakkan kepalanya di atas pusara kakeknya hingga tertidur.

Tiba² beliau melihat Nabi SAWW datang dgn para malaikat yg menyertainya.
Nabi SAWW merapatkan Al Husain ke dadanya & mencium diantara kedua matanya sambil bersabda;
"Husain sayangku, seakan telah kuliat tubuhmu bersimbah darah terbantai di karbala di tengah² umatku".
''Waktu itu engkau kehausan & tdk diberi minum, engkau dahaga & tdk dipuaskan".
"Padahal, mereka mengharap syafaatku"
"Tidak!! Mereka sama sekali tdk akan mendapatkan syafaatku dihari kiamat"
"Mereka binasa disisi Allah"
Kasihku Husain, ayah, ibumu, & abangmu menitipkan salam padaku, mrk merindukanmu"
"Bangunlah, derajat tinggi di syurga tak tercapai kecuali dengan kesyahidanmu".
Di makam Rasulullah SAWW, Imam Husain berjanji untuk menenggakkan kembali Islam yg sebenarnya, Islam yg diajarkan langsung oleh kakeknya. Islam yg menentang kezaliman, Islam yg melawan penindasan kepda kaum mustadafin.
Esok harinya beliau mengumpulkan keluarganya & berangkat menuju mekkah, lalu setelah itu ke kuffah. Kepergiannya mengguncangkan hati banyak sahabat Nabi SAWW. Ummu Salama, Ummul Mukminin, istri Rasulullah yg berumur panjang, mengantarkannya dgn penuh kesedihan.
Beliau teringat sebuah peristiwa semasa Nabi masih hidup;

"Pada suatu malam Rasulullah berbaring tuk tidur, kemudian bangun kembali dalam keadaan resah, baring kembali, lalu bangun kembali".
"Di tangannya ada segenggam tanah merah".
"Dia mencium tanah itu".
Aku beryanya: "Tanah apa ini ya Rasullulah?"

Rasulullah menjawab: "Baru saja Jibril memeberitakan padaku bahwa Husain akan terbunuh di Karbala, inilah tanah tempat darahnya akan tumpah".
Kemudian beliau memberitakan padaku seraya bersabda: "Tanah ini berasal dari tempat Husain akan terbunuh, kalau tanah ini nanti berubah menjadi darah, ketahuilah Husain sudah terbunuh".
''Kemudian Ummu Salama menyimpan tanah itu di dlm botol". 

Dan benar, Ummu Salama-lah yang memberi kabar pertama kali atas kematian Al Husain di kota Yastrib, setelah melihat botol yg berisikan tanah karbala pemberian Rasulullah telah berubah menjadi darah.
Sampainya di Mekkah, Imam Husain berorasi mengajak siapapun bersamanya untuk menentang Yazid. Ketika ditanya apa motivasinya menentang Yazid; Imam Husain menjawab; "Aku bangkit menentang bukan untuk melalukan penindasan, pelanggaran hukum, korupsi, dan menyombongkan diri".
"Aku bangkit dan menentang adalah demi memperbaiki urusan umat kakekku, dan untuk memenuhi kewajibanku meneggakkan kebenaran, dan mencegah kemungkaran".
Namun lagi² seperti sebelum²nya, Imam Husain harus menerima pil kekecewaan disebabkan tak ada yg bangkit tuk menjadi pendukungnya.

Sebagian umat kala itu memilih netral, sebagian lagi telah menggadaikan keimanannya dgn materi duniawi.
Imam Husain pun melanjutkan perjalanannya ke kuffah, dan tak menyelesaikan ibadah hajinya krn kekecewaan kpd penduduk mekkah.

Beliau memilih Kuffah (Irak) krna penduduk Kuffah melalui surat, berjanji memberinya dukungan tuk bangkit melawan Yazid.
Dalm perjalanan ke Kuffah, Kafilah Imam Husain tertahan di karbala.

Hari memilukam itu pun akhirnya tiba. Tepat 10 Muharram 61 H, digurun tandus Karbala, semesta berduka. Dimana hari itu, nyaris seluruh keturunan Rasulullah SAWW dibantai dan dipermalukan oleh umatnya sendiri.
Kafilah yg hanya berjumlahlan sekitar 200 orang dan kebanyakan diantaranya wanita, serta anak² keturunan Rasulullah itu, harus menahan dahaga teramat menyiksa di tengah gurun nainawah.
Sebab disebrang sisi, puluhan ribu tentara berseragam lengkap, bertubuh tegap, bersenjatakan tombak, pedang, serta panah² yg telah dilumuri racun dan sorot mata bak binatang buas, memblokir setiap sumber air yg ada.
Sementara dibawah komando cucu sang pembawa risalah, putra Ali, dan buah hati Az-Zahra, mereka hanya berjumlahkan kurang lebih 70 pengikut setia yg siap turun ke medan laga.

Ini bukan perang, ini pembantain yg bahkan terjadi dibulan yg diharamkan tuk saling menyakiti.
Dengan kegilaannya, Yazid sudah jauh² hari telah merencanakan tuk menghapuskan keturunan Bani Hasyim didalam sejarah.

Serta menghilangkan duri yg akan mengganggu kekuasannnya kelak.
Hati siapa yg tak menangis melihat peristiwa dimana Ali Akbar, remaja belia dgn gagah ikut mengangkat senjata. Putra dari Al Husain yg wajahnya, prilakunya, cara bicaranya sangat menyerupai Rasulullah.
Pun ikut bersimbah darah, syahid di sisi ayahnya, karna sayatan pedang beracun yg memutuskan pergelangan tangannya.
Hati mana yg tidak menangis melihat peristiwa, dimana seorang bayi mungil harus menghembuskan nafas terkhir di pangkuan ayahnya, disebabkan panah beracun yg menancap tepat di lehernya.
Yaa Maula...
Bagaimana hati tidak hancur, jika harus menyaksikan leher cucumu Al Husain yg dahulu kau ciumi, dipisahkan perlahan² dari tubuh dan kepalanya.
Lihatlah binatang bersosok manusia itu! Tak puas dengan membunuh dan memenggal kepala Al Hussein, mereka melucuti pakaian dan aksesioris yg digunakan oleh sang Imam dan menjarahnya.
Tak puas membunuh dan melucuti seluruh pakaian dan aksesoris, mereka pun berebut menginjakkan kaki² kuda mereka di atas tubuh tanpa kepala, hingga mengakibatkan tubuh itu remuk dan menyatu dalam panasnya pasir di nainawah.
Derita para kekuarga Nabi selesai? Tidak!!

Setelah berhasil membungkam Al Hussein dan para pengikutnya, tentara yg dikomandomi oleh Ubadillah bin Ziyad menawan keluarga Al Husain yg tersisa dari pembantaian di karbala.
Mengarak mereka bak binatang ternak ke Kuffah beserta dengan kepala² tanpa jazad, mempertontokan mereka, dan mempermalukan keluarga Rasulullah disana.
Setelah puas mempermalukan cucu² Nabi di Kuffah, mereka menggiring lagi para tawanan dan kepala² itu berjalan dari kuffah ke damaskus. Ribuan kilo keluarga Nabi SAWW diseret, dipermalunkan, demi memuaskan khalifah yg mereka sembah.
Setelah 14 abad lamanya, kini Yazid² baru bermunculan bak jamur dimusim hujan. Meneriakkan kebangkitan khilafah, tapi nir sejarah.
Mereka lupa, mereka sedang membangkitkan sebuah sistem yg siap memenggal kebenaran² hanya demi syahwat kuasa.
Belum lagi para pesuruh iblis, yg berbalutkan pakaian ahli² zikir. Merasa diri telah dekat dgn Tuhan, namun prilakunya tak sedikitpun menampakan manusia yg ber-Tuhan.
Mengkafirkan yg berbeda keyakinan, berbeda pemahaman, berbeda mazhab, bahkan hanya krn berbeda pilihan politik.
Yaa Mustafa...
Demi hak namamu dan keluargamu yg suci, kami meminta pertolongan. Tolonglah kami, tolonglah keluarga kami, sanak family kami, dan kerabat, bahkan negri kami dari kejahilan Yazid² abad modern.
Kullu yaumin As-Syura, Kullu ardin Karbala...

#Asyura
#Karbala
#10Muharram
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Keep Current with 𝔖𝔦 𝔅𝔞𝔥𝔩𝔲𝔩

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!