Diosetta Profile picture
Penulis Cerita Horror, Urban Legend, Misteri, Kisah leluhur. ( update tiap #malamjumat ) Business inquiry : 0882 0056...
Jul 16 22 tweets 19 min read
MANTARAYUDA
Part 6 - Ritual di Rumah Susun

Tak harusnya bangunan terbengkalai itu ditinggali, sesuatu yang sudah mati seharusnya tidak digunakan untuk mereka yang hidup...

#bacahorror
@IDN_Horor @ceritaht @bacahorror Image Part Sebelumnya :

Part 1 :
x.com/diosetta/statu…
Part 2 :
x.com/diosetta/statu…
Part 3 :
x.com/diosetta/statu…
Part 4 :
x.com/diosetta/statu…
Part 5 :
x.com/diosetta/statu…
Jul 9 13 tweets 20 min read
MANTARAYUDA
Part 5 - Kidung Aksara

Sementara Nyi Sendang Rangu membaca Danan dan Cahyo ke sebuat tempat misterius, di sebuah rumah susun pinggir kota sebuah ritual sudah menumpahkan banyak darah

#bacahorror @bacahorror @ceritaht @IDN_Horor Image Part Sebelumnya :

Part 1 :
x.com/diosetta/statu…
Part 2 :
x.com/diosetta/statu…
Part 3 :
x.com/diosetta/statu…
Part 4 :
x.com/diosetta/statu…
Jul 2 13 tweets 19 min read
MANTARAYUDA
Part 4 - Kampung Harimau

Kemunculan harimau yang menghadang Guntur menuntunnya menuju sebuah kampung mati, tempat dimana sebuah tragedi pernah membinasakan banyak nyawa...

#bacahorror
@bacahorror @ceritaht @IDN_Horor Image Part Sebelumnya :

Part 1 :
x.com/diosetta/statu…
Part 2 :
x.com/diosetta/statu…
Part 3 :
x.com/diosetta/statu…
Jun 25 11 tweets 18 min read
MANTARAYUDA
Part 3 - Mantra yang Hilang

Keberadaan Bli Waja di desa Tegar memberi petunjuk mengenai keberadaan kerabat Tegar yang masih hidup, sayangnya itu berhubungan dengan sebuah mantra yang harusnya tak pernah terkuak.

#bacahorror
@bacahorror @IDN_Horor @ceritaht Image Part sebelumnya :

Part 1 :
x.com/diosetta/statu…
Part 2 :
x.com/diosetta/statu…

Jangan lupa bantu komen dan share ya temen-temen.
Jun 18 19 tweets 19 min read
MANTARAYUDA
Part 2 - Hidup dan Mati

“Ternyata sejak perjanjian Mbah Katih, tak ada satupun dari leluhur kami yang benar-benar mati.

Jasadnya memang terkubur di dalam tanah, namun jiwanya masih mendiami tanah itu…”

@bacahorror @IDN_Horor @ceritaht #bacahorror Image Part sebelumnya :

Part 1 :
Jun 11 16 tweets 21 min read
MANTARAYUDA
Part 1 - Keris Pembunuh Dewa

Manusia meminta, manusia berpaling. Bukan derita yg membuat manusia berkhianat, Tapi hawa nafsu yg tak pernah puas akan berkah yang ada..

Barisan aksara yg hilang dari semesta, mulai memicu bencana.

#bacahorror @bacahorror @IDN_Horor Image PROLOG

KERIS PEMBUNUH DEWA

Siang itu segerombolan warga berdatangan ke rumah seorang pria tua yang dituakan di desa. Langkah mereka gontai, tubuh mereka kurus, tulang-tulang menonjol di balik kulit yang menggelap.

"Mbah Sengguh… satu lagi."

Seorang pria membawa jasad anak lelaki berumur belasan tahun. Kurus kering. Tak bernyawa. Ia meletakkannya di hadapan Mbah Sengguh tanpa berkata apa-apa lagi, karena pemandangan seperti ini sudah terlalu sering terjadi.

"Kita semua hanya menunggu mati, Mbah." Suaranya pecah. "Tak ada lagi yang bisa dimakan. Kami sudah lupa kapan terakhir hujan turun…"

Pria itu menangis, tapi hanya sedikit air mata yang menggenang. Tubuhnya tak punya cukup air bahkan untuk berduka.

