Mun'im Sirry Profile picture
chelsea’s fan
Mursalim Munir Profile picture Benaya Kahulta S Profile picture rommy patra Profile picture Dyanto Mor Dplato Profile picture Auliya Ayu Profile picture 10 added to My Authors
31 Oct
1. “Ibadah dan Doa Bersama dalam Islam dan Kristen”

Minggu ini kelas “Pluralisme Agama” mendiskusikan tema yg belum menjadi perhatian para sarjana, yakni membandingkan ibadah dalam Islam dan Kristen. Dan saya agak kaget ternyata sulit mencari bacaan bagus tentang tema tersebut.
2. Sebagai tema yang understudied, tidak heran jika hal pertama yang saya temui ialah kesalahpahaman, betulkah orang Kristen menyembah Yesus? Atau, kenapa salat dalam Islam tampak sangat mekanik, terbatas dalam gerak-gerak tertentu?
3. Saya tidak pernah mendalami soal ini, tapi merasa tema ini terlalu penting utk tidak didiskusikan dalam kelas “Pluralisme Agama.” Bagaimana perspektif Islam dan Kristen tentang ibadah (worship)? Bolehkah Muslim dan Kristen berdoa bersama?
Read 22 tweets
24 Oct
"Kristen Melihat Muhammad, Muslim Melihat Yesus"

Saya akan lanjutkan kuliah virtual dengan judul di atas. Anggap tema itu sebagai refleksi atas "Maulid Nabi." Siapkan kopi hangatnya ya...
1. Setelah diskusi bagaimana orang Kristen melihat Qur’an dan orang Islam melihat Akitab, topik minggu ini beralih ke figur sentral dalam kedua agama: Yesus dan Muhammad. Bagaimana pandangan umat Kristiani tentang Muhammad dan umat Muslim tentang Yesus?
2. Bagian terakhir kelas “Pluralisme Agama” membahas topk2 tertentu yg kerap menjadi perbincangan hangat dlm dialog Islam-Kristen. Seperti soal kitab suci, figur agama meniadi isu yg masih terus diperbincangkan. Kta diskusikan dgn semangat ingin memahami apa yg menjadi persoalan.
Read 29 tweets
17 Oct
1. “Melihat Kitab Suci Agama Lain”

Minggu ini kita diskusikan tema yang cukup pelik: Bagaimana umat Kristiani dan Muslim memandang kitab suci agama lain. Disebut masalah pelik karena kerap diwarnai tuduhan bahwa kitab suci agama lain sudah tidak otentik atau dipalsukan.
2. Tuduhan itu berkembang di kalangan Islam dan Kristen sekaligus, walaupun kita hanya sering mendengarnya dari kaum Muslim. Di Indonesia mayoritas penduduknya Muslim, jadi wajar jika tuduhan ketidakotentikan itu sering terdegar dari mereka.
3. Saya mulai dari tuduhan standar orang Islam. Alkitab itu tdk otentik krn tidak berasal dari catatan wahyu yg diterima Nabi Musa dan Nabi Isa. Perjanjian Lama mencakup kitab2 yg ditulis stlh Nabi Musa. Bahkan bagian pertama, Taurat, juga meliputi hal2 yg ditulis stlh Musa.
Read 19 tweets
3 Oct
1. “Apakah umat Kristen dan Muslim Menyembah Tuhan Yang Sama”

Setelah diskusikan kerangka teoritis dan pandangan ttg keragaman agama dalam Kristen dan Islam, minggu ini kita mulai bicara topik tertentu, yakni menjawab pertanyaan” Apakah Kristen dan Muslim menyembah satu Tuhan?”
2. Kita sudah di bagian akhir silabus, yakni hendak membicarakan tema-tema tertentu, misalnya, minggu depan tentang konsepsi wahyu dalam Kristen dan Islam, dan berikutnya tentang “Qur’an”, “Bible”, “Yesus”, “Muhammad”, “Agama Ibrahim”, “Pindah Agama,” dan seterusnya.
3. Pertanyaan “Apakah Kristen dan Muslim menyembah Tuhan satu yang sama?” tidak mudah dijawab. Beberapa buku telah ditulis. Sebagai pengantar diskusi, saya memilih buku “Allah: A Christian Response” karya Miroslav Volf, profesor di Yale University.
Read 18 tweets
19 Sep
1. “Islam dan Pluralisme Agama: Universalis dan Supersesionis”

