mashai petani Profile picture
jasa penelitian tanaman & jasa penulisan karya sastra.

Oct 22, 2020, 40 tweets

Hari telah berganti sore, pertanda para dukun dan tukang tenung mulai menghembuskan angin angin jahat. Berat rasanya kulanjutkan kisah ini, karena mega seakan tak memihak raga.

Namun disela sela was was dan keraguan, aku percaya. ALLAH akan selalu ada. Dengan segala kuasa dan kebesaran NYA, ALLAH pasti membantu hamba hambanya yang senantiasa sabar dan tawakal. Bismillahirohmanirohim.

Ketika berkas berkas cahaya sore mulai berganti warna, menuju semu oranye dan jingga. Disana terlihat mbak parinah masih duduk termenung, memikirkan rentetan kejadian yang menimpa dirinya.

Untungnya andra sudah kembali baikan sore itu. adzan maghrib berkumandang. Barisan kelelawar mulai menampakan sayap sayap cokelatnya. Beberapa makhluk halus pun seakan tak malu malu untuk ikut terbang bersama par kelelawar tersebut.

Bulu bulu hitam makhluk halus tersebut, tampak sama dengan hitamnya malam, tebal dan tak terawat. Namun hanya sedikit orang yang menyaksikan keberadaan makhluk makhluk halus tersebut.

. Karena ada tabir yang tak harus disingkap, ada informasi yang tak harus diketahui.

. Salah satu tugas manusia adalah beribadah pada ALLAH dan juga memikirkan, bagaimana caranya bertahan hidup esok hari, ditengah himpitan ekonomi yang semakin menjadi jadi. Dan para dewan terhormat yang seakan tutup mata dan tak perduli

Namun sebuah Sore, mendadak berubah menjadi mencekam, mbak parinah tiba tiba merasa tubuhnya meriang dan tulang tulangnya terasa sangat lemas.

. Karena tidak kuat, mbak Parinah pun jatuh ambruk. “ btuuuuk” prak”, mbak parinah ambruk dengan kepala menyentuh lantai terlebih dahulu, darah segar mengalir pelan dari kening mbak parinah.

Suami mbak parinah dan juga andra yang mendengar suara berisik, langsung berlari dan segera langsung membawa Mbak parinah ke rumah sakit terdekat untuk pertolongan.

Setelah itu, dokter dan team segera melakukan pertolongan. Dan alhamdulillah mbak parinah elamat, dan sudah sadar. Ketika ditanyai oleh keluarga, mbak parinah pun menjawab, bahwa ia tiba tiba lemas, dan tulangnya pun terasa seperti lepas dari tubuh.

Kemudian ia mengatakan bahwa ada makhluk jelek pendek, dan memiliki sayap, yang membawa sukmanya pergi dari tubuh.

Mendengar cerita mbak Parinah tersebut keluarga besar yang menjenguk mbak parinah pun bergidik ngeri, ada yang ketakutan, namun ada juga yang tidak percaya.

Kejadian ini terus berlanjut. Besok paginya, sekitar jam 3 pagi, Mbak parinah merasa ada sesuatu yang berjalan di tanganya, seperti kelabang yang berjalan merambat menjelajahi urat nadinya. Namun syukurlah, adzan subuh meredam semua keanehan dan keganjilan tersebut.

Alhadulullah, sejak kejadian seram yang menimpanya, mbak parinah mulai rajin lagi untuk sholat, dan rajin konsultasi dengan pak Ustadz perihal agama, ghaib dan lain lain. Pada sekitar pukul 9 pagi, Mbak parinah cek ke dokter, disana tidak ditemukan penyakit apapun oleh dokter.

. Namun dokter memberikan resep obat yang bisa membuat badan mbak parinah kembali sehat dan segar kembali. Setelah meminum obat dari dokter.

benar saja. Mbak Parinah kembali sehat dan bugar kembali. Pak ustadz kampung juga mencoba memberikan air doa, untuk mbak Parinah dan keluarga, dan sedikit banyak, air doa itu juga ikut membantu memulihkan kondisi mbak parinah

Tetapi, iri dengki telah membutakan arah dan memadamkan cahaya kebaikan. Sang pelaku santet lagi lagi menghembuskan santet kepada Mbak Parinah, kali ini jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Tumbal dan darah yang dikorbankan jauh lebih banyak, dan mengalir deras dihembusan gelap malam. Enam puluh ekor ayam, dan enam puluh tetes darah anak perempuan, serta 6 kertas mantra rupanya telah ditanam ditempat tertentu

Tetapi, ALLAH maha tahu atas segalanya, dan ALLAH lah sang maha kuasa atas segala sesuatu. Maka tabir inipun pelan pelan terungkap. Nanti saya dan team ruqyah sayalah yang menemukan sihir tersebut, ( dibantu dengan beberapa warga) akan saya jelaskan di part akhir kalau sempat.

