RJL 5 - FAJAR ADITYA Profile picture
Horor Sosial Sejarah Youtube : 4,26 Juta Subs Tiktok : 2,4 Juta Followers -- IG Fajar Aditya : @donfajaraditya -- Link Youtube: 👇

Apr 27, 2021, 48 tweets

Misteri Ketika Sahur Jam 3 Pagi

Horor true story by RJL 5

@RJL5_official @bacahorror @IDN_Horor @bagihorror #bagihorror #bacahorror

Banyak yang bilang saat bulan ramadhan setan dibelenggu, alias ga ada setan.

Kalau menurut kalian gimana?

Untuk menghargai narasumber, nama tokoh selain Bu Indah disamarkan.

Namaku Indah, aku mempunyai 3 anak. 2 Anak remaj laki-laki dan satu si bungsu perempuan.

Tahun 2017 silam kami pulang ke kampung halaman suami untuk lebaran disana.

Namun bukannya tenang, justru banyak gangguan yang kudapati ketika berada disana.

Seperti biasa. Sore ini aku sedang menyiapkan menu buka puasa, ada berbagai makanan yang sudah tersaji di meja makan.

Rani: "Ma, aku mau telur ceplok"

Teriak Rani anak bungsuku dari depan rumah. Tumbenan pikirku, biasanya dia paling anti sama telur.

Sesaat kemudian waktu buka tiba semua berkumpul di meja makan.

Rani: "Loh Ma, dengaren ada telur?"
(Loh ma, kok tumben ada telur?)

Pertanyaan Rani membuatku kaget.

"Loh, bukannya kamu yang minta?"

"Apa? Wong Aku juga baru pulang, kapan aku minta?" Jawabnya bingung.

"Loh terus siapa yang minta? Jelas-jelas tadi mama dengar kamu minta dibuatin," ujarku heran

Usai kejadian itu semakin banyak hal yang kualami. Pernah suatu waktu aku menyiapkan makanan sahur, dan aku melihat Rani sedang solat di musola tepat jam 03.00, kuperhatikan gerakannya sangat khusuk. Tumben dia berani berwudhu sendiri, biasanya kan sangat penakut.

Namun ketika melewati kamar Rani betapa terkejutnya aku melihat Rani masih terlelap.

"Loh terus tadi siapa yang solat?" mengingat dirumah ini tidak ada perempuan selain aku dan Rani.

"Ma, ada apa kok melamun?" Tanya Ridho anak sulungku.

"Gak ada apa-apa kak,"

Aku belum menceritakan kejadian ini ke yang lain, karena mungkin ini salah satu cara mereka menyambutku. Hari demi hari berjalan seperti biasa. Waktu itu ad keponakanku namanya Azka yang ingin menginap dirumah. Azka ini bisa dibilang orang yang peka terhdap hal ghaib.

"Budhe, ati-ati, penunggu disini jahil," katanya waktu dia menyalimiku, kulihat wajahnya tersenyum namun juga khawatir.

"Sudah biasa Az, kemaren budhe udah disambut kok"

Azka tertawa, mungkin memang benar penunggu disini sangat jahil.

"Oh iya dhe, mengko bengi aku katene melu ngeronda ya? " (nanti malam aku mau ikut ngeronda ya)

"Sakkarepmu Az, wis budhe mau masak dulu" kataku sambil berlalu.

Gangguan-gangguan kecil seperti ini memang sering kualami sampai membuatku terbiasa.

Tapi sepertinya memang bukan aku aja yang kena. Fahmi anak keduaku juga mendapatkan kejutan.

Bersambung dulu gays, 50 RT kita lanjut ya.

Sepulang taraweh Fahmi membuat kopi di dapur, tiba tiba dia mendengar ada orang yang lagi mandi. Tidak mungkin kalau mama, mamanya ada di depan, papa dan kakaknya juga masih di musola.
"Dek, mandi ta?" tanyanya.

"Hemm" suara deheman itu menyahut. Stelah itu fahmi bergegas

"Ma, masa adek mandi malem begini apa ga dingin itu anak" cerocos Fahmi ketika sampai di ruang tamu.

"Ah, ngaco kamu, orang Rani belum pulang," Aku menatapnya garang.

"Apa, terus yang tadi siapa?"