Mbah Sengguh hanya memandang jasad itu dalam diam. Tubuhnya sendiri tak berbeda… kurus, rapuh, seperti ranting yang menunggu patah.


Saat sebuah kerajaan berdiri dengan megah, tumbuh pesat, dan pengetahuan semakin maju — kehidupan masyarakat di dalamnya akan ikut berkembang. Namun tidak semua desa berada di bawah sayap kekuasaan raja.

Ada masa di mana masih banyak desa yang belum ditemukan oleh penguasa mana pun. Desa-desa yang jauh dari jangkauan manusia lain, tersembunyi di balik bukit dan hutan yang tak bernama. Ada yang tumbuh dengan sumber daya sendiri. Namun ada pula yang bernasib seperti desa Mbah Sengguh, terlalu kecil untuk ditemukan, terlalu jauh untuk diselamatkan.

Selama ini Mbah Sengguh terus membujuk warga agar bertahan. Tak mungkin, pikirnya, dalam satu tahun penuh tak ada hujan yang datang.

Tapi saat wabah mulai menjangkit , saat anak-anak mulai mati lebih cepat dari yang bisa mereka kuburkan , Mbah Sengguh tahu ia tak punya pilihan lain.

"Sepuluh hari," ucapnya.

Warga menatapnya tak mengerti.
"Aku akan kembali dalam sepuluh hari."
Ia pergi. Mendaki bukit sendirian dengan tubuh yang nyaris tak mampu menopang langkahnya sendiri. Di puncak, ia duduk dan meminta petunjuk pada langit. Pada angin. Pada apa pun yang masih mau mendengar.

Hari pertama, tak ada jawaban. Hari ketiga, hanya kesunyian. Hari kelima, bahkan harapannya mulai menipis.

Tapi pada hari ketujuh, sebuah mimpi datang.

Dalam mimpi itu, ia melihat dasar jurang yang gelap, tempat yang tak pernah dijamah cahaya. Di sana, terbaring sesuatu yang begitu besar hingga ia kira itu bagian dari bumi itu sendiri. Sebuah sosok. Tertidur. Sudah ratusan tahun lamanya.

Sosok Danyang.

Hari kesepuluh, Mbah Sengguh kembali ke desa. Wajahnya berbeda seperti orang yang sudah memutuskan sesuatu yang tak bisa ditarik kembali.

Ia memilih empat warga. Mereka membawa sisa hasil bumi terakhir yang mereka punya, segenggam beras, beberapa buah layu, dan sesaji seadanya.

Persembahan dari orang-orang yang sudah tak punya apa-apa.

Mereka menelusuri bukit hingga menjelang malam, dan tiba di bibir jurang yang dimaksud. Di bawah sana, kegelapan begitu pekat seolah cahaya obor pun enggan memasukinya.

"Ini usaha terakhir kita," ucap Mbah Sengguh. "Sucikan diri. Jaga niat."

Salah seorang warga menelan ludah dengan susah payah. "A—apa danyang itu benar ada di bawah, Mbah?"

Mbah Sengguh menghela napas panjang.

"Aku yakin dia ada. Tapi…" ia menggeleng pelan, "…apa dia mau membantu kita — itu yang aku tak tahu."

Keraguan menyelimuti mereka semua. Namun yang membuat kaki mereka tetap melangkah turun adalah kenyataan bahwa mereka tak punya tempat lain untuk berharap.
May 28 16 tweets 24 min read
KUTUKAN ALAS MAYIT
Part Akhir - Panen Sukma

Hutan itu sendiri yang meminta nyawa untuk menjadi makanannya...

#bacahorror @bacahorror @IDN_Horor @ceritaht Image Part 1 - Ritual Alas Mayit
x.com/diosetta/statu…
Part 2 - Danyang
x.com/diosetta/statu…
May 21 13 tweets 20 min read
KUTUKAN ALAS MAYIT
Part 2 - Danyang

Ketika Danan & Cahyo mencoba kembali ke Alas Mayit, Sosok Naya & Sekar menghadang.

Namun mereka sadar, itu bukanlah mereka.. melainkan sebuah ancaman, bahwa Naya &Sekar juga akan menanggungnya..

