Dr Lim Njat Fa (1871 - 1927)
Dokter Indonesia lulusan Univ. Leiden, Belanda.

Melayani & merawat pasien2 tanpa memandang miskin ataupun kaya, Tionghoa ataupun bukan, beliau adalah sosok yg dihormati oleh berbagai kalangan. Tak heran, namanya menjadi nama satu jalan di Semarang...
yakni Dr LimWeg (Jalan Dr Lim), sayangnya nama jalan tsb sudah berganti dgn nama lain.
Lahir di Muntok (Bangka) tahun 1871, beliau adalah putra dari seorang tokoh pimpinan (Kapiten/Letnan) Tionghoa. Disekolahkan di Nederland dan menamatkan Lagere School dan HBS di Breda....
Lalu beliau meneruskan pelajarannya di Fakultas Kedokteran, Univ. Leiden. Hingga tahun 1918 utk menempuh pendidikan kedokteran, orang2 harus ke Belanda.

Sesudah lulus, beliau membuka praktek di Tanah Abang, Batavia (Jakarta), dan pada tahun 1903 pindah praktek ke Semarang.
Di Semarang dokter Lim menangani kejadian luar biasa radang selaput otak dan meneliti penyakit disentri basiler yg endemik. Tahun 1909 beliau memeriksa 98 kasus disentri dan berhasil mengisolasi kuman Shigella, yg sesuai dengan temuan Shiga dari Jepang pada tahun 1898.
Dokter Lim meninggal tahun 1927 di Belanda, ketika sedang berkunjung kesana.
Semoga jasa beliau dapat dikenang selama2nya oleh kita generasi penerus bangsa.
Sumber:
Star Weekly, 26 Jan 1957.
Tionghoa dalam KeIndonesiaan, Yayasan Nabil.
Koleksi #museumpustakaperanakantionghoa.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Azmiabubakar

Azmiabubakar Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @Azmiabubakar12

19 Sep
TOKO OEN, sejak 1910.
Restoran Legendaris Kebanggaan Bangsa.

Berdiri tahun 1910, boleh jadi ini adalah restoran tertua di pulau Jawa dan Madura, sesuai dengan pernyataan Restoran tsb dalam satu iklannya yang menjadi koleksi Museum Pustaka Peranakan Tionghoa.... Image
Nyonya Liem Gien Nio asal Jogja adalah pendiri dari Restoran OEN. Beliau sengaja memberikan nama usahanya sesuai nama keluarga suaminya, Oen Tjoen Hok, pimpinan Tionghoa Jogja berpangkat Letnan. Usaha nyonya Liem berkembang pesat, tentu saja bukan hanya karena jaringan..... Image
pertemanannya yg luas sbg keluarga terpandang di Jogja tapi tentu saja krn rasa masakannya lezat. Keahlian memasak dgn standar tinggi, memenuhi selera para pelanggannya. Nyonya Liem ahli memasak masakan Tionghoa, Jawa juga Belanda. Selain itu juga kue2 & berbagai penganan lainnya
Read 9 tweets
18 Sep
Ivanna Lie ( Lie Eng Hoa )
Srikandi Bangsa Yang Terluka

Dilahirkan di Bandung pada tahun 1960, Ivanna Lie adalah sosok pahlawan bangsa yang menjadi bukti nyata dari perlakuan diskriminatif luar biasa di negeri tercinta kita pada suatu masa.
Jangankan orang2 Tionghoa dari kalangan biasa, mereka yang juga berjuang mengharumkan nama bangsa Indonesia di pentas dunia juga mengalami nasib serupa. Haknya untuk menjadi warga negara Indonesia tidak diberikan sebagaimana mestinya oleh pemerintah kala itu.
"Saat ke luar negeri, saya hanya dibekali secarik kertas yang menyatakan bahwa saya orang Indonesia. Tapi, ketika pulang, kewarganegaraan saya dicabut dan menjadi stateless." (Ivanna Lie)
SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia), dokumen diskriminatif khususnya....
Read 7 tweets
15 Sep
Kanisius menjadi Loyola
Sekolah Menengah Atas Kanisius berdiri pada bulan Mei 1949 di Semarang.

Loyola adalah nama yang terkenal, tak hanya di Semarang. Ribuan alumninya banyak menjadi pengabdi masyarakat, pembela kaum miskin serta tokoh2 nasional yg memperjuangkan kemanusiaan.
Sebagai sekolah Katolik yg berada ditengah2 kota Semarang, banyak dari peserta didik sekolah ini berasal dari orang Jawa, beretnis Tionghoa.. sekolah ini juga ajang pertemuan antar etnis, dimana terjadi proses akulturasi, persaudaraan dan saling menghargai dipupuk dan dibina.
Sekolah ini mulanya serba sederhana, ruang gurupun tak ada, sewaktu istirahat para guru berkumpul dibawah teratak (sebenarnya utk parkir sepeda)...sempit, dinding gedeg (anyaman bambu) lantai tanah, jika turun hujan jadi becek...baru ditahun 1954,memiliki gedung yg cukup baik.
Read 9 tweets
13 Sep
HIKAYAT TEH
Berasal Dari Tiongkok Lalu Memerdekakan Amerika.

Di Indonesia, Teh mulai ditanam pada tahun 1826, dimana penanamannya sebagian besar dilakukan di Priangan (Jawa Barat)
Beberapa produknya yang terkenal adalah: "Goal Para", "Pasir Nangka", dan "Goenoeng Rosa"....
Sebagai gambaran besarnya hasil teh dari Hindia Belanda, dalam tahun 1929 diseluruh dunia telah dikeluarkan teh sebanyak 416.657.000 Kilogram dan yang datang dari Indonesia sekitar 64.468.000 Kilogram
Dari jumlah tersebut, sebanyak 50.643.000 Kg berasal dari Priangan sendiri.
Wajar saja, jika urusan teh-mengeteh, Jawa Barat tidak ada lawannya, karena memang sudah kesohor dari jaman dahulu.
Hampir 4000 tahun sebelum Yesus terlahir, di Tiongkok sudah dikenal cara pemakaian daun teh sbg minuman .. Informasi ini bersumber dari hikayatnya Nabi Kong Hu Cu.
Read 8 tweets
9 Sep
Tan Giok Lan (Mely G. Tan)
Sosiolog Ternama Indonesia

Tahun 1968, beliau mendapatkan gelar Ph.D dari Univ. of California, dgn disertasi berjudul "The Chinese In The United States"
Buku disertasi yg tercetak di Taiwan 1971 tsb, mjd koleksi dari Museum Pustaka Peranakan Tionghoa.
Lahir di Jakarta tahun 1930, Giok Lan memulai sekolah di Hollandsche Chineesche School, kemudian meraih sarjana di Sinologi UI 1959.
Giok Lan pernah menjabat Sekjend Himpunan Indonesia utk Pengembangan Ilmu Sosial & mjd anggota Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.
15 Februari 2000, beliau dianugerahi Bintang Mahaputra Pratama, sebuah penghargaan yang sangat patut atas jasa dan karya2nya selama ini.
Pada 2009, Yayasan Nabil juga menganugerahi "Nabil Awards" atas dedikasi dan jasa2 dari sosiolog ternama Indonesia ini.
Read 4 tweets
9 Sep
Liem Soen Joe (Endang Witarsa)
Pemain Sekaligus Pelatih Terbaik Indonesia.

Profesi sebagai dokter gigi, ditinggalkan oleh Liem Soen Joe karena kecintaannya terhadap dunia sepakbola, padahal profesi sebagai dokter gigi pada saat itu terbilang langka dan sangat dibutuhkan.
Soen Joe adalah satu pemain terbaik Indonesia yg pernah dianugerahi medali emas / bintang jasa tingkat 1, dlm Kongres Istimewa PSSI di Solo, tahun 1960. Penghargaan tsb di dapat karena jasanya 48 kali bertanding, membela timnas melawan kesebelasan luar negeri.
Beliau juga pelatih hebat, beberapa tim merasakan tangan dinginnya, spt Persija & UMS, bahkan PSSI. Berbagai kejuaraan Internasional pernah direbut, diantaranya Aga Khan Goal Cup 1966 Pakistan, Merdeka Games 1969 Malaysia, Juara Pesta Sukan 1972 Singapura & Piala Raja Thailand.
Read 8 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!