Catatan kuliah “Pluralisme Agama” minggu ini terlambat karena kemarin menghadiri seminar “saintliness across traditions.” Berikut beberapa poin yang diperbincangkan di kelas.
2. Minggu ini, beralih ke Islam, setelah beberapa minggu mendiskusikan pluralism agama dalam Kristen, terutama Katolik. Pilihan ini semata berdasar kronologi, yakni Kristen muncul sebelum Islam. Kita baca tulisan William Chittick, Reza Shah-Kazemi, Yasir Qadhi dan Tim Winter.
3. Dua penulis pertama merepresentasikan pendekatan universalis, dan dua terakhir supersesionis. Pendekatan unuversalis merangkul keragaman jalan keselamaatan, termasuk keragaman internal, sementara supersesionis anggap Islam telah menghapus agama2 sebelumnya.
Read 23 tweets
12 Sep
1. “Vatikan II dan Teologi Agama-Agama”

Minggu ini kita membandingkan pembacaan Jacques Dupuis dan Gavin D’Costa atas konsili Vatikan II dan magisterium gereja yang dikeluarkan sesudahnya. Selain melanjutkan buku Dupuis, kita baca karya D’Costa, “The Meeting of Religions.”
2. Menjelang konsili Vatikan II (1962-65), dua arus pemikiran berkembang di kalangan teolog2 Katolik. Pertama, perspektif yang menempatkan Kristen sebagai puncak kebenaran sembari menilai positif agama lain. Pandangan ini dikenal dengan “fulfilment theory.”
3. Secara sederhana bisa dipahami begini: Setiap agama merupakan jalan mencari kebenaran dan keselamatan, yang pada akhirnya ditemukan dalam Kristen. Sebagai jalan mencari kebenaran, setiap agama punya nilai positif. Ujung pencarian itu “terpenuhi” (fulfilled) dalam Kristen.
Read 19 tweets
5 Sep
1. "Bapak-bapak Gereja tentang Pluralisme Agama"

Minggu ini kita diskusikan salah satu tema yang paling saya suka: Bagaimana suatu pandangan teologis berkembang. Kita fokus pada pandangan bapak-bapak gereja terkait apakah kalangan non-Kristen bisa selamat.
2. Sebagai pengantar diskusi, saya berikan buku Romo Jacques Dupuis, teolog asal Belgia, dngn karya besarnya “Towards a Christian Theology of Religious Pluralism.” Dupuis sempat dipanggil oleh Vatikan karena refleksi teologisnya yg menimbulkan keresahan di kalangan umat Katolik.
3. Dupuis dianggap terlalu jauh dari doktrin gereja, menyangkut hubungan Kristen dan agama-agama lain. Di akhir pengujiannya, dia berhasil mempertahankan pandangan teologisnya dan dianggap tidak bermasalah. Ini karya masterpiece dan perlu dibaca kawan-kawan di Indonesia.
Read 30 tweets
29 Aug
1. Kompleksitas Pluralisme Agama

Minggu ini kelas kami dilakukan secara online karena jumlah mahasiswa yang positif covid meningkat tajam setelah satu minggu masuk kelas. Kabar gembira, minggu depan kelas akan dilakukan secara in-person lagi.
2. Setelah menelisik pandangan kitab suci (Alkitab dan Qur’an) tentang keragaman agama, kelas memfokuskan pada perbincangan teoritis apa itu pluralisme agama. Bacaan yang saya pilih sebagai pemantik diskusi ialah buku “Problems of Religious Diversity” karya Paul J. Griffiths.
3. Prof. Griffiths mengalisis problem keragaman agama dgn cukup baik dan memunculkan pertanyaan2 penting utk direnungkan. Bukan hanya problem definisi “agama” dlm pluralisme agama, tp juga mendiskusikan pertanyaan2 filosofis dan teologis yg muncul dari kenyataan keragaman agama.
Read 24 tweets
21 Aug
1. Pluralisme agama dalam Qur’an

