RENCANA MENTERI PERTAHANAN
ADALAH TEROBOSAN PENTING UNTUK MEMODERNISASI ALPAHANKAM. (A Thread)
Beredarnya rancangan Perpres tentang pemenuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) tahun 2020-2044, umumnya telah disalahpahami oleh banyak orang. Tak sedikit yg menilai rencana strategis itu sbg “ambisius” dan “tidak peka terhadap krisis yg tengah kita alami”.
Saya melihat, sumber kesalahpahaman itu ada tiga. Pertama, orang hanya melihat total besaran anggarannya, yang mencapai Rp1.760 triliun, tapi tidak memperhatikan skemanya.
Kedua, orang melupakan jika ini adalah proyek strategis untuk jangka waktu dua puluh lima tahun. Dan ketiga, orang juga lupa, semua itu barulah draf rencana Pemerintah.
Di luar tiga hal tadi, banyak orang juga lupa, jika saat ini kita berada di tahap akhir program Kekuatan Pokok Minimum, atau MEF (Minimum Essential Force), yang telah dimulai sejak 2009 silam.
MEF adalah program yang dirancang untuk memodernisasi kekuatan pertahanan kita. MEF dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu Tahap I (2009-2014), Tahap II (2014-2019), dan Tahap III (2019-2024).
Dalam tiap tahap MEF, Pemerintah menganggarkan kurang lebih sebesar Rp150 triliun untuk belanja alutsista. Jadi, kurang lebih tiap tahun anggarannya adalah Rp30 triliun.
Nah, program ini akan berakhir pada 2024. Sehingga, sangat wajar jika Pemerintah kemudian menyusun rancangan program strategis baru untuk meneruskan MEF. Itulah latar belakang munculnya rancangan Perpres tentang Alpahankam.
Sebagaimana kita ketahui, dalam pelaksanaannya program MEF tidak berjalan mulus seperti yang direncanakan.
Berdasar data Kementerian Pertahanan @Kemhan_RI pada Oktober 2020 TNI AD baru memiliki 77 persen kekuatan pokok minimal (minimum essential force/MEF), TNI AL 67,57 persen, dan TNI AU 45,19 persen.
Jadi, kalkulasi kasarnya, dengan model penganggaran yang berlaku selama ini, MEF kemungkinan tidak akan bisa mencapai 100 persen di tahun 2024. Untuk itulah dibutuhkan jalan baru dan juga rencana baru.
Saya melihat rencana Kementerian Pertahanan @Kemhan_RI dengan menyatukan alokasi anggaran pertahanan 25 tahun untuk memenuhi alpahankam, merupakan sebuah terobosan dan bisa menjadi jawaban untuk mempercepat modernisasi alpahankam TNI.
Setidaknya ada tiga pertimbangan untuk mendukung rencana tersebut.
Pertama, terobosan ini akan menjawab percepatan modernisasi alpahankam. Kondisi alpahankam kita memang sudah tidak memadai, baik dari sisi jumlah, maupun segi usia.
Sekitar 70 persen alpahankam kita umurnya sudah uzur. Tragedi tenggelamnya KRI Nanggala 402, salah satu faktor penyebabnya adalah karena usia yang sudah tua. Selama ini anggaran TNI banyak tersedot untuk pemeliharaan alpahankam yang sudah tak layak pakai.
Kedua, dari sisi anggaran, melakukan modernisasi dengan menyatukan alokasi anggaran pertahanan 25 tahun, dapat meningkatkan kapasitas pengadaan alpahankam secara lebih komprehensif.
Selain akan segera meningkatkan posisi tawar Indonesia, cara ini juga saya kira lebih efisien dibanding jika pengadaannya dilakukan secara terpisah dan parsial.
Jika diukur dari PDB (Produk Domestik Bruto) tahun 2020 sebesar 15.434,2 triliun, maka anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk alutsista selama 25 tahun itu sebenarnya hanya pada kisaran 0,6-0,7 persen setiap tahunnya.
Padahal, kalau kita merujuk pada dokumen MEF, idealnya sejak MEF II, antara 2014 hingga 2019, alokasi anggaran pertahanan kita sudah ke arah 1,5% dari terhadap PDB.
Jadi, jangan semata-mata melihat gelondongan Rp1.760 triliunnya, tapi harus dilihat juga persentasenya terhadap PDB kita 25 tahun ke depan.Ketiga, rencana ini bersifat meneruskan strategi MEF yg saat ini sudah masuk tahap ke-3.
Sebagai Menteri Pertahanan @Kemhan_RI P @prabowo harus menghadapi tiga tantangan sekaligus terkait dengan MEF. Pertama, Menhan harus menuntaskan MEF.
Kedua, harus menghadapi kenyataan terkendalanya anggaran pertahanan karena ada pandemi. Dan ketiga, harus bisa menawarkan rancangan strategis baru untuk meneruskan MEF.
Jadi, mau tidak mau Kemenhan @Kemhan_RI harus bisa membuat terobosan. Rancangan Perpres tentang Alpahankam ini adalah hasilnya.
Dalam satu tahun ini, saya melihat upaya Kementerian Pertahanan @Kemhan_RI untuk melakukan percepatan target MEF cukup serius dan komprehensif.
Misalnya, mereka mengevaluasi kembali kontrak-kontrak kerja sama pertahanan yang dinilai tidak efisien, membuka kerja sama luas dengan berbagai negara agar tidak tergantung pada satu negara saja, dan terakhir, mereka juga tak lupa memperkuat industri pertahanan nasional.
Jadi, langkah-langkah yang disusun Kementerian Pertahanan sudah sangat komprehensif. Kita memang harus membuat terobosan penting agar dapat segera memiliki sistem pertahanan nasional yang tangguh.
Di luar hal-hal yang telah disebutkan tadi, saya setuju, bahwa rencana besar ini tentu masih harus dimatangkan dan disempurnakan lagi dengan melibatkan parlemen.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with FADLI ZON (Youtube: Fadli Zon Official)