Sesaat kemudian Rani pulang dati Musola, "Assalamualaikum"

"Walaikumsalam, Nahkan apa mama bilang," Fahmi menatapku dengan tatapan heran sekaligus takut.

"Ayo kita cek"

Akhirnya kami mengecek kamar mandi, dan setelah dibuka di dalam kamar mandi itu kosong

Setelah kejadian waktu itu Fahmi tau gangguan yang sering kuhadapi. ,

Kembali ke Azka, dia jadi ikut ngeronda bersama Fahmi dan Ridho.

Aku menyiapkan makanan sahur sembari menunggu mereka pulang.

"Asaalamualaikum"

"Walaikumsalam, ayo pada cuci tangan setelah itu makan" perintahku ke mereka.

Kami semua menikmati makan sahur dengan berbagi candaan untuk menghibur diri. Setelah usai, suamiku berangkat ke masjid dan ketiga anakku kembali ke kamarnya.

Kini tinggal aku dan Azka di tempat ini, dia cengengesan menatapku.

"Ono opo?" (ada apa?"

"Ga ada apa-apa budhe, wis Azka mau ke kamar dulu" katanya.

Usai mengtakan itu aku termebung seorang diri.

Sampai kulihat keran nyala sendiri.

"Wis gausah ganggu, apa mau banyu aku beres-beres" gertakku sambil berjalan meninggalkan dapur.

Memang selalu ada aja yang jahil di tempat ini.

Hari ini sepeeti biasa aku memasak, keadaan yang ribet membuatku tak fokus.

Kebiasaanku kalau dirumah sendiri adalah mneyalakan tv/radio untuk mengusir sepi.

Tetapi yang namanya setan selalu aja datang.

Tiba-tiba radio yang kunyapakan mati sendiri

"Tuman" omelku

Dari arah depan terdengar sayup langkah kaki.
Tapi setelah di cek tidak ada siapapun

"Tuman lagi"

Baru saja aku sampai di dapur terdengar lagi suara grasak-grusuk dari luar, dan setelah kuperhatikan

"Dor, Assalamualaikum"

Langsung saja kutampol Azka si bocah jahil ini

"hehehe, oh iya dhe nanti malam Azka mau pulang"

Aku menatapnya, "Loh kok cepet"

"Iya udah puas jadi beban budhe disini" katanya.

*******

Lanjut ga nih?
.
.
.
Oke lanjut .

Part 2.

Malam itu semua berjalan seperti biasa, suasana yang mencekam karena aku selalu terbangun jam 03.00, tapi kali ini aku bngun jam 02.45, sembari menunggu aku menonton tv, eh tiba tiba ada yang mengetok pintu,

"Ya sebentar"

Aku bergegas untuk mengecek,

Tidak ada siapapun diluar, Anehnya aroma bunga melati tercium sangat kuat,

Aku bergegas masuk, dan ternyata saat aku melihat jam, sudah jam 03.00.

"Mas, tadi ada yang ketuk pintu, kupikir anak-anak, eh ternyata ga ada siapapun"

"sudah jangan dipikir, Mungkin orang iseng"

Hari ini entah kenapa suasana berbeda, mungkin karena malam ini malam diantara lailatul qadr yang ditunggu-tunggu. Seperti biasa aku duduk di teras dengan mbk Murni tetanggaku.
Kami berdua asyik melihat ronda keliling yang sangat ramai.

Sampai ada seseorang yang datang menghampiri kami, wanita cantik dengan kebaya merah dan juga wangi melati yang sangat semerbak, “Permisi, boleh saya gabung?” tanyanya dengan suara yang lembut.
Aku mengiyakan, “Mari mbk silakan” Akhirnya wanita itu duduk disampingku,

“Mbk rumahnya dimana?” dia menoleh dan tersenyum, “rumah saya jauh mbk, kebetulan saya habis dari rumah saudara dan tidak sengaja lewat sini, perkenalkan nama saya Lami” jawabnya. Murni mencoba basa-basi dengan Lasmi, sepertinya dia baru saja selesai melakukan pertunjukan seni.

Disini Murni sempat bingung karena seharusnya ga ada kesenian yang diadakan di bulan puasa.

“Oh iya apakah saya boleh menumpang ke kamar mandi?”

