Teguh Faluvie Profile picture
Feb 16 196 tweets 110 min read
KAMPUNG JABANG MAYIT 2

Sudah tidak terhitung lagi, berapa banyak nyawa bayi dalam kandungan mati untuk persembahan ritual.

[Part 3]

@IDN_Horor @bacahorror_id
#bacahorror
@IDN_Horor @bacahorror_id Hallo, selamat datang kembali di kampung jabang mayit 2, dan kita akan memasuki part (3) yang mana ada suatu hal dari masa lalu (yang sangat keji) yang ternyata mengikuti untuk menagih sesuatu yang sudah dijanjikan! Yang belum baca thread part (1) & (2) bisa baca terlebih dahulu
@IDN_Horor @bacahorror_id Bantu tinggalkan retweet dan like yah, agar yang lain ikut membaca juga, langsung aja teman-teman klik linknya.

Part (1) – Ancaman Dari Masa Lalu


Part (2) – Bayangan Pemakan Janin
@IDN_Horor @bacahorror_id Sebelum kita mulai, untuk teman-teman yang ingin download eBook dan memberikan support, membaca semua cerita horror exclusive dengan tampilan berbeda dan spesial.

Silahkan klik link.

karyakarsa.com/qwertyping
@IDN_Horor @bacahorror_id Part (3) – Tagih Janji

[Digjaya Adiguna Gama]

“Setelah sekian lama tangisan bayi-bayi itu terdengar kembali, bukan pertanda sebuah kelahiran, melainkan datang untuk menjemput kematian”
...
@IDN_Horor @bacahorror_id Sejak kepulangan keluarga Arsa Priyanto ke kampung halamannya setelah selesai meluruskan segala yang terjadi dengan Sukma Ayu akibat kelakuan manusia bernama binatang itu, harus menyisakan masalah yang sangat serius, seorang nenek tua telah datang dari ujung timur pulau
@IDN_Horor @bacahorror_id dengan segala tujuan yang belum aku pahami sepenuhnya, perjumpaan malam itu di dalam leuweung sancagetih, silsilah keluarga dari Ni Itoh baru aku ketahui, bahwa kematian tragis Ki Sarmadi dan Joni merupakan suami dan anaknya.
@IDN_Horor @bacahorror_id Kini waktu sudah tidak memberikan jeda untuk aku beristirahat lebih lama, dua hari sudah lamanya Budi belum kembali, untuk memantau keadaan rumah Arya Pradipta, karena aku sedikit yakin, selain dendam kesumat pada kematian Ki Sarmadi dan Joni,
@IDN_Horor @bacahorror_id dendam itu dibawanya dari Kampung Jabang Mayit, setelah dua tahun kebelakang kejadian di atas tanah yang banyak sekali memakan korban janin bayi, semuanya terungkap─ dalang utama yang menghendaki puluhan tahun kampung itu dihalalkan menjadi tempat menggugurkan kandungan.
@IDN_Horor @bacahorror_id Sudah dua malam juga selalu aku habiskan waktu duduk bersila di atas sejadah mushola, berpindah tempat dari ruangan kerja, karena bisa sekalian memastikan keadaan rumah, terlebih Teh Anggit sedang ikut bersama Kang Wahyu mengurusi dan membantu Arsa, hanya tersisa Dewi isriku
@IDN_Horor @bacahorror_id dan Ibu Mulyani saja di rumah, walaupun Mang Tahrim selalu berjaga di pos depan.
“Gam, sudah mau tengah malam ini... sudahlah jangan menyiksa tubuh kamu seperti ini, sudah dua malam kamu tidak istirahat yang cukup, mungkin cepat atau lambat Budi akan datang juga...”
@IDN_Horor @bacahorror_id suara Dewi membuat mataku perlahan terbuka, posisi duduk yang sedari tadi bersila perlahan bergerak untuk melihat Dewi yang sudah masuk ke mushola, dengan membawa satu gelas air teh hangat.
“Tidak apa-apa Wi, waktunya tidak banyak, aku tidak ingin keluarganya Arya celaka -
@IDN_Horor @bacahorror_id - karena ulah aku dan Budi dua tahun kebelakang, ada tanggung jawab aku juga” jawabku, setelah menerima gelas yang Dewi berikan.
“Dulu hal begini aku sulit sekali menerimanya, tapi sekarang sudah mulai terbiasa, asalkan kamu selamat dan baik-baik saja sudah cukup Gam, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - tapi apa memang belum berakhir dari kampung jabang mayit itu” tanya Dewi, sambil duduk disebelahku.
“Ini yang belum bisa aku pastikan dan menunggu Budi datang, perihal Ni Itoh murka kepadaku dan Budi itu sudah pasti, tapi kedatanganya jauh-jauh dari timur pulau ini -
@IDN_Horor @bacahorror_id - pasti punya tujuan lain, terlebih Wi kamu sudah mendengarkan cerita di leuweung sancagetih seperti apa” jawabku sambil menyimpan gelas di ujung mushola.
“Atau jangan-jangan Gam, aku sulit hamil juga...” ucap Dewi tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi cemas.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Wi sudah cukup, tidak ada hubungannya dengan itu, Umi saja mengandung aku setelah 2 tahun pernikahannya, Ibu kamu juga bilang hampir 1 tahun lebih, usaha dan ikhtiar sudah kita lakukan, jangan menduakan kepercayaan kita pada pencipta, karena masalah ini... malah, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - mungkin setelah ini selesai, kita tidak tahu kedepannya akan seperti apa...” jawabku berusaha menenangkan Dewi, karena takut berpikiran semakin aneh.
“Iyah benar Gam, tidak mungkin juga karena Ni Itoh, kalaupun iyah dari masalah Sekutu Teh Lasmi itu malah dari keluarga kita, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - yasudah kalau sudah ngantuk tidur di kamar yah, aku sama Ibu tidurnya, sesuai saran kamu” ucap Dewi, sambil mengecup keningku dengan sangat hangat, aku yakin Dewi sudah sering dan beberapa kali bertengkar dengan nafsu dan pikirannya sendiri agar bisa menerima suaminya ini─
@IDN_Horor @bacahorror_id selalu berhadapan dengan masalah dari sisi lain kehidupan.
Aku sempatkan untuk berdiri, melihat Dewi berjalan dari mushola yang tepatnya berada di paling belakang rumah, berhadapan dengan halaman luas dan pohon besar, terus saja aku perhatikan langkah istriku
@IDN_Horor @bacahorror_id dibawah sorotan lampu-lampu rumah.
“Wi, lah kok bisa seperti itu!” ucapku kaget, ketika Dewi baru saja akan melewati dapur, bayangan tubuhnya tiba-tiba berhenti, bahkan menjadi dua─ satunya masih mengikuti Dewi, satunya lagi hanya diam.
@IDN_Horor @bacahorror_id Bayangan itu aku perhatikan dari jauh dan anehnya hanya diam, tangan dari bayangan bentukan tubuh Dewi itu tiba-tiba bergerak bagian tangannya itu mengelus bagian perutnya, namun tanpa wujud, tiba-tiba Meong Hideung (kucing hitam) yang sudah dua hari selalu ada di rumah
@IDN_Horor @bacahorror_id berjalan terpincang-pincang ke arah bayangan hitam.
“H─hilang!” ucapku perlahan, merasakan sebuah kejangalan apalagi meong hideung berlari ke arahku dengan cepat, tiba-tiba kepalanya terus saja mengusap bagian kaki.
“Kalau itu pertanda buruk, segera wujudkan keburukan itu, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - karena kita tahu masalah besar akan segera tiba” ucapku dalam hati sudah berjongkok mengelus kepala meong hideung, dengan bulu pundak yang terus berdiri.

