Lita Widyo Profile picture
16 Sep, 15 tweets, 3 min read
OSPEK
- mini thread -

1). Tak ada yg salah dgn ospek sejauh substansinya tdk bergeser dr rangkaian materi yg membantu maba berakselerasi utk adaptasi dgn kehidupan kampus.
Maba butuh dirangkul, ditemani, dikuatkan secara afektif-kognitif-konatif shg mampu berenang mandiri.
2). Selama mengawal bidang kemahasiswaan plus diskusi dgn teman2 dr kampus lain saat sama2 mengawal adek2 mhsw, sy mendapati ada byk variabel berpengaruh pd "ospek" (dgn istilah khas sesuai PT masing2). Jika di level Univ ospek masih umum & normatif, maka di tk Fak/prodi bs beda.
3). Setidaknya ada 3 hal yg saya amati turut menentukan kualitas ospek Fak/prodi : atmosfer akademik Fak/prodi, pengaturan sejauh mana otonomi organisasi mahasiswa (ormawa) dlm ospek, & bgmn fungsi manajemen kampus (& dosen pembimbing kegiatan) dlm mengawal ospek.
4). Ospek adlh tugas & tgjw kampus. Pejabat struktural & para dosen lah yg bertugas melaksanakan.
Dlm praktek tentu sulit, mk ditempuh kebijakan: ormawa diperbantukan.
Ingat, membantu lho, bukan ambil alih komando. Pejabat struktural kampus tdk bisa & tdk boleh lepas tangan.
5). Realitas sering kita dapati di lapangan, maba diserahkan pd ormawa. Saya bersyukur cukup banyak ormawa yg mulai matang, mampu mengelola sebuah ospek nir kekerasan. Orientasinya akademik.
Namun di beberapa tempat tetap ada yg berbau kekerasan.
6). Kekerasan sendiri wujudnya biasanya bukan lagi kkrsn fisik (krn pasti langsung dihujat), tapi mengarah ke bentuk yg lebih "soft" (dlm tanda petik!), yakni kkrsn verbal&emosional (dibentak2, tugas mencari benda2 yg sulit, tugas membuat sesuatu dgn spec yg ketat, dll).
7). Dlm struktur kepanitiaan, peluang terbukanya kesempatan utk melakukan kkrsn biasanya pd sie tatib/ketertiban/keamanan (bisa beda2 namanya).
Dgn job desc mendisiplin maba, ada semacam legitimasi utk mencari celah "pelanggaran" & memberi sanksi hukuman. Bagian ini titik rawan.
8). Pd bbrp contoh yg baik, sinergi amat penting. Pejabat kampus (atau tim dosen yg ditunjuk) intens mengawal sjk awal kegiatan didesain, melalui proses transfer nilai yg tentu tdk sebentar dgn panitia mhsw, & biasanya sukses membangun model ospek yg cocok dgn kbutuhan maba.
9). Ini bukan hal sepele. Butuh passion & energi kuat dr tim dosen. Memimpin, menemani, mengawal panitia mhsw secara mental-pikiran & hadir secara fisik (ini pra covid). Panitia mhsw idealnya dipimpin sesama mrk yg matang scr emosional & punya misi sejalan dgn institusi.
10). Kadang ada semacam "tradisi" turun temurun yg terus dihidupi & diklaim sbg kebanggaan khas prodi/Fak. Sebenarnya tdk terlalu jd soal jk masih relevan dgn kebutuhan maba & tdk kontraproduktif. Namun mjd problem ketika diakomodasi dgn pertimbangan dipaksakan : melatih mental.
11). Kadang ada yg ber-api2 ngasih argumentasi ttg melatih mental tadi. Pengen rasanya ngobrol santai dgn adek2 tadi ttg apa itu mental, proses pembentukannya, bisakah dibentuk dlm bbrp hari aja lewat ospek. Ngobrol 3 sks. Plus 3 sks lagi utk mengenal apa itu trauma & efeknya 😁
12). Mungkin ada "tradisi" yg baik/netral. Tp sebagian lagi cuma menguras energi maba, nggak nyambung dgn "melatih mental" & kontraproduktif. Sifatnya lbh utk kebutuhan psikonostalgis para senior, kebutuhan utk mendapat pengakuan dr maba, utk dipatuhi, dipuja. Kebutuhan ego.
13). Bisa saja sebenarnya desain ospek sudah baik2 saja. Namun di hari H (atau malah semenjak dari proses awal) kadang para mhs panitia dibayang2i oleh eksistensi "aktivis abadi" yg masih nongkrongin adek2nya, yg titahnya adalah sabda bagi juniornya yg berstatus panitia.
14). Pihak kampus hrs punya cara cerdik namun bijak utk antisipasi. Kampus mesti bs merangkul para aktivis mhsw sepuh yg haus kegiatan agar mrk tetap merasa berarti dgn duduk manis sambil tersenyum legowo memberi ruang pd adek2 aktivis berikutnya. Bantu mrk fokus pd tugas akhir.
15). Biarlah maba mendapat haknya utk bebas dr rasa takut. Biarlah maba masuk mjd bagian dr keluarga kampus dgn perasaan terhormat. Biarlah mrk nyaman dgn kehangatan dunianya yg baru.
Hidup sdh terlalu keras utk ditambah lbh byk lagi kekerasan artifisial.
Semangat utk semua💪⚘

