Drone Emprit Covid19 Updates Profile picture
Jun 19, 2020 25 tweets 13 min read Read on X
Penolakan terhadap tes Covid-19 marak terjadi. Ramai di media massa pun di media sosial.

Tuduhan adanya konspirasi, stigma negatif penderita #COVID19indonesia, juga provokasi menjadi beberapa sebab penolakan tes.

Berikut analisis berdasarkan data 12 Mei -12 Juni 2020.

A THREAD Image
Temuan

Berita penolakan tes #COVID19indonesia terpantau dinamis di media massa, terjadi di berbagai tempat dan hampir setiap hari.

Di media sosial, hanya beberapa insiden yang viral.
Umumnya penolakan tes muncul dari warga di zona rawan dan dari pasar tradisional. Image
Analisis

Ketidakpercayaan warga mendominasi alasan penolakan tes. Ekspresi tersebut dipicu stigma negatif #COVID19, beredarnya hoaks konspiratif kesehatan, hingga provokasi dari oknum masyarakat.
Ada pula penolakan bermotif ekonomi, seperti yang terjadi di pasar Cileungsi.
Saran

Sosialiasi dan edukasi menjadi faktor kunci untuk menghilangkan stigma serta misinformasi terkait test #COVID19indonesia.
Selain itu, upaya tegas atau penegakan hukum juga perlu untuk menimbulkan efek gentar bagi provokator atau penyebar hoaks tidak bertanggung jawab.
Matriks Isu

Penolakan tes #COVID19indonesia dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat, dari pedagang pasar, takmir masjid, hingga anggota DPRD.

Intimidasi dan penolakan terhadap Nakes umumnya dilakukan secara berkelompok. Image
Penolakan dilakukan dengan cara beragam.

Takmir masjid di Madura, misalnya, mengunggah sikap penolakan tersebut di media sosial dan cukup viral.
Ada juga yang menghindari tes #COVID19 dengan mengungsi ke pulau terpencil, sebagaimana dilakukan sebagian warga Sorong, Papua. Image
Beragam alasan jadi penyebab penolakan tes, antaranya: takut hasil tes positif, takut dikarantina, takut mempengaruhi pendapatan dan lapak dagang.

Kegiatan tes di pasar dinilai akan menjauhkan pengunjung pasar. Sedang sebagian menilai, tertular #COVID19indonesia merupakan aib. Image
Ada pula yang merasa baik-baik saja dan kebal #COVID19. Selain itu, jamak pula ditemukan warga yang terprovokasi hoaks terkait #COVID19indonesia, seperti bahwa #COVID19 tidak ada atau #COVID19 tidak berbeda dengan flu biasa (tidak berbahaya). Image
Selain di Pulau Jawa, penolakan tes #COVID19indonesia juga dilakukan masyarakat di berbagai pulau di Indonesia. Di Sumatera, misalnya, kasus penolakan tes dilakukan sekelompok warga di Batam.
Sementara itu, aksi penolakan juga ramai di Sulawesi, utamanya Makassar, dll. Image
Beragam upaya dilakukan pihak berwenang agar publik mengikuti tes #COVID19indonesia. Edukasi, persuasi, dan sosialisasi manfaat tes terus digalakkan petugas. Bahkan, tindakan tegas dengan melibatkan aparat keamanan turut dilakukan. Image
Tren Pemberitaan

Di media online, tren pemberitaan mengenai penolakan tes #COVID19indonesia terlihat tunjukkan peningkatan.

Makassar dinarasikan sebagai daerah dengan insiden penolakan terbanyak. Disusul Maluku, NTT, dan beberapa daerah di Jawa. Image
Pasar tradisional, yang diduga sebagai episentrum penyebaran baru #COVID19indonesia, juga diberitakan sebagai tempat maraknya insiden penolakan terjadi.
Tren Percakapan

Isu penolakan tes #COVID19indonesia terpantau tinggi di periode awal pemantauan. Perbincangan sangat ramai pada 15-19 Mei didorong penolakan tes #COVID19 oleh warga di Makassar dan Sorong… Image
… setelah mereda dari 20-30 Mei, isu penolakan beranjak meningkat dari 1-12 Juni, didorong berbagai aksi penolakan tes #COVID19indonesia yang dilakukan di NTT (Sikka, Adonara), Ambon (Silale), Jawa (Kediri, Cileungsi).
Top Narasi

Dari 5 narasi teratas, dua menceritakan aksi penolakan di Makassar (@Daeng_Info) dan Pasar Cileungsi (@pawangcat).
Narasi terpopuler bicarakan tentang penolakan warga untuk dikarantina di RS (@black_valley1) karena ketidakpercayaan pada hasil tes. Image
Top Influencer

Isu penolakan tes #COVID19indonesia berasal dari kanal berita/daerah (@Daeng_Info dan @asumsico) dan influencer (@black_valley, @Qirani_Ayra, @chocolatosj).

Berdasarkan hal tersebut, bisa dianggap bahwa isu penolakan tes lebih banyak berkembang antar masyarakat. Image
Hastags

Tagar #RapidTest pada isu Penolakan Rapid Test tidak banyak. Justru, yang terlihat menonjol adalah kampanye menyambut Normal Baru (#OptimisNewNormal, #StopPolitisasiNewNormal, #TNIPolriKAwalNewNormal)… Image
…Selain itu, ada juga beberapa tagar yang merujuk pada lokasi penolakan tes seperti #Kediri, #Garut, #Makassar, dll.

Analisis hastags menunjukkan perbincangan tentang penolakan cenderung sporadis.
Analisis Emosi

Emosi Surprise mendominasi perbincangan, mayoritas tunjukkan keheranan warganet thdp perilaku penolak tes. Ada juga yg heran dengan tuduhan konspiratif sebagai alasan penolakan tersebut. Ada juga yg ungkapkan dirinya paham alasan seseorang menolak ikut tes. Image
Emosi yang juga banyak muncul adalah trust, yang terlihat beririsan dengan surprise, yaitu rasa heran.
Publik cenderung tidak percaya bahwa masih ada orang yang meragukan tes.
Selain itu, para penolak tes dianggap lebih percaya hoaks ketimbang tes yang ilmiah. Image
Ekspresi berikutnya yang banyak muncul adalah fear. Manifestasi emosi ini muncul dalam berbagai bentuk percakapan. Mulai dari takut ke pasar karena pedagangnya berpotensi menularkan penyakit, butuh diyakinkan pemerintah, hingga heran dengan “keberanian” penyebar hoaks konspirasi. Image
SNA

Analisis jaringan sosial (Social Network Analysis/SNA) menunjukkan banyak klaster yang tersebar. Ini mengindikasikan, masing-masing klaster mengusung narasi atau peristiwanya sendiri. Image
Terpencarnya narasi bisa terlihat dari beberapa peristiwa penolakan yang viral (di Makassar dan Pasar Cileungsi) yang muncul di klaster berbeda. Bahkan informasi di kanal berita, mengenai beberapa penolakan tes, seolah tidak diamplifikasi oleh klaster lainnya....
... Faktor lain yg turut membuat SNA kali ini terpencar-pencar adalah, tidak semua klaster di isu penolakan rapid test bicara mengenai penolakan tes semata. Ada juga yg mengusung tentang penolakan tenaga kesehatan. Atau malah mengajak masyarakat untuk ikut rapid tes massal.
Demikian analisis kami tentang penolakan tes #COVID19indonesia
Semoga bermanfaat

END Image

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Drone Emprit Covid19 Updates

Drone Emprit Covid19 Updates Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us!

:(