...
@IDN_Horor @bacahorror_id Angin pagi ini terasa sangat dingin, tidak seperti malam sebelumnya, hembusannya terasa di pundakku, setelah selesai melaksanakan shalat subuh, tetap saja aku bersila melanjutkan dzikir walaupun sejak malam malah setiap kejadian di kampung jabang mayit yang aku ingat,
@IDN_Horor @bacahorror_id apalagi ritual “Neloni” yang menyisakan tangisan suara bayi sudah dekat sekali suara itu di telingaku, membuat hatiku sedikit tergores pada kejadian-kejadian yang sudah terjadi di Desa Rangkaspuna itu, dan jatah hidup memberikan aku peran hingga langkah kakiku waktu itu
@IDN_Horor @bacahorror_id sampai pada sebuah tempat yang menyisakan masa lalu kelam, akibat kelakukan kakeknya Arya.
Semakin terpejamnya lebih gelap kedua bola mataku, aku mendengar sebuah suara gelas bergeser dari tempat sebelumnya, aku masih ingat─ gelas berisikan teh yang semalam Dewi bawa,
@IDN_Horor @bacahorror_id berada di belakangku dekat dengan ujung mushola yang tidak memiliki pintu.
“Kenapa tidak bilang sudah datang, dua malam aku menunggu di tempat ini” ucapku perlahan membuka mata, namun belum membalikan tubuhku, masih menghadap kiblat.
“Tidak lucu rasanya mengganggu kamu Gam -
@IDN_Horor @bacahorror_id - yang sedang seperti itu, tapi ini harus segera aku sampaikan, ternyata keadaan di rumah Arya dan matrial kayunya lebih berbahaya dari apa yang aku bayangkan” jawab Budi perlahan, kemudian terdengar suara korek api yang baru dinyalakannya itu.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Apa yang aku cemaskan terjadi Bud” ucapku, sambil perlahan membalikan badan, benar saja air dalam gelas itu hanya tersisa sedikit, sudah diminum oleh Budi.
“Sebentar Gam, aku sudah cukup capek ini, biar aku habiskan dulu satu batang rokok yah...” jawab Budi
@IDN_Horor @bacahorror_id sambil mengikat rambut gondrongnya itu kemudian menundukan kepalanya, seperti biasanya Budi selalu menunduk ketika berbicara denganku, barulah aku lihat wajahnya sudah penuh dengan keringat, pandangan matanya tiba-tiba melamun
@IDN_Horor @bacahorror_id di iringi asap putih rokok yang kini terjepit di selah-selah jarinya.
“Malam tadi aku lihat bayangan Dewi menjadi dua, satunya lagi tidak bergerak hanya berhenti di ujung dapur mengelus perutnya seperti orang hamil, sampai meong hideung sedari malam menemani aku tidur disana Bud”
@IDN_Horor @bacahorror_id ucapku menunjuk ke arah meong hideung yang masih terlelap tidur.
Budi yang baru saja akan menghabiskan air teh dalam gelas, sampai tersedak hampir saja air itu keluar lagi dari mulutnya, lalu melihat ke arahku dengan herannya.
“Gam tapi Dewi dan Ibu Mulyani baik-baik sajakan!”
@IDN_Horor @bacahorror_id ucap Budi sangat cemas.
“Apa yang kamu bawa dari rumah Arya dan matrial Bud, jangan bilang bayangan hitam itu pertanda” jawabku.
“Matrial bau amis darah! Di rumah Arya bayangan itu sudah hadir, aku belum tahu dari mana, tapi sepertinya ada yang menghendaki kejadian itu Gam, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - ada tiga orang yang aku curigai, dan belum aku ketahui nama-namanya...” ucap Budi sangat serius, sampai mematikan rokok yang belum habisnya itu, tubuhnya yang sedari tadi menyamping kini sudah berhadapan denganku.
“Maksudnya sama dengan bayangan yang aku lihat” tanyaku.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Seharusnya iyah, aku sudah berkeliling matrial Gam, dan ada satu orang yang mencurigakan, bahkan menggali tanah yang aneh di dekat kamar Akbar malam itu, mungkin hal itu juga diketahui sama Arya, yang lebih parah lagi─” ucap Budi tiba-tiba menghentikan ucapannya.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Apa lagi Bud katakan saja, sebelum kita bicara sama Kakek Duduy dan Mang Idim” tanyaku mulai cemas, apalagi baru saja pesan masuk ke dalam handphone aku baca pagi ini dari Arya, manakala handphone masih tergeletak di dekat gelas.
“Kakaknya Arya, Yuni sedang hamil -
@IDN_Horor @bacahorror_id - dan keluarga dari Desa Rangkaspuna sudah tiba, Mak Ela, Panjul si pendekar itu di tambah Ibu Yani, mungkin membawa kabar paling buruk hari ini” bisik Budi.
Membuat aku langsung terdiam, selain memikirkan orang yang menggali tanah, kedatangan keluarga almarhum Ageng
@IDN_Horor @bacahorror_id tentu tidak akan serta merta tiba begitu saja, jika tidak membawa kabar paling penting yang terjadi disana, terlebih Akbar berasal dari kampung itu.
“Pastikan sekali lagi, sore ini aku ingin datang melihat langsung matrial dan keadaan rumah Arya Bud, tapi mungkin -
@IDN_Horor @bacahorror_id - aku akan bicara dulu kepada Ki Duduy, aku yakin ini jauh lebih berbahaya dari kejadian leweung sancageutih yang tersisa hanya Ni Itoh, setelah Ni Amirah dan Hendra mati, ingat itu” jawabku, sudah melihat meong hideung terbangun dan berjalan terpincang
@IDN_Horor @bacahorror_id lalu berdiam didepanku yang masih bersila.
“Baik Gam, itu yang aku cemaskan juga, kamu pastikan Arya dan ingatkan keris itu, semoga dia tidak lupa dan selalu membawanya, agar mempermudah Bah Idim mengetahui keadaan disana” ucap Budi, langsung berdiri pergi begitu saja
@IDN_Horor @bacahorror_id dengan pakaian kusutnya, membiarkan kembali rambutnya terurai panjang dan hanya Budi yang bisa masuk ke rumah ini lewat manapun sesuka dia.
“Jangan sampai karena dendamnya kepadaku dan Budi, nenek itu menghabisi keluarga Arya seenaknya...” ucapku dalam hati,
@IDN_Horor @bacahorror_id sambil merasakan kembali sebuah naluri yang bangkit sejak dua hari kebelakang, apalagi tiba-tiba meong hideung pindah ke pangkuan duduk aku yang masih bersila.

***
@IDN_Horor @bacahorror_id Setelah sarapan pagi bersama Dewi dan Ibu Mulyani mertuaku, akhir-akhir ini Ibu Mulyani lebih memilih menghabiskan waktu di rumah Umi Esih, belajar menjahit dan menganyam, untuk membuat masa tuanya lebih tenang, dan menjadi aktivitas baru untuk aku dan Dewi
@IDN_Horor @bacahorror_id untuk terlebih dahulu mengantarkannya, sebelum menuju ke toko bangunan.
Umi dan Abah terlihat sangat cemas melihat kondisiku yang terlihat kurang istirahat, namun beruntungnya Dewi sebagai istri bisa memberikan penjelasan yang cukup masuk akal,
@IDN_Horor @bacahorror_id walaupun batin seorang ibu tidak bisa dibohongi apalagi pada kecemasan anaknya.
“Libur semester tinggal satu minggu lagi Gam, semoga masalah Arya dan masa lalu keluarganya di Desa Rangkaspuna selesai dengan cepat, biar nanti kamu kembali ke sekolah dengan tenang” ucap Dewi
@IDN_Horor @bacahorror_id sambil memegang tanganku, yang sedang mengemudi menuju toko bangunan.
“Budi datang subuh tadi, sebelum kamu sama Ibu bangun membawa kabar yang bahaya, telebih Yuni kakaknya Arya sedang mengandung” ucapku perlahan.
“Gam!” jawab Dewi kaget.
“Serius itu yang aku takutkan Wi, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - hari ini Budi bergerak lagi memantau keadaan disana nanti siang aku telepon Arya...” ucapku dengan serius.
“Keluarganya pasti sedang cemas, takut dan bingung Gam, kalau bisa dan semuanya terkendali segeralah datang, kalau posisi itu adalah aku istri kamu -
@IDN_Horor @bacahorror_id - yang sedang mengandung pun kamu akan sama cemasnya, seperti keluarga Arya” jawab Dewi menjelaskan dengan wajah penuh rasa kasihan.
“Semua ada waktunya Wi...” ucapku perlahan.
“Yang kita hadapi dari sisi lain kehidupan itukan yang pasti kamu katakan selanjut Gam, kasihan mereka-
@IDN_Horor @bacahorror_id - kamu harus gerak cepat Gam” ucap Dewi, malah semakin panik padahal belum sama sekali berjumpa dengan Arya terlebih Ibu dan Kakaknya itu, namun aku harus bisa memahami hati seorang perempuan seperti apa.

