"Nurdiiiiiinnn..!!" Teriak seorang laki2 paruh baya pada seorang pemuda yang sedang berada ditengah sawah
"Puunnn."jawab nurdin seraya berjalan melewati lumpur di sawah menuju kearah si lelaki paruh baya
(Pun itu bahasa halusnya iya dalam bahasa banjar)
"Liwar lawasnya nyawa nginih manyahuti..!
(Lama srkali kau menjawab.!") Bentak si lelaki paruh baya
"Maaf pirang, ulun tadi kada mandangar pian bakiyau.(maaf, paman, tadi saya tidak mendengar saat paman memanggil.)" Jawab nurdin pelan
"Hiih ah, tasarah nyawa haja situ.
Ni nah upah nyawa lah, isuk unda tulak kawadah dingsanak unda, anak nya bakakawinan, jadi upah nyawa nginih
Unda juluk badahulu haja.( ya sudah. Terserah kau saja. Ini upah mu ya, besok aku mau pergi ke rumah saudaraku, anak mau menikah, jadi upahmu aku kasih lebih awal saja.)"ujar si lelaki tua masih dengan nada ketus nya yang sangat khas ditelinga nurdin
"Alhamdulilah, tarima kasih piranglah. (Alhamdulilah, terima kasih paman.)" Ucap nurdin seraya menyambut uang upah nya itu
Lalu tanpa menjawab iya atau apapun, si lelaki paruh baya itu langsung pergi tanpa menoleh pada nurdin.
Lalu dengan wajah yang sedikit ceria, nurdin kembali melanjutkan pekerjaan nya.
---------
Nurdin adalah seorang pemuda berusia 23 tahun, ia bekerja disawah milik
Orang lain, sama seperti pemuda di desa itu pada umumnya.
Kulitnya putih bersih, meski bekerja ditengah sawah, dibawah teriknya matahari.
Rambutnya yang ikal, hidungnya yang mancung, dagunya yang berbelah (mirip seperti aktor indonesia (om upa namanya),
Matanya yang hitam kecoklatan seperti bersinar saat terkena cahaya matahari.
Bentuk wajahnya sangat sempurna, begitupun dengan bentuk tubuhnya, karena sedari kecil terbiasa bekerja keras otot2 nya sudah membentuk dengan sangat bagus dan alami.
Begitupun dengan tinggi badan nya
Nurdin, lebih tinggi diantara para pemuda2 desa seumuran nya.
Namun Nurdin selalu di jauhi oleh para pemuda di desa, mereka seakan jijik setiap kali melihat nurdin.
(Oh ya, satu hal lagi, Nurdi ini tidak asli dari kalimantan selatan. Ia hanya mengikuti ibunya
Merantau ke kalsel.)
"Anak kampang urang inggris yate...! (Lihat anak haram orang inggris..!)" Ejek teman2 nya dulu
Nurdin tak tau, apa yang mereka katakan tentang dirinya itu benar atau tidak.
Setiap kali ia membahas masalah itu dengan ibunya pun, setiap kali itu
Pula lah, ibunya akan berpura2 sakit dan jika sudah seperti itu, ibunya tidak akan pernah mau menjawab pertanyaan2 nurdin.
-----------
Sepulangnya dari sawah, Nurdin langsung pulang. dirumah ia langsung mandi dan berpakaian, lalu ia pergi ke warung untuk membeli
Gula dan kopi.
Juga tidak lupa ia membeli iwak wadi samu kesukaan ibunya.
(Kurang lebih seperti ini contohnya, tapi ini hanya ilustrasi)
"Nurdin...."panggil seseorang dari arah belakang
Nurdin menoleh dan melihat santi berdiri beberapa meter di belakang nya.
"ada apa san..?"tanya nurdin
"ibu mu ada dirumah..?"tanya santi sambil tersenyum manis
"ada, memangnya kenapa san.?"tanya nurdin tanpa menoleh
"aku bawakan jahitan ibumu."jawab santi salah tingkah
"ohh.. ya sudah, kerumah saja."ucap nurdin seraya kembali berjalan
sementara santi juga mengikuti langkah nurdin.
bagi santi, bisa berjalan di dekat nurdin sudah sangat cukup membuat nya bahagia.
singkat cerita, mereka berdua akhirnya sampai di rumah nurdin yang tidak lah begitu besar itu.
nurdin mempersilahkan santi untuk masuk terlebih dahulu, lalu setelah nya ia juga ikut masuk.
sebentar saja keduanya sudah terlihat sangat akrab mengobrol, nurdin yang sedang memasak di dapur hanya tersenyum, ia senang melihat ibunya yang bisa tertawa lepas saat mengobrol
bersama santi.
saat sedang asyik memasak, tiba2 ibunya memanggilnya.
dengan segera nurdin berjalan keluar,
"ada apa ma.?"tanya nurdin
"ini, biarkan santi ikut membantumu memasak din."ujr ibunya
nurdin menggaruk2 kepalanya, lalu ia pun akhirnya mengiyakan dan dengan wajah yang agak memerah, santi mengikuti nurdin ke dapur.
"maaf ya san, di rumahku tidak ada bawang merah dan putih."ucap nurdin seraya membuka penutup panci yang ia gunakan untuk menanak nasi
"tidak apa2, aku juga tidak suka bawang."jawab santi pelan seraya mematahkan tangkai cabe untuk membuat sambal
"sambal nya mau pakai bawang ganda.?
kalau mau, biar aku ambilkan di kebun belakang."kata nurdin
santi tersenyum manis,
"boleh, kalau kamu suka."jawab santi
nurdin tertawa kecil menanggapi jawaban santi.
"kalau kamu tidak suka bawang ganda, biar sambal nya tidak usah pakai bawang ganda."
santi tersenyum, ia benar salah tingkah.
---------
hari hari berlalu, sekarang santi lebih sering berkunjung ke rumah nurdin, ia akan memasak dan mengantarkan makanan ke sawah untuk nurdin.
dan hari itu, santi tengah berjalan di pematang sawah bermaksud untuk mengantar makanan buat nurdin.
namun di tengah jalan ia bertemu dengan seli, anak gadis pemilik sawah yang di garap nurdin.
"nurdin sudah makan..!
bawa saja makanan basi milikmu itu pulang."ujar seli
yang sepertinya tidak menyukai santi
tanpa menjawab, santi pun berjalan meninggalkan seli.
namun saat akan melangkah, tiba2 kakinya tersandung oleh kaki seli yang seperti sengaja untuk menjatuhkan santi. hingga membuat makanan yang ia bawa berserakan di tanah.
"Aduuhhh...."
"Kamu ini maunya apa sih hah.?!!" Bentak santi seraya bangkit
Makanan yang dia masak untuk nurdin, sudah berhamburan ditanah.
Sementara seli, tanpa rasa bersalah berjalan meninggalkan nya.
Namun santi dengan cepat langsung menarik rambut panjang seli.
"Aaaaa..." Teriak seli kesakitan
(Om mau nawarin, minyak2 asli kalimantan, kali aja ponakan2 disini berminat, bisa hubungi WA- 0856 5403 7262
Om punya minyak perkasih, saluang mudik, raja pemikat, dan raja penunduk. Nanti om jelaskan satu-satu kegunaan dan cara penggunaan nya)
Perkelahian antara keduanya tak dapat dihindarkan, keduanya saling cakar, saling jambak dan saling tendang, hingga suara kegaduhan yang tercipta dari perkelahian itu terdengar oleh nurdin yang berada di tengah sawah.
Lalu ia segera berlari kearah santi dan seli.
Padi2 yang baru saja ditanam itu rusak akibat perkelahian kedua gadis tersebut.
"Astaga...!!
Kanapaan bubuhan ikam ngini hah.?!!
Lidat banih buhan ikam ulah.!
(Kalian berdua ini kenapa sih hah.??
Rusak padi2 ini karena ulah kalian berdua.!)" Bentak nurdin
"Inya yang badahulu mahalangi ulun pas ulun lalu tadi. Tabalikan makanan yate.
(Dia yang duluan menghalangi kakiku dengan kaki nya, sampai tumpah semua makanan itu.)" Jawab santi masih dengan nafas yang ngos2an
"Tiwas inya muyak banar.!!
(Habisnya dia cerewet sekali.!!)"
Bantah seli tak ingin disalahkan.
"Siapa pun yang salah, siapapun yang benar, kalian berdua tetap harus tanggung jawab, kalian tidak tau kan, lelahnya aku menanam dan merawat padi2 ini.?
Kalian berdua malah merusaknya." Ujar nurdin dengan raut wajah yang masih sangat kesal
----------------------
Malam itu, nurdin tengah beristirahat sambil mendengarkan radio nya.
Tiba2 ibunya memanggil, Dan menyuruhnya untuk keluar.
Dengan bermalas2an karena capek seharian disawah, nurdi keluar kamar.
Ibunya masih bergelut dengan pekerjaan nya membuat atap dari
Daun, atau yang orang2 di desa itu sebut dengan 'mahambit/maambit'
"Ada apa ma.?" Tanya nurdin duduk didekat ibunya
"Uma mau cerita. Tentang semuanya. Apa kamu mau mendengarnya.?" Ujar ibunya
Nurdin menatap ibunya, lalu mengangguk perlahan.
"Dulu, tidak jauh dari desa uma tinggal, ada sebuah perusahaan asing, uma dan teman2 uma sewaktu gadis dulu sering menjajakan sayur mayur ke kem itu nak.
Dan entah bagaimana, saat menjajakan sayuran, uma bertemu dengan seorang
Laki2 asing. Ia bekerja diperusahaan tersebut.
Saat musim buah durian, laki2 itu pasti memesan 'lampuk' (dodol durian asli tanpa campuran tepung)
Pada uma, dan dia pasti membayar mahal lampuk uma."
"Apa dia ayahku.??" Tanya nurdin tak dapat menahan rasa penasaran nya
"Dengarkan dulu uma cerita."
"Waktu itu, tepat nya malam itu, dia datang kerumah uma dengan seorang teman nya (juru bahasanya/tukang translite)
Dia mengajak uma untuk kesebuah tempat, bodohnya uma, uma mengiyakan dan langsung pergi mengikuti mereka, dan tanpa uma sadari
Ternyata uma dibawa ke pabrik penggilingan padi yang sudah terbengkalai yang sangat jauh dari pedesaan, dan disana dia tidak hanya berdua, tapi banyak teman2 nya yang lain.
Mereka memperkosa uma, mereka bahkan hampir saja membunuh uma jika uma tidak berhasil lolos."ceritanya
Terhenti, ada air bening merembes keluar dari sudut mata tua ibunya.
Nurdin bagai tersengat aliran listrik bertegangan tinggi, ia sangat amat kaget dan tak menyangka kalau dirinya adalah anak hasil perkosaan.
Pandangan nya seketika mengabur,
"Apa uma masih ingat wajah2 laki2 itu ma.?!" Tanya Nurdin dengan bibir bergetar
Ibunya mengangguk,
"Untuk orang asing itu, sepertinya dia sudah kembali ke negara asalnya, tapi kalau kamu ingin mencari yang lain nya, mereka masih ada di desanya.
"Jawab ibunya sembari mengusap air matanya
Nurdin mengepalkan tangan nya, cerita dari sang ibu, sudah sangat membuatnya emosi.
Ingin sekali ia menghajar laki2 yang dulu memperkosa ibunya, ingin ia patahkan leher laki2 itu, ingin sekali.
"Jadi itu semua yang membuat uma pergi jauh dari desa.?
Maafkan aku ma, karena kelahiranku membawa petaka bagi uma, tapi uma tenang saja, aku, Nurdin, akan membalaskan semua dendam uma.!" Ujar Nurdin, gigi2 nya terdengar bergemeretak
Ibunya tersenyum dan langsung memeluk nurdin.
----------------
2 minggu berlalu, selama 2 minggu itu juga, nurdin terus melatih kemampuan bela dirinya.
Malam itu, Nurdin sengaja menunggu seli pulang di jalanan yang agak sunyi.
Saat seli datang, nurdin langsung merangkul
Pundaknya.
"Hay sel." Sapa nya
Seli tersipu malu, dan tak berani mengangkat wajahnya menatap nurdin.
Beberapa uang padamu.?"ucap nurdin pelan menahan rasa malunya
Seli mengerjapkan matanya,
"Apa abahku tidak membayar upahmu.?
Abah keterlaluan sekali.!" Ujar Seli
"Bu bukan itu, tapi aku...." Sanggah Nurdin seraya menceritakan alasan nya meminjam uang pada seli, dan tentunya ia tidak mengatakan alasan aslinya pada gadis manis tersebut.
"Ohh.. Begitu ya..
Boleh saja, aku sangat senang bisa membantu A nurdin. Berapa yang A'a butuhkan.?" Kata seli
------------------------
"Santi, tolong jagakan ibuku sampai aku kembali nanti ya." Ucap Nurdin seraya mencium pipi santi dengan lembut
Pipi santi yang putih
Seketika menjadi merah merona.
Hari itu juga, Nurdin berangkat ke pelabuhan yang memakan waktu sekitar seharian, dan dari pelabuhan besar itu nanti ia akan menempuh satu minggu lamanya untuk sampai ke daerah yang dimaksudkan ibunya, dan dari sana ia akan naik kelotok
(Perahu mesin, tapi muatan nya lebih banyak dari hanya sekedar perahu)
Perjalanan panjang yang sangat melelahkan, namun begitu, nurdin tetap berpegang teguh lada niat nya.
singkat ceritanya.
selepas isya nurdin sampai didesa yang di katakan ibunya, desa yang merupakan tempat tinggal salah satu orang yang ada di balik pemerkosaan ibunya sewaktu muda dulu.
ia berjalan menyusuri jalanan desa yang gelap, hingga dari kejauhan ia melihat sebuah warung yang masih buka.
nurdin berjalan menuju ke warung tersebut, perut nya yang sudah mulai keroncongan memaksanya untuk mampir di warung itu, meski banyak bapak2 yang sedang berada disana
"bu, teh hangat satu, sama gorengan nya 5."pesan nurdin
para bapak2 yang ada di warung itu menatap nurdin dengan tatapan aneh.
"mau kemana nak.?"tanya si bapak yang mengenakan baju partai berwarna kuning tersebut
"ingin mencari kerja pak."jawab nurdin dengan sopan
"oh.. memang nya kamu datang darimana.?"tanya si bapak yang memakai baju kaos oblong berwarna putih
"saya jauh pak, kira2 dimana saya bisa mendapatkan pekerjaan pak..? saya bisa apa aja pak, bertukang, atau menggarap sawah
membuat sumur, sampai menggali kuburan pun sata bisa pak."ujar nurdin
"wah, kebetulan, saya sedang mencari teman untuk 'maugai' (mengangkut balok kayu dengan bahu) balokan di sungai R sana, kalau kamu mau, kamu bisa ikut aku."ujar bapak2 yang berbaju partai
"saya mau pak, apapun pekerjaan nya yang penting halal."jawab nurdin senang
----------------
singkat cerita..
sudah sebulan berlalu, nurdin tinggal di desa itu.
nurdin dikenal warga sebagai pemuda yang baik, dan suka menolong.
banyak gadis2 cantik di desa itu yang berusaha mendapatkan cinta nurdin, namun nurdin tak pernah menanggapi sikap mereka.
------------
malam itu, nurdin berdiri di bawah pohon di dekat sebuah rumah, matanya menatap lekat kearah lelaki paruh baya yang sedang
duduk santai di serambi rumah tersebut.
rintik2 hujan malam itu, perlahan lahan mulai membasahi baju nurdin, karena phon tempatnya berdiri daun nya tidaklah rindang..
tiba2 dari dalam rumah keluar seorang gadis membawa gelas yang kemungkinan berisi kopi atau teh.
saat rintik hujan sudah semakin deras, nurdin bergegas meninggalkan rumah tersebut sambil berlari2 kecil.
------------------------
malam itu, malam ke tujuh bagi nurdin mengawasi rumah si lelaki paruh baya.
dari bawah pohon yang sama, nurdin melihat beberapa orang keluar dari
rumah, dengan pakaian yang sangat rapi, mungkin mereka akan pergi kepasar malam di desa sebelah, pikir nurdin.
setelah beberapa saat kepergian si lelaki paruh baya, nurdin langsung berjalan ke arah rumah, ia berjalan mengendap2, dan menutup sebagian wajahnya menggunakan sapu
tangan,
kriiieeettt....
pintu terbuka.
nurdin melihat laki2 paruh baya itu tengah menggoreng ikan di dapur, lalu tanpa ragu2 nurdin langsung mengeluarkan pisau yang ia bawa untuk di tusukkan pada si lelaki paruh baya.
namun tidak disangka, laki2 paruh baya itu tau dan langsung menangkis serangan nurdin,
"siapa kau ini..?!"bentak si lelaki paruh baya
"aku adalah anakmu..!!"jawab nurdin
"hah..??!
anakku..??"ujar si lelaki tua nampak kaget
si lelaki paruh baya itu nampak berpikir keras, dan saat si lelaki itu lengah nurdin langsung menyerang nya, dan craaakkk... pisau nurdin tertusuk dalam pada samping perut si lelaki paruh baya.
tidak hanya sekali, nurdin menusuk laki2 itu seara berulang kali hingga daging bagian perutnya rusak dan membuat ususnya keluar. lalu setelah itu, nurdin menjilat darah di ujung pisau nya, dan pergi meninggalkan jasad si lelaki tua. dengan perasaan yang sangat puas dan lega.
--------------------
Keesokan harinya.....
Warga gempar karena pembunuhan yang terjadi pada si lelaki paruh baya,
Dan kebetulan sekali, kabar tentang perampokan di beberapa desa sedang dahsyat2 nya beredar, bahkan ada yang satu keluarga dibantai dan hartanya
Lenyap bersamaan dengan para perampok.
Namun anehnya, pembunuhan si lelaki paruh baya tidak seperti itu, harta benda dalam rumahnya masih tertata rapi tak tersentuh.
Sementara dirumah yang selama ini ditinggali oleh nurdin, sejak subuh badan nya sudah tidak enak, ia demam.
Dan tak ada satupun warga yang curiga padanya.
Karena dia dikenal sangat baik oleh warga sekitar.
--------------
Satu persatu orang2 yang berhubungan dengan pemerkosaan ibunya dulu nurdin bunuh dengan cara sadis yang berbeda2.
Hingga sampailah ia pada korban yang lain, merupakan seorang wanita seusia ibunya.
Saat pertama melihat nurdin, si wanita itu langsung menangis
Dan tau siapa dia. Karena nurdinerasa korban nya hanyalah seorang wanita tua, jadi saat itu ia tak menggunakan penutup wajah.
Sehingga wajahnya dengan sangat jelas terlihat.
"James.." Ucapnya dengan bibir bergetar
Kali ini giliran nurdin yang mengerutkan keningnya.
"Aku, aku sangat merindukan mu." Lanjut si wanita tua
Saat ia akan meraih tubuh nurdin, nurdin dengan keras mendorongnya.
Lalu si wanita tua itu tertawa namun dengan raut wajah yang sangat sedih.
"Sebaiknya aku tidak membunuhmu, karena kau rupanya sudah gila.!" Gumam nurdin
Seraya hendak berlalu meninggalkan si wanita tua.
"perempuan itu, dulunya adalah penjaja sayur dan makanan berkeliling. Dia sering menjajakan sayur mayurnya di mes tempat suamiku bekerja.
Kau tau, suamiku bernama james, dia bukan orang indonesia.
Dan pada saat itu akulah gadis satu2 nya yang sangat beruntung bisa menikahi orang dari luar negeri. Meski pun kami hanya menikah secara adat dan terkesan diam2.
Namun waktu berlalu dan akhirnya perempuan itu datang dan mencoba merayu suamiku, entah oleh karena apa, suamiku pun
Akhirnya tergoda dengan rayuan nya lalu dengan tega mencampakkan aku yang pada saat itu tengah mengandung buah cinta kami.
Aku ditelantarkan, aku dibuang. Sementara perempuan itu dan suamiku bersenang2 di luar sana.
Dan kenyataan pahit lain nya yang harus ku terima adalah
perempuan itu bukan hanya seorang penjaja sayur, tapi dia juga menjajakan tubuhnya untuk dinikmati oleh setiap lelaki yang ber uang.
Setelah harta suamiku habis, dan aku tidak bisa diam saja, hingga akhirnya aku mulai merencanakan sesuatu. Aku meminta bantuan pada keluargaku.
Dan salah satu diantara kami memancing perempuan itu untuk kesebuah tempat.
Lalu setelah itu, kami menghajarnya habis2an. Ku jambak rambutnya, dan aku lemparkan kotoran diwajahnya, bahkan dia juga kami telanjangi lalu kemalu*n nya aku oleskan cabe rawit.
Tangisan nya
Rintihan rasa sakitnya memberikan rasa puas yang tidak pernah aku lupakan hingga sekarang.
Lalu berbulan2 setelah itu. Aku melahirkan seorang anak laki2 yang ku beri nama martius.
Namun sayang, 2 minggu setelah itu, dia di culik hingga sekarang aku tak pernah melihat anakku
Lagi.
Anak itu sangat tampan."cerita si wanita tua lalu tubuhnya berguncang dan menangis dengan keras
Nurdin menjadi ragu, lalu ia bertanya.
"Adakah bukti2 yang masih kau simpan tentang anak mu yang hilang itu.?" Tanya nurdin
Lalu si wanita tua mengangguk, ia bergegas bangkit dan langsung menuju kesebuah lemari yang digembok,
Ia mencari anak kunci tersebut, lalu membuka gembok lemari tersebut.
Kriiieeeetttt.... Pintu lemari berderit.
Beberapa lubang rayap menembus hingga keluar.
Disana banyak sekali baju2 bayi, dan beberapa lembar foto bayi.
Nurdin mengambil dan mengamati foto tersebut.
Ia seperti pernah melihat wajah bayi tersebut.
Matanya, hidungnya, bibirnya. Ya..
Itu adalah dirinya.
Nurdin tak kuasa menahan air matanya.
Lama ia menatap wanita tua itu, ia tak mampu berkata2, selain air mata yang terus menetes dikedua pipinya.
"Anak ku, sangat mirip denganmu." Lirih si wanita tua
Nurdin menyebutkan nama ibunya, lalu si wanita tua menatap nurdin.
"Kau anaknya.?
Tidak. Kau bukan anaknya
Perempuan itu mandul, dan dia menghilang bersamaan dengan bayiku yang hilang.
Jangan2....."ujar si wanita tua tak mampu meneruskan perkataan nya
Lalu si wanita tua mengambil salah satu foto lusuh itu, disana nampak seorang bayi yang telanjang, dan ada tanda di bagian
Perutnya, sama seperti tanda lahir yang dimiliki nurdin. Tapi tanda di perut nurdin semakin lama semakin besar.
Lalu nurdin mengangkat bajunya, dan si wanita tua terduduk lemas, sembari menutup mulutnya.