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Lita Widyo

Lita Widyo Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @WidyoLita

10 Sep
MEMBUKA JATI DIRI ANAK ADOPSI

- a thread -

1). Banyak ortu yg mengadopsi buah hati sejak bayi sengaja menyembunyikan jati diri anak. Berencana "ntar-ntar ajalah", kelak jika si anak sudah dewasa identitas asli baru akan diberitahukan.

Idealkah jika begitu?
2). Bagi sebagian orang, memberitahu identitas asli anak adlh perjuangan berat.
Banyak ortu maju mundur utk terus terang. Takut anak shock-lah, kecewa-lah, takut nyakitin. Di sisi lain ortu takut hatinya sendiri tersayat, nggak siap mental, takut buah hati menjauh, lalu nelangsa.
3). Seturut waktu berjalan, ketika si kecil makin bertumbuh, logikanya pun berkembang. Ia mungkin akan menemukan beberapa clue, bisa bersumber dari diri sendiri, ortu, atau lingkungan sekitar termasuk sains, yg mengundang untuk bercuriga pd status dirinya selama ini.
Read 20 tweets
25 Aug
ANAKKU TANTRUM

- a thread -

Pernahkah menghadapi anak kecil yg emosinya meledak tak terkendali?
Nangis marah2, teriak2, mengamuk, ber-guling2, lempar-banting barang.
Itu tantrum namanya.

Wajar nggak sih?

Gambar : shutterstock.com (free download)
Tantrum lumrah pd usia 1-3 th, asal nggak jadi kebiasaan. Umur 4-5 th masih bisalah ditoleransi. Di atas itu mestinya sudah hilang, kecuali pd kondisi2 khusus.