...
@IDN_Horor @bacahorror_id Dari kejauhan Mang Ade orang kepercayaan Dewi di toko seperti sedang berbicara serius dengan orang yang sangat aku kenal, dari perawakannya dan rambut yang hampir berwarna putih semua itu.
“Tumben Gama itu Kakek sudah ada di toko sepagi ini” ucap Dewi melihatnya dari jauh,
@IDN_Horor @bacahorror_id karena sudah akan sampai ke toko bangunan.
“Oh sama Mang Idim juga, itu liat” jawabku dengan tenang, padahal aku yakin kedatanganya bakal sama dengan Budi membawa kabar dari tentang Arya.
“Mang Idim malah kelihatan habis mengelilingi toko, ada apa yah Gam, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - apa karena kedatangan Budi tadi subuh ke rumah atau...” ucap Dewi malah semakin cemas.
Tidak aku jawab lagi ucapan Dewi, apalagi Kakek sudah melemparkan senyuman dan anggukan kepala, manakala mobil baru saja masuk parkiran toko bersebelahan dengan mobil bak.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Assalamualaikum Kek sudah lama, maaf tadi habis dari rumah Umi dulu” ucap Dewi langsung menyalami tangan Ki Duduy begitu juga dengan aku.
Dewi langsung menyuruh Mang Ade untuk membeli makanan, sementara Ki Duduy langsung mengajak aku duduk didepan toko, sudah tersedia kursi.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Ada hal yang berbeda kali ini Gama, biasanya sudah bisa kakek pastikan dan Mang Idim juga yakinkan musuh didepan mata kamu, tapi untuk kali ini sulit, apalagi bayangan hitam yang Budi bawa kabarnya dari matrial dan rumah Arya, ternyata jauh lebih berbahaya” ucap Ki Duduy
@IDN_Horor @bacahorror_id dengan suara khasnya yang sudah menua.
“Lalu Kek, Gama sudah ingin datang kesana, apa Ni Itoh jauh lebih berbahaya” tanyaku pelan sekali, tidak ingin didengar siapapun pembicaraan pagi ini, termasuk angin dan matahari yang mulai meninggi.
“Hanya tubuhnya yang sudah tidak utuh, -
@IDN_Horor @bacahorror_id -bukan berarti lebih lemah, bahkan kali ini jauh lebih kuat, hanya takut saja kehamilan Kakaknya Arya itu dijadikan senjata untuk melawan kamu! Semua iblis itu punya seribu cara Gama, punya beribu-ribu tipu daya muslihat yang jauh lebih keji─” ucap Ki Duduy jauh lebih serius
@IDN_Horor @bacahorror_id dan aku hanya menganggukan kepala memahami semua ucapan Ki Duduy.
“Dua tahun bukan waktu yang sebentar, menyiapkan kedatangannya ke rumah Arya dari kampung jabang mayit tentu bukan perjalanan yang pendek, tapi tidak mungkin hanya itu tujuannya! -
@IDN_Horor @bacahorror_id - selain mengincar nyawa kamu dan Budi” lanjut Ki Duduy, kini tidak bisa menyembunyikan kecemasannya.
“Toko dan rumah sementara ini aman Gam, tapi semoga Budi sore ini tiba membawa kabar yang tidak terlalu buruk, keris di tangan Arya semoga bisa kembali dipegangnya... -
@IDN_Horor @bacahorror_id - terlebih Kek maaf yang Idim lihat dari semalam suntuk, wujudnya bayangan, bukan lagi Ni Itoh... bau darah amis dari luka punggung Akbar jauh lebih bahaya, seperti bau undangan untuk nenek itu datang, apalagi keluarga almarhum Ageng ada di rumah Arya” ucap Mang Idim tiba-tiba.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Ibarat pepatah, Ni Itoh ingin sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, sambil membalas kematian Sarmadi dan Joni, ia ingin keluarga Akbar mati, tapi tentu kita yang mempunyai lautannya! Tidak bisa seenaknya dia dengan segala keinginannya itu tercapai dengan mudah! -
@IDN_Horor @bacahorror_id - Apalagi Yuni sedang mengandung! Jika tujuannya itu, kuncinya adalah sebab kenapa Ni Itoh kembali ke keluarga Arya, itu yang harus kita ketahui─” jawab Ki Duduy perlahan.
Dewi dan Mang Ade yang melihat pembicaraan serius aku, Ki Duduy dan Mang Idim, bahkan tidak berani mendekat
@IDN_Horor @bacahorror_id walaupun hanya sekedar mengantarkan minuman dan makanan.
“Jangan samakan Ni Itoh dua tahun kebelakang yang dengan mudah kamu habisi di leuweung itu yah Gama, kalau tidak ingin menjadi bumerang untuk kamu, apalagi Huskal pasti punya cara lain menjadikan Ni Itoh jauh lebih kuat, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - harus ingat Budi dan kamu hampir dibuat mati di leuweung sancagetih!” lanjut Ki Duduy, terlihat air matanya berlinang sambil menepuk pundakku.
“Benar Gam, tunggu kabar dari Budi dan Amang hari ini juga kamu bergerak, sementara kakek dan Amang ikhtiar di rumah Umi saja, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - bukan begitu Kek...” sahut Mang Idim.
Ki Duduy hanya menganggukan kepalanya saja, bahkan Kakek sudah membisikan kepadaku─ agar selalu membawa gelang gengge, karena keadaan yang terlihat biasa saja ini sudah menanti sesuatu yang jauh lebih berbahaya.
@IDN_Horor @bacahorror_id Beruntungnya Ki Duduy dan Mang Idim bisa menjawab semua pertanyaan Dewi mengenai keadaan Arya dan Kak Yuni yang sedang mengandung itu, membuat Dewi sedikit tenang dan percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja.
“Bahaya ini, semakin berbahaya! -
@IDN_Horor @bacahorror_id - siang ini juga aku harus pastikan keadaan Arya” ucapku dalam hati, mengingat semua rentetan kejadian di Desa Rangkaspuna, walaupun seorang pendekar hebat dan Nenek yang mempunyai leluhur kuat sedang berada di rumah Arya, namun untuk Ni Itoh bisa saja menghabisi mereka
@IDN_Horor @bacahorror_id dengan sangat mudah, apalagi kematian Basir, Barja dan Pak Ageng di kampung itu membuat aku yakin Ni Itoh datang bukan dengan cara yang konyol, membuat aku harus berpikir cepat dan cermat.
“Moal bisa aya seneu nu ngagedur, lamun henteu ngalurkeun hasep hideung Gama, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - lamun henteu ayeuna, taruhanana kabeh nyawa keluarga anjen, kabeh aya muasalana, diajar dina nu enggeus-enggeus”
(Tidak mungkin kobaran api yang menyala besar, tanpa asap hitam Gama, kalau tidak sekarang, pertaruhannya semua nyawa keluarga kamu, semua ada sebabnya, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - belajar lah dari yang sudah-sudah)
Malah tiba-tiba suara yang baru dua hari kebelakang aku dengar jelas, dan baru saja luka didekat mataku sembuh, suara itu kini terdengar kembali─ suara itu jelas dari Ki Langsanama, yang hadir begitu saja dalam lamunanku,
@IDN_Horor @bacahorror_id menatap semakin jauh motor yang digunakan Mang Idim dan Ki Duduy.
“Benar pasti ada sebabnya! Kedatangan Ni Itoh termasuk bayangan itu...” ucapku perlahan, sudah semakin merasakan kecemasan dan ketakutan yang sedang keluarga Arya hadapi hari ini.
@IDN_Horor @bacahorror_id Waktu semakin terasa lambat hari ini dan aku baru selesai melaksanakan ibadah dzuhur dan belum juga Budi tiba, sementara aku belum bisa memberikan kabar kepada Arya sebelum Budi datang.
“Gam sudah solatnya, itu Budi sudah ada didepan menunggu kamu” ucap Dewi dengan perlahan.
@IDN_Horor @bacahorror_id Aku tidak menjawab langsung berjalan dengan cepat ke depan toko, sudah diam di tempat biasa Budi menunggu aku, hisapan rokok di mulutnya sudah kembali terlihat tidak tenang.
“Bud gimana” tanyaku langsung.
“Sore ini kita pergi ke matrial dan mengawasi rumah Arya Gam, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - semalam Yuni sudah kerasukan bayangan, bayangan itu bernama pemakan janin, aku dengar dari percakapan keluarga Arya, Mak Ela yang tahu masa lalu itu, hanya rumah dan matrial saja yang aku curigai, terlebih ada satu orang yang mungkin menghendaki semua ini” jawab Budi.
@IDN_Horor @bacahorror_id Aku langsung terdiam mendengarkan ucapan Budi, membenarkan segala kecemasan aku dua hari kebelakang, bahwa sekarang Ni Itoh tidak akan datang dengan cara yang biasa saja.
“Gam...” ucap Budi, sambil menepuk pundakku.
“Oke aku telpon Arya terlebih dahulu, kita bergerak, -
@IDN_Horor @bacahorror_id -kamu kasih kabar Mang Idim di rumah Umi setelah itu kita pergi sore ini yah” jawabku, yang sudah pasti bayangan itu bukan sekedar bayangan biasa saja.
...

