PIMA Profile picture
MD || suka ngereview, masak, dan jajan ✨ you can share but dont reupload yaa!
Apr 15 4 tweets 2 min read
Girl to girl, big sister advice (doctor edition):

semua vagina punya aroma alami ya, biasanya bakal berubah-ubah saat sedang olahraga/menstruasi/setelah berhubungan intim. Tiap vagina bahkan punya “signature scent” nya sendiri, ibarat kaya “sidik jari”.

aroma vagina yg normal:
- agak asam/tangy (krn ph vagina 3.8–4.5)
- manis ringan (hampir mirip fermentasi roti, agak yeasty gt)
- bau mirip logam saat menstruasi
- bau mirip amonia kalo misal lagi dehidrasi (sedikit spt bau sisa urin)

Nah, yang perlu diwaspadai itu kalo misal ada aroma yang:
- sangat menyengat
- bau amis/fishy
- menetap beberapa hari
- disertai keputihan abnormal (abu-abu, kuning, kehijauan) gatal, perih, ataupun nyeri pada vagina. Kalo ada tanda-tanda redflag tsb, baiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat yaa… karena bisa jadi itu tanda infeksi (bacterial vaginosis, candidiasis, atau infeksi menular seksual)