Minggu ini kelas “religious pluralism” mendiskusikan pandangan Qur’an tentang keragaman agama. Saya memilih surat al-Ma’idah karena surat itu sangat intens bicara agama lain, dari soal kitab suci hingga debat Kristologi.
2. Para mahasiswa dgn cepat menangkap kesan tersebut, hingga muncul pertanyaan: Siapa sih sebenarnya audien Qur’an? Sulit dibayangkan kitab suci kaum Muslim ini muncul dari iklim paganistik, sprti digambarkan sumber2 Muslim. Lbh mungkin audien Qur’an itu masyarakat multi-religius
3. Saya jelaskan, sebenarnya penyebaran umat Kristiani di Arabia lbh luas dari yg umum diasumsikan. Perjanjian Baru secara implisit menyebut orang-orang yg berbahasa Arab termasuk yg cukup awal memeluk Kristen. Misalnya, lihat “Kisah Para Rasul” pasal 2 ayat 11.
Read 16 tweets
16 Aug
1. Kenapa non-Muslim bukan kafir?

Saya pernah menulis “umat Kristiani itu kaum beriman, bukan kafir” (geotimes.co.id/kolom/umat-kri…) yg mendapat reaksi cukup luas. Brsama “Umat Kristiani bukan Nasrani”, 2 tulisan saya yg paling bnyk views
2. Saya jg pernah tulis, upaya hilangkan kata “kafir” dari kosakata orang Islam itu tdk jujur, yg juga dapat tanggapan umumnya negatif. Saya paham waktu itu saya berespons isu yg muncul dlm muktamar NU. Knp saya sebut tdk jujur (disingenuous) krn kata “kafir” jelas ada dlm Quran.
3. Jika dua statemen itu dikombinasikan, maka bisa diformulasikan begini: Benar Quran menyebut kelompok tertentu sebagai kafir, tapi sebutan itu tidak digunakan bagi non-Muslim. Kenapa?
Read 11 tweets
14 Aug
1. Pluralisme agama dalam Alkitab

Semester ini saya mengajar 2 matakuliah: religious pluralism dan religious freedom. Yg pertama itu matakuliah baru, dan jika ada waktu saya ringkaskan diskusinya tiap akhir pekan, walaupun tdk mngkn memotret dinamika yg terjadi di kelas.
2. Minggu pertama ini kita mendiskusikan pandangan Alkitab tentang agama-agama, dengan membaca Injil Matius dan 1 Korintus. Saya mengawali dengan pertanyaan: What is Christianity’s relationship to other religions? What can we find of value in other religions?
3. Dua hal diamati mahasiswa. Pertama, dari 2 bacaan/teks itu, segera terlihat betapa sedikitnya ayat2 Alkitab yang berbicara atau memberikan arahan bagaimana seharusnya umat Kristiani menyikapi agama2 lain. Namun, dari bahan yg tersedia dapat diidentifikasi beberapa “petunjuk”.
Read 19 tweets
20 Apr 19
1. Perspektif Baru Kristologi Quran

Saya akan lanjutkan renungan soal kristologi Quran. Saya bermaksud mengombinasikan pengakuan Quran terhadap aspek-aspek penting teologi Kristen, seperti dlm tulisan terdahulu, dgn vindikasi Quran terhadap misi Yesus.
2. Dari sintesis itu saya akan ajukan pembacaan baru terhadap surat al-Taubah ayat 31. Ayat ini sering dibaca sebagai kritik keras Qur’an terhadap Kristen, tapi saya akan ajukan bacaan berbeda sehingga selaras dari tesis kristologi Qur’an yg saya sebutkan dlm tulisan sebelumnya.
3. Sebagai konsekweksi pengakuan atas ke-Kristus-an Yesus, Quran membela Yesus dari tuduhan-tuduhan kaum Yahudi. Pembelaan itu bahkan diperluas hingga pada diri Maryam.Surat Maryam berisi bnyk tuduhan pada kesucian Maryam, yang berujung pada pembelaan Yesus yg saat itu masih bayi
Read 20 tweets
18 Apr 19
1. Kristologi Qur’an: Sebuah Perspektif Baru

Sejak Spring break saya tdk update status facebook. Saya akan lanjutkan kuliah virtual tentang Islam and Teologi Kristen. Kali ini saya ingin tawarkan sudut pandang baru atau, setidaknya, berbeda dari yg umum dibicarakan para sarjana.
2. Minggu ini bacaan kita sebagai pengantar diskusi adalah karya Christian Troll, berjudul “Muslims Ask, Christians Answer.” Memang, dalam dua minggu terakhir menjelang akhir semester ini kita memfokuskan pada jawaban-jawaban Kristen terhadap Islam.
3. Sudah menjadi semacam konsensus kesarjanaan bahwa Qur’an menawarkan kristologi yg berbeda dari yg diimani umat Kristiani sendiri. Kristologi yg dimaksud di sini ialah pandangan atau keyakinan terkait Yesus Kristus.
Read 16 tweets
17 Mar 19
Mimpi