"Uma." Ucap nurdin, air matanya semakin deras menetes
Jadi itulah sebabnya, ibunya nurdin tidak pernah menyimpan fotonya saat bayi. Ibunya tidak pernah memperlakukan nya dengan baik kecuali pada saat ia ada maunya.
Jadi.. Selama ini yang bersalah itu adalah wanita yang
Nurdin sebut ibu.
Dan itu pula yang menyebabkan si lelaki tua yang ia bunuh di awal, tidak mengetahui siapa nurdin, dan bingung saat nurdin mengatakan ia adalah anaknya. Ternyata lelaki paruh baya itu adalah paman nya.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....!!!!" Teriak nurdin
"Bangsaaaattttt.... Kau menipuku. Hingga aku membunuh keluargaku sendiri...!!" Ujar nurdin dengan sangat marah
-------------------------------
Singkat cerita....
Hari itu nurdin sudah berada di kampung tempat ia di besarkan oleh wanita laknat yang menculiknya sewaktu bayi.
Tapi, rumah yang ia tempati sudah kosong.
Tidak ada tanda2 wanita tersebut.
Lalu nurdin berlari kearah rumah santi.
"Santiiiii...!!" Teriak nya
Seorang bapak2 tua keluar,
Raut wajahnya sangat sedih.
"Santi sudah meninggal." Ucapnya
Apa apaan ini.?
Ada apa ini.?
Apa yang sudah terjadi.?
Apa yang sedang ia hadapi sekarang ini.?
Sandiwara kah.?
Beberapa pertanyaan seketika berkecamuk di benak nurdin.
"Jangan coba2 membohongiku.!!" Bentak nurdin
"Apa yang membuat mu seperti ini din.?
Santi meninggal beberapa hari yang lalu, jasadnya ditemukan didalam rumahmu. Sementara ibumu tidak tau kemana. Dugaan pertama, santi diracun. Dan dibagian tubuh santi ada bekas cakaran dan lebam. Dan itu menuju pada dugaan kedua yaitu
Santi dibunuh.
Dan di rumahmu, ibumu sudh tidk ada, apakah mungkin dia yang membunuh santi.?
Jika itu benar, tapi kenapa santi.?
Ada apa dengan santi ku..?!"isak si lelaki tua
Pandangan nurdin seketika buram.
Air matanya mulai merembes keluar.
Lalu tanpa berkata2, nurdin segwra pulang kerumah.
Ia mencari2 sesuatu yang mungkin bisa dijadikan petunjuk untuk nurdin menemukan wanita jahat itu.
Namun rumah itu bersih, tidak ada petunjuk. Bahkan baju2 wanita yang selama ini ia sebut ibu itupun masih ada, masih terlipat rapi di rak baju.
Nurdin duduk diluar, rumah hingga malam hari..
Ia terus menangisi kepergian santi, dan juga kebodohan nya yang langsung percaya pada
Siwanita tua hingga ia membunuh keluarga nya sendiri.
Saat matanya mulai terasa berat, lamat2 nurdin mulai mendengar tangisan seseorang.
Tangisan yang sangat menyayat hati.
Namun karena matanya yang sudah sangat mengantuk, nurdin pun tak menghiraukan nya.
"Nurdin... Aku tau semuanya." Ucap suara lembut terdengar di telinga nurdin
Seketika, nurdin membuka matanya,
"Santiiii..."
Namun tidak ada siapapun disana.
Angin dingin berhembus, hawa yang berbeda mulai terasa.
"Nurdin, kesalahanmu tidak disengaja. Kau bukan lah dalang dari semua ini.
Kau juga korban nurdin.
Jangan terus berlarut dalam kesedihan dan penyesalan mu, jalani lah hidupmu bersama orang tua kandungmu." Sayup2 suara lembut itu kembali terdengar
Nurdin beranjak berdiri, ia mencari2 sumber suara itu.
Tetapi tak ada siapapun disana.
