How to get URL link on X (Twitter) App
Selain efisiensi partai politik menjadi tiga partai pada awal 70-an, upaya de-Sukarnoisasi terus dilakukan. Yang yang berkaitan dengan Sukarno terus dilucuti dan bahkan mesti dihilangkan.
Kisah seorang eksil 1965 selalu saja menarik diperbincangkan oleh siapa pun, termasuk generasi kiwari yang sudah berjarak puluhan tahun dengan generasi tersebut.
https://twitter.com/suhairi4hmad/status/1669245986957586434Pakualaman hadir saat Inggris berhasil menduduki wilayah di Jawa yang dikuasai oleh Hindia Belanda, termasuk wilayah Vorstenlanden.
Jika dilihat sepintas, Kereta Semar Lembu saya kira seperti cerita dlm series Korea My Love From the sun. Series tersebut menceritakan seorang alien tampan yang terlempar ke bumi pada era Joseon dan terus hidup sepanjang masa sampai Korea Modern selama 400 tahun.
Sebelum memulainya, aku nostalgia sebentar. Saat membacanya 10 tahun lalu saat semester awal di kampus, buku ini jadi pegangan para aktivis selain Tetralogi Pram. Saat itu, aku hanya membaca Bumi Manusia tanpa melanjutkan jilid selanjutnya dan buku ini jadi penggantinya.
https://twitter.com/windyariestanty/status/1660205445334835200
Kalau kata Julian Baggini kekhawatiran terhadap ebook adalah kekhawatiran berulang.
Anarkisme sering kali disebut sebagai biang kerok kekerasan dan menjadi istilah yang sering kali disalahartikan di Indonesia. Media massa beramai-ramai menggunakan diksi tersebut untuk menjelaskan segala hal terkait kebrutalan, kerusuhan, dan pengrusakan hingga huru-hara.
Setelah Annelis pergi ke Belanda, kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke di Wonokromo belum benar-benar pulih. Kalah di persidangan dan nama mereka tercantum di banyak media massa Hindia Belanda membuat mereka dikenal banyak orang.
https://twitter.com/gegerriy/status/1650731255053586432Selain itu, jurusan-jurusan dengan satu disiplin sering kali masih cukup egois untuk menggunakan disiplin lain yang sekiranya cukup kontekstual. Alhasil, cara pandang demikian membuat jurusan tersebut makin sempit dan sulit sekali berkembang dalam keilmuannya.
Saat Larasati meninggalkan Yogyakarta dengan kereta, pekik revolusi terus bergema di mana-mana, termasuk di dalam kereta yang ditumpanginya.
Sejak membacanya 10 tahun lalu, tak banyak lagi yang kuingat dari novel ini selain garis besarnya saja. Novel ini dibuka dengan ingatan Minke atas sejarah hidupnya dan sejak itulah cerita dimulai. Membaca melalui tokoh pertama, bikin cerita seperti dimulai dari kertas kosong.
Setelah sukses dengan "Semua untuk Hindia", butuh tiga tahun bagi Iksaka Banu untuk melahirkan kumpulan cerpen lagi pada 2017. Sebagaimana yang ditampilkan di sinopsis, kumpulan cerpen ini merupakan wajah lain Iksaka Banu yang lebih dulu hadir mewarnai jagad sastra media massa.
Semua untuk Hindia merupakan kompilasi cerpen pertama Iksaka Banu dalam belantika sastra Indonesia dan langsung disambut baik dengan berhasil meraih Kusala Sastra Khatulistiwa 2014.
Kekerasan sistemik yang bersifat massal terjadi bukan pada waktu tenang tanpa ada berbagai faktor yang melatarbelakanginya. Ia sering kali hadir pada waktu transisi yang membuat semua hal serba chaos.
Perbincangan tentang kemunduran dunia Islam masih menjadi perbincangan hangat di kalangan intelektual Islam sampai hari ini. Di sebagain kalangan, kemunduran tersebut merupakan efek dari kolonialisme Eropa di berbagai negara Islam pasca-Turki Usmani runtuh.
Nama Raden Mas Haryo Soerjosoeparto atau yang dikenal dengan panggilan Soeparto merupakan kalangan ningrat Jawa pertama dari Kasunanan Surakarta yang melawat ke Belanda dan dibiayai oleh pihak kolonial.
Buku ini adl antologi tulisan Andreas Maryoto yang pernah terbit di harian Kompas. Hal ini bikin buku ini bahas bnyk hal yg terbagi dlm empat bab penting. 1) Pangan dan Pengembangan Manusia, 2) Silang Budaya dalam Pangan, 3) Pangan dan strategi, 4) Pangan dan Masa Depan Manusia.
Buku ini merupakan antologi reportase yang dilakukan oleh tim harian Kompas tentang perkembangan rempah di beberapa daerah terpilih. Selain menampilkan kondisi terkini terkait budidaya hingga niaga rempah, berbagai laporan juga menampilkan berbagai latar sejarah.
Buku ini merupakan kumpulan esai panjang yang ditulis saat penulis pensiun dari harian Kompas pada awal Januari 2002. Tulisan-tulisan dalam buku ini merupakan persentuhannya dengana berbagai buku yang merentang dari masa Hindia Belanda hingga Indonesia Merdeka.