Saya lahir di sebuah pelosok, pegunungan tandus. Dari keluarga petani. Saya ingat, waktu kecil saya dibawa ke ladang di pagi hari saat orang tua menyiram tembakau. Ibu saya tdk bisa bahasa Indonesia, apalagi baca-tulis. Tapi kedua orang tua punya mimpi besar.
Siapa mengira saya akan menjadi profesor di Barat, mengajar di salah satu kampus terbaik di dunia? Menurut salah satu lembaga ranking, dalam kajian teologi di seantero dunia, University of Notre Dame berada di urutan kedua setelah Harvard Divinity School.
Siapa mengira anak petani miskin akan bermukim di Amerika? Jika anda punya mimpi besar, komitmen kuat dan ketekunan tak kenal menyerah, tak ada yg dapat menghalangi anda mewujudkannya.

Yakinlah!
Read 4 tweets
10 Mar 19
1. Syirik, Tauhid dan Takwa

Ini bukan tulisan tentang kelas yg saya ajarkan dan tdk akan panjang. Sejak mengikuti kesarjanaan GR Hawting and Patricia Crone, saya memang tdk yakin penduduk Mekkah yang disebut Qr'an sebagai musyrikun itu tdk beriman kepada Tuhan yg agung.
2. Mereka adalah kaum monoteis atau ahlul tauhid, yang beriman kepada Allah, tapi mengakui kekuatan dari "tuhan-tuhan kecil", yg mereka sebut malaikat dan putri2 Tuhan, tiga di antara disebut dalam surat al-Najm itu. Sumber2 yg saya baca belakangan cenderung mengkonfirmasi.
3. Keyakinan orang2 Mekkah yg disebut Qur'an sebagai musyrikun itu cukup umum dlm tradisi keagamaan pra-Islam, terutama di kalangan Yahudi dan Kristen. Juga Hindu dan agama lain. Yakni, selain Allah ada "tuhan2" lain sbg manifestasi atau hypostasis atau aspek dari Tuhan yg esa.
Read 6 tweets
7 Mar 19
1. Alasan Rasional bagi Dokrin Kristen
Seri kelas “Islam dan Teologi Kristen”

Seperti saya katakan sebelumnya, minggu ini kita baca karya St. Thomas Aquinas (versi Inggris dari bahasa Latin, “De Rationibus fidei contra Saracens, Graecos et Armenos ad Cantorem Antiochenum”).
2. Judulnya bisa diartikan “Alasan bagi Keimanan (menjawab) penolakan kaum Muslim, Yunani dan Armenia (ditulis) kepada petugas liturgi di Antakiya.” Ini satu-satunya teks yg kita baca minggu ini karena besok UAS, dan minggu depan libur sepekan (Horreeee!).
3. Buku kecil yg ditulis pada 1264 ini jawaban atas surat yg dikirim petugas liturgi Antakya (sekarang kota di kawasan Turki) yg laporkan penolakan/keberatan dari kalangan Muslim. Dari judul, Aquinas sebut Muslim sebagai Saracen, sebutan umum di kalangan Kristen abad pertengahan
Read 21 tweets
2 Mar 19
Kristen Tidak Setia Pada Ajaran Yesus
Seri Kelas “Islam dan Teologi Kristen”

Saya akan lanjutkan kuliah virtual. Kali ini membahas karya 'Abdul Jabbar terkait doktrin Trinitas dan lainnya. Mohon dibaca hingga tuntas supaya tdk salah paham.