@bacahorror @IDN_Horor @ceritaht #bacahorror Image Part Sebelumnya :
May 14 10 tweets 22 min read
KUTUKAN ALAS MAYIT
Part 1 - Ritual Alas Mayit

Danan dan Cahyo sekali lagi kembali ke Desa Windualit. Mereka menemukan kejadian aneh dimana jasad yang dikuburkan di makam tua di alas mayit, kembali bangkit...

#bacahorror
@bacahorror @ceritaht @IDN_Horor Image PROLOG

Pagi di desa Windualit kala itu menjadi awal dari sebuah kejadian misterius. Kabut masih menggantung rendah di atas sungai dan arusnya mengalir pelan membawa sisa-sisa dedaunan dari hutan.

Beberapa warga yang hendak beraktivitas di sungai melihat sesuatu tersangkut di antara bebatuan di tepi aliran.

Bau yang menusuk datang lebih dulu, menyusup ke hidung dengan getir yang sulit ditahan. Dan ketika salah satu dari mereka memberanikan diri menyibakkan air yang menggenang di sekitarnya, mereka sadar..

Itu jasad manusia…

Wajahnya pucat dan asing, tanpa satu pun tanda yang bisa dikenali. Tak ada yang mengaku pernah melihatnya. Jasad itu bukan warga Windualit.

Perdebatan sempat terjadi, namun tidak berlangsung lama. Pada akhirnya, mereka memilih jalan yang paling mudah sekaligus paling aman. Mereka menguburkannya sebaik yang mereka bisa walau tanpa nama jasad itu di dalam doa-doa mereka.

Bukan di pemakaman warga, tapi jasad itu dibawa ke Alas Mayit.

Pemakaman berlangsung cepat, nyaris tanpa kata-kata. Tanah ditimbun seadanya, doa dilafalkan sekadarnya, dan sebelum matahari benar-benar meninggi, semua orang telah pergi dari tempat itu, seolah ada kesepakatan untuk tidak membicarakannya lagi.

Namun sebelum matahari pagi muncul, warga desa yang keluar saat subuh dikejutkan dengan hal yang tak masuk akal.

Mayat itu muncul di mulut hutan..

Beberapa warga yang melintas di pinggir Alas Mayit melihat sosok yang berdiri di antara pepohonan. Pada awalnya mereka mengira itu orang yang tersesat atau mungkin salah satu warga yang terlalu pagi keluar rumah. Namun ada sesuatu pada cara sosok itu berdiri yang membuat langkah mereka terhenti.

Terlalu diam.. Terlalu kaku.

Saat sosok itu mulai berjalan, barulah mereka menyadari apa yang sebenarnya mereka lihat.
Kain putih masih membungkus tubuhnya, belum terlepas dari ikatan yang dibuat sehari sebelumnya.

Langkahnya pelan, tidak tergesa, namun pasti.
Wajahnya tertunduk, tertutup bayangan kain kafan yang belum sepenuhnya terbuka, dan tak sekali pun ia menoleh pada orang-orang yang terpaku menatapnya dengan napas tertahan.

Tak ada yang berani memanggil. Tak ada yang berani mendekat.

Mereka hanya bisa menyaksikan sosok itu berjalan keluar dari Alas Mayit, melewati batas desa, lalu menghilang begitu saja di jalanan yang perlahan kembali dipenuhi cahaya pagi.

Sejak saat itu, Desa Windualit berubah.

Hari-hari tetap berjalan seperti biasa. Sawah tetap digarap. Suara anak-anak masih terdengar menjelang sore. Namun ketika malam turun dan angin mulai berembus dari arah hutan, sesuatu yang lain mulai ikut bergerak bersama kegelapan.

Pada malam-malam tertentu, warga melihat sekelompok orang melintasi desa. Mereka berjalan perlahan, tanpa suara. Hanya meliontas…

Pakaian yang mereka kenakan bukan seperti pakaian sehari-hari. Kain-kain tua yang lusuh dan pudar, dengan potongan yang mengingatkan pada masa yang telah lama lewat, menggantung longgar di tubuh mereka namun terlihat begitu kuno.

