"Rahasia Mbah Buyut"
ialah tentang kejadian membingungkan bernuansa horror, tentang sepasang kakek-nenek penulis sendiri,
diadaptasi dari kisah nyata, dengan sedikit penyesuaian agar mudah dipahami.
#bacahorror
@bacahorror
#bacahoror
Hallo Warga Twitter,
Udah lama Nuha gak nulis horror,
Sebenrnya banyak stok cerita tapi belum dapat feel,
Nah malam ini rasanya waktu yang tepat.
Saya akan menceritakan pengalaman bersama Mbah Buyut.
Sepasang Uyut-ku (sebutanku untuk Mbah Buyut) adalah orang yang meninggalkan kesan horror, setidaknya begitu menurut Nuha kecil.
Aku masih ingat bagaimana Uyut Putri hampir meninggal saat aku kelas 5 SD, tapi karena "support dari peliharaannya" Uyut masih berumur panjang, bahkan sampai aku berumur 29 tahun, ajaib ya ? Tunggu dulu, cerita ini baru akan dimulai.
Uyut Kakung adalah seorang yang cukup disegani daerah kami karena Uyut mantan seorang pejabat di masa kolonial, padahal Uyut Kakung orang pribumi.
Uyut kadang mengaku beragama Hindu, tapi dia tak pernah pergi ke Pura. Kadang pula beliau mengaku Islam, padahal sesembahannya bukan Tuhan.
Uyut punya 8 orang anak, Nenekku adalah anak pertamanya, Nenek melahirkan Ibuku. Adik Nenek ada 7, hal ini membuat Nenek hidup mandiri sedari kecil, hingga menikah dan hidup terpisah dari Uyut.
Saat aku iseng bertanya kenapa Nenek dan Kakekku tidak tinggal di Rumah besar Uyut, mereka menjawab bahwa Uyut punya banyak "peliharaan" sampai membuat Nenek tidak nyaman dan memilih hidup terpisah.
Berdasar penuturan Nenek, tiap malam tertentu, Uyut kakung "melek wengi" utk "Tirakat" , kadang pula Uyut Putri mengitari rumah tanpa busana dengan rambut panjang terurai. Uyut Kakung pun rajin memandikan berbagai pusaka seperti keris, jarik, dan benda-benda yang kami tidak tahu
Mereka punya kamar khusus untuk pemujaan terhadap sesembahannya, entah apa. Anak-anaknya tidak ada yang diberi tahu.
Uyut Kakung adalah orang yang keras dan temperament, maka anak-anak tak mau ambil pusing mengenai hal itu.
Sekian waktu berjalan, Uyut Kakung dan Uyut Putri masih melakoni ritual dan berbagai hal yang tidak wajar, seperti menyembelih ayam cemani, atau mengkonsumsi didih (darah beku) yang konon katanya bisa membuat panjang umur, entahlah.
Ketika Aku kelas 5 SD, kami para cucu dan cicit dikumpulkan karena Uyut Putri sakit keras, disituasi itu aku melihat sendiri, Uyut merintih sakit dan pamitan kapada kami seolah dia akan pergi selamanya.
Tapi pada saat itu pula, Aku melihat Uyut Kakung memberi minum air bunga 7 rupa, dan ajaibnya Uyut Putri kembali sehat, segar, dan menyeringai kearah kami, seolah yang kembali merasuki raga itu, bukan sepenuhnya Uyut Putri.
Hari itu berlalu begitu saja
Sampai akhirnya Aku berumur 29 tahun dan sedang hamil anak pertama. Saat itu Aku tinggal di Ibukota karena tugas.
Ibuku dari kampung memberi kabar jika Uyut Putri kembali sakit keras, akupun hanya berreaksi seadanya karena teringat kejadian masa itu
"Ah paling nanti juga sembuh lagi, setelah di jampi-jampi Uyut Kakung" kataku pada ibu.
Tapi Ibu berkata, "mungkin sudah waktunya Uyut diambil, mengulur waktu hanya membuat tersiksa Jiwa Raga nya".
Aku tertegun, benar juga.. pasalnya umur Uyut sudah mencapai 90 tahun.
Ibuku menceritakan beberapa hal menarik sepeninggal Uyut Putri
Siang itu, ibuku baru pulang dari pasar dan hendak sholat dzuhur saat mendapat kabar bahwa Uyut Putri meninggal. Kronologi meninggalnya Uyut disaksikan oleh anak bungsunya (Bulek nya ibuku)
Bulek berkata, saat itu dia baru saja menyuapi Uyut Putri makan siang, cuaca saat itu mendung dan hampir hujan, tangan Uyut Kakung tak lepas dari Uyut Putri, hampir tak pernah Kakung pergi lama, paling hanya sekedar ke kamar mandi
Kakung terlihat sangat sedih karena kondisi Uyut Putri yang makin lemah, tapi tiap diajak ke rumah sakit selalu menolak. Uyut Kakung menggenggam tangan Uyut Putri sambil menggumamkan jampi-jampi, yang kami tak pernah tahu doa apa itu, bukan doa dalam agama Islam maupun Hindu.
