Diosetta Profile picture
Jul 29, 2021 58 tweets 10 min read Read on X
Yang sudah kalian tunggu-tunggu , sebuah persembahan untuk kalian..

Gending Alas Mayit Part 7 - Pagelaran Tengah Wengi

@bacahorror @IDN_Horor @cerita_setann @ceritaht @qwertyping
jangan lupa bantu retweet dan dengerin di podcast @bagihorror ya.. Image
Suara alunan gamelan yang mendayu-dayu terdengar dengan sangat indah , tetesan air yang jatuh ke sendang membuat suara itu menjadi terlalu nyaman untuk didengar. Namun sayangnya suara ini berasal dari demit-demit di alas mayit.
Indahnya suara gamelan itu memancing seluruh penghuni alas mayit untuk berkumpul di tempat ini, mulai dari pocong, makhluk raksasa bertubuh besar, hingga mayat-mayat dengan tubuh yang tak berbentuk menyaksikan kami dari seluruh penjuru hutan, seolah menyaksikan suatu pertunjukan.
Aku dan Cahyo sudah bersiap untuk menyerang kedua manusia penyebab semua kutukan ini , Pak Kades dan Aswangga.
Namun.. serangan kami terhenti oleh sebuah kekuatan yang berwarna hitam pekat , dan itu muncul dari Aswangga yang menghadang kami.
“ Hei Aswangga, Untuk apa kamu menjual dirimu pada setan-setan laknat itu” Tanyaku yang masih berharap Aswangga masih bisa diselamatkan.
“ Untuk apa? Kekayaan , kekuatan, dan hidup abadi.. tentu saja untuk itu semua” Ucapnya sambil tertawa meledeku.
“Saat ini tidak ada satupun dari kalian yang bisa mengalahkanku…” Lanjutnya.
Aku heran, mengapa Aswangga menjadi percaya diri seperti itu.
“Danan.. lihat! bukanya itu anak buah Aswangga” Ucap Cahyo sambil menunjuk pada setumpukan mayat yang dipersembahkan di sebuah candi.
“Edan kowe… anak buahmu sendiri kamu jadiin tumbal?” Cahyo merasa emosi dengan perbuatan Aswangga.
“Itu salah kalian! Kalau kalian tidak mengacau.. aku tidak perlu menumbalkan mereka untuk mendapatkan kekuatan ini” Aswangga memamerkan dirinya yang diselimuti kekuatan hitam.
“Hadapi aku.. akan kuhabisi kalian satu persatu.. “
Suara gamelan mengiringi mulainya serangan Aswangga kepada kami .
Sebuah pukulan mengarah kepada Cahyo dan membuatnya terpental .
Aku mencabut keris milikku dan menusukan pada Aswangga, namun tak sedikitpun ujung keris itu masuk kedalam tubuhnya yang malah dibalas sebuah tendangan yang melemparkanku tak jauh dari tempat Cahyo tersungkur.
“Kamu mengorbankan nyawa anak buahmu Cuma untuk kekuatan seperti ini?” tantang Cahyo sambil membersikan darah yang menetes dari mulutnya.
“Udah Cahyo.. kamu istirahat dulu aja, Aswangga biar aku yang hadapi” Ucapku pada Cahyo.
“Nggak Danan, aku butuh pemanasan…” Cahyo merapalkan sebuah mantra , merubah kedua tanganya menjadi lengan kera raksasa dan segera menerjang Aswangga.
“Sombong sekali kalian! “ Pukulan Aswangga yang diselimuti kekuatan hitam beradu dengan lengan kera milik Cahyo,
namun kali ini Aswangga yang terpental.
Sekali lagi Aswangga mencoba menyerang Cahyo namun dibuatnya terpental lagi.
Untuk adu ilmu fisik Cahyo memang sangat bisa diandalkan. Hampir semua serangan Aswangga dibuat terpental Cahyo.
“Brengsek , Tidak mungkin kekuