My Authors
Read all threads
DONGENG SEBELUM TIDUR

"Don't Bite The Hand That Feed You"

Lupa cara berterimakasih udah menjadi salah satu sifat manusia yg ada sejak lama.

Anda mungkin ndak berharap mereka membalas kebaikan Anda, namun Anda tentu ndak menginginkan mereka menusuk dari belakang Anda.
Menurut @CambridgeWords, bite the hand that feed you merupakan idiom yg menjelaskan gimana Anda bersikap buruk sekali pd orang yg sudah memperlakukan Anda dengan baik. Yg sudah banyak menolong Anda.

Kalo bahasa sini sih lebih dikenal dengan air susu dibalas dengan air tuba. :))
Sering kita temui ada cerita orang yg sambat kalo mereka capek berbuat baik. Karna menurutnya, berbuat baik sama orang hanya akan membuatmu dimanfaatkan. Hanya membuatmu diinjak dalam penindasan.

Atau selama ini justru kita yg jd alasan orang capek berbuat baik??
Sering kita temui ada cerita kehidupan kantor, gimana berbuat baik sama orang justru menjadikanmu bulan-bulanan. Instruksinya cuman diminta membantu, tapi kemudian malah dijerumuskan.

Orang2 sekitar Anda melihat kalo Anda bisa dieksploitasi habis-habisan. Murah pula gajinya.
Sering kita temui ada cerita menantu yg kebablasan bangsatnya.

Mertuanya udah menerima dan memperlakukannya dengan baik bagaikan anak sendiri, dikasih fasilitas lebih, tapi kemudian dibalas dengan sikap kurang ajar dengan mendepak mereka keluar dari rumahnya sendiri.
Sering kita temui ada cerita tentang "teman" yg butuh uang. Datang ke kita dgn muka yg mengundang rasa kasihan.

Namun setelah dibantu krna mereka berjanji akan mengembalikan, yg Anda terima justru caci maki dan hujatan, hanya krna Anda nagih apa yg udah mereka janjikan.
Sering kita temui ada cerita tentang seorang yg ditipu rekan bisnisnya. Gimana mereka datang padamu meminta pertolongan. Abis kena PHK katanya. Butuh modal usaha. Berjanji akan membagi sekian persen laba di tiap bulannya.

Namun ternyata mereka lenyap tak tau dimana rimbanya.
Sering kita temui ada kisah pasangan yg hubungannya harus kandas. Setelah sekian lama bersama. Setelah teguh setia menemani suka dukanya dari nol. Mendampingi saat dirinya tertimpa banyak musibah.

Dihempaskan hanya krna ada mbak baru yg lebih cantik dan mukanya ndak jerawatan.
Sering kita temui ada cerita tentang atasan yg harus kehilangan jabatannya.

Bukan krna pensiun, bukan krna kecelakaan kerja, pun bukan krna kena Corona. Namun dijungkalkan oleh staff yg paling dia percaya. Yang menjebaknya dan mengadu domba dengan petinggi perusahaan lainnya.
Sering kita temui ada cerita ttg karyawan yg merugikan perusahaannya. Dulunya kesulitan cari kerja. Ditolak dimana-mana.

Ada perusahaan yg kemudian memberinya kesempatan. Dipenuhi segala haknya sebagai pekerja. Namun ternyata jadi buron krna menggelapkan keuangan perusahaannya.
Masih buanyakkkk contoh lain gimana kebaikan seseorang dibalas dengan sikap kurang ajar. Ndak peduli kalo orang itu telah banyak berjasa dalam kehidupannya. Dan bisa jadi mereka melakukannya tanpa rasa bersalah. Ndak ada rasa sungkan sedikitpun dalam tindak-tanduknya.
Kita tentu BOLEH mengeluh atas suatu hal. Meskipun mereka udah berbuat baik pada kita, mungkin ada hal yg dilakukannya itu menyinggung perasaan Anda.

Namun menurutku itu tetap ndak bisa jadi justifikasi Anda untuk melakukan hal buruk padanya. Bisa jadi ndak sengaja, misalnya.
Saya kasih ilustrasi singkat.

Sebut aja namanya Dina. Dina kerja di sebuah perusahaan A hampir 15 tahun. Perusahaan udah jadi rumah keduanya. Namun krna perusahaan dalam kondisi sulit akibat pandemi, Dina merupakan salah satu karyawan yg terkena lay off.
Dina merasa kecewa, marah, dan merasa loyalitasnya untuk perusahaan sia-sia. Merasa perusahaan ndak menilai penting kontribusinya.

Namun Dina menahan diri untuk tidak sambat dan berkata jelek ttg perusahaan di sosial medianya. Bahkan status WA nya.
Dina berusaha memahami, gimanapun juga, perusahaan itu udah banyak menolong kehidupannya.

Dari gaji perusahaan itu, Dina bisa menyelolahkan adiknya sampe sarjana, bisa nabung buat menikah, bisa beli AC buat meredam panasnya Surabaya, dan bisa beli kebutuhan hidup lainnya.
Perusahaan memenuhi segala hak terkait pesangon yg dimiliki Dina.

Meskipun awalnya mungkin merasa kecewa, namun Dina tetap berpamitan dengan baik. Mengucapkan terimakasih atas segala kesempatan yg diberikan. Dan mulai menyusun kehidupan barunya di luar sana.
Dina bs aja memprovokasi karyawan lainnya, bikin thread di social media, bikin rumor jelek apapun diluar sana.

Namun Dina milih untuk legowo menerima keputusan yg ada. Toh haknya sbg karyawan jg udah dipenuhi semua. Itu cara Dina membalas kebaikan orang yg udah memberinya kerja.
Never ever bite the hand that feed you.

Kalopun kita ndak bisa membalas jasa dan kebaikan mereka, mungkin mereka pun ikhlas dan ndak berharap balasan apapun darimu, setidaknya jangan sampai menusuknya dari belakang. Jangan sampe merusak kepercayaan yg diberikan.
Kemarin sempet baca tweet bagus. Saya lupa siapa yg ngetweet. Intinya bilang :

"Banyak orang berdoa karna yakin Allah itu Maha Mendengar, namun banyak yg lupa Allah itu Maha Melihat ketika mereka melakukan suatu keburukan.."

That's too fucking deep but I agree wholeheartedly.
Jadi... Yuk jangan lelah berbuat baik. Tetaplah berbuat baik. Semampu yg kita bisa. Sekalipun dibalas keburukan pun sama manusia. Namun percayalah, Allah akan gantikan itu dengan kebaikan yg lebih besar. Yg ndak pernah kita duga sebelumnya.

Panjang umur perjuangan.

Met malem.
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Keep Current with Widas 🐊

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!