Setelah berbicara dan mendengar suara Arya yang sudah lama tidak masuk ke dalam telingaku, benar saja,
@IDN_Horor @bacahorror_id suaranya tidak lain hanya ketakutan saja bahkan ketika aku menanyakan pusaka berupa keris yang Budi berikan di leuweung kampung jabang mayit Arya terdengar kaget dan lupa, namun hal itu bisa aku maklumi, apalagi belasan bulan bukan waktu yang sebentar,
@IDN_Horor @bacahorror_id harus mengurus keadaan Akbar walaupun bisa selamat di kejadian itu.
“Apa sebelum Akbar di habisi Ni Itoh ada perjanjian lain waktu itu” ucapku perlahan, sudah menunggu Budi didepan rumah, setelah memasukan gelang gengge ke dalam saku celanaku.
@IDN_Horor @bacahorror_id Terlebih Mang Idim dan Ki Duduy sama denganku saat ini, belum bisa memastikan banyangan dan tujuan Ni Itoh, selain ingin menghabisi aku dan Budi, hanya sebuah pesan dari Mang Idim yang terus aku baca.
“Pastikan dulu, jangan dulu bergerak, bayangan itu dari mana Gam, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - pasti ada asal muasalnya, jangan sampai gegabah, jangan bergerak lebih sebelum ada perintah dari Kakek Duduy”
Hanya anggukan kepala saja yang aku lakukan, mengartikan keadaan saat ini yang akan aku hadapi, apalagi sudah aku pastikan keadaan rumah sore ini baik-baik saja,
@IDN_Horor @bacahorror_id walaupun bayangan itu bisa sampai masuk ke dalam rumah, membuat aku sedikit cemas.
Di pos jaga terlihat Mang Tahrim baru saja membukakan gerbang, ketika motor yang Budi kendarai sudah sampai, membuatku dengan cepat berjalan, apalagi sudah aku suruh agar Dewi dan Ibu Mulyani
@IDN_Horor @bacahorror_id jangan dulu pulang ke rumah, sebelum aku sampai nanti malam di rumah Umi.
“Tidak ada jeda untuk kali ini Gam, namun ada baiknya biar nanti waktu libur kamu selesai semua urusan juga ikut selesai...” ucap Budi sambil mengelap jok motor yang akan aku tumpangi.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Bud jawab dengan singkat, seberbahaya apa bayangan itu” tanyaku semakin penasaran, karena baru kali ini kepergianku tanpa pertanda dan petunjuk dari Kakek dan Mang Idim sekalipun.
“Dari bau amis darah mereka (bayangan) itu bisa dengan mudah datang! -
@IDN_Horor @bacahorror_id - Yuni bisa kerasukan bayangan itu Gam, lebih gilannya lagi yang mungkin akan kita hadapi seperti itu, yang tidak aku habis pikir, bayangan itu bisa membangkitkan semuanya arwah! Untuk memberikan terror dan mengambil nyawa Gam...” jawab Budi dengan sangat serius.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Kita pastikan, dan ini kamu harus paham maksud pesan Mang Idim” ucapku perlahan, memberikan handphone dan Budi langsung membaca isi pesannya.
“Kalau mau malam itu aku kejar sosok misterius yang selalu mengintai rumah Arya malam kemarin Gam” jawab Budi,
@IDN_Horor @bacahorror_id sambil menghidupkan mesin motornya.
Sepanjang perjalan menuju matrial Arya aku terus saja dibuat kebingungan dengan sedikit benang merah dari jawaban Budi, apalagi bayangan dan sosok misterius itu cepat atau lambat akan aku hadapi, terlebih kali ini semuanya belum pasti
@IDN_Horor @bacahorror_id dan yang ada di pikiranku saat ini hanya keselamatan Yuni yang sedang mengandung.
“Seharusnya pendekar itu bisa melindungi sementara Arya dan keluarganya, sebelum benar-benar kita ketahui semuanya Gam” ucap Budi tiba-tiba, lalu mengendarai motor cukup kencang,
@IDN_Horor @bacahorror_id apalagi jarak menuju matrial Arya butuh waktu sekitar 40 menit lama nya.
“Mungkin benar tujuannya bukan hanya kepada kita Bud, Ni Itoh itu...” jawabku cukup keras dekat dengan telinga Budi, beruntungnya rambut panjangnya itu sudah Budi ikat.
“Malah aku yakin ada yang tersisa -
@IDN_Horor @bacahorror_id - atau yang dibawa dari kampung jabang mayit itu, selain nyawa Akbar yang selamat” jawab Budi, dengan cekatan melibas semua jalanan kota yang berangsur macet, karena tidak akan lama lagi langit akan berganti warnanya menyambut sore tiba.

...
@IDN_Horor @bacahorror_id “Tepat kita datang, pekerja di matrial Arya akan segera bubar, kita tidak mungkin masuk melalui pintu depan Gam, ada jalan yang sudah semalam aku siapkan” ucap Budi tiba-tiba, mengesampingkan motor ke salah satu warung yang berada dipinggir jalan,
@IDN_Horor @bacahorror_id tepatnya warung yang sudah dipenuhi beberapa orang yang baru saja menyeberang dari sebuah matrial paling besar di kota ini.
“Jadi Bud, mana orang yang kamu curigai” jawabku semakin penasaran, karena tidak akan lama langit kuning keemasan itu bergerak menuju arah barat.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Tenang, kita tunggu sebentar, aku mau pesan kopi dulu” ucap Budi, langsung memesan satu gelas kopi hitam, duduk berbaur dengan para pekerja matrial.
Aku hanya memandang terus menerus ke seberang jalan, dimana tumpukan kayu-kayu berukuran besar sudah berjajar rapih,
@IDN_Horor @bacahorror_id sebuah toko dan matrial kayu yang memang berukuran tidak kecil ini, dan memang terkenal paling lengkap dan mempunyai mesin canggih untuk membuat olahan kayu, aku masih tidak menyangka, pemilik utamanya adalah orang yang masih terkapar sakit dengan luka sayatan di punggungnya.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Udah dua hari Si Didik mencurigakan, tidak biasanya yah, marah-marah mulu padahalkan sama kerja kaya kita, yang bos nya kan Den Arya...” ucap salah satu orang yang sedang menghisap rokok duduk disamping Budi.
“Jaga malam juga semua diambil jatahnya sama Didik, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - kita nggak kebagian uang jaga, padahal lumayan kan” jawab teman sebelahnya dengan kesal.
Terus saja aku perhatikan percakapan mereka, membenarkan keadaan di matrial yang Arya kelola, apalagi aku masih melihat satu mobil mewah dan satu motor di dalam area parkiran matrial,
@IDN_Horor @bacahorror_id juga menyimpan satu nama yaitu Didik.
Tidak berselang lama karena matahari sudah semakin turun, segera aku bayar pesanan Budi pada Ibu pemilik warung yang usianya hampir sama dengan Umi Esih ibuku, beruntungnya sama sekali tidak ada kecurigaan dari pekerja Arya
@IDN_Horor @bacahorror_id yang langsung membubarkan diri begitu saja.
“Nama yang tadi orang kepercayaan Arya dan Akbar Gam, orang itu yang aku curigai” ucap Budi sambil menengok kanan dan kiri untuk segera menyebrang.
Aku hanya mengangguk dan menyimpan baik-baik nama itu, terus saja aku ikuti langkah Budi
@IDN_Horor @bacahorror_id menuju samping bagunan matrial yang sudah di tembok cukup tinggi, yang baru aku ketahui di belakangnya adalah sebuah kebun yang luas dan tidak terurus dengan baik.
“Harus jalan sini memangnya Bud” tanyaku semakin cemas, apalagi ilalang dan segala pepohonan yang tidak terurus ini
@IDN_Horor @bacahorror_id sudah aku lewati mengikuti langkah Budi.
“Aku sudah membuat jalan kecil, ada kayu yang aku buat sebagai tangga disana, sebentar lagi sampai, kita akan langsung ke bagian belakang” bisik Budi pelan sekali.
Baru saja aku dan Budi akan sampai pada sebuah kayu
@IDN_Horor @bacahorror_id yang sebelumnya Budi siapkan itu sebagai tangga alakadarnya, tiba-tiba terdengar gesekan langkah lain didepanku, membuat Budi berhenti seketika.
“D─diam Gam” bisik Budi, langsung menyuruh aku berjongkok.
“Brug!!!”
Benar saja di antara celah ilalang itu, baru saja ada seseorang
@IDN_Horor @bacahorror_id mengenakan pakaian serba hitam dan ditutup seluruh kepalanya mengenakan kupluk jaket, tidak bisa aku lihat terlalu jelas apalagi langit sore sudah perlahan turun, orang itu mendarat tidak terlalu jauh dari tempat aku dan Budi berdiam, beruntungnya tidak melihat tangga kayu
@IDN_Horor @bacahorror_id yang sudah Budi buat itu.
“Untung tidak aku buat menjulang ke atas kayu itu, dan mungkin pikirnya hanya sisa kayu biasa saja” bisik Budi sangat pelan, mempersiapkan semuanya dengan sangat matang.
Orang misterius itu lalu berjalan cepat menginjak dedaunan dan ilalang yang tinggi,
@IDN_Horor @bacahorror_id berjalan ke arah depan, jalan yang sebelumnya aku dan Budi lalui, bahkan aku sudah melihat jelas perawakan orang itu, bisa menjadi pertanda baru.
“Bawa plastik hitam...” bisikku pada Budi.
Budi sudah langsung mengeluarkan pisau andalannya dari balik punggungnya itu,
@IDN_Horor @bacahorror_id tubuhnya sudah akan berbalik.
“Bud! Ingat pesan Mang Idim!” bisikku tegas, sambil menahan tubuh Budi.
“Argghhhh sudah dua malam aku penasaran dengan orang itu Gam” jawab Budi dengan kesal.
“Tahan dulu tujuan kita hanya memastikan keadaan, jangan gegabah!” bisikku,
@IDN_Horor @bacahorror_id sambil menepuk pundak Budi, walaupun aku yakin sosok misterius yang mencurigakan itu pasti berperan dalam segala keanehan yang akhir-akhir ini Arya alami.

...

