Not all Chinese-Indo are affluent. Some still struggling to make a living.

Tapi ada beberapa ajaran Konfusianisme, and of course, Chinese, yang sangat amat ditekankan dalam berbisnis. Here’s some of them:
1) Guanxi (關係).

Dalam budaya Tionghoa, bisnis harus didasari dengan kepercayaan, koneksi, dan hubungan yang baik dengan partner.

Bagi sebagian mungkin dianggap ‘nyuap’, tp membangun Guanxi dari dulu bisa dengan kasih barang, makan, minum-minum, dateng ke nikahan anaknya, dll.
Hubungan bisnis Tionghoa kadang ga kontraktual. Pake niat aja. Kalo pernah dibantu, pasti bakal balas budi.

Dan berbasis pada kepercayaan, kalo pengusaha A udah percaya B, selanjutnya semua proyek pasti melibatkan B.
Di budaya Tionghoa, boundary antara kerjaan sama kehidupan pribadi lebih buram. Ga ada batasan tegas kayak, let’s say, di budaya Barat.

Buat dapet deal bisnis, bisa aja orang berkunjung ke rumah partner bisnisnya, suruh istrinya masak, suruh anak-anaknya main bareng, dll.
2) Mianzi (面子).

Mianzi artinya muka. If you live with Chinese parents, you’d most likely hear, “kasih papa muka lah.”

Muka maksudnya adalah reputasi, nama baik, dan social standing.
3) Renqing (人情).

Masih berhubungan dengan guanxi, renqing adalah kewajiban balas budi.

Menurut budaya Tionghoa, kita ga boleh lupa kulit. Harus ingat sama yang pernah bantu, harus balikin kebaikan dia.
4) Investasi human capital.

Karyawan segala-galanya pokoknya. Apalagi kalo skala bisnisnya masih pertokoan. Ga boleh pelit, perhitungan & jahat sama karyawan. Karyawan pinjem duit, dikasih. Ga punya tempat tinggal, sediain.
Banyak di keluarga gue yg karyawan udah kayak keluarga sendiri. Bahkan bbrp pas kecil gue kira saudara jauh, padahal karyawan.

Loyalitas karyawan itu segalanya, kalo mereka udah loyal & respect, dipercayain handle semua, mereka ga bakal nyolong atau nyeleneh.
5) Cuan > gengsi.

Mereka ga masalah berlabel “ngko-ngko toko baju bayi Tenabang”, daripada Associate Product Manager of Top Startup Company, asal cuannya lebih banyak.
6) Kerja keras, twice or thrice, harder

Emang orang Tionghoa ngapain sih pada bergerombol pindah ke Nanyang? Karena dulu Cina Selatan banyak instabilitas politik, didiskriminasi pemerintah pusat, kemiskinan & bencana.

Leluhur gue pas kesini ga punya apa-apa (cont.)
Bangun subuh, kumpulin duit, pas udah ada, langsung puterin terus.

Pas udah ‘cukup’ pun, ga cepet puas. Ga cepet santai-santai kayak ah udah kaya gini... Sama aja, kerjanya malah tambah giat.

Banyak yang anaknya udah sukses juga tetep kerja sampe tua. Gada istirahat.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Aurelia V

Aurelia V Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @senjatanuklir

3 Apr
Anggapan semua orang Tionghoa-Indonesia ber-privilege justru menyakiti mereka yg bisnisnya merintis dari bawah atau yang berasal dari daerah-daerah terpencil.

Ga semuanya koko-cici PIK atau Crazy Rich Surabaya. Sekali-kali liat lah gang-gang sempit di Jakarta Barat.
Sekolah kecil yang murah dengan mayoritas murid Tionghoa di Jakarta Barat, umumnya logat murid-muridnya masih kental dialek Cina,

Indonesianya ga begitu lancar, maklum baru generasi pertama di Jakarta, pulang sekolah bantu jualan kwetiau atau susu kacang.
Sekolah gue dulu di Jakarta Pusat tapi berbatasan dengan Jakarta Barat.