Jd ceritanya gini,
Sejalan dgn waktu, bayi mulai berjalan, bicara, eksplorasi dgn dunianya & mulai berkemauan sendiri.
Anak mulai kepingin ini itu, tp tak selalu mampu mengungkapkan krn ketrampilan bahasanya juga masih terbatas. Di usia kurang dr 3 th, tantrum didominasi oleh kesulitan anak mengekspresikan kemauan, sementara lingkungan pun kadang gagal paham. Ujungnya anak frustrasi lalu tantrum.
Read 25 tweets
30 Jul
Ada byk hal yg bs dikupas dr threadnya mas @m_fikris ini.
1). Meski ada beberapa clue, tapi saya tdk dlm kapasitas mengevaluasi dinamika psikologis Gilang sbg individu. Sy memilih melihat dr sisi kronologi & seputaran riset ilmiah utk antisipasi jangan ada korban2 berikutnya.
2) Dr kronologi panjang yg diceritakan @m_fikris, Gilang (G) melakukan eksploitasi pd orang lain dengan motif tertentu utk tujuan pribadi. Senioritas dipakai untuk mempengaruhi mhsw pemula dgn mengatasnamakan riset ilmiah.
3). G cukup tricky menempatkan posisinya sbg senior utk mendirect korban, bahkan pd ranah yg sebenarnya hak korban sbg pribadi.
Selain itu G banyak excuse shg korban iba & kurang nyaman utk bersikap asertif.
Sy bersyukur jk ternyata byk jg calon korban yg sdh menolak sjk awal.
Read 7 tweets
28 May
ANAK & NEW NORMAL bidang Pendidikan

- utas -

1). Selain syarat bhw pandemi hrs "aman" & faktor kesiapan infrastruktur skolah yg sdh byk dibahas, bbrp hal yg mesti ditimbang sblm era new normal berlaku utk pdidikan.
Sy coba melihat dr sisi anak di lingkup skolah.
2). Anak berkembang sesuai tahap usia.
Anak2 terutama SD ke bwh (bukan berarti SMP ke atas tanpa konsekuensi) ada dlm masa penting pertumbuhan fisik & ketrampilan motorik.
Hampir smua ketrampilan dasar motorik yg kita kuasai di masa dewasa itu kita pelajari saat masa kanak.
3). Scr hukum alam anak2 lagi seneng2nya melakukan eksplorasi fisik.
Ketramp sensomotorik anak diasah alamiah melalui banyak aktivitas. Di sekolah proses ini terolah melalui aktivitas terstruktur misal : mapel olahraga, ketrampilan, seni, dll, serta lewat aktivitas bermain bebas.
Read 8 tweets
9 May
KONFLIK antar ANAK
- thread-

1). Ms pandemi di rumah terus gini sesekali nemu kejadian para krucil buah hati pd konflik nggak sih?

Berantem, teriak, marah", ngotot, ada yg nangis, ngadu ke ortu. Gegara giliran nge-game lah, ada yg curang laj, rebutan mainan, remote TV, dll.
2). Di atas usia 2 th kontrol fisik anak mulai memadai utk mengatur gerak tubuhnya. Mulai belajar bicara utk sampaikan apa yg dimaui, mulai gigih dgn kemauan, sadar sbg individu yg punya hak. Mrk secara alamiah belajar pertahankan ego & akan bertahan jk egonya dilanggar.
3). Nah, konflik muncul antar anak dlm rangka mempertahankan ego masing2. Itu wajar sih. Mereka sdg belajar pengelolaan emosi sekaligus menakar "kekuasaan". Coba kalo anak kita diem doang tanpa defend samsek di segala cuaca, ngalah overdosis, repot juga lho.
Read 14 tweets
1 Apr
GADIS KECIL
PENGANTIN KECIL

- a thread -

Ia dinikahkan di usia 7 tahun
(Sekarang sekitar 10-11 tahun).
Membayangkannya, pasti dia gadis kecil cantik yg senyumnya menarik.
Kawan" seusianya menyisir rambut, menutup ritsluiting rok, dan memakai kerudung dibantu ibundanya.
Teman" seumurnya menyiapkan buku pelajaran dan merampungkan PR didampingi kakak/ortunya.

Mungkin ia juga 😊.
Kawan"nya tersenyum lebar saat mendapat uang saku buat jajan nanti.
Kebahagiaan teman"nya lepas saat berlarian dengan sebaya.
Mata rekan"nya membulat saat menyaksikan bungkusan" snack kering di kantin sekolah.

Mestinya ia juga 😊.
Read 13 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!