Setelah menunggu beberapa menit dan memastikan keadaan aman, aku dan Budi baru saja melewati
@IDN_Horor @bacahorror_id tembok matrial yang cukup tinggi, hanya hamparan kayu yang jauh lebih banyak yang aku lihat, namun karena Budi untuk yang ketiga kalinya masuk ke matrial tidak membuatnya kesulitan menemukan jalan di antara kayu-kayu ini, apalagi langit kuning keemasan sudah semakin pekat tiba.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Tunggu Gam, disana kantor Arya yang aku curigai” bisik Budi perlahan.
Baru saja aku akan menjawab suara pintu dari arah kantor itu terbuka, kemudiaan keluarlah seseorang yang tidak aku kenal sama sekali, menyalakan seluruh lampu matrial.
“Bud! Budi! Kamu cium bau ini” ucapku.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Ini yang aku curigai Gam, bahkan tanpa ada bangkai sekalipun” jawab Budi.
Apalagi angin mengarah tepat ke arahku dan Budi, yang sudah berdiam dan berada satu jajar dengan kantor Arya, bahkan di antara celah kayu-kayu ini semakin jelas padangan menuju halaman depan dan belakang.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Aneh, ini aneh Bud, lihat saja orang yang berjalan itu... seharusnya dengan terkena cahaya matahari sore bayangan tubuhnya ada didepan, karena cahaya itu ada dibelakangnya, coba kamu perhatikan!” ucapku perlahan.
Budi hanya menganggukan kepala saja, orang yang barusan
@IDN_Horor @bacahorror_id menyalakan lampu dan berjalan keluar dari kantor Arya sama sekali berjalan tanpa bayangan tubuhnya, tanpa ia sadari, padahal motor yang baru saja di naikinya itu mempunyai bayangan ke arah depan.
“Aku yakin Arya masih berada di dalam kantor, tapi tunggu dulu!” bisikku
@IDN_Horor @bacahorror_id dengan tegas, menahan Budi yang akan bergerak.
Tidak lama aku melihat seluruh barang-barang di matrial, semuanya mempunyai bayangan yang sama, dengan teori yang aku pahami barusan, tapi hanya kepada orang itu tanpa mempunyai bayangan.
“Kita tunggu disini saja Bud, tahan! -
@IDN_Horor @bacahorror_id - sedikit bau amis darah ini, aku ingin tahu dan penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya” bisikku semakin tegang, apalagi gelang gengge yang aku bawa sedari rumah sudah aku pastikan keberadaanya di dalam saku celanaku.
@IDN_Horor @bacahorror_id Lantunan kumandang adzan maghrib terdengar syahdu mengiringi penantian aku dan Budi, apalagi Budi sudah terlihat tidak sabar untuk menemui Arya.
“Gam! lihat itu...” bisik Budi, menunjuk ke arah salah satu lampu yang berada di samping kantor Arya.
“Bayangan itukah Bud” jawabku
@IDN_Horor @bacahorror_id sudah melihat jelas, bayangan yang sama dengan kejadian semalam yang aku lihat di dapur rumah.
Budi hanya menganggukan kepalanya, sambil melepas ikat rambutnya itu kemudian tangannya bergerak ke arah punggung belakangnya.
@IDN_Horor @bacahorror_id Tiba-tiba bayangan hitam itu semakin jelas berbentuk seorang wanita dengan rambut yang panjang dan sepersekian detik, bayangan itu bergerak ke arah depan pintu kantor Arya, tiba-tiba menjadi sosok perempuan.
“I─ini yang aku takutkan Bud, lihat saja─” ucapku semakin tegang.
@IDN_Horor @bacahorror_id Apalagi tiba-tiba dari gagang pintu itu terlihat di kunci, setelah sosok perwujudan bayangan hitam itu masuk ke dalam kantor Arya, diiringi bau amis darah yang semakin menyengat.
“Kalau Arya teriak dan terjadi lebih! kita bergerak Bud” lanjutku semakin penasaran.
@IDN_Horor @bacahorror_id Aku merasa bahwa kedatangan bayangan itu bukan tanpa sebab, karena semakin gelap malam yang baru saja tiba ini, membuat aura yang aku rasakan di sekitar matrial sudah sangat mencekam.
Tidak berselang lama, tiba-tiba dari kejauhan sudah masuk sebuah motor dengan sangat kencang,
@IDN_Horor @bacahorror_id melewati gerbang yang terbuka setengahnya itu.
“Panjul tiba lihat Gam!” ucap Budi yang sudah akan bergerak namun aku tahan untuk kesekian kalinya lagi, karena aku harus memastikan kedatangan bayangan yang tiba-tiba bisa berwujud itu.
@IDN_Horor @bacahorror_id Aku melihat Panjul sudah tergesa-gesa, setelah turun dari motor Panjul langsung berlari kencang, seolah tahu apa yang sedang terjadi di dalam kantor itu, hanya hitungan detik kedua kakinya itu menendang sekuat tenaga pintu yang terkunci.
“B─Bud lihat siapa itu!” ucapku perlahan,
@IDN_Horor @bacahorror_id melihat ke arah samping kantor Arya, diantara celah kayu-kayu itu sudah berdiri Ni Itoh mengenakan satu kakinya, hanya menganggukan kepalanya berkali-kali ke arah kantor Arya, namun seperti mengetahui persembunyian aku dan Budi.
“Sialan! Benar sangkaanku Gam!” bentak Budi kesal,
@IDN_Horor @bacahorror_id melihat ke arah yang sama denganku tanpa kaki sebelah kiri dan tangan sebelah kanan, mengenakan pakaian yang sama seperti pertemuan dua hari kebelakang di dalam leweung sancagetih.
Tiba-tiba Arya dan Panjul sudah keluar kantor dengan sangat panik, Arya bergerak cepat ke mobil
@IDN_Horor @bacahorror_id dan Panjul ke arah motornya, namun yang membuat aku terkesima─ Ni Itoh bisa begitu saja hilang, bersama dengan bayangan tubuhnya.
Karena aku harus mengetahui keadaan di kantor Arya, aku bergerak mengikuti langkah Budi, menuju tempat Ni Itoh yang sebelumnya berdiri.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Ada yang menaburkan tanah dari kampung jabang mayit─” ucap Budi sudah berjongkok di samping tembok kantor Arya.
“Sama dengan kejadian di kamar yang Arya yang ditempatinya dua tahun lalu di rumah Ageng ini Gam” lanjut Budi seperti sedang berpikir sesuatu.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Tapi Bud, apa mungkin orang yang tadi, yang mengenakan penutup kepala, membawa plastik hitam yang menaburkan tanah ini” ucapku sama dengan Budi memegang tanah merah itu.
“Benar, berarti bisa jadi semuanya atas kehendak orang itu... aku ingat sosok barusan perwujudan Nita, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - perempuan yang Arya kenal Gam...” jawab Budi tiba-tiba, sudah berdiri di antara kayu-kayu yang terlihat sudah terpotong.
“Kalau Ni Itoh bisa menjadikan bayangan hitam menjadi sosok Nita, apa Nita masih hidup, lalu Barja, Basir dan Angeng mungkin bisa menampakan wujudnya juga”
@IDN_Horor @bacahorror_id ucapku dalam hati.
Aku tetap saja mempunyai kecurigaan bahwa ada alasan yang membuat Ni Itoh datang ke matrial dan bau amis darah yang terus aku cium, bersamaan dengan hembusan angin yang semakin kencang mengiringi malam yang sudah tiba sedari tadi.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Rumah Arya Bud, cepat sekarang kita kesana saja, aku masih penasaran bukan hanya pada kebenaran bayangan pemakan janin, yang berarti tujuannya jelas kakaknya Arya! terlebih sosok misterius itu harus segera kita ketahui!” ucapku tiba-tiba menarik tangan Budi,
@IDN_Horor @bacahorror_id agar keluar dari matrial melalui jalan barusan.
Baru saja aku dan Budi menaiki tembok, dari arah kantor kini terdengar suara tangisan bayi-bayi yang sangat kencang dari arah kantor Arya yang pintunya masih terbuka itu, membuat aku dan Budi berhenti di atas tembok.
@IDN_Horor @bacahorror_id “S─sama benar-benar sama dengan tangisan arwah yang tersesat seperti di kampung jabang mayit ini Gam! kini terjadi di matrial dan mungkin di rumah Arya juga...” ucap Budi.
“Ilmu Ni Itoh jauh lebih sakti, dari bayangan bisa membuat kekacauan seperti ini, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - tapi aku yakin ada yang menghendaki semua ini” jawabku, mencoba menyusun sedikit misteri setelah melihat keadaan matrial, terlebih suara tangisan bayi itu terdengar lebih kencang.
Dengan cepat aku dan Budi berjalan melewati ilalang menembus kebun yang sebelumnya aku lewati,
@IDN_Horor @bacahorror_id untuk kembali ke warung seberang mengambil motor dan menuju rumah Arya karena aku yakin sesuatu yang lebih berbahaya akan terjadi disana, namun sama sekali aku belum bisa bergerak mencegah Ni Itoh.
“Padahal kalu tujuannya Ni Itoh adalah kita, kenapa harus ke Arya terlebih dahulu”
@IDN_Horor @bacahorror_id ucap Budi masih sangat kesal, karena selalu aku tahan dan menuruti semua ucapan Ki Duduy juga Mang Idim.
“Benar apa yang kakek ucapkan Bud─ Ni Itoh mempunyai urusan dengan keluarga Arya, lalu tujuan selanjutnya adalah kita” jawabku, mengikuti Budi yang sudah menyebrang jalan,
@IDN_Horor @bacahorror_id menuju motor yang terparkir di samping warung.
“Kalian berdua ini dari mana kok ke arah kebun itu, baru pertama ibu lihat ada orang ke arah samping matrial...” ucap Ibu Warung tiba-tiba, setelah mengantarkan satu gelas air putih
@IDN_Horor @bacahorror_id ke arah lelaki yang mengenakan sarung lusuh duduk seorang diri, di depannya sudah terparkir sebuah motor vespa tua.
“Saya yang punya tanahnya Bu, kebetulan berdampingan dengan punya Pak Akbar” jawabku berbohong dan Budi malah melempar senyum ke arah lelaki yang sedang duduk itu,
@IDN_Horor @bacahorror_id bahkan lelaki itu juga membalas senyuman Budi dengan anehnya, seolah tahu apa yang aku dan Budi sedang lakukan.
“Oh pantas saja, kirain siapa soalnya jarang ada orang yang kesitu maaf yah” sahut Ibu Warung sambil tersenyum, yang ternyata memperhatikan aku dan Budi.
@IDN_Horor @bacahorror_id Aku dan Budi sudah berada di atas motor, menunggu Budi untuk menyalakan rokoknya.
“Siapa lelaki itu Bud, apa kamu kenal, aku merasa dia bukan sembarang orang, padahal aku baru melihatnya, pertama kali juga” bisikku pelan sekali.
“Tidak tahu Gam, tapi benar sepertinya -
@IDN_Horor @bacahorror_id - bukan sembarangan orang... lihat saja penampilannya dan cara dia duduk memperhatikan kita barusan, apalagi sarung dan motor vespa tuanya itu...” jawab Budi, kemudian menarik gas motornya perlahan.
Semakin jauh motor bergerak, aku sempat kembali melihat lelaki barusan,
@IDN_Horor @bacahorror_id dan lelaki itu kembali melemparkan senyum kini kepadaku, walaupun aku merasakan juga ada yang berbeda dari orang itu, tetap aku menyangka bahwa lelaki itu mengetahui aku yang berbohong pada Ibu Warung dan mengetahui tujuan ku bersama Budi,
@IDN_Horor @bacahorror_id namun perlahan bisa aku abaikan, dengan aku yang harus dengan cepat menuju rumah Arya.