FADLI ZON (Youtube: Fadli Zon Official) Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @fadlizon

10 Jun
BUMN KITA TERSUNGKUR AKIBAT BEBAN PENUGASAN DAN JOROKNYA TATA KELOLA. (A Thread)
Ambruknya keuangan PT Garuda Indonesia @IndonesiaGaruda (Persero) Tbk, yang tengah menjadi sorotan belakangan ini, terus terang membuat kita geram. Maskapai berusia 72 tahun ini terjerat lilitan utang menggunung dan menderita kerugian cukup besar.
Saat ini Garuda tercatat memiliki utang US$4,9 miliar dolar, atau setara Rp70 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar Rp1 triliun setiap bulannya jika Garuda terus menunda pembayaran kepada pemasok (lessor).
Read 27 tweets
8 Feb
TURUNNYA INDEKS DEMOKRASI BISA BERDAMPAK PADA PANDEMI. (A Thread)
The Economist Intelligence Unit (EIU) baru saja merilis Laporan Indeks Demokrasi 2020. Ini adalah sebuah indeks yang disusun oleh EIU sejak tahun 2006 dengan tujuan mengukur keadaan demokrasi di 167 negara di dunia.
Dalam laporan terbaru, Indonesia tercatat mendapatkan skor terburuk dalam kurun 14 tahun terakhir. Indeks Demokrasi kita bahkan terus-menerus berada di bawah Timor Leste. Ini tentu saja bukan berita menyenangkan.
Read 28 tweets
10 Dec 20
PERNYATAAN SIKAP IKATAN KELUARGA MINANG (IKM)
TENTANG PENEMBAKAN ENAM ANGGOTA LASKAR FRONT PEMBELA ISLAM. (A Thread).
Tragedi penembakan yang menewaskan 6 (enam) anggota Front Pembela Islam (FPI) oleh aparat polisi pada Senin, 7 Desember 2020, sangat memprihatinkan dan mencederai rasa kemanusiaan kita.
Sebagai salah satu elemen bangsa, Ikatan Keluarga Minang (IKM) @IkmDpp yg menghimpun sebagian besar warga Minang di seluruh Indonesia, kami ingin menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:
Read 12 tweets
10 Dec 20
PRESIDEN HARUS MEMBENTUK TGPF DAN MEMERINTAHKAN PEMERIKSAAN POLISI YANG TERLIBAT PENEMBAKAN DI KARAWANG. (A -Thread)
#HariHAM2020
Hari ini, 10 Desember 2020, kita memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia dgn wajah muram. #HariHAM2020
Penembakan yg menewaskan 6 (enam) orang warga sipil anggota Front Pembela Islam (FPI) oleh aparat kepolisian di Karawang, Senin, 7 Desember 2020 kemarin, menjadi penanda buruknya penegakkan HAM di Indonesia. #HariHAM2020
Read 26 tweets
8 Dec 20
Menjemput 6 Jenazah Syuhada Anggota FPI.
Sore tadi saya bersama Anggota DPR RI Komisi 3, Muhammad Syafii mendatangi Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (8/12/2020).
Bersama tim kuasa hukum dan keluarga korban, saya turut menjemput 6 jenazah syuhada anggota FPI.
Read 5 tweets
8 Dec 20
6 Anggota FPI Ditembak Polisi, Usut Tuntas!

Kita mendapat kabar yg begitu mengejutkan. Ada 6 orang wafat syahid dari anggota Front Pembela Islam (FPI).
Kabar tsb diumumkan oleh Kapolda Metro Jaya. Ada dua informasi yang berbeda dari pihak kepolisian dan dari pihak FPI.
Saya meyakini bahwa para pendukung Habib Rizieq Shihab tidak dibekali senjata. Sehingga aksi polisi dengan menggunakan senjata untuk menahan tindakan dari laskar FPI sudah berlebihan.
Read 4 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(