Catatan Sudut Mata | Thread Horor Profile picture
Mereka tak suka dibicarakan, tapi aku menuliskannya untukmu. Tag thread horrormu ke @SudutTakKasat untuk di retweet #suduttakkasat cp : suduttakkasat@gmail.com
May 17 15 tweets 10 min read
Pernah lewat Alas Gumitir malem-malem dan ngerasa patung penari Gandrung di tikungannya ngelirik ke arah lu? Jangan ditatap balik. Kalo dia senyum, raga lu bakal ditarik paksa buat nemenin dia nari di dasar jurang.

Dinda hilang di tikungan kelima Alas Gumitir. Raganya ditemukan tiga hari kemudian di sebuah desa mati yang bahkan nggak tercatat di peta kuno manapun. Dan Dinda ingat semuanya.

@bacahorror @IDN_Horor @ceritaht #bacahorror #bacahoror #suduttakkasat #ceritahoror #threadhoror #ceritaserem #asupanhorror #mistis #misteri #hororImage
Image
Kita cabut dari Surabaya dini hari, niatnya langsung bablas ke Alas Purwo. Tapi buat masuk ke ujung timur Banyuwangi, ada satu jalur yang nggak bisa dihindari. Pegunungan Gumitir. Kelok-kelok berjurang dalam, kabut yang nggak pernah benar-benar pergi, dan patung-patung penari Gandrung yang berdiri di setiap tikungan tajam kayak penjaga yang nggak pernah diminta siapapun. Semua supir lintas malam yang pernah lewat sini punya satu aturan yang sama: jangan tatap matanya. Kita tau aturan itu. Kita cuma nggak tau seberapa serius aturan itu harus diambil.

Jam 1 pagi, mobil kita mulai nanjak masuk Gumitir. Kabut turun tebal nutupin aspal dari jarak tiga meter ke depan. Kiri tebing batu. Kanan jurang yang nggak keliatan dasarnya. Raka nyetir pelan dengan mata merah yang udah dari Surabaya, dua tangan di setir, nggak ngomong. Gua duduk di sebelahnya, senter di tangan, nyorotin ke bahu jalan supaya Raka punya referensi pinggiran.
Dimas, Najmi, sama Dinda di belakang. Setengah tidur, setengah diem.
May 16 14 tweets 8 min read
Pernah denger pesugihan Kandang Bubrah? Syaratnya cuma satu: rumah lu nggak boleh berhenti direnovasi. Kalo tukang mandek kerja, nyawa keluarga lu yang jadi semennya.

Atau pesugihan Tuyul yang nguras darah istri lu tiap malem buat ngasih makan peliharaannya?”
Di gerbang Alas Ketongo, harusnya kita pulang.

Tapi malam itu kita nyasar ke tengah ritual mereka. Dan kita baru sadar tumbal yang mereka cari malam itu adalah kita.

@bacahorror @IDN_Horor @ceritaht #bacahorror #bacahoror #suduttakkasat #ceritahoror #threadhoror #ceritaserem #asupanhorror #mistis #misteri #hororImage
Image
Ada titik di mana lu udah nggak bisa bilang keputusan lu masuk akal. Kita udah nyampe titik itu sejak Alas Roban. Kita lewatin titik itu lagi di Gunung Lawu. Dan sekarang, jam setengah 3 subuh, kita lagi ngeliatin plang kayu butut bertuliskan “Srigati” di pinggir jalan gelap dan nggak ada satu orang pun di mobil yang bilang balik. Alas Ketongo. Ngawi. Hutan yang bahkan orang Jawa Timur sendiri nggak mau sebut namanya malem-malem

Nyampe di pelataran, hal pertama yang gua rasain bukan dingin. Bukan gelap. Bukan sunyi. Tapi berat. Udara di sini punya bobot yang aneh kayak lagi napas di bawah air, tapi kering. Setiap kali gua tarik napas, ada sesuatu yang nahan di tengah dada, nggak mau turun penuh ke paru-paru. Bau dupa nyebar dari arah hutan. Tapi bukan bau dupa yang biasa lu cium di klenteng atau upacara ini dicampur sesuatu yang tajem dan logam. Bau karat. Bau besi yang lama kena cairan.
Gua kenal bau itu. Gua nggak mau ngakuin gua kenal bau itu.