***
@IDN_Horor @bacahorror_id Perjalanan menuju rumah Arya tidak memakan waktu yang lama, bahkan dengan saranku kepada Budi agar aku bisa memberikan kabar kepada Mang Idim terlebih dahulu, aku menepi ke salah satu masjid kecil, apalagi waktu magrib akan segera berakhir dan adzan isya
@IDN_Horor @bacahorror_id tidak akan lama lagi berkumandang.
Setelah berjamaah dan beruntungnya di masjid kecil ini terdapat sarung yang bisa aku gunakan, membuat aku langsung memberikan kabar kepada Mang Idim.
“Assalamualaikum Mang”
“Walaikumsalam Gam, gimana apa yang Budi dan kamu dapatkan di matrial”
@IDN_Horor @bacahorror_id tanya Mang Idim sangat penasaran.
“Bayangan hitam yang bisa menampakan wujud menjadi perempuan, bahaya Mang Ni Itoh sudah aku lihat dan tangisan dari terekan janin sama persis kejadian di kampung jabang mayit kencang sekali terdengar di matrial, arah kantor Arya berada”
@IDN_Horor @bacahorror_id “Begini Gam, yang amang lihat dan Kakek Duduy pastikan, semuanya ada yang menghendaki, sakitnya Akbar yang tidak kunjung sembuh dan kedatangan keluarga almarhum Ageng dari desa rangkaspuna bisa secara bersamaan, ini pasti ada urusan dengan masa lalunya, pastikan malam ini, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - keluarga kita sementara aman”
“Baik secepatnya Gama dan Budi pulang, tapi Mang tanyakan kepada kakek, apa ini ada kaitanya dengan kejadian di dalam leuweung sancagetih juga atau ada sesuatu yang dibawa dari kampung jabang mayit” jawabku semakin tegang.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Baik, segera amang kirim pesan nanti yah”
Setelah Budi mencerna ulang perkataanku tentang bayangan tadi sore, malah kini Budi terlihat melamun, pandangan matanya kosong, hanya hisapan rokok yang keluar dari mulutnya padahal aku sudah berjalan menuju motor,
@IDN_Horor @bacahorror_id agar cepat sampai ke rumah Arya.
“Gam aku ingat almarhum Ibuku pernah bilang seperti ini─ kemungkinan tamu itu datang hanya dua, kalau tidak diundang berarti punya kepentingan datang ke rumah kita” ucap Budi, sambil berjalan ke arahku.
“Lalu Bud” tanyaku sangat setuju.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Berarti kedatangan Ni Itoh jauh-jauh dari timur sana, kemungkinannya hanya itu dan yang harus kita pastikan hanya dua hal itu juga, setuju...” lanjut Budi sambil menaiki motor.
“Setuju, terlebih kandungan Kak Yuni dan tidak harus ada nyawa yang hilang, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - dan yang utama benang merah masalah ini harus kita ketahui, termasuk sosok lelaki yang mengenakan pakaian hitam itu, aku yakin yang menabur tanah di tembok kantor Arya, tapi tanpa adanya bukti aku takutnya jadi fitnah” ucapku menjelaskan, karena harus tetap berhati-hati,
@IDN_Horor @bacahorror_id dari wujud bayangan hitam saja Ni Itoh mampu menjelma menjadi orang dari masa lalu Arya.
“Aku sudah mempunyai jalan lain jangan lewat depan, dua pagar malam kemarin aku sengaja potong agar mempermudah masuk halaman belakang rumah Arya” ucap Budi tiba-tiba
@IDN_Horor @bacahorror_id bukan mengarahkan motor ke arah depan rumah Arya, malah menyimpan begitu saja di dekat TPS (tempat pembuangan sampah) agar tidak diketahui orang.
Aku dan Budi sudah berjalan ke arah belakang rumah yang cukup luas ini, hanya mengikuti tembok dan pagar besi yang menjulang tinggi,
@IDN_Horor @bacahorror_id dengan langkah yang tergesa-gesa, dan harapanku ada sesuatu petunjuk lainnya, sebelum melihat keadan Kak Yuni itu dan melihat langsung keadaan Akbar setelah dua tahun lamanya.
“Ini jalan yang sengaja aku siapkan Gam, mempermudah kita untuk memantau semua halaman, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - tempatnya di sudut banget, ke dapur dan itu kamar Akbar, disana Arya dan disana kamar Yuni, sisa kamar lainnya di tempati Panjul, Mak Ela dan Ibu Yani” ucap Budi, yang baru saja menyingkirkan dedaunan yang cukup banyak, menutupi celah besi yang sudah sengaja di potongnya itu.
@IDN_Horor @bacahorror_id Sambil berjongkok dibawah dua pohon yang cukup rapat, aku terus saja memperhatikan keadaan rumah Arya, sejak pertama kali melihatnya hanya bulu pundakku yang berdiri, padahal hanya bangunan yang luas saja yang aku lihat saat ini.
“Setiap malam, sejak dua hari kebelakang -
@IDN_Horor @bacahorror_id - suasananya memang seperti ini, terlebih dari arah kamar Akbar...” ucap Budi tiba-tiba, bahkan sempat-sempatnya membakar rokok, karena angin memang berhembus bukan ke arah rumah melainkan ke belakang, sehingga asapnya tidak akan terlihat.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Itu tujuan kamar Ni Itoh, cukup jauh dari satu kamar ke kamar lain, tapi untuk apa lagi Bud, memang Akbar selamat, tapi apa yang belum selesainya! selain kehamilan Yuni” ucapku perlahan.
“Kemarin orang misterius itu menggali tanah disana, aku ingin sekali memastikan -
@IDN_Horor @bacahorror_id - apa yang ia gali Gam, tapi aku tergantung perintah kamu dan Ki Duduy juga Bah Idim” jawab Budi sudah terlihat gemas, sama denganku yang ingin segera menemui Arya.

...