Di pundak mereka, sebuah keranda selalu dibawa. Dan di dalam keranda itu, selalu ada jenazah yang tak pernah diketahui siapa pemiliknya.

Tak ada tangisan yang mengiringi. Tak ada doa yang dilantunkan. Hanya langkah-langkah pelan yang terus bergerak menuju satu arah yang sama, melewati jalan desa, lalu menghilang ke dalam kegelapan Alas Mayit seperti ditelan oleh sesuatu yang menunggu di dalamnya.

Setelah itu, desa kembali sunyi.
Seolah sekelompok orang-orang itu memang tak pernah ada. Namun warga desa sadar, mereka ada di Alas Mayit.

Mereka sadar bahwa apa pun yang dibawa masuk ke dalam Alas Mayit, tidak selalu benar-benar terkubur di sana.

Alas mayit, masih menyembunyikan kutukan...

***
May 7 25 tweets 36 min read
SINGGASANA ROJOMAYIT
Part Akhir - Patiwongso [Tamat]

“Yang mati, ingin hidup untuk bertobat.. Yang hidup, lupa akan tujuannya…”

#bacahorror
@ceritaht @bacahorror @IDN_Horor Image Singgasana Rojomayit:
Part 1 - Sang Penagih Janji
x.com/diosetta/statu…
Part 2 - Abdi Dedemit
x.com/diosetta/statu…
Part 3 - Pemakan Roh
x.com/diosetta/statu…
Part 4 - Garis Darah Terkutuk
x.com/diosetta/statu…
Part 5 - Dosa Sambara
x.com/diosetta/statu…
Part 6 - Garis Darah Terkutuk
x.com/diosetta/statu…
Part 7 - Tanah Para Pendosa
x.com/diosetta/statu…
Part 8 - Tahta Terkutuk
x.com/diosetta/statu…
Part 9 - perang Keramat
x.com/diosetta/statu…
Apr 30 22 tweets 39 min read
SINGGASANA ROJOMAYIT
Part 9 - Perang Keramat

Setelah menghadapi sosok yang memangsa jiwa warga desa, Danan dan Cahyo melanjutkan langkah mereka.

Sebuah rumah tua yang kembali dihuni setelah kosong selama puluhan tahun, menyambut mereka.

@bacahorror #bacahorror @IDN_Horor Image Singgasana Rojomayit:
Part 1 - Sang Penagih Janji
x.com/diosetta/statu…
Part 2 - Abdi Dedemit
x.com/diosetta/statu…
Part 3 - Pemakan Roh
x.com/diosetta/statu…
Part 4 - Garis Darah Terkutuk
x.com/diosetta/statu…
Part 5 - Dosa Sambara
x.com/diosetta/statu…
Part 6 - Garis Darah Terkutuk
x.com/diosetta/statu…
Part 7 - Tanah Para Pendosa
x.com/diosetta/statu…
Part 8 - Tahta Terkutuk
x.com/diosetta/statu…
Apr 24 15 tweets 22 min read
SINGGASANA ROJOMAYIT
Part 8 - Tahta Terkutuk

"Bukan hanya kekuatan dan pusaka yang diwariskan… tapi kutukan pun yang memilih siapa yang layak menanggungnya..."

#bacahorror @bacahorror @IDN_Horor @ceritaht Image Part Sebelumnya :

Singgasana Rojomayit:
Part 1 - Sang Penagih Janji
x.com/diosetta/statu…
Part 2 - Abdi Dedemit
x.com/diosetta/statu…
Part 3 - Pemakan Roh
x.com/diosetta/statu…
Part 4 - Garis Darah Terkutuk
x.com/diosetta/statu…
Part 5 - Dosa Sambara
x.com/diosetta/statu…
Part 6 - Garis Darah Terkutuk
x.com/diosetta/statu…
Part 7 - Tanah Para Pendosa
x.com/diosetta/statu…
Apr 16 15 tweets 21 min read
SINGGASANA ROJOMAYIT
Part 7 - Tanah Para Pendosa

Di kejauhan, jauh di belakang kerumunan warga, Naya melihat bayangan hitam yang sangat besar.
Diam... Menjulang. Nyaris menyatu dengan gelapnya malam....