Namun dari balik pintu dapur, nurdin melihat sekelebat bayangan, dan tanpa ragu ia lalu mengikuti bayangan itu..
Tapi tetap, tak ada siapapun selain dirinya di tempat itu.
--------------------
2 minggu kemudian...
Nurdin sudah mulai bekerja lagi, untuk membayar hutang2 yang ditinggalkan ibunya pada ayah seli.
Dan mau tak mau ia harus melunasinya.
---------
Singkatnya setelah bisa melunasi hutang2 itu,
Nurdin pun pulang ke kampung kelahiran nya
Pulang ke tempat ibu kandung yang melahirkan nya.
Sampai sekarang, wanita itu tidak pernah terdengar kabarnya lagi, ia menghilang bagai ditelan bumi.
Tinggallah nurdin yang kadang2 masih menyesali perbuatan nya.
Sementara dirumah yang dulu ditempati nurdin.
Sering terlihat sosok hantu perempuan yang tengah berdiri di depan pintu menatap lurus kedepan.
---SELESAI---
Kalau ponakan mau nyawer pulsa ini nomornya- 0856 5403 7262
“Capati pang ma.. Ulun kada sabaran lagi nah.. (Ayo cepat ma.. Aku sudah tidak sabar lagi..)” ujar seorang anak laki laki berusia 10 tahunan seraya menarik tangan ibunya
Ya, hari itu keluarga kecil yang terdiri dari 4 orang tersebut akan pindah rumah, ke rumah baru mereka.
4 orang dalam keluarga itu terdiri dari ayah, ibu dan 2 anaknya. Kita panggil saja nama si ayah pak Fahri, kisaran usia 35 tahunan. Si ibu bernama Desi, kisaran usia 30 tahunan. Anak pertama mereka sebut saja namanya Vendra usia 10 tahun. Dan anak kedua mereka bernama Salsa yang
Malam minggu ini kita cerita yang ringan2 dulu ya..
(Gambar hanya ilustrasi)
Hari yang ditunggu-tunggu pun sudah tiba, libur panjang sekolah itu akan mereka isi dengan berbagai macam hal-hal menyenangkan di desa kakek, desa yang sudah lama tidak pernah keluarga anggi kunjungi lagi.
Kurang lebih sekitar 10 tahun anggi tidak pernah ke desa kakeknya. Terakhir ke desa saat ia masih berusia 7 tahun, dan sekarang usia anggi sudah menginjak 17 tahun.
Cerita ini diceritakan oleh salah satu ponakan disini yang pernah bekerja di rumah makan tersebut.
Nama tokoh dalam cerita ini sudah disamarkan.
_____
2018..
Kalimantan selatan.
Sebut saja namanya Hatni, saat itu dia baru saja lulus sekolah Menengah Atas. Namun karena orang tuanya tidak punya biaya, akhirnya hatni memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya kebangku kuliah.
Namanya Esah. Dia adalah seorang gadis yang baru saja naik kelas 6 SD. Dia termasuk anak yang paling pintar di kelasnya. Diawal tahun pelajaran baru itu, ada murid pindahan dari sekolah lain yang masuk dikelas tersebut.
Perawakannya tinggi, lebih tinggi dari anak2 laki2 lain di kelas itu. Wajahnya juga tampan dan memiliki kulit putih namun terkesan pucat.
Matanya sayu, dan lebih sering menyendiri ketimbang berbaur dengan teman2 dikelasnya.
Namanya Silvia, usianya saat ini sekitar 40 tahunan, usia yang sangat matang untuk berumah tangga. Namun sampai cerita om tulis, silvia belum juga mendapatkan jodoh.
Padahal sejak jaman kuliah dulu, silvia ini bisa dibilang merupakan cewek populer.
Dan bahkan ia pernah menjalin hubungan diam2 dengan dosennya. Tapi hubungan itu tidak berlangsung lama karena silvia yang merupakan cewek2 populer itu merasa bosan dengan si dosen.