Selama kurang lebih 1 minggu setelah berobat ke dokter dan konsultasi dengan beberapa ustadz, gangguan yang dialami mbak Parinah pun reda. Namun ada satu waktu dimana satu keluarga tersebut lalai dan lupa dalam beribadah, disitulah gangguan mulai masuk lagi.

Santet kiriman ke dua ini telah diketahui oleh andra, yaitu pada saat malam hari, sesosok Pemuda misterius menaburkan beberapa air bercampur bunga disekitar rumah mbak parinah.

Andra yang sedang ada di depan rumah langsung memergoki pemuda tersebut. “ siapa itu ?!!! “ teriak andra keras sambil membawa batu dan siap dilemparkan ke pemuda itu.

mengetahui kehadiran andra, pemuda itupun langsung lari secepat kilat dan menghilang di remang remang cahaya. Andra yang mengetahui hal inipun langsung melaporkan hal ini kepada mbak Parinah. Keesokan harinya mbak parinah segera membersihkan bekas air kembang tersebut.

Matahari terus bergerak, menggelinding dari ufuk timur, lalu meyorot tajam di atas kepala, kemudian kembali menggelinding ke arah barat untuk rehat dari penat, kemudian ia digantikan gelap, bersama bulan sebagai teman lelap.

Mbak Parinah menatap keluar cendela kamarnya (kamar depan) yang langsung mengarah ke jalan desa. Jalanan desa mulai lengang, hanya beberapa ekor jangrkik yang masih mengeluarkan suaranya.

Lalu Ditengah gelap, ada sesosok misterius yang samar samar menghampiri rumah mbak parinah, kemudian perlahan, sosok tersebut tiba tiba berubah menjadi ribuan kecoak yang terbang liar kesana kemari

dua ekor kecoa saja sudah membuat kita bergidik ngeri, bayangkan, ini ada ribuan kecoa yang terbang. Beberapa kecoa ada yang bergerombol sambil mengepakkan sayapnya.

Bunyi kecoa terbang yang khas “kerrrrrr kerrrrr kerrrrr” membuat telinga siapa saja yang mendengaenya akan terasa geli. Badan kecoa yang coklat gelap inipun menghiasi remang remang cahaya lampu disekitaran rumah mbak parinah.

. Mbak parinah yang melihat hal itupun langsung menutup cendelanya. Menutup pintu depan dan berdoa sebisa mungkin.

Mbak parinah enggan membangunkan suaminya dan juga andra, karena enggan mengganggu mereka yang sedang tidur.

Namun ketika mbak parinah menengok ke bawah kolong tempat tidur, Ditemukan sekitar 10 kecoak di kolong tempat tidur mbak parinah.

Mbak parinah pun segera menutup selimutnya dan bersiap untuk tidur. Tetapi Puluhan kecoa merambat memenuhi tubuh mbak parinah dengan liarnya hingga mbak parinah berteriak teriak.

“aaaaahhh” Kecooooakkk” kecoooaaaak”. Teriakan mbak parinah ini membuat Suami mbak parinah dan andra datang ke kamar mbak parinah

Saat andra dan suami mbak parinah memasuki kamar mbak parinah, Mereka tidak melihat kecoa tersebut.

Ribuan kecoa yang tadi terbang disekitar depan rumah mbak parinah dan juga merembat di tubuh mbak parinah menghilang. Suami mbak parinah pun menenangkan Mbak parinah yang masih teriak teriak ketakutan.

malam masih panjang, dan dendam masih mengintai aliran darah segar diantara daging yang berdetak. sang dendam siap membuat otot robek, dan kulit tercabik, hanya demi darah keluar dari sang raga.

malam termenung. semua hening. hanya sajak yang masih menulis dirinya sendiri.

oke, terimakasih bagi pembaca semua yang sudah membaca PART 5. PART selanjutnya akan segera diselesaikan oleh @Lihaidar ketika sudah tidak sibuk.
terimakasih telah membaca cerita dari @Lihaidar semoga sehat selalu

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling