Nasi Darurat Jogja Profile picture
Bantuan Makan buat yg urgently butuh makanan di Jogja. PERLU BANTUAN?? silakan WA 083145569609 WA Only buat temen² yg perlu dikirim makanan 🥹🙏🏻
Feb 26 9 tweets 3 min read
Ngomongin beasiswa, jadi inget salah satu teman yg kemarin kita bantu bulan Januari lalu. Personally mimin masih nyeseg sekali kalau inget dia kemarin 😭

Dia datang ke Jogja buat kuliah. Tp karena keterbatasan dana, ortu juga ngga bisa support akhirnya putus di jalan & terlantar di Jogja -Image Bertahan dengan makan sedapetnya, sambil kerja, setiap hari jalan kaki.

Oke di hari pertama dia menghubungi, mimin kirimin nasi + lauk dulu buat sarapan, Image
Image
Jan 4 8 tweets 5 min read
Sebagai orang yg pernah kena hipnosis jalanan, & pada akhirnya malah jd ikut pelatihan hipnosis -

ini analisis (uraian) saya mengenai kejadian yg dialami ts, biar temen² ngga kena trik² hipnosis halus (hipnosis tanpa disadari) :

*** Sebelumnya, turut bersimpati sama yg dialami ts, ikut berdoa supaya pelaku lekas tertangkap, dan kerugian materiil bisa dapat ganti berlipat² 🙏🏻🙏🏻 ***

1. Menurut yg saya sarikan dari sumber² yg saya pelajari, Ilmu Hipnosis itu murni ketrampilan negosiasi dengan orang lain agar keinginan subjek sejalan dengan keinginan pelaku, dengan jalan memanipulasi (mem-bypass) area kritis si korban agar alam bawah sadarnya mau menerima perintah/sugesti tanpa kritik. Jadi bukan praktek ilmu ghaib.

Hipnosis gak sepenuhnya pakai kata² saja. Bahkan dari penampilan luar saja (cara berpakaian, cara ngomong, bentuk fisik, latar belakang, dll) itu bisa jadi jalan mulus seseorang untuk mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang.

2. Mengutip bukunya pak Adi W Gunawan: Hiypnotherapy the art of subsconcious restructuring, ada 5 cara/syarat agar area kritis seseorang itu terbuka.

A. Pengulangan/repetisi
B. Identifikasi kelompok/keluarga
C. Informasi yg disampaikan oleh Figur Otoritas
D. Emosi yg intens
E. Kondisi yg tenang/relaks

3. Balik ke ts dibawah. menurut analisa saya dari kronologi yg ditulis, modus yg dipakai pelaku untuk mem-bypass alam bawah sadar korban ini perlahan² stepnya dipakai semua. Mulai dari E, B, C, A kemudian yg jadi penguncinya ada di poin D ..

4. Uraian 1 per 1

Poin E : kondisi yg tenang

- korban dlm keadaan santai & rileks. Sedang joging, kemudian dihampiri pelaku. Korban karena lagi dlm kondisi santai & ngga terfokus sama suatu hal, sugesti pertama masuk = dimintain tolong ngefotoin. Sugesti diterima, dilakukan dengan baik.

Masuk poin B : identifikasi kelompok.

Pelaku 1 bilang dari luar kota, ternyata direspon korban kalau korban juga SAMA-SAMA dari luar kota. => Pikiran kritisnya berkurang lagi pengaruhnya, alam bawah sadar semakin terbuka.

Pelaku 1 ini seolah² ga kenal pelaku 2, memperkuat posisi korban dan pelaku 1 ini 1 kelompok.

Poin C. Figur otoritas.

Pelaku 2 bilang kalau dia dari kerajaan Brunei = alam bawah sadar korban dibimbing untuk memposisikan bahwa si pelaku ini "orang penting", dari kerajaan = punya otoritas lebih.

Poin A. Repetisi:

Ts menulis kalau obrolan pelaku 2 ini diulang. Dan sayangnya, alam bawah sadarnya sudah ikut 2 pola diatas tadi, makin kuatlah Trustnya si korban dengan repetisi yg dilakukan Pelaku.

Poin pengunci D =>> Emosi yang Intens.

Singkatnya, Pelaku kemudian "menyenggol" bagian yg paling sensitif bagi sebagian orang: Iman.

Ditanya: "agamanya apa?" Dijawablah agama tertentu.

Pelaku kemudian memberikan sentuhan Kebahagiaan disitu: mau memberikan dana untuk pembangunan rumah ibadah di tempat korban.

Api² sugesti yang dari tadi sudah menyala, mendadak disiram bensin : DHUARRRRR... kebahagiaan seketika muncul.

( Btw saya pernah mengalami ini, dan di dlm kondisi hipnosis, dimana alam bawah sadar sudah terbuka dari awal, begitu dikirim sinyal kebahagiaan... rasanya luar biasa sekali. Saya mendadak tidak bisa berfikir jernih. Faktor kritis yg masih tersisa mendadak hilang..)

saya yakin itu juga yg dirasakan korban, jadinya nurut terus sampai akhir.

