1. “Islam dan Pluralisme Agama: Universalis dan Supersesionis”

Catatan kuliah “Pluralisme Agama” minggu ini terlambat karena kemarin menghadiri seminar “saintliness across traditions.” Berikut beberapa poin yang diperbincangkan di kelas.
2. Minggu ini, beralih ke Islam, setelah beberapa minggu mendiskusikan pluralism agama dalam Kristen, terutama Katolik. Pilihan ini semata berdasar kronologi, yakni Kristen muncul sebelum Islam. Kita baca tulisan William Chittick, Reza Shah-Kazemi, Yasir Qadhi dan Tim Winter.
3. Dua penulis pertama merepresentasikan pendekatan universalis, dan dua terakhir supersesionis. Pendekatan unuversalis merangkul keragaman jalan keselamaatan, termasuk keragaman internal, sementara supersesionis anggap Islam telah menghapus agama2 sebelumnya.
4. Dua pendekatan di atas bersikap kritis terhadap paradigma pluralis yg menolak superioritas satu agama atas agama lain: Semua agama memiliki struktur keselamatan sendiri, dan semuanya valid. Pandangan ini ditolak oleh kalangan universalis dan supersesionis krn alasan berbeda.
5. Bagi kaum universalis, mazhab pluralis itu sok benar sendiri dan menganggap paradigma lain, seperti eksklusivisme dan inklusivisme, tidak pada levelnya. Artinya, kalangan pluralis gagal mengakomodasi pandangan lain, misalnya menyalahkan pandangan eksklusivis.
6. Ini mengingkari tujuan praktis yg dijanjikannya. Kalangan pluralis menjanjikan, jika orang berpandangan pluralis, maka akan tercipta suasana toleran krn tak ada yg anggap penganut agama lain terlaknat, tapi mereka sendiri tidak toleran terhadap pandangan yg berbeda.
7. Bagi kaum supersesionis, pandangan pluralis tidak punya dasar dalam sumber otoritatif, yakni Qur’an dan hadis, atau dalam pandangan ulama-ulama klasik (pra-modern). Kaum supersesionis berpandangan, secara prinsipil, Qur’an bersifat eksklusif. Lebih-lebih hadis.
8. Untuk mengembangkan paham pluralis, kata Yasir Qadhi, seseorang perlu menolak keberadaan hadis. Yasir juga menulis, para ulama dahulu berbeda pendapat dlm setiap hal, tapi terkait nasib agama lain mereka sepakat: Tak ada jalan keselamatan di luar Islam.
9. Tim Winter menjelaskan argumen abrogasi atau kenapa kedatangan Islam menghapus agama-agama sebelumnya. Intinya begini: Untuk apa Allah menurunkan Qur’an dan mengutus Nabi Muhammad jika agama-agama sebelumnya masih berlaku?
10. Itu pertanyaan retorik. Dia mencontohkan Nabi mengirim surat kepada raja-raja Kristen mengajak mereka memeluk Islam. Jika agama mereka masih sah, untuk apa Nabi mengajak mereka memilih Islam? Bagi Tim, semua agama sebelum Islam telah tersesat.
11. Kaum universalis berbeda secara diametris. Bagi mereka, justeru Qur’an sangat terbuka. Bahkan, jika dibandingkan kitab suci agama-agama lain. Reza Shah-Kazemi membuat observasi serupa dengan yg dulu pernah saya katakan (waktu itu, saya belum baca tulisan Reza ini).
12. Berikut saya kutipkan teks aslinya ya: It is surely one of the greatest ironies of our time that the scripture [Qur’an] that is most tolerant of other religions, indeed, that is unique in its recognition of, and reverence of, other religions…,
13. …. should be used as the basis for the most fanatical acts of intolerant violence. In the West, new interpretations of scripture are required in order to move away from traditional exclusivism.
14. Now this exclusivism is based on the literal meaning of key verses in the Bible; by contrast, when we look at the Qur’an, it is precisely the literal meaning of dozens of verses that incontrovertibly uphold a universal perspective on religion.
15. Reza mengembangkan pandangan universalisnya berdasarkan tafsir Ibn ‘Arabi yg intinya menganggap setiap tafsir atau makna adalah benar dan dikehendaki Tuhan. Artinya, Tuhan menghendaki makna berbeda bagi setiap penafsir. Dia tahu setiap orang akan punya penafsiran yg berbeda.
16. Implikasinya: Kaum universalis mengakomodasi semua bentuk pemahaman, termasuk yang eksklusivis karena pandangan yg berbeda itu sama-sama dikehendaki Tuhan sesuai tingkat pemahaman seseorang. Reza sebut, kaum universalis bersikap “all-inclusive”.
17. Sementara itu, Chittick menyoal sikap kalangan supersesionis yg begitu mudah mengklaim telah terjadi kesepakatan ulama dahulu bahwa jalan keselamatan tertutup bagi penganut agama lain di luar Islam. Ini senjata ampuh, tapi sebenarnya tak ada kesepakatan semacam itu.
18. Dua pandangan di atas (universalis dan supersesionis) lahir di Barat, dan ditujukan kepada audiens Barat, terutama kaum terpelajarnya. Mereka sampaikan pandangan tersebut dalam sebuah konferensi akademis yg khusus membahas soal “Islam dan jalan keselamatan bagi agama lain.”
19. Sebagaimana proposal mereka menimbulkan debat sengit di kalangan sarjana yg terlibat dalam konferensi tersebut, demikian juga yg saya saksikan di kelas. Tampak, kedua kubu memiliki ayat-ayat favorit sendiri2 dan bersikap selektif dalam memilih pandangan yg mendukungnya.
20. Terlepas dari berbagai kelemahan yg kita diskusikan di kelas, dua sudut pandang berbeda tersebut telah ikut meramaikan jagad intelektual. Ini satu contoh betapa semaraknya diskusi dan perdebatan kajian Islam di Barat saat ini. Beragam gagasan muncul dan diperbincangkan.
21. Coba bayangkan: empat orang itu (Chittick, Kazemi, Qadhi dan Winter) duduk satu meja mendiskusikan tesis dan gagasan mereka yang berbeda secara diametris. Sementara itu, dari audiens juga bermunculan pertanyaan2 tajam. Sebuah suasana yang pasti memperkaya perspektif.
22. Perbincangan intelektual semacam itulah yg akan membawa agama ini berkontribusi pada peradaban manusia masa kini dan mendatang. Friends, selamat berakhir pekan!
@threadreaderapp please unroll