Banyak anak-anak generasi pertama di Jakarta ini (ortunya dari daerah, baru merantau), ga lanjut kuliah, ga ada biayanya. Mereka langsung kerja, banyak yg ke luar negeri jadi pekerja kasar.
Read 5 tweets
3 Apr
Ini stereotip kayak “orang Jawa ga cocok nikah sama orang Sunda” aja sih.

Cina Medan dominan Hokkien Zhangzhou, Cina Kalimantan dominan Khek Guangdong & Tiociu. Beda kultur, jadi kalo yg masih megang tradisi bisa banyak clash karena budayanya beda.
Gue kemaren naksir koko-koko cimed trus temen2 w pada blg “ga bakal cocok”, jadi tersugesti ga cocok & beneran ga berhasil wakaka yaudah gapapa 😘 masih kecil, kpopan aja ngapain pacaran.
Read 4 tweets
3 Apr
Sebenernya stereotip Cina pikirannya cuan mulu & suka berdagang itu adalah stereotip yang disematkan orang di Cina Utara ke penduduk Cina Selatan.

Kebetulan, imigran Tionghoa di dunia (kecuali Korea), sebagian besar datang dari Cina Selatan.
Jadi ada 2 pembagian regional utama di Cina; 1) Utara, dan 2) Selatan.

Orang Utara disebut lebih tertarik sama politik, militer, org2nya terus terang, sedangkan Orang Selatan dagang, belajar & lebih pekerja keras.
Sering bgt ditanyain “orang Cina emang demen makan nasi ya?”, nah, karena leluhur gue Cina Selatan, tentu diet utama kita nasi.

Cina Selatan makanannya banyakan rice-based (nasgor, bubur, bihun), sedangkan Cina Utara itu berbasis tepung (pangsit2an, mie, pao, pancake).
Read 6 tweets
3 Apr
Di Asia sejak zaman dulu, betel nut (檳榔) atau sirih pinang sangat digemari untuk dikunyah.

Sirih pinang mengandung zat adiktif dan dapat menyebabkan kanker mulut.
Saat ini betel nut sudah masuk ke dalam daftar ‘Poisonous Plant Database’ oleh FDA.
Tradisi mengunyah sirih pinang diperkirakan sudah berumur 2.000 tahun, dan diperkirakan sekitar 10% penduduk dunia mengunyah sirih pinang.

Selain dikunyah, sirih pinang juga digunakan untuk obat-obatan tradisional.
Read 9 tweets
2 Apr
Di era Dinasti Tang, ibukota Chang’an (長安) menjadi titik temu berbagai kultur dunia melalui Jalur Sutra. Termasuk, masuknya Islam di kota ini.

Sekarang Kota Chang’an jadi Kota Xian, populasi Muslim banyak bertempat di Xi’an Muslim Quarter (西安回民街).
Tambahan info untuk yg mungkin punya niatan ke Xi’an Muslim Quarter
Di Xi’an Muslim Quarter juga ada Masjid Raya Xi’an (西安大清真寺), dibangun di era Dinasti Ming saat kekuasaan Kaisar Hongwu.

Kalau bangunan Tionghoa biasanya dibangun sejajar dengan sumbu utara-selatan mengikuti Fengshui, masjid ini dibangun menghadap Mekkah.
Read 4 tweets
2 Apr
Kalo ada urusan yang belum kelar sama diri sendiri, mending ga usah pacaran dulu & mandang partner lo sebagai panti rehab.
Hubungan romantis kayak gini jatuhnya timpang. Hubungan yg harusnya berfokus pada dua orang malah jadi fokus ke dia doang.

Nantinya toxic dan ga sehat. Si panti rehab jg ga bisa negosiasi, sedangkan pasangannya pasti selalu minta dimengerti dengan dalih kondisinya.
w di twitter berlagak seperti pakar percintaan padahal aslinya dibego begoin mulu 🥰 do as i say, not as i do.
Read 4 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!