, 36 tweets, 8 min read
BRAKK!! Pintu IGD terbuka.

Seorang pria berkacamata dibopong 3 orang laki2.

Saya berdiri menyambutnya untuk mengarahkan ke triage, "kenapa mas nya?" Saya bertanya ke salah satu yang bopong sambil saya pegang nadi di lehernya.

#serisayangidirimu
"Kita lagi kumpul keluarga dok, dia lagi main game di hpnya, tiba- tiba kesakitan dadanya sampe susah bicara, tangan kirinya jg sakit sampe susah digerakin, kita bawa kesini trus tadi di mobol pas udah mau sampe sini dia ga sadar".

Tidak ada nadi yang teraba. "Kode Biru!!"
Saya menarik brankar triage sendirian untuk memindahkannya ke ruang resusitasi. 4 perawat saya yang sedang memegang pasien lain pun lgs berlarian menuju ruang resus.

"Pindah bed! hitungan ketiga, satu, dua, TIGA!" Tubuh pasien terangkat dan pindah dengan mudahnya.
Saya menaikan kedua lutut saya diatas tmpt tidur, mengunci kedua tgn saya, lalu mulai menekan tulang dadanya dgn kekuatan yg cukup dan dgn kcepatan tinggi yg berirama, smbil ngasih komando, "Dwi, psng monitor dan siapin defib", "Agus, ambil laryngoskop sm ett no.7 trus baging".
"Siti, siapin obat di trolly emergency trus lo pasang iv line"
"Rini, lo tanyain kekeluarganya brp berat badannya dan dia ada riwayat sakit apa sblmnya". "Ok, dok" lgs mereka kerjakan seketika.

"Dok, monitor terpasang" kata dwi.

Saya menghentikan kompresi dan membaca monitor
Tampak gelombang spt puluhan huruf W berjajar berlarian dgn cepatnya.

"V-tach! Dwi,lanjutin kompresi! Ini butuh defib". Saya turun dari tmpt tidur, nyalain mesin, Stel listrik 200 joule, ambil pedal, minta jelly ke pedal, saya gosokkan kedua pedal trsbut sambil kasih instruksi,
"Stop Kompresi, stop ventilasi, semua lepas tangan!" Semua tangan menjauh dari tubuh pasien. Saya tempel pedal pertama di dada kiri bawah dan pedal kedua di dada kanan atas. lalu menekan tombol charging pengisi daya listriknya.

"I'm Clear, everybody clear? "
mata saya memandang ujung kepala dan ujung kaki pasien, memastikan tidak ada yg menyentuhnya. "Clear!" Seluruh perawat saya berteriak.

"Shock!! " aliran listrik dari kedua pedal menghentak tubuhnya.
"Lanjutin kompresi 30-2, 5 siklus, agus jangan ngelamun! Siti iv line oke? ".
Rini lalu menghampiri, "Dok, kata keluarga beratnya 100 kilo, perokok berat, ibunya riwayat diabetes, ayahnya hipertensi, kakeknya meninggal krn serangan jantung, pasien blm pernah periksa diri selama ini, dan dok, tgl lahirnya sama kyk dokter, 31 agustus dgn tahun yg sama juga."
Skrg saya yg sedikit syok.

"Stop, saya baca irama". Sekarang tampak jelas gelombangnya seperti mie keriting yang berlari tidak beraturan di monitor. "V-fib! Lanjutin kompresi". Saya ambil lagi pedal kasih lagi 200 joule. "Stop Kompresi, stop ventilasi, semua lepas tangan!"
Everybody clear! Charge!!" Kembali tubuh pasien terhentak. "Lanjutin kompresi, gantian dwi sama agus, siti masukin epinefrin 1 ampul, saya coba intubasi."

Saya ambil laryngoskop, dan dgn scepat saya bisa, saya masukkan endotracheal tube itu ke bronkusnya, lnjt ventilasi 2 menit.
"Stop kompresi, gus!" Agus berhenti dengan keringat bercucuran. Saya baca irama.

Di monitor skrg tampak gelombang yg sangat saya damba-dambakan. "Irama sinus!" Saya cek nadi, "teraba!!" "Alhamdulillah.. " dwi menghela nafas sambil memegang kedua lututnya.
Siti sama Rini rangkulan berdua smbil ngeliatin monitor. "Blm selesai!" Saya mengingatkan.

"Agus, tetep kasih nafas tiap 6 detik sekali,
Rini, kamu cek saturasi oksigennya,
Siti, pasang EKG 12 lead,
Dwi cek tensi dan suhu."
Saya harus tau apa pnyebab jantungnya tadi berhenti.
"Saturasi O2, 97% dok" kata Rini.
"Tensi 100/60, suhu 37 C, dok." kata dwi
Lalu siti memberikan selembar kertas print EKG ke saya.

Saya angkat kertas itu lalu saya baca, tampak jelas segmen S dan T meningkat di beberapa lead dan beberapa V.

"Ini serangan jantung koroner.. "
Saya lalu lanjutkan ke penanganan serangan jantung lebih lanjut. Test enzim jantung, tes darah komplit, dan persiapan untuk Tindakan PCI secepat mugkin. Agar tetap masih dalam Golden period di bawah 6 jam.

Alhamdulillah skrg pasien sudah kembali sehat seperti sedia kala.
Ini adalah pasien jantung koroner termuda yang pernah saya tangani.

Sekarang, saya mau bahas dan diskusikan dgn teman2 semua tentang penyakit ini.

Penyakit penyebab kematian tertinggi di muka bumi ini.

RT untuk yang mungkin membutuhkan informasi.
Yang sedihnya, walaupun Penyakit Jantung Koroner adalah penyebab kematian yg utama, tapi jenis penyakit yang dicari terbanyak di Google bukan Jantung.
Tentang Jantung.