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Mun'im Sirry

Mun'im Sirry Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @MunimSirry

31 Oct
1. “Ibadah dan Doa Bersama dalam Islam dan Kristen”

Minggu ini kelas “Pluralisme Agama” mendiskusikan tema yg belum menjadi perhatian para sarjana, yakni membandingkan ibadah dalam Islam dan Kristen. Dan saya agak kaget ternyata sulit mencari bacaan bagus tentang tema tersebut.
2. Sebagai tema yang understudied, tidak heran jika hal pertama yang saya temui ialah kesalahpahaman, betulkah orang Kristen menyembah Yesus? Atau, kenapa salat dalam Islam tampak sangat mekanik, terbatas dalam gerak-gerak tertentu?
3. Saya tidak pernah mendalami soal ini, tapi merasa tema ini terlalu penting utk tidak didiskusikan dalam kelas “Pluralisme Agama.” Bagaimana perspektif Islam dan Kristen tentang ibadah (worship)? Bolehkah Muslim dan Kristen berdoa bersama?
Read 22 tweets
24 Oct
"Kristen Melihat Muhammad, Muslim Melihat Yesus"

Saya akan lanjutkan kuliah virtual dengan judul di atas. Anggap tema itu sebagai refleksi atas "Maulid Nabi." Siapkan kopi hangatnya ya...
1. Setelah diskusi bagaimana orang Kristen melihat Qur’an dan orang Islam melihat Akitab, topik minggu ini beralih ke figur sentral dalam kedua agama: Yesus dan Muhammad. Bagaimana pandangan umat Kristiani tentang Muhammad dan umat Muslim tentang Yesus?
2. Bagian terakhir kelas “Pluralisme Agama” membahas topk2 tertentu yg kerap menjadi perbincangan hangat dlm dialog Islam-Kristen. Seperti soal kitab suci, figur agama meniadi isu yg masih terus diperbincangkan. Kta diskusikan dgn semangat ingin memahami apa yg menjadi persoalan.
Read 29 tweets
17 Oct
1. “Melihat Kitab Suci Agama Lain”