Salam
Minggu ini kita baca teks Kristen dan Muslim di dua pertemuan berbeda. Yg pertama, risalah (surat) al-Kindi menjawab ajakan ulama Muslim, Abdullah b. Isma’il al-Hashimi. Kemungkinan, 2 penulis Kristen dan Muslim ini bukan figur historis, tapi personifikasi dari Kristen dan Islam.
Dalam risalah-nya Kindi tolak kebenaran Islam dgn memfokuskan pd 2 hal: kenabian Muhammad dan keabsurdan ajaran Islam. Pertama, Muhammad tidak didukung oleh mu’jizat, berbeda dgn nabi-nabi sebelumnya. Bahkan, Qur’an sendiri tdk menyebut mu’jizat apapun yg melekat pada Muhammad.
Read 25 tweets
21 Feb 19
1. Dialog Teologis dalam Iklim Saling Menghargai
Seri Kuliah “Islam dan Teologi Kristen”

Minggu ini kita diskusikan dua teks berbeda. Pertama, teks yg merekam dialog antara khalifah Al-Mahdi dan Patriakh Timothy dari Gereja Timur, yg kemungkinan terjadi pada akhir abad ke-8.
2. Naskah ini ditulis oleh Timothy sendiri. Kedua, tulisan seorang Muslim rasionalis abad ke-9, bernama Abu Isa al-Warraq, yg mengkritik tiga sekse Kristen: Melkites, Jacobites dan Nestorians. Itu tiga kelompok Kristen yang dikenal di jazirah Arabia saat itu.
3. Sementara teks pertama berupa jawaban atau, lebih tepatnya, pembelaan (apology) Kristen atas keberatan kaum Muslim, teks kedua lebih merefleksikan kritik-kritik rasional Muslim terhadap teologi Kristen, terutama soal Trinitas dan Inkarnasi.
Read 22 tweets
16 Feb 19
1. Reaksi Kristen terhadap kemunculan Islam
Seri kelas “Islam and Teologi Kristen”

Minggu ini kita mulai bagian kedua yg memfokuskan pada “early Christian-Muslim encounter”.
2. Setelah menyelesaikan bagian pertama yg memberi pengantar ttg Islam dan hubungannya dengan Kristen, kita akan diskusikan model dialog Islam-Kristen dari periode awal hingga modern (bagian 3), dan refleksi kesarjanaan Kristen modern thdp tantangan Islam (bagian 4 atau terakhir)
3. Utk mengawali bagian 2, kita baca buku Robert Hoyland “Seeing Islam as Others Saw It.” Bagi yang sudah baca buku saya “Kemunculan Islam”, tentu tak ada yg baru dlm diskusi minggu ini. Ada dua bentuk literatur yg jadi fokus diskusi di kelas: Karya2 dlm bahasa Yunani dan Suryani
Read 24 tweets
7 Feb 19
1. Sirah Nabi dan Kristen Ideal
Seri kelas “Islam dan Teologi Kristen”

Kita masih di bagian pertama dari empat bagian yg akan kita lalui semester ini. Begian pertama dimaksudkan sebagai pengantar tentang Islam dan hubungannya dengan Kristen.
2. Minggu ini kita baca sejarah hidup Nabi Muhammad, yang dikenal dengan sirah. Kitab yang kita baca ialah karya Ibn Ishaq yg disunting oleh Ibn Hisyam. Inilah kitab sirah paling awal yang sampai kepada kita sekarang.
3. Mahasiswa saya sudah tahu saya skeptik terhadap reliabilitas atau akurasi kisah dan episode hidup Nabi dalam kitab sirah. Saya sudah menjelaskan tren-tren dalam kesarjanaan mutakhir. Tapi saya tdk setuju kitab-kitab sirah tersebut ditinggalkan saja. Diperlukan sikap kritis.
Read 25 tweets
2 Feb 19
1. Bible and Qur’an
Seri kelas “Islam dan Teologi Kristen”

Minggu ini kita diskusikan hubungan Qur’an dan Bible. Kita mencoba untuk melampaui perbincangan yg sudah umum tentang tahrif, yakni tuduhan bahwa kaum Kristiani telah mendistorsi kitab suci, atau bahwa Bible tdk otentik.
2. Ada banyak alasan untuk menguburkan diskusi tdk produktif semacam itu. Pertama, al-Qur’an mengakui secara eksplisit otentisitas Bible sebagai bersumber dari Allah.
3. Kedua, setiap kali menyebut Taurah atau Injil, nada Qur’an selalu positif. Misalnya, di dalamnya terkandung “petunjuk dan cahaya” atau “hukum dan peringatan.” Ketiga, bahkan saat mengkritik sikap kaum Kristiani rhdp kitab sucinya sekalipun tidak jelas apa yang dikritik Qur’an.
Read 21 tweets