Salah satu dari tiga yang dihajar peluru polisi Mesir dalam aksi hari ini di Giza. Semoga Allah hitung sebagai syahid. Revolusi dalam arti sesungguhnya harga mati bagi rakyat Mesir jika ingin kembali menjadi manusia seutuhnya.
Tengah malam tapi kampung2 Mesir menyala oleh teriakan “Tiada Tuhan Selain Allah, As-Sisi musuh Allah”. Rakyat Mesir memulai revolusi mereka dg pekikan kalimat thyayyibah bukan dg teriakan lapar, karena lapar cukup dibalas dengan roti.
Aksi di Al Minya. Rakyat Mesir meneriakkan: “Minggat lw As-Sisi. Tiada Tuhan selain Allah, As-Sisi musuh Allah”. Para petani dan buruh kasar itu telah menyalakan api revolusi dengan cara yang benar.
Partai Annur Salafy mengeluarkan statement memperingatkan rakyat untuk tidak demo menentang As-Sisi. Gak kaget.
• • •
Missing some Tweet in this thread? You can try to
force a refresh
Mengikuti pidato para pemimpin negara2 Islam dan Arab dalam #ArabIslamicSummit di Riyadh kemaren, Türkiye dan Iran cukup bagus. Hanya, Indonesia bisa berbangga karena Wamen Anis Matta menyampaikan sikap Indonesia dg sangat bagus dan jelas. Kenapa?
1. Anis Matta menyampaikan sikap Indonesia terkait apa yang terjadi di Timteng dan Palestine secara khusus dalam bahasa Arab yang sangat fasih dg kaidah yang benar. Indonesia menjadi satu-satunya negara non Arab yang menyampaikan pidatonya dalam bahasa Arab.
2. Anis Matta memulai pidatonya dg mengajak pemimpin Islam dan Arab untuk sadar diri. Sampai kapan umat Islam dg jumlah 2 milyar lebih sekedar menjadi penonton atas pembantaian yg menimpa saudara di Palestine? Fakta yang selama ini tidak ingin didengar oleh para pemimpin Arab.
Dalam hal memahami “nash” mutasyabih, ulama Islam (salaf/khalaf) bersepakat untuk menolak semua bentuk “tasyabuh” Allah dg makhluknya. Mereka juga bersepakat dalam menolak semua bentuk ketidaklayakan bagi Allah, baik sifat maupun tindakan.
Perbedaan ulama Salaf dan Khalaf ada pada langkah selanjutnya. Ada “tafwidh” yaitu mengimani dan menyerahkan maksud ayat tsb kepada Allah, ada juga yang menta’wil. Kedua pilihan tersebut benar dan sesuai dg tuntutan zamannya.
Pada era Salaf, tantangan yang dihadapi oleh umat Islam lebih sederhana. Dengan mengimani ayat2 “mutasyabih” dan menyerahkan maksudnya kpd Allah sudah cukup. Berbeda dengan era ulama Khalaf, kondisi umat Islam dalam berbagai aspek lebih rumit.
Gak ada yang salah dg permintaan MUI agar kedutaan Inggris menghormati nilai2 moral di Indo. Bahkan, pasal 9 konvensi Wina membolehkan negara penerima mengusir diplomat (persona non grata), apalagi cuma sekedar mengingatkan. Btw, sampean belajar HI? Hehe
Jadi, permintaan MUI agar kedutaan Inggris menghormati nilai2 moral masyarakat Indonesia tidak melanggar apapun dalam konvensi Wina. Kecuali MUI datang ke kedutaan Inggris dan berbuat anarkis. Itu baru melanggar. Alhamdulillah @Kemlu_RI juga sudah merespon. Clear yah.
Kalau dipahami dg utuh, konvensi Wina bukan bertujuan menjadikan negara tertentu berlaku arogan di negara orang, tapi agar para perwakilan negara asing bisa bekerja dg baik dan nyaman.
Belakangan ini banyak yang bertanya bagaimana hubungan Hamas dg Iran. Ada yang bilang Hamas dibantu Iran, Hamas adalah kepanjangan tangan Iran, bahkan ada yang bilang Hamas sebenarnya syiah sedang ber-Taqiyah😀😀
Dulu gw pernah sedikit bahas ini, tapi berhubung perang di Palestine saat ini dan Hamas muncul dg kekuatan yang di luar dugaan, syubhat terhadap Hamas sengaja dihembuskan kembali. Ini penjelasan gw dulu 👇👇
Pola hubungan yang kita lihat antara Iran dg organisasi bersenjata lainnya spt Houthi atau Hizbullah misalnya, tidak serta merta pasti bisa diterapkan Iran dalam berhubungan dg organisasi lain, termasuk Hamas.
Berhubung lagi rame soal TOA gw jadi pengen bahas bagaimana sih dalam Islam membangunkan orang2 untuk sahur termasuk via TOA masjid. Apakah itu hal norak yang tidak sesuai dg tuntunan Nabi atau? Pembahasan santai sambil menikmati teh poci yah :)
Sebenarnya, membangunkan orang2 untuk bersahur tidak terlepas dari salah satu rukun Islam yaitu puasa di bulan Ramadhan. Sahur sendiri hukumnya adalah sunnah. Sesuai dengan hadits Nabi:
تسحروا فان فى السحور بركة
Bersahurlah kalian karena di dalamnya ada keberkahan.
Sahabat Bilal dikenal orang pertama yang membangunkan orang2 untuk sahur atas perintah dari Nabi. Dulu, Bilal radhiyallahu anhu mengumandangkan adzan kemudian kaum muslimin bersantap sahur. Ketika adzan dari sahabat Abdullah bin Ummi Maktum terdengar artinya Imsak telah tiba.
Konsekuensi berdemokrasi tidak hanya menerima pemimpin politik sesuai warna mayoritas, tapi juga pada sosial bahkan konstitusi. Misalnya, di Perancis, sekularisme sangat terasa dalam sosial mereka. Di Denmark, gereja Lutheran dijamin dalam konstitusinya atau Ortodoks di Yunani.
Ini bukan tirani mayoritas tapi memang demokrasi menempatkan mayoritas pada posisi seperti itu tanpa mengecilkan hak minoritas. Salah jika menganggap demokrasi menghilangkan warna mayoritas atas nama menjaga perasaan minoritas. Itu demokrasi yang tidak dewasa.
Di Indonesia, mayoritas adalah muslim. Kita harus terima syiar-syiar keislaman akan terasa sangat dominan di sana apalagi pada bulan Ramadhan. Itu hal yang sangat wajar. Ada yang terganggu? Juga wajar, tapi itulah konsekuensi berdemokrasi.