Minggu ini kita diskusikan tema yang cukup pelik: Bagaimana umat Kristiani dan Muslim memandang kitab suci agama lain. Disebut masalah pelik karena kerap diwarnai tuduhan bahwa kitab suci agama lain sudah tidak otentik atau dipalsukan.
2. Tuduhan itu berkembang di kalangan Islam dan Kristen sekaligus, walaupun kita hanya sering mendengarnya dari kaum Muslim. Di Indonesia mayoritas penduduknya Muslim, jadi wajar jika tuduhan ketidakotentikan itu sering terdegar dari mereka.
3. Saya mulai dari tuduhan standar orang Islam. Alkitab itu tdk otentik krn tidak berasal dari catatan wahyu yg diterima Nabi Musa dan Nabi Isa. Perjanjian Lama mencakup kitab2 yg ditulis stlh Nabi Musa. Bahkan bagian pertama, Taurat, juga meliputi hal2 yg ditulis stlh Musa.
Read 19 tweets
3 Oct
1. “Apakah umat Kristen dan Muslim Menyembah Tuhan Yang Sama”

Setelah diskusikan kerangka teoritis dan pandangan ttg keragaman agama dalam Kristen dan Islam, minggu ini kita mulai bicara topik tertentu, yakni menjawab pertanyaan” Apakah Kristen dan Muslim menyembah satu Tuhan?”
2. Kita sudah di bagian akhir silabus, yakni hendak membicarakan tema-tema tertentu, misalnya, minggu depan tentang konsepsi wahyu dalam Kristen dan Islam, dan berikutnya tentang “Qur’an”, “Bible”, “Yesus”, “Muhammad”, “Agama Ibrahim”, “Pindah Agama,” dan seterusnya.
3. Pertanyaan “Apakah Kristen dan Muslim menyembah Tuhan satu yang sama?” tidak mudah dijawab. Beberapa buku telah ditulis. Sebagai pengantar diskusi, saya memilih buku “Allah: A Christian Response” karya Miroslav Volf, profesor di Yale University.
Read 18 tweets
12 Sep
1. “Vatikan II dan Teologi Agama-Agama”

Minggu ini kita membandingkan pembacaan Jacques Dupuis dan Gavin D’Costa atas konsili Vatikan II dan magisterium gereja yang dikeluarkan sesudahnya. Selain melanjutkan buku Dupuis, kita baca karya D’Costa, “The Meeting of Religions.”
2. Menjelang konsili Vatikan II (1962-65), dua arus pemikiran berkembang di kalangan teolog2 Katolik. Pertama, perspektif yang menempatkan Kristen sebagai puncak kebenaran sembari menilai positif agama lain. Pandangan ini dikenal dengan “fulfilment theory.”
3. Secara sederhana bisa dipahami begini: Setiap agama merupakan jalan mencari kebenaran dan keselamatan, yang pada akhirnya ditemukan dalam Kristen. Sebagai jalan mencari kebenaran, setiap agama punya nilai positif. Ujung pencarian itu “terpenuhi” (fulfilled) dalam Kristen.
Read 19 tweets
5 Sep
1. "Bapak-bapak Gereja tentang Pluralisme Agama"

Minggu ini kita diskusikan salah satu tema yang paling saya suka: Bagaimana suatu pandangan teologis berkembang. Kita fokus pada pandangan bapak-bapak gereja terkait apakah kalangan non-Kristen bisa selamat.
2. Sebagai pengantar diskusi, saya berikan buku Romo Jacques Dupuis, teolog asal Belgia, dngn karya besarnya “Towards a Christian Theology of Religious Pluralism.” Dupuis sempat dipanggil oleh Vatikan karena refleksi teologisnya yg menimbulkan keresahan di kalangan umat Katolik.
3. Dupuis dianggap terlalu jauh dari doktrin gereja, menyangkut hubungan Kristen dan agama-agama lain. Di akhir pengujiannya, dia berhasil mempertahankan pandangan teologisnya dan dianggap tidak bermasalah. Ini karya masterpiece dan perlu dibaca kawan-kawan di Indonesia.
Read 30 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!