Saya akan membahas konsep #burdensharing yg dikritik Pak @AnthonyBudiawan sekaligus meluruskan bbrp hal agar tak mengecoh publik. Sila simak #Thread ini.
Ekonom: Burden Sharing BI Bukti Pemerintah Gagal Bayar cnn.id/545541
1> Sebagai info, skema #burdensharing juga dipakai oleh negara lain, seperti Inggris, Jepang, AS, Uni Eropa, Thailand, Mexico, Hungaria, Filipina, dan Turki. Jadi ini skema umum, bukan penemuan atau kreativitas Indonesia belaka. Maka nggak perlu nuduh macam2. @AnthonyBudiawan
2> Kenapa Pemerintah dan Bank Sentral perlu berbagi beban? Ya karena situasinya extraordinary: pertumbuhan ekonomi turun, pendapatan negara anjlok, sedangkan kebutuhan meningkat karena pandemi. Defisit pasti melebar. Lalu mau dibiayai dari mana? Ya utang. Pahit memang...
3> Justru karena butuh tambahan utang utk pembiayaan, dan kita tahu utang akan jadi beban masa mendatang, maka Pemerintah berbagi beban dg Bank Indonesia. Sebagai info, utk membiayai penanganan pandemi butuh tambahan utang Rp 903,46 T atau defisit sebesar 6,34%. #burdensharing
4> burden sharing (BS) diterapkan dg tetap menjaga integritas pasar, di mana jenis dan karakteristik SBN yg diterbitkan adalah jangka panjang, tradable, dan marketable. BS dilakukan dlm kaidah kebijakan yg pruden, tata kelola yg baik, akuntabel, dan transparan.
5> dalam kesepakatan @bank_indonesia dengan @KemenkeuRI, dijaga betul ruang fiskal, sustainabilitas fiskal, stabilitas nilai tukar, tingkat suku bunga, dan inflasi, serta berbagai indikator makroekonomi. Mitigasi risiko pun dibuat untuk mengantisipasi bila terjadi downside risk.
6> ini skema burden sharing Pemerintah dan Bank Indonesia. Utk kebutuhan pembiayaan public goods akan ditanggung BI seluruhnya melalui pembelian BI dg mekanisme private placement. Kebutuhan non public goods ditanggung Pemerintah melalui penjualan SBN ke market.
7> cukup jelas, peran BI di sini sbg last resort sama dg peran bank sentral di berbagai negara. Dasar hukumnya UU No 2/2020 dan SKB Menkeu dan Gubernur BI tgl 16 April 2020. Utang ini tetap dicatat di APBN dan dipertanggungjawabkan, sedangkan beban bunganya ditanggung bersama.
8> apa yg perlu diluruskan dari pernyataan Pak @AnthonyBudiawan ? Tuduhan bahwa BI melakukan bailout dan pemerintah sdh bangkrut. Tak ada dana talangan, yg diartikan BI “membeli” pemerintah. Yang ada, pemerintah menerbitkan SBN yang dibeli BI dg beban bunga ditanggung bersama.
9> bahkan pemerintah dan BI sepakat tak menggunakan skema full private placement, tetapi jg menggunakan mekanisme pasar di mana BI bertindak sbg last resort. Ini utk menjaga kredibilitas dan integritas otoritas moneter. Respon market atas kebijakan ini jg sangat bagus.
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
