How to get URL link on X (Twitter) App
PCNU Bantul aktif membangun kesejahteraan warga Nahdliyin melalui bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Sejarah NU di Bantul berawal dari amanat KH Abdul Wahab Chasbullah kepada Kiai Nawawi di Dusun Jejeran sekitar 1930-an. 
Dari dokumen pembentukan pengurus Nahdlatul Ulama (NU), bisa diketahui perkembangan sebuah daerah. Berita pemekaran wilayah, perubahan nama, status sebuah daerah, dan lain sebagainya, akan berimplikasi pada perkembangan organisasi NU di wilayah tersebut.
Setibanya di Tebuireng, santri As’ad menyampaikan tasbih yang dikalungkan oleh dirinya dan mempersilakan KH Muhammad Hasyim Asy’ari untuk mengambilnya sendiri. Bukan bermaksud As’ad tidak ingin mengambilkannya untuk Kiai Hasyim Asy’ari, melainkan As’ad tidak ingin menyentuh tasbih sebagai amanah dari KH Cholil Bangkalan kepada KH Hasyim Asy’ari.
Ketua Umum PBNU, KH Yaya Cholil Staquf didampingi Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf, Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Syamsul Maarif, Rektor UNUSIA, Juri Ardiantoro, Ketua Umum Pagar Nusa, Nabil Haroen, dan Bendahara PP Fatayat NU, Wilda Tsururoh menyampaikan konferensi Pers PBNU.
Imam Abul Qasim Junaid Al-Baghdadi adalah tokoh sufi terkemuka yang hidup di abad ketiga Hijriyah. Selain Imam Ghazali, ajaran Imam Junaid yang moderat menjadikannya sebagai kiblat bidang ilmu tasawuf bagi Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah.
Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi dalam Kitab Majmu Syarah al-Muhadzab “Dan tidak boleh memberikan zakat kepada nonmuslim, baik zakat fitrah maupun zakat harta. Ini tidak ada perbedaan di antara ulama Syafi’iyah.”
Tahapan yang pertama, yaitu Allah turunkan dari Lauh Mahfudz ke langit dunia secara menyeluruh.
Membaca judul di atas, mungkin terasa aneh karena Gus Dur merupakan sosok yang lahir dari rahim NU, baik secara biologis maupun ideologis. Namun, demikianlah Cendekiawan Muslim Fachry Ali menulis itu di Majalah Tempo edisi 25 November 1989, “Seorang Asing di Tengah NU”.
"Gus Mus, aku harus segera berangkat ke Tebuireng, aku dipanggil Si Mbah." Begitulah omongan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kepada Gus Mus (KH Ahmad Mustofa Bisri) di kediaman Leteh, Rembang setelah berbincang santai lebih kurang dua jam lamanya.
Pada tahun 1955, Indonesia baru mengadakan Pemilu nasional yang pertama. Pada bulan September, rakyat memilih wakilnya, dan pada bulan Desember mereka kembali memilih wakil-wakil yang lebih banyak lagi, yang bekerja di sebuah institusi yang dikenal dengan nama Konstituante.
Imam al-Ghazali dalam risalahnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali menyebutkan bahwa ada 6 adab majikan kepada pembantu sebagai berikut.