Dalam buku "Seni Perang", Sun Tzu (Baca: Sunche) memandang mundur saat menghadapi lawan yang lebih kuat bukan kepengecutan, melainkan sebagai wujud kebijaksanaan strategis tertinggi.
Baginya, tujuan utama perang adalah kemenangan dengan kerugian minimal, bukan pertempuran demi pertempuran. Ia menekankan pentingnya mengenali kapan harus bertarung dan kapan harus menghindar.
Jauh sebelum Fadli Zon, Wiranto yang sebelumnya menjabat sebagai Panglima ABRI, pernah mengutarakan nada serupa bahwa peristiwa kerusuhan Mei 1998 tidak pernah terjadi [SEBUAH UTAS].