Di dalam proses menuju pengurasan dana ini, poin A: Repetisi terus dilakukan untuk menjaga trust si korban => Sesuai sama yg dituis ts, papanya terus²an diajak ngobrol biar pikiran kritisnya ngga mengambil alih.

Disini, menurut saya pelaku masih cari² cara/metode yg tepat untuk menguras dana korban. Di awal, korban dibimbing ke ATM & sama² liat dana. Tapi korban ternyata ga bawa ATM.

Oke berarti pakai cara yg lain: kebetulan tadi pelaku sudah mengetahui sandi saat korban buka M-banking.

Lanjut bawah = Korban yg sudah terbawa Emosi yg intens, berbekal trust yg tinggi sama pelaku, apalagi dibawain atm pelaku dan sandinya, korban dengan santai meninggalkan HP & sandi mbankingnya tadi.

Dan ya, terjadilah hal² yg tidak diingankan 😭

....

Dalam hal ini, saya sama sekali tidak menyalahkan korban yg mungkin bagi sebagian orang dianggap terlalu polos, lugu, dll.

Ini murni kejahatan pelaku yg memanfaatkan perilaku alami alam bawah sadar manusia untuk tujuan2 yg tidak baik....

Dari berbagai kejadian kaya gini, saya belajar bahwa sebenernya ga mudah untuk menjaga faktor kritis ini tetap menjaga alam bawah sadar kita, karena alam bawah sadar ini butuh terus mengakses informasi/sugesti dari luar biar hidup kita terus up to date, ngga ketinggalan informasi dan terus bertransformasi menjadi lebih baik.

O iya, dan yg saya alami dulu, di tahun 2015an, singkatnya saya sempat dijebak untuk transfer seluruh uang yg ada di ATM, tapi untungnya pikiran kritis saya langsung mengambil alih di detik2 terakhir, sampai akhirnya saya tersadar & berlari menjauh dari pelaku. Detailnya saya tulis di cuitan yg lain.

GIMANA SAYA TERSADAR?

dengan berdoa => pas uang sudah saya bawa buat diserahkan ke pelaku, saya bahagia karena setelah saya serahkan, saya diberi harapan akan dikasih 3x lipat. Disitu saya berdoa & mengucap syukur sama Tuhan. Tapi setelah itu kok saya mendadak inget, "lah. Ini kalau aku kasih trus orangnya kabur, aku kena tipu dong?"

Dari situ saya ngga jadi ngarah ke pelaku, tapi saya lari menjauh. Dan orangnya juga ikutan lari 🥲
Jan 9, 2024 4 tweets 3 min read
Salah satu kebodohan saya di masa lalu:

Menyogok Tuhan, Menipu Tuhan.

Dengan apa? Dengan Doa saya sendiri.

"Tuhan, berikan saya rejeki yg banyak, saya janji akan membantu orang banyak kalau dikasih rejeki yg banyak. Saya akan bantu Panti Asuhan. Saya akan bantu Rumah Ibadah. Dll".

Memang, semua perbuatan baik tadi akan lebih mudah terlaksana jika Doa saya Benar² Terkabul.

Tp tanpa sadar, semuanya itu PALSU.

Saya tidak benar² peduli dengan menolong orang lain. Tidak peduli dengan Panti Asuhan. Tidak peduli dengan Rumah Ibadah.

Semua tentang saya Sendiri: Saya Ingin Rejeki Yang Banyak.

2015, saya ketemu teman, saya lupa namanya, tp saya terkesan. Waktu itu saya pulang ibadah diantar sama dia, motornya bukan motor yg bagus, motor jadul yg sangat sederhana.

Jam 9 malam, Lewat jalan belakang Pasar BSD (saya dulu ngekost di Serpong) kami liat bapak² yg kondisinya memprihatinkan, gak jalan tp ngesot. Itu jalanan gelap, gak ada orang sama sekali.

Singkatnya temen saya ini berhenti, tau² keluarin uang 50ribu (cuma ada 1 di dompetnya), dikasih ke bapak ini. Bapaknya nangis² bilang terimakasih.

Saya malu, di dompet saya ada uang sekitar 300ribu, tp saya cuma diem liatin saja.

2016 saya ketemu teman lagi (maybe kamu baca thread ini sekarang) dimana waktu itu saya belanja sama dia, tau² dia beli beberapa coklat, selesai belanja, dibagikan ke anak² pengemis diluar minimarket.

Daru situ saya sadar:

bahwa sebaik²nya menolong orang, bersedekah, beramal, dll itu bukan tentang apa yg kita wacanakan kedepan, tapi apa yg bisa kita lakukan hari ini dan seterusnya, dengan apa yg kita punya/apa yg dititipkan orang lain kepada kita saat itu juga.

Dari situlah niatan kita akan benar² diuji.