#bacahorror @bacahorror @ceritaht Image Singgasana Rojomayit:
Part 1 - Sang Penagih Janji
x.com/diosetta/statu…
Part 2 - Abdi Dedemit
x.com/diosetta/statu…
Part 3 - Pemakan Roh
x.com/diosetta/statu…
Part 4 - Garis Darah Terkutuk
x.com/diosetta/statu…
Part 5 - Dosa Sambara
x.com/diosetta/statu…
Part 6 - Garis Darah Terkutuk
x.com/diosetta/statu…
Apr 9 12 tweets 20 min read
SINGGASANA ROJOMAYIT
Part 6 - Garis Darah Terkutuk

Satu persatu kekuatan Patiwongso mulai menemukan tuannya, banjir getih tak bisa dihindarkan...

#bacahorror @ceritaht @IDN_Horor @bacahorror Image Part Sebelumnya

Singgasana Rojomayit:

Part 1 - Sang Penagih Janji
x.com/diosetta/statu…
Part 2 - Abdi Dedemit
x.com/diosetta/statu…
Part 3 - Pemakan Roh
x.com/diosetta/statu…
Part 4 - Garis Darah Terkutuk
x.com/diosetta/statu…
Part 5 - Dosa Sambara
x.com/diosetta/statu…
Apr 2 14 tweets 19 min read
Singgasana Rojomayit
Part 5 - Dosa Sambara

"Darah yang diturunkan tak menentukan jiwa yang ditumbuhkan. Hasrat dan dendam menodai kesucian darah yang disucikan.."

#bacahorror @bacahorror @IDN_Horor @ceritahtImage Part Sebelumnya :

Singgasana Rojomayit:
Part 1 - Sang Penagih Janji x.com/diosetta/statu…
Part 2 - Abdi Dedemit
x.com/diosetta/statu…
Part 3 - Pemakan Roh x.com/diosetta/statu…
Part 4 - Garis Darah Terkutuk
x.com/diosetta/statu…
Mar 26 15 tweets 20 min read
SINGGASANA ROJOMAYIT
Part 4 - Tahta Kosong

Kekuatan terkutuk yang terkubur selama ratusan tahun itu merasuk ke dalam keris Dasasukma, dan Abah menyadari perubahan pada diri Dirga..

#bacahorror @bacahorror @IDN_Horor @ceritaht Image Part sebelumnya :

Part 1 - x.com/diosetta/statu…
Part 2 - x.com/diosetta/statu…
Part 3 -
x.com/diosetta/statu…
Mar 19 15 tweets 22 min read
SINGGASANA ROJOMAYIT
Part 3 - Pemakan Roh

Satu-persatu kekuatan terkutuk itu memilih tuannya. Mereka yang duduk di tahta-tahta dunia, masih menuntut tahta dari alam gaib...

#bacahorror @IDN_Horor @ceritaht @bacahorror Image Part 1 - x.com/diosetta/statu…
Part 2 - x.com/diosetta/statu…
Mar 12 13 tweets 18 min read
SINGGASANA ROJOMAYIT
Part 2 - Abdi Dedemit

Tegar kembali lagi ke Pulau Dewata demi janjinya pada Bli Waja. Namun memulihkan Bli Waja tak semudah itu. Para pemakan ROH, mengincar wujud sukma Bli Waja..

#bacahorror @bacahorror @IDN_Horor @ceritaht Image Part sebelumnya :

Mar 4 14 tweets 21 min read
SINGGASANA ROJOMAYIT
Part 1 - Sang Penagih Janji

Tahta itu tidak diwariskan, ia dipanggil oleh keberanian yang berlumur kutukan. Dan setiap panggilan selalu dibuka oleh darah satu trah yang tumpah di tanah leluhur.

#bacahorror @IDN_Horor @ceritaht Image TRAGEDI MASA LALU

Malam tak selalu dingin. Terutama ketika tragedi biadab menimpa sebuah desa yang bahkan tak diberi izin untuk meninggalkan jejak keberadaannya.

Api melahap rumah-rumah kayu. Di dalamnya, para pemilik terkunci, meronta menahan panas yang membakar kulit dan asap pekat yang menikam paru-paru. Jeritan bercampur doa, lalu tenggelam dalam gemeretak kayu yang runtuh.

“Kita harus keluar! Kita harus hidup!” Seorang bapak meraih kapak yang tergantung di dinding, tangannya gemetar namun tekadnya bulat.

“Percuma, Pak!” sang istri menjerit. “Gerombolan bromocorah itu berjaga di luar! Prajurit kerajaan yang kita panggil… semuanya sudah mati di tangan mereka!”

“Itu bukan alasan untuk menyerah dan mati terpanggang di sini!”

Brakk!

Dinding rumah jebol setelah beberapa ayunan kapak menghujam. Lubang sempit tercipta—cukup untuk satu tubuh merangkak keluar. Pemuda itu tak menoleh. Ia memanfaatkan celah itu, melompat ke dalam gelap, menjauh dari api yang hampir melahapnya.

Orang-orang yang tertinggal menelan ludah. Kerabat-kerabat saling berpandangan, dilanda ragu. Keluar berarti menghadapi bromocorah. Bertahan berarti mati oleh api.

Hingga adik pria itu memberanikan diri.
“Aku juga per—”
Pluk.

Sesuatu dilempar dari luar, jatuh menggelinding di lantai yang mulai terbakar.

“I—itu… itu kepala bapak!” sang istri menjerit histeris.
Dari balik lubang, berdiri tubuh tanpa kepala. Sebuah tombak menancap, menyangga jasad itu seperti pajangan. Darah menetes perlahan, bercampur dengan bara api.

Tawa para bromocorah menggema, begitu dekat, menyahut tangisan orang-orang di dalam rumah.
Malam itu, takdir desa telah ditetapkan. Ia akan diratakan. Rumah-rumah menjadi abu. Dan semua itu adalah kehendak satu sosok.

Patiwongso.

Nama itu saja cukup membuat siapa pun kehilangan ketenangan. Di mana ia muncul, darah selalu mengikutinya.

Patiwongso mewarisi ilmu kuno dari leluhurnya, ilmu yang membuat tubuhnya sukar dilukai, kekuatannya melampaui nalar manusia. Namun ilmu itu menuntut harga yang keji.

Markasnya dipenuhi perempuan-perempuan yang telah dihamili oleh anak buahnya. Mereka dikurung di kamar-kamar sempit seperti kandang, diberi makan sekadar agar tetap hidup.

“Keluar!” Seorang anak buah menyeret perempuan yang hamil muda ke hadapan sang pemimpin.

“A—ampun… tolong… hentikan…” perempuan itu menangis tersedu. Ia tahu apa yang akan terjadi. Ia telah melihat nasib perempuan-perempuan sebelumnya.
Jan 22 17 tweets 23 min read
ABDI DEDEMIT
Part 1 - Kudang Lebur

Sebuah kejadian di masa lalu yang berhubungan dengan leluhur Tegar memancing sebuah tragedi.

Sosok-sosok besar diincar, dan seorang kuli panggul terpaksa harus terlibat...

#bacahorror @ceritaht @bacahorror @IDN_Horor Image “Dalam setiap ritual besar, yang pertama dikorbankan bukan tubuh,melainkan kehendak.

Saat itu terjadi, maka satu sosok makhluk yang dilaknat telah diciptakan…”
Jan 8 20 tweets 27 min read
PURI JAGATSUKMA
Part Akhir bag. 2 - Tamat

Danan dan yang lain melangkah masuk tanpa ragu. Di Kejauhan mereka melihat sebuah batang pohon yang begitu besar yang sebagian dedaunanya menembus langit Puri yang terang itu.

Sebuah pohon yang merupakan sumber kekuatan dari Puri Jagatsukma.

#bacahorror @bacahorror @bagihorror @IDN_Horor @ceritahtImage Part 1 : x.com/diosetta/statu…
Part 2 : x.com/diosetta/statu…
Part 3 : x.com/diosetta/statu…
Part 4 : x.com/diosetta/statu…
Part 5 : x.com/diosetta/statu…
Part 6 : x.com/diosetta/statu…
Part 7 : x.com/diosetta/statu…
Part 8 : x.com/diosetta/statu…
Part 9 : x.com/diosetta/statu…
Part 10 : x.com/diosetta/statu…
Part 11 : x.com/diosetta/statu…
Part 12 : x.com/diosetta/statu…
Part akhir bag 1 :
x.com/diosetta/statu…