Jantung adalah organ yang lebih dermawan dari Bill Gates.

Jantung memberikan 95% pendapatannya (darah berisi gizi dan oksigen) ke organ lain di seluruh tubuh.

Sedangkan dia hanya menggunakan kurang dari 5% utk kebutuhan dirinya sendiri.

Sang Raja Sedekah.
Darah utk kebutuhan makanan jantung itu dialirkan oleh 2 pembuluh darah yg bercabang dari pembuluh darah terbesar yg manusia punya, yaitu Aorta.

Dua pembuluh darah ini namanya Artery Coronaria dextra (kanan) dan sinistra (kiri).

Jd asal kata Koroner itu bkn tendangan sudut.😐
Dinding dlm pembuluh darah itu namanya endhotel, dan itu lembuutt banget, lbh lembut dari kain sutra.

Kelembutannya hny bisa dikalahkan oleh hati ibu.

Jadi darah bisa mengalir dgn lancarnya.

Nah, krna satu dan lain hal endhotel bisa rusak, dan trjdi penumpukan lemak disana.
Jantung itu kan miliaran sel yang berdenyut, menari bergantian berirama indah sekali.

Sel2 yang tidak kedapatan oksigen dan makanan akan berhenti menari dalam irama.
Kalau nyumbatnya di ujung2 Pembuluh darah mungkin masih ada cabang pembuluh darah lain. Tapi klo nyumbatnya di pangkal!

Miliaran sel jantung akan mati menghitam seperti ini.
Sekarang siapakah yang bisa terkena serangan jantung?

Kita semua.

Kalau kita memiliki banyak faktor resiko jantung. Ada yg bisa kita ubah ada yg tdk bisa kita ubah.

Sekarang kita bahas satu2.

1. Umur. smakin bertambah, smakin tinggi resiko. Plak butuh waktu utk menumpuk.
2. Riwayat keluarga. Bila ada ayahnya, kakeknya, om nya yang pernah kena serangan jantung. Berarti memiliki resiko.

Saya punya resiko ini, kakek saya meninggal serangan jantung, uwa saya jg, ayah saya juga punya riwayat serangan jantung.
3. Kelebihan berat badan. Indeks massa tubuh melebihi 30 itu resiko tinggi.

Saat menangani pasien itu, saya punya resiko ini, berat saya sama dengan pasien 100 kilo, dgn umur yg sama. Itu yg bikin saya syok.
4. Tekanan darah tinggi. Hipertensi itu ada julukannya, the silent killer. Tensi tinggi sering tidak bergejala sama sekali.

Rata2 normalnya 120/80.

Ayo tensi. Periksa berapa tekanan darah kamu.

Kalau diatas 220, artinya kamu mau nyaingin @pln_123
5. Dislipidemia. Jumlah kolesterol dan trigliserid yang jauh dari angka aman.

Kalau periksa, jgn cuma kolesterol total, tapi periksa juga HDL, LDL. Trus hitung kalau kolesterol total dibagi dengan angka HDL hasilnya masih dibawah 4, ini masih aman.
6. Rokok. Plis teman2 plis, kolesterol byk tp endotel ga rusak niscaya tdk akan bisa menempel itu kolesterol di dinding pembuluh darah.

Nah, Rokok itu merusak dinding endotel.
7. Diabetes. Ayo cek Gula Darahmu.

8. Stress. Nanti saya mau bahas tentang meditasi untuk meredakan stress.

9. Bermalas2an. Kurang olahraga, Ini masuk faktor resiko. Ayo Olahraga.

10. Kurang Tidur. Bila Tidur berkualitas kurang dari 6-7 jam.
Sekarang Ayo cek masing-masing.
dari 10 faktor resiko ini, berapa yg teman2 punya?

Kalau diatas 5.

Kita sudah masuk zona peringatan.
Kenali gejala serangan jantung. Agar bisa ditangani segera.

Yg khas, nyeri dada yg menjalar, ke tangan kiri, rahang kiri, bahu kiri, atau punggung kiri. Sakitnya tu sakit kyk diinjek gajah. Bukan kayak ditusuk atau disayat.

Gejala lain, Keringet dingin sekujur tubuh.
Sekarang, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya?

1. Do'a. Minta kepada Sang Maha Pencipta, Sang Maha Penyembuh, agar kita diberikan umur panjang yang sehat dan sejahtera.

2. Hindari faktor pencetus di atas.

3. Periksakan diri kita secara rutin. Setahun sekali MCU.
4. Makan ikan laut. Minimal seminggu 2x.

"the American Heart Association has recommended that people eat fish rich in omega-3 fatty acids at least twice a week."

Pilihan saya ikan Tuna. Krna ada di Warteg terdekat. Kalau lg ada rejeki saya beli Salmon untuk saya masak sendiri.
5. Makan Buah-buahan dan sayuran tinggi Antioksidan.

Khususnya keluarga berri.
Kalau tmn2 bilang ikan laut mahal, trus sayur dan buah mahal, olahraga rutin jg mahal.

Ketahuilah bhw harga stent jantung dan biaya operasi pemasangannya jauh lebih mahal.

Belum biaya waktu dan biaya moril.

Jadi tetap jauh lebih baik mencegah daripada mengobati.
Sekarang teman2 sudah tau tentang serangan jantung.

Tapi tau hanya sekadar tau sungguh tidak bermanfaat utk teman2 semua.

Mulai sekarang kita harus komitmen, untuk mencintai, menjaga, dan melindungi Jantung kita.

Setinggi komitmen Jantung mencintai seluruh sel tubuh kita.
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with dr. Gia Pratama

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!