Apakah kebaikan kita hanya untuk kita sendiri, sekedar pencitraan kepada Tuhan supaya kehendak pribadi kita tercapai, atau memang kita ingin benar² berpartisipasi menjadi perpanjangan Tangannya.

Saya percaya bahwa Tuhan akan memberkati setiap orang sesuai porsi & kapasitasnya masing².

Kalau memang ingin menjadi perpanjangan tanganNya, Gausa nunggu kaya:

Contoh praktis yg bisa temen² coba:

Sisihkan 500 tiap hari buat disumbangkan ke Masjid/Panti Asuhan. Kalau memang ingin merasakan/melihat langsung dampaknya, tabungan yg beberapa rupiah tadi beliin makanan "enak" (roti, biskuit, susu kotak,dll)

Kemudian ...Image nanti klo jalan ke kampus/ke tempat kerja kasih ke anak² dipinggir jalan barangkali makanan kecil td bisa jadi penghiburan buat mereka hari itu.

Sambil bilang, diucapkan tapi jangan di depan orangnya: "Ya Allah, terimakasih atas rejekimu hari ini. Hamba sisihkan untuk membantu orang lain"

Coba Aja lakukan konsisten beberapa kali. Pasti ada momen Bawang, dan itu Nagih!

Bukan karena kita sombong karena menjadi "orang baik", tapi dari situ kita akan melihat, bahwa dalam kesesakan kita sendiri, kita kuat hingga bisa membantu orang lain.

Dan dalam kesesakan orang lain, kita bisa hadir walau 0,000000000001%, itu lebih baik daripada kita tidak pernah berbuat apa² sama sekali.

Saya percaya, bahwa Tuhan Maha Melihat, & Dia tidak akan tinggal diam dengan segala kebaikan yang teman² niatkan.

Ada Waktu-Nya kebaikan teman² akan membuahkan Pertolongan, bahkan Mujizat, yang kita tidak akan pernah tahu kapan, tapi semua pasti indah pada Waktu-NYA, bukan waktu kita.

Karena sebaik²nya pengharapan adalah pengharapan kepada Tuhan semata
Jan 1, 2024 5 tweets 1 min read
2016 lalu diceritain sama atasanku waktu di Kapal.
Dulu kapalnya dia habis berlabuh jangkar lama di selat Madura, mau sandar. Mesin udah dipanasin, Pilot udah naik. Pas mau manuver, kapalnya sama sekali gak gerak. padahal mesin muter, shaft juga muter. Sejam dicoba maju mundur diem aja. Waktu dicek dari luar, ternyata propeller/baling²nya ilang (dipotong) 😅
Satu kapal cuma ketawa dengan turut bersimpati untuk para korban 🥺🙏🏻
Jul 11, 2023 14 tweets 4 min read
[[[ REVENGE PORN ]]]

Sbenernya ga etis sih aku UP disini, tapi biar lah, aku open disini yak

Ini tidak mewakili tim/kegiatan @nasidaruratJogj tapi ini saya sendiri, Evan, sebagai founder.

Saya diancam, diintimidasi dan dipaksa untuk berpacaran dengan mantan client (cont.)

Sebelumnya Maaf, saya (evan) memang tidak sebaik yg kalian liat disini.

Dosa saya banyak, masa lalu saya juga kelam. Silakan yg mau unfoll, atau tidak respect lagi sama akun/kegiatan ini, yg jelas @nasidaruratJogj tidak terafiliasi sama dosa² dan sisi lain dari saya. (Cont.)
Mar 12, 2023 4 tweets 1 min read
Mengenai Rokok nih. aku gamasalah sama perokok dan menghargai keputusan org utk itu.

Tp kemudian aku berkali² ngasih nasi ke orang, sambil org itu ngerokok dgn santai didepanku.

Kesabaranku habis buat org kek gt sbnernya. Dia sendiri ngaku gapunya duit buat makan, tapi Ngerokok gak di stop. ANEHNYA yg sambil ngerokok itu bnyk mintanya lbh dari 2x.

Dibilang gak ikhlas, ya mmg akhirnya kami jd ga iklhas!

Kami, krn yg ngalamin ga cuma aku doang, tp temen2ku yg lain, yg ikut bantu pun sbnernya sering ngeluhin hal yg sama!
Mar 12, 2023 5 tweets 1 min read
ini masih rencana aja sih. Karena kebetulan kemarin ada org baik yg mau mengadakan hal ini.

Database penerima nasi kan udh banyak nih di kontakku, jadi target² penerima bantuan makan udah ada (demand sudah ada), tinggal ngisi supply nya saja.

Info² ya kalau ada yang ... yang tau kontrakan rumah yg terjangkau di area antara Jakal bawah & Jln Affandi. Paling banyk penerimanya di daerah situ soalnya.

Tp sekali lagi ini masih rencana abu², saya sudah ada sebagian dana buat sewa rumahnya, tinggal nanti kebutuhan dapur & relawan untuk masaknya, bisa