Entah siapa yang datang, tiba-tiba pintu diketuk keras dan beruntun, tok tok tok tok..
Kakung geram karena mengganggu konsentrasinya. Kakung mencegah Bulek yang berdiri hendak membuka pintu depan.
Kakung berdiri, melepas ganggaman Uyut Putri.
Bulek memperhatikan Uyut Putri, tiba-tiba Uyut seperti tercekik dan menghembuskan napas terakhir.
Di depan pintu, Kakung menoleh kanan kiri karena tak ada siapapun di teras, lantas siapa yang mengetuk ?
Dari dalam kamar, Bulek berteriak, innalillahi wainnailaihi rojiun, Bapaaaak, Ibu pun sedho..
Spontan Kakung berlari ke dalam rumah dan memeluk sambil menggoncang-goncang tubuh lemah Uyut Putri.
Singkatnya, semua anak cucu terdekat mulai berdatangan, termasuk ibuku. Mereka berdiskusi, jam berapa Uyut akan dimakamkan, dengan Tata Cara agama apa, karena sebagian besar anak-anak Uyut beragama muslim, maka mereka sepakat untuk memakamkan Uyut dengan Tata Cara muslim.
Namun disini semua keluarga kaget karena Uyut Kakung membuat heboh dengan mengatakan bahwa dia akan menghidupkan kembali Uyut Putri. Uyut Kakung nampak sangat terpukul kehilangan isteri, dia berteriak dan mengunci kamar tempat jenazah Uyut Putri.
Kakung memohon agar anak-anaknya memberi waktu untuk menghidupkan kembali Uyut Putri, "Nek ngasi sesok durung urip maneh, Aku Ikhlas Ibumu dikubur" kata kakung
Nah segini aja udah serem banget buat kami anak cucunya, Kakung melakukan segala cara untuk "mengembalikan isterinya"
Aku hanya memantau perkembangan dari luar kota karena aku sedang hamil besar saat itu.
Sehari semalam Kakung melakukan banyak ritual aneh, Kakung menyembelih ayam cemani dan meraupkan darahnya ke tangan dan kaki jenazah Uyut Putri, kemudian membasuhnya dengan air Kelapa Hijau.
Kami prihatin sekali melihat Kakung berbuat seperti itu, rasa cintanya pada Uyut Putri membuatnya rela berbuat apapun.
Kami tak mampu mencegah karena Kakung membentak siapapun yang menghalanginya.
Malam itu, saudara dan kerabat hadir melayat, salah satunya mba Erna, dia adalah menantu cucu. Mba Erna ini menikah dengan Mas Dodo, cucu Uyut, Mba Erna ini peka dengan hal mistis, selama berada di Rumah Uyut, Mba Erna ini tidak mau masuk ke dalam dan melihat Jenazah Uyut Putri.
Karena menurut penglihatannya, rumah itu dikelilingi mahluk tinggi besar bertanduk, mahluk itu tersebar di sudut rumah, dan mahluk itu seolah tahu bahwa Mba Erna bisa melihatnya. Saking takutnya, mba Erna pulang malam itu juga tanpa menginap.
Malam itu semua anak cucu berkumpul dan kembali berdiskusi mengenai tata cara pemakaman, karena ternyata Uyut Putri sudah menyimpan Peti Mati untuk kematiannya sendiri, Peti ini tersimpan di dalam kamar khusus yang hanya boleh dimasuki Uyut Kakung.
Kami bingung, apakah Uyut berkeinginan dimakamkan dengan Tata Cara agama Hindu atau Tata Cara agama Islam. Karena menurut penuturan Bulek, Peti itu sudah simpan 2 tahun lamanya dalam kamar.
Akhirnya keluarga sepakat untuk tetap memakamkan dengan tata cara islam, tapi tetap menggunakan Peti, jadi Peti hanya digunakan sebagai pengganti keranda Jenazah.
Pagi hari, tetangga sudah berkumpul untuk gotong-royong membantu pemakaman. Saat itu Kakung menyerah dan mengijinkan Jenazah Uyut untuk dimandikan dan dikafani. Proses ini berlangsung lancar dan akhirnya Peti Mati yang telah tersimpan selama 2 tahun itu terpakai oleh pemiliknya
Proses pemakaman berjalan lancar, namun Kakung berulah lagi, beliau bilang Peti ini tidak boleh dikuburkan, Peti ini harus dibawa pulang dan disimpan lagi untuk hari kematiannya.
Serem banget kan ? 😆
Belum lagi cerita tentang kejadian yang terjadi setelah Uyut dimakamkan,
Next akan gw ceritakan lagi yaa
Terima kasih sudah berkenan membaca.
Bersambung ke part 2
@bacahorror
#bacahorror
#bacahoror
@IDN_Horor
@HorrorBaca
Random sekaliii.. malam takbiran pengin update Rahasia Mbah Buyut Part 2..
Gas, Jangan ?
Oke Gaskeun !
Aku bikin di Thread baru yaa
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