Sudah hampir dua jam aku dan Budi hanya berdiam diri, waktu terus berjalan, semua ucapan Ki Duduy ─
@IDN_Horor @bacahorror_id agar aku dan Budi tetap hati-hati, tidak ada tindakan apapun malam ini, kecuali mencari tahu masa lalu bayangan hitam pemakan janin itu.
“tunggu sampai jam 12 malam, kalau keadaanya memungkinkan masuk, masuk saja Gama temui Mak Ela, Arya dan Ibu Yani, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - pastikan juga keadaan Yuni malam ini dan keadaan Akbar”
Sebuah pesan baru saja aku baca, dan membuat aku cukup tenang bisa memaksa masuk malam ini juga, terlebih sangat cemas pada keadaan Kak Yuni, bahkan Budi langsung tersenyum, setelah mendapatkan izin dari Mang Idim.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Akan aku lihat luka dipunggung Akbar itu, benar-benar penasaran aku ini Gam, lama sekali aku menantikan keadaan ini” ucap Budi, yang sudah menunggu lama sekali.
“Sabar Bud, penantian ini tidak akan sia-sia aku yakin juga bakalan ada yang datang lagi, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - setelah kejadian di matrial yang menimpa Arya” jawabku perlahan, terus saja memperhatikan seluruh rumah, mencari jalan lain untuk keluar jika nantinya terjadi sesuatu yang tidak aku inginkan.
Aku baru saja membaca pesan dari Dewi juga yang mengambil keputusan untuk menginap
@IDN_Horor @bacahorror_id di rumah Umi Esih, membuat aku tenang, apalagi tinggal satu jam lagi menuju pukul 12 malam, yang artinya aku dan Budi akan segera masuk ke dalam rumah Arya.
Tiba-tiba dari arah kebun belakang dapur, aku dan Budi melihat orang yang sama yang sudah aku lihat di kebun
@IDN_Horor @bacahorror_id samping matrial tadi sore, masih mengenakan pakaian yang sama, membawa plastik hitam yang sama juga, berjalan mengendap-endap ke arah jendela kamar Akbar, hanya berdiam diri saja.
“Benar Gam, penantian kita tidak sia-sia, lihat!” ucap Budi berubah menjadi sangat tegang,
@IDN_Horor @bacahorror_id sambil mengesampingkan rambut gondrongnya itu.
“Itu dia!” ucapku, melihat orang misterius itu menaburkan tanah merah di tembok kamar Akbar, tanpa memperhatikan sekitar, padahal aku sedang mengintainya.
“Masuk Gam, bahaya dia mengeluarkan pisau!!!” ucap Budi langsung berdiri,
@IDN_Horor @bacahorror_id ketika orang misterius itu dengan sangat mudah membuka pintu dapur.
“Budi! Lihat didalam kamar!” bentakku.
“N─Ni Itoh!” jawab Budi, langsung berjalan mengendap ke arah samping, agar tidak kelihatan dari arah kamar Akbar.
“Tanah udangan untuk datang, selain bau amis”
@IDN_Horor @bacahorror_id ucapku dalam hati, mulai memahami dari setiap kejadian yang terjadi di depan mataku malam ini.
Dengan detak jantung yang semakin kencang, apalagi tangan Budi sudah tidak jauh dari balik punggungnya aku dan Budi sudah berada di samping pintu dapur,
@IDN_Horor @bacahorror_id mendengar jelas suara langkah orang misterius itu melangkah.
“Ingat Bud, jangan dulu mengambil tindakan biarkan orang itu lolos malam ini, aku masih penasaran siapa di balik kain hitam yang menutupi wajahnya itu, bisa jadi untuk petunjuk kita selanjutnya, paham!”
@IDN_Horor @bacahorror_id bisikku didekat telinga Budi dengan tegas.
Budi hanya menganggukan kepalanya, apalagi pintu dapur sengaja dibiarkannya terbuka begitu saja, suara langkah kakinya semakin menjauh─ masuk ke dalam rumah.
Suara nafas Budi sudah terdengar semakin kencang,
@IDN_Horor @bacahorror_id aku tahu Budi sedang menahan dirinya agar menuruti perintahku malam ini, apalagi gelang gengge dalam saku celanaku sudah terasa panas dan baru aku sadari ketika melihat ke arah tempat aku berdiam sebelumnya, sudah ada meong hideung dengan mata kuning yang menyala.
“Bahaya!”
@IDN_Horor @bacahorror_id ucapku dalam hati sambil memejamkan mata, merasakan Ni Itoh sedang melakukan pembicaraan dengan Akbar.
Tiba-tiba Budi menahan dadaku, agar menenangkan aku yang malah sudah tidak tenang, karena semakin menggenggam gelang gengge, terlebih meong hideung sudah hadir.
@IDN_Horor @bacahorror_id “M─mendekat...” bisikku.
Sosok misterius itu aku lihat sedikit dari samping sudah membekap Arya, diseretnya sangat kasar sampai melewati pintu dapur.
“Bugggg!!!”
sebuah hantaman keras mendarat tepat di perut Arya.
“S─siapa kamu!” ucap Arya memaksakan untuk bicara.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Buggg… Buggg…”
Tanpa menjawab, dua kali pukulan selanjutnya mendarat kembali di bagian perut Arya, Budi sudah ingin melangkahkan kakinya, namun aku tahan, karena orang misterius dengan kepala dan wajahnya tertutup itu masih belum bisa aku lihat.
@IDN_Horor @bacahorror_id Namun anehnya setelah suara erangan Arya menahan sakit dan terkapar tepat tidak jauh dari pintu dapur, orang misterius itu langsung berjalan tergesa-gesa ke arah belakang rumah.
“Selamatkan Arya, akan aku ikuti orang itu” ucap Budi.
“Cari tahu, bawa kabar lain, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - bukan kabar orang itu mati” jawabku dengan tegas.
“Hanya tupai Gam yang pandai melompat, orang itu tidak akan pandai berhadapan denganku” ucap Budi sudah penuh dengan rasa kesal, mengikuti langkah orang misterius itu yang semakin jauh.
“Tahan Arya ini aku Gama, bangun!” ucapku,
@IDN_Horor @bacahorror_id memaksa Arya untuk berdiri.
“Gam! tolong aku Gam! tolong di dalam kamar Bapak ada Ni Itoh!” jawab Arya dengan panik sambil menahan perutnya.
“Arya!” tiba-tiba suara Kang Panjul yang aku dengar, langsung tergesa-gesa mendekat, melihat keadaan Arya yang sudah pucat wajahnya,
@IDN_Horor @bacahorror_id setelah menahan tiga kali pukulan keras.
“Gama, ayo masuk ada apa ini” ucap Kang Panjul semakin panik.
“O─orang yang semalam kita lihat datang lagi Mang, padahal aku baru saja melihat Bapak bersujud di hadapan Ni Itoh di kamarnya” jawab Arya.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Pantas saja tadi pintu Bapak terkunci!” sahut Kang Panjul.
“Mang tolong pastikan jangan ada yang bangun, aku ingin melihat keadaan Kak Yuni, Budi sedang mengejar orang misterius itu...” ucapku dengan tegas, walaupun anehnya meong hideung ketika aku lihat kembali masih berdiam.
@IDN_Horor @bacahorror_id Aku sudah berjalan mengikuti Arya dan Kang Panjul setelah hanya menutup pintu dapur karena cepat atau lambat Budi akan kembali, apalagi tangan Arya terus saja memegang perutnya, Arya menunjukan kamar Pak Akbar dan setelah perlahan aku tekan, benar saja kamarnya terkunci.
@IDN_Horor @bacahorror_id “P─padahal tadi belum terkunci” ucap Arya terbata-bata.
“Benar telah datang Ni Itoh...” jawabku perlahan, merasakan hal lain dari balik pintu kamar ini, terlebih gelang gengge dalam saku celanaku sudah semakin panas.
“Bawa aku ke kamar Kak Yuni Mang” lanjutku,
@IDN_Horor @bacahorror_id karena hal yang ingin aku pastikan adalah keadaan perempuan yang sedang hamil itu.
Mak Ela langsung terlihat kaget, manakala aku ikut masuk ke dalam kamar, apalagi mata Kak Yuni sudah melotot sangat kuat dengan wajah yang pucat.
“Ini Gama Mak” ucap Panjul memperkenalkan.
@IDN_Horor @bacahorror_id Padahal aku dan Mak Ela sudah satu kali berjumpa dan membantu leluhurnya datang suatu malam di kampung jabang mayit, membuat Mak Ela hanya terdiam, kemudian berusaha mencium tanganku, namun aku yang lebih menundukan kepala.
“Keadaanya sudah malam ketiga seperti ini Gam, -
@IDN_Horor @bacahorror_id -ada yang dibawa Akbar dari kampung jabang mayit, terlepas Ni Itoh sudah pergi dari Desa Rangkaspuna satu bulan kebelakang, menyisakan kekacauan di Desa itu, setelah selalu ada perempuan yang sedang hamil datang ke ujung kampung─ ke rumah Ni Itoh dengan tujuan yang sama”
@IDN_Horor @bacahorror_id ucap Mak Ela perlahan.
Tiba-tiba aku mendengar langkah dari arah dapur dengan cepat, membuat aku berbalik badan dan terlihat anehnya Budi bisa langsung tahu keadaan di dalam rumah.
“Arya, kamu tahu plat nomor mobil ini” ucap Budi lalu menyebutkan sebuah plat nomor lengkap,
@IDN_Horor @bacahorror_id dengan wajah yang sudah penuh dengan keringat.
“T─tau Bud, aku tahu itu mobil dari timur” jawab Arya dengan sangat yakin.
“Orang yang barusan membekap lalu menghajar kamu, setelah menaburkan tanah untuk mengundang Ni Itoh datang, menaiki mobil bak besar, berplat nomor itu, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - aku ikuti orang itu sampai ke tepian jalan besar, seharusnya aku tahu siapa orang itu, walaupun tidak membuka tutup kepalanya hanya setengah wajahnya saja” ucap Budi perlahan menjelaskan, dan beruntungnya Budi menuruti ucapanku, tidak langsung menghabisi orang itu.
@IDN_Horor @bacahorror_id Belum sempat aku menjawab ucapan Budi, tiba-tiba Kak Yuni yang sedang terbaring dekat dengan Mak Ela, berdiri dengan sangat cepat turun dari ranjang tidurnya itu, matanya melotot lebih kuat, tanganya dengan perlahan mengelus perutnya berkali-kali,
@IDN_Horor @bacahorror_id membuat semua orang yang ada di kamar benar-benar kaget.
“Mundur! Mak mundur!” ucapku perlahan, kemudian aku mendekat ke arah Kak Yuni yang sudah berdiri tegak, rambutnya sudah terurai panjang, tiba-tiba dari mulutnya itu mengeluarkan lendir darah.
@IDN_Horor @bacahorror_id “J─jangan ikut campur urusan aku Gama, kita akan berjumpa! tunggu sebentar lagi, setelah aku memakan semua janin termasuk didalam perut ini, akan aku bunuh kamu! Termasuk seluruh keluarga kamu...”
“B─bukan suara Yuni itu” sahut Mak Ela.
@IDN_Horor @bacahorror_id “Kasihan perempuan tidak bersalah ini, keluarlah dengan wujudmu Ni, percuma hanya bayangan saja, tidak akan membuat aku mundur selangkahpun, apalagi takut!” jawabku terus mendekat.
Arya, Kang Panjul, Mak Ela dan Budi hanya memperhatikan ke arahku yang sedang berjalan
@IDN_Horor @bacahorror_id ke arah Yuni yang sedang berdiri tidak jauh dari arah cermin.
“Ha-ha-ha” suara tertawa melengking Kak Yuni sangat kencang sekali, sambil mulutnya terus mengeluarkan darah, tangannya terus mengelus-elus perut yang sedang hamil itu, kemudian kepalanya bergerak mendekat ke arahku
@IDN_Horor @bacahorror_id yang sudah berada tidak terlalu jauh.
“A─aku hanya menagih janji Gam, nyawa-nyawa janin bayi harus aku makan! Tidak bisa mengingkari janji denganku, ingkar berarti mati!” ucap Kak Yuni yang sudah kerasukan sosok yang dikirimkan Ni Itoh.
@IDN_Horor @bacahorror_id Beruntungnya aku masih bisa memperhatikan sekitar kamar, melalui pantulan cermin yang tepat mengarah ke arah pintu kamar.
“Awas!!!!
“Dibelakang!!!” teriakku tiba-tiba sangat kencang sekali.
“Minggir!!!” disusul suara teriakkan Budi yang jauh lebih kencang,
@IDN_Horor @bacahorror_id karena sama-sama menyadahari hal paling berbahaya akan terjadi.
Tiba-tiba sebuah hantaman golok tajam mendarat di pintu kamar Yuni dengan sangat keras, membuat Arya, Kang Panjul dan Mak Ela sangat kaget, sudah berdiri Pak Akbar dengan tubuh kurusnya memegang golok,
@IDN_Horor @bacahorror_id mengarahkannya kepada Arya.
“Ha-ha-ha” malah suara tertawa Kak Yuni yang melengking kencang kembali terdengar, berbarengan dengan Pak Akbar yang terus mengacungkan goloknya ke arah Arya, Panjul dan Mak Ela, termasuk aku dan Budi.
“A─akan aku habisi nyawa kalian semua, -
@IDN_Horor @bacahorror_id - siapapun yang mengganggu ritual sakral ini! janin itu sudah aku persembahkan untuk sebuah ritual yang abadi!” ucap Pak Akbar, tiba-tiba tangisan dan suara bayi seperti yang pernah terjadi di kampung jabang mayit terdengar kencang di segala sudut penjuru rumah.

(Bersambung...)
@IDN_Horor @bacahorror_id Sosok misterius yang menghendaki semua ancaman teror yang terjadi di matrial dan di rumah perlahan akan segera diketahui, setelah Budi dapat memastikan sedikit pertanda dan kemana orang itu akan pergi, mungkinkah suruhan Akbar? Lalu untuk apa tujuannya?
@IDN_Horor @bacahorror_id Namun ritual yang dilakukan Akbar masih menjadi pertanyaan besar untuk Gama dan Budi, apa tujuan dari tagih janji Ni Itoh di rumah Arya ini? akankah kehamilan Kak Yuni selamat?

Baca Part (4) sudah tersedia.

[klik link dibawah]

karyakarsa.com/qwertyping/kam…
@IDN_Horor @bacahorror_id Part (5) juga sudah bisa teman-teman baca.

Typing to give you a horror story, thanks for supporting me.

[klik link dibawah]

karyakarsa.com/qwertyping/kam…

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Teguh Faluvie

Teguh Faluvie Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @qwertyping

Feb 9
KAMPUNG JABANG MAYIT 2

Sudah tidak terhitung lagi, berapa banyak nyawa bayi dalam kandungan mati untuk persembahan ritual.

[Part 2]

@IDN_Horor @bacahorror_id
#bacahorror Image
@IDN_Horor @bacahorror_id Halo teman-teman pembaca tidak terasa kita berjumpa lagi di hari kamis, yang artinya kita akan kembali memasuki Kampung Jabang Mayit 2, menjadi saksi dari apa yang pernah terjadi! Yang belum baca Part (1) bisa klik link dibawah, agar bisa mengikuti alur ceritanya.
@IDN_Horor @bacahorror_id Bantu untuk tinggalkan Retweet dan like yah agar teman-teman yang lain ikut baca juga cerita ini.

Part (1) – Ancaman Dari Masa Lalu
Read 189 tweets
Feb 1
KAMPUNG JABANG MAYIT 2

Sudah tidak terhitung lagi, berapa banyak nyawa bayi dalam kandungan mati untuk persembahan ritual.

@IDN_Horor @bacahorror_id @diosetta @mwv_mystic
@IDN_Horor @bacahorror_id @diosetta @mwv_mystic ertas berwarna coklat kusam dengan pena hitam tertulis rekam jejak langkah, beserta deretan kejadian mengerikan yang sudah Arya Pradipta lalui, goresan itu lengkap dengan nama-nama yang sudah hilang nyawanya dengan cara tragis di Desa Rangkaspuna.
@IDN_Horor @bacahorror_id @diosetta @mwv_mystic *Kertas

Tulisan tangan yang seolah menghidupkan kembali sebuah cahaya obor masa lalu keluarganya, yang sudah ia ketahui dua tahun kebelakang di tempat kelahiran sang Bapak.
Read 219 tweets
Jan 26
Kejadian Fajar di waktu maghrib ini memang kerap sekali terdengar di telinga masyarakat, apalagi waktu pergantian dari sore menuju malam, termasuk waktu yang rentan untuk “Mereka” memanfaatkan waktu yang teramat singkat, namun cukup berbahaya.

[A Thread]
Salah satunya Riwayat Imam Muslim “jangan lepas hewan ternak kalian dan anak-anak kalian apabila matahari terbenam hingga berlalunya awal waktu Isya. Karena setan bertebaran jika matahari terbenam hingga berlalunya awal waktu Isya." – Riwayat Imam Muslim, No. 2113,
di dalam cerita dia (Fajar) bertemu Mbok Warni kala waktu adzan magrib, bahkan salah satu tempat yang sering mereka gunakan bermain adalah pohon bambu.
Fajar yang dalam keluarganya memiliki masalah, akibat perlakuan orang tuanya tentu mendapatkan keuntungan “Lebih”
Read 10 tweets
Jan 26
BANGKAR SUKMA

"...jasad itu mengbangkar, sukma menuntut balas, kepada siapapun yang hidup diatas tanah dari saksi kebiadaban..."

[Part 8 - Tamat]

@IDN_Horor @bacahorror_id

#bacahorror
@IDN_Horor @bacahorror_id Halo selamat malam, tidak terasa sudah tujuh minggu cerita Bangkar Sukma selalu hadir untuk menyajikan asupan horror kamis malam dan kini saatnya kita tiba dipenghujung part. Terima kasih banyak saya ucapkan yang sudah mengikuti cerita ini dari awal.
@IDN_Horor @bacahorror_id *Part akhir ini adalah Part paling panjang +-10rb kata, mudah-mudahan bisa malam ini selesai dan tidak terkena pembatasan dari twitter karena jumlah twett yang terlalu banyak.
Read 256 tweets
Jan 19
BANGKAR SUKMA

"...jasad itu mengbangkar, sukma menuntut balas, kepada siapapun yang hidup diatas tanah dari saksi kebiadaban..."

[Part 7]

@IDN_Horor @bacahorror_id

#bacahorror
@IDN_Horor @bacahorror_id Hallo selamat malam, sudah kembali di hari kamis malam, artinya kita akan memasuki lanjutan cerita Bangkar Sukma, sudah ada part (1) sampai (6) yang bisa teman-teman baca agar mengikuti alur cerita, akan saya sertakan linknya dibawah, bantu tinggalkan retweet dan like.
@IDN_Horor @bacahorror_id Cerita ini berakhir di Part 8, semua kumpulan eBook sudah bisa teman-teman download dan baca sambil memberikan support, bisa klik langsung yah, terdapat cerita lengkap dalam seri cerita Meong Hideung Universe (Gama & Budi)

karyakarsa.com/qwertyping
Read 238 tweets
Jan 12
BANGKAR SUKMA

"...jasad itu mengbangkar, sukma menuntut balas, kepada siapapun yang hidup diatas tanah dari saksi kebiadaban..."

[Part 6]

@IDN_Horor @bacahorror_id

#bacahorror
@IDN_Horor @bacahorror_id Hallo selamat malam, kembali dihari kamis malam yang artinya kita akan memasuki lanjutan cerita Bangkar Sukma, sudah ada Part (1) sampai (5) yang bisa teman-teman baca agar mengikuti alur cerita, akan saya sertakan linknya dibawah, bantu tinggalkan retweet dan like yah.
@IDN_Horor @bacahorror_id Sebelum dimulai, saya mau mengucapkan banyak terimakasih, kepada teman-teman yang sudah ikut Pre-order buku “NINGSIH”, tunggu Ningsih datang! Dan untuk yang ingin memberikan support/ download eBook klik link, support teman-teman sangat berharga sekali.

karyakarsa.com/qwertyping
Read 217 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(