YayasanLBHIndonesia Profile picture
Mar 3 4 tweets 2 min read
Perusahaan ilegal PT. GKP kembali merampas paksa lahan milik petani Wawoni di Ruko-Ruko Raya, Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara pagi ini, kamis 3 maret 2022. Mereka juga dibantu dengan sejumlah aparat kepolisian dari Polda Kendari dan TNI AD.
Sejumlah warga pemilik lahan kemudian mencoba mempertahankan lahan milik mereka dengan berbagai cara, salah satunya dengan aksi spontan ibu-ibu yang membuka pakaian sebagai bentuk usaha maksimal yang dapat dilakukan oleh perempuan Petani Wawonii.
Kejadian ini sudah terjadi berkali-kali sejak tahun 2019. Polisi, TNI dan beberapa orang dari perusahaan juga melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap Petani Wawonii.

#SaveWawonii
#TolakTambangWawonii #polisipengawalinvestasi #percumalaporpolisi
Siaran Pers dapat diakses melalui link
ylbhi.or.id/informasi/siar…

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with YayasanLBHIndonesia

YayasanLBHIndonesia Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @YLBHI

Mar 2
Presiden Jokowi secara tegas menolak gagasana ini, namun di sisi lain ia membiarkan para elite politik bahkan bawahannya melakukan manuver penundaan pemilu. ylbhi.or.id/informasi/siar…
Sehingga kami menduga kuat, rencana penundaan pemilu sengaja digarap atau semacam operasi khusus untuk memperpanjang kekuasaan politik.
Penundaan pemilu bukan hanya pada ranah normatif-prosedural atau amandemen konstitusi ataukah tidak, melainkan juga publik semestinya menguji seberapa jauh komitmen Pemerintah menghormati pada nilai konstitusi itu sendiri serta penghormatan terhadap HAM.
Read 4 tweets
Mar 1
PT Gema Kreasi Perdana (GKP), anak perusahaan Harita Group kembali menerobos lahan milik warga penolak tambang di Roko-Roko Raya, Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara.

#SaveWawonii #TolakTambangWawonii
Penerobosan yang menggunakan excavator oleh PT GKP dan sudah terjadi sekitar Pkl. 14.00 WITA hari ini, semula terjadi di lahan milik La Dani, namun karena mendapat perlawanan dari warga, PT GKP lalu berbalik menuju sungai Tamo Siu-Siu.

#SaveWawonii #TolakTambangWawonii
Menurut keterangan warga, PT GKP berencana masuk melalui badan sungai Tamo Siu-Siu menuju lahan yang sebelumnya sudah dibebaskan. Namun, warga kembali melakukan penghadangan, sebab sungai ini sebagai salah satu sumber air warga yang selama ini dimanfaatkan untuk konsumsi
Read 6 tweets
Sep 26, 2019
! Breaking News !
@Dandhy_Laksono Ditangkap Polda Metro Jaya
Kamis, 26 September 2019 Pukul 23.00 WIB

Tempat: Bekasi
Kronologi Penangkapan Dandhy Dwi Laksono

22.30 Dandhy Dwi Laksono baru sampai di rumah

22.45 Ada tamu menggedor-gedor pagar rumah lalu dibuka oleh Dandhy
Tamu dipimpin Bapak Fathur mengatakan membawa surat penangkapan karena alasan posting di sosial media twitter mengenai Papua
Jam 23.05 tim yang terdiri 4 orang membawa Dandhy ke kantor Polda Metro Jaya dengan kendaraan D 216 CC mobil Fortuner.

Petugas yang datang sebanyak 4 orang. Penangkapan disaksikan oleh 2 satpam RT
Read 4 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(