Aku tentu saja mengizinkan. Lama kami menunggu wanita yang tak ku ketahui namanya itu belum juga kembali, saat aku hendak menyusul dia kembali dengan aroma yang lebih wangi.
Sempat kulirik jam di ruang tamu, ternyata jam 03.00.

Perasaanku mulai was-was, karena biasanya aku mengalami kejadian horor tepat jam 03.00 pagi. Aku mulai berfikir dia ini manusia apa bukan?

“Mbk, terima kasih ya, maaf saya buru-buru,” ucapnya tergesa namun tetap santun.
Aku dan mbk Murni mengiyakan ucapannya.

“Mbk ini masih terlalu pagi, mbknya hati-hati ya,” Ujarku mengingatkan.

Dia hanya tersenyum sembari berlalu. “Eh wong kui kok wangi banget yo In,” (Eh orang itu kok wangi banget ya In).
Aku yang penasaran akhirnya turun ke jalan untuk melihat. Dan betapa terkejutnya aku.

Seketika aku langsung menarik tangan mbk Murni masuk kedalam rumah.
“Ono opo heh,” Mbk Murni yang kaget langsung mengomel.
Aku tetap menyeretnya masuk menemui suamiku.

“Ada apa to Ma?” tubuhku masih bergetar, keringat mengucur deras

“Mas, Mbk, wanita tadi iku kun…kuntilanak” Ucaplu membuat mereka terkejut.
Pantas saja aku mengenali wanginya. Wangi yang sama dengan malam tempo hari.

“Masa sih?” mbk Murni bertanya menahan takut

“Iya mbk, tadi aku lihat dia terbang, dan pas menoleh wajahnya sangat seram, mana dia tersenyum jahat lagi, aku takut ada apa-apa” Kataku panik. kuntilanak itu memakai baju merah, sangat menyeramkan dengan seringaian dan juga luka bakar diwajahnya.

“Gimana ini mas, dia tadi sempet masuk k erumah juga loh”
Hening tidak ada yang bicara, “Yaudah mari kita berdoa bersama memohon kesalamatan, agar tidak ada kejadian-kejadian buruk yang menimpa kita”

Setelah kejadian ini, apakah teror masih berlanjut?

Rutinitas warga kampung ketika menjelang lebaran adalah melakukan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan. Tetapi kali ini berbeda.
Warga mengadakan pengajian di perempatan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi kejadian yang ku alami sudah menyebar luas,

Katanya wanita itu adalah calon pengantin yang mengalami kecelakaan tepat di perempatan ujung, dia sangat suka mencari anak yang masih perjaka.
Pengantin tersebut katanya memakai baju pengantin berwarna werah. Sama persis dengan apa yang aku lihat kemarin

“Wis, gausah dipikir, (sudah, tidak usah difikir) InsyaAllah semua sudah ama” nasehat suamiku.
Aku sudah mulai beraktifitas kembali, meskipun kadang masih ada rasa was-was ketika di rumah sendiran.

Seperti kejadian berikut!!!

Pernah suatu hari aku mendengar tangisan anak kecil tapi setelah ku telusuri
Tidak ada siapapun. Kalian masih ingat Azka? Ya pada akhirnya aku meminta bantuannya untuk menghentikan gangguan yang kualami disini.

Suatu malam Azka mengajakku berkeliling rumah, awalnya aku tidak merasa takut sama sekali sampai di halaman belakang. Suasana berubah total.
Jadi dihalaman belakang ini ada kandang sapi dan sebelahnya lagi adalah kebun milik tetangga, tidak ada penerangan maksimal disini.

“Budhe, coba lihat batu kecil disebelah kandang itu,” ujarnya.
“Iya, iku kenapa Az?”
“Itu adalah makam tua budhe, makam anak kecil seusia Rani” kata Azka membuatku terkejut.

Tak lama setelah itu, ada suara tertawa dari arah makam tersebut, sontak saja aku lari meninggalkan Azka. Sempat kulirik jam tangan, ternyata ini jam 03.00 pagi.
Setelah semua ini, aku mengadakan kirim doa untuk anak tersebut dan untuk rumah ini.

Sejak saat itu, gangguan dan teror yang terjadi dirumah ini berangsur menghilang.

Entalah, banyak yang mengatakan kalau setan itu dibelenggu ketika bulan puasa, tidak ada setan. Sementara itu untuk kalian, apakah kalian pernah mengalami kejadian horor di bulan Ramadhan?

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling