[utas] Mengenal Mbah Moen; sosok komplit di NU
Oleh Gus @na_dirs

Berbicara muktamar NU yang sebentar lagi insya Allah akan diselenggarakan pada akhir Desember nanti, ada baiknya kita merenungkan sosok agung panutan warga nahdiyyin; KH Maimoen Zubair. Image
Sembilan puluh tahun adalah usia yang panjang. Namun tetap saja berita wafatnya KH Maimoen Zubair di tanah suci Mekkah saat itu menghentak kesadaran kita.

Saat itu, smartphone GNH pun tak berhenti menerima pesan, baik lewat jalur pribadi maupun Whatsapp group,
yang mengabarkan wafatnya Mustasyar PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama). Bahkan sejumlah sahabat non-Muslim pun menghubungi GNH menyatakan dukanya atas kepergian Mbah Moen.

GNH masih terbayang saat itu, ketika menerima berita duka. GNH terdiam sesaat.
GNH pun langsung ingat Gus Ghofur, sahabatnya, yang merupakan salah satu putra Mbah Moen. "Saya segera mengirimkan ucapan duka dan doa kepada Gus Ghofur. Setelah itu saya kembali terdiam," kenang GNH.
Ingatan saya, kata GNH, melayang pada peristiwa Muktamar NU di Jombang tahun 2015. Ada momen kecil antara GNH dengan Mbah Moen.

Kala itu, ditemani Candra Malik (budayawan sufi) dan Muhlason (Rais Syuriah PCI NU Mesir), GNH menuju kursi deretan depan
tempat KH Ahmad Mustofa Bisri, sang pejabat Rais Am, duduk menjelang pembukaan Muktamar. Setelah menyalami dan berbincang sejenak dengan Gus Mus, tiba-tiba Gus Mus menarik tangan GNH dan mengantarkannya ke kursi di mana Mbah Moen berada.
Duduk di atas kursi roda, Mbah Moen berada di samping kiai sepuh lainnya, KH Zainuddin Djazuli (Ploso).

Langsung GNH cium tangan Mbah Moen bolak-balik seraya memperkenalkan diri dengan penuh ta’zhim: “Saya Nadir dari Australia, kawannya Gus Ghofur.”
Mbah Moen tersenyum ramah dan tanpa disangka-sangka mengucapkan, “Terima kasih ya sudah mengundang Ghofur ke Australia tempo hari.” Beliau mengapresiasi bahwa pada tahun-tahun sebelumnya GNH mengundang Gus Ghofur bersafari Ramadhan ke Australia dan New Zealand.
Beberapa tahun sebelumnya saat Agus Maftuh Abegebriel ke Australia, beliau juga membawa salam Mbah Moen untuk GNH. Sosok yang kemudian menjadi Duta Besar RI di Arab Saudi ini mengabarkan bahwa Mbah Moen sendiri yang menceritakan bahwa Gus Ghofur bersahabat dengan GNH.
Hal-hal kecil seperti ini rupanya menjadi perhatian Mbah Moen.

Mbah Moen wafat 6 Agustus 2019. Dan GNH merenungkan tentang sosok luar biasa ini terhadap PBNU.

Mbah Moen ini sosok yang komplit di mata para kiai dan santri NU. Beliau bukan saja alim dalam ilmu keagamaan,
pengasuh pondok besar, pembawaannya yang kalem dan adem, suaranya yang penuh wibawa, tapi juga seorang Kiai yang terlibat aktif di politik praktis.

Hebatnya, tidak seperti kiai lain yang kehilangan pengaruh atau berkurang simpati umat akibat terjun ke politik,
sosok Mbah Moen justru sangat dihormati lintas tokoh, aliran, dan partai politik. Pesona beliau bukannya berkurang, tapi malah semakin moncer.

Muktamar NU akan dilangsungkan sebentar lagi, yaitu Desember, 2021. Saat ini euforia kemenangan sayap politik NU begitu kuat,
setelah terpilihnya Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin di pemilihan presiden 2019. Suasana euforia ini diprediksi akan terus berlanjut di Muktamar PBNU 2021. Timbul kekhawatiran sementara pihak bahwa arah perjuangan dan pengabdian NU akan semakin terbawa arus politik praktis.
Sementara itu, NU akan segera memasuki era abad keduanya pada tahun 2026. Muktamar NU tahun 2021 sudah sewajarnya melakukan proyeksi ke depan bagaimana PBNU akan membawa umat Nahdliyin bersiap memasuki abad keduanya.
Tantangan yang tengah dan kelak dihadapi NU tidaklah sama dengan tantangan yang dihadapi para ulama saat mendirikan NU tahun 1926. Dunia berubah demikian cepat dan ormas mana pun yang tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman akan menjadi fosil.
Kita patut menundukkan kepala berdoa untuk Mbah Moen. Kita merasakan bahwa wafatnya Mbah Moen seolah menandakan layar perjalanan NU dalam satu abad pertamanya akan segera berganti.
Rentetan wafatnya kiai sepuh dalam lima tahun terakhir ini menandakan peralihan antargenerasi tengah berlangsung di tubuh NU.

Wafatnya Mbah Moen sangat pantas ditangisi oleh para kiai dan santri, namun selalu ada hikmah di balik duka nestapa.
Kita akan segera melihat tampilnya sejumlah kiai muda yang siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan NU memasuki abad keduanya. Akan segera muncul Mbah Moen-Mbah Moen baru. Al-Fatihah…

Foto: Dakwah NU

#KhazanahGNH
#KomunitasSantriGusNadirsyahHosen
#GusNadir
#SantriGusNadir

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Sejarah Ulama

Sejarah Ulama Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @SejarahUlama

18 Nov
[Sebuah Utas Biografi Penting]

Singa Putih Penjaga Rimba Ulama
BIOGRAFI Singkat KH. Khusnan Musthofa Ghufron Almarhum Almaghfurlahu

Sosok KH. Khusnan Musthofa Ghufron tak terpisahkan dari perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama. Bagaimana tidak, beliau adalah Image
ketua PWNU Lampung yang menjabat selama dua periode,yakni tahun 1992-1997 dan 1997-2002.

Pada masa kepengurusan KH. Khusnan, PWNU Lampung berhasil menggelar Musyawarah Alim Ulama Nasional (Munas) di tahun 1992. Munas yang digelar di GSG Unila dan Islamic Centre, Bandar Lampung,
itu dibuka oleh Wakil Presiden RI, Sudarmono. Acara yang berlangsung selama tiga hari itu berlangsung sukses.

Menurut KH. Syamsudin Tohir, salah seorang kerabat KH. Khusnan, pada masa itu tidak mudah menggelar acara besar, apalagi yang levelnya nasional.
Read 27 tweets
16 Nov
[utas] Buat Anda apakah Gus Dur itu seorang Kiai, seorang Budayawan atau seorang Politisi?

Oleh: @na_dirs

Sewaktu menjadi Ketua Umum PBNU, Gus Dur juga menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Ini membuat sejumlah Kiai sepuh murka, “Masak ketua NU ngurusi ketoprak!” Foto: https://www.portalisl...
Banyak yang kemudian juga terkaget-kaget ketika Gus Dur dengan enteng memimpin Forum Demokrasi dan sering mengeluarkan pernyataan mengkritik Presiden Soeharto.

Sulit kemudian untuk memasukkan jimat NU ini ke dalam satu kategori saja.
Tambah satu lagi, Gus Dur sangat menggemari musik klasik dan juga jago mengulas pertandingan sepakbola. Belum lagi ia rajin menulis kolom di Tempo dan Kompas. Apalagi kalau sudah ngebanyol, rasanya pelawak beneran pun kalah lucu sama Gus Dur.
Read 15 tweets
16 Nov
[utas] KESIBUKAN SANTRI

NDALEM; sibuk melayani keperluan rumah tangga kiai, entah masak, bersih-bersih, nyopir, laden, nyawah, atau lainnya. Santri ndalem ini bisa dibilang menduduki 'strata kesantrian tertinggi' di pondok.

NGANTOR; menjadi pengurus manajemen pesantren. Image
Ngurusi penerimaan santri baru, surat menyurat, event-event tertentu, narik syahriyah, nyusun jadwal ustadz, menindak pelanggaran, dan seterusnya.

MANGGUNG; kerap tampil dalam acara-acara pondok. Entah lomba, jadi vokalis, penabuh terbang, simakan, dan sebagainya.
Jenis ini biasanya terkenal di seantero komplek, banyak fansnya. Biasanya pulang ke pondok bawa berkat atau amplop.

NDAMPAR; fokus ngaji atau 'madep dampar'. Kegiatannya didominasi mutolaah, nderes, bahtsu, menulis, mengajar.
Read 7 tweets
16 Nov
[utas] DOA GUS MIEK yang DIMINTA GUS UD Pagerwojo

Ketika Gus Miek masih berusia 9 tahun, Gus Miek sowan ke rumah Gus Ud (K.H. Mas’ud) Pagerwojo, Sidoarjo. Gus Ud adalah seorang tokoh kharismatik yang diyakini sebagai seorang wali. Image
Dia sering dikunjungi olah sejumlah ulama untuk dimintai doanya. Di rumah Gus Ud inilah untuk pertama kalinya Gus Miek bertemu K.H. Ahmad Siddiq, yang di kemudian hari menjadi orang kepercayaannya dan sekaligus besannya.
Saat itu, K.H. Ahmad Shiddiq masih berusia 23 tahun, dan tengah menjadi sekretaris pribadi K.H. Wahid Hasyim yang saat itu menjabat sebagai menteri agama. Sebagaimana para ulama yang berkunjung ke ndalem Gus Ud, kedatangan K H. Ahmad Shiddiq kendalem Gus Ud juga
Read 8 tweets
15 Nov
[utas] Amalan Mbah Dalhar Watucongol Magelang, Agar Anak Kita Bebas Dari Pergaulan Buruk

Sebelum membaca ini, mohon kesediaannya untuk menghadiahkan Alfatihah kepada Almaghfurlah Mbah Dalhar. 🙏 Image
Mbah KH. Dalhar Watucongol memberi amalan:

"Tirakati anakmu dengan membaca sholawat Munjiyah 1000 kali setiap hari wetonnnya selama tiga tahun berturut-turut. Lakukan itu sebelum anak masuk usia TK. Faidahnya,
Insya Allah kelak suatu hari si anak bakal kembali ke jalan yang benar/baik meski bergaul sama siapa saja."
Amalan ini saya terima dari KH. Chalwani Nawawi Berjan Purworejo pada hari Sabtu 3 April 2021 di PP. Raudlatul Falah Gembong Pati.
Read 9 tweets
13 Nov
[Utas]
Foto Mbah Kiai Marzuqi .

Kerapkali pengurus Pondok Pesantren Lirboyo mengambil foto Mbah KH. Marzuqi Dahlan, beliau marah. Bahkan, klisenya hangus walaupun dipotret secara sembunyi-sembunyi. Ini membuat sedih para pengurus saat itu,
karena sama sekali tidak mempunyai foto sang pengasuh.

Namun, ketika KH. Abd. Aziz Manshur menjabat sekretaris pondok, di mana saat itu diketuai oleh KH. A. Idris Marzuqi, beliau memiliki ide brilian. KH. Bahrul Ulum Marzuqi,
putra mbah Marzuqi yang saat itu berusia sekitar 10 tahun, beliau ajari cara mengoperasikan kamera, dan memintanya untuk memotret sang Bapak dalam beberapa momen.

Alhasil, ketika yang memotret adalah putranya sendiri yang sedang lucu-lucunya, Mbah Marzuqi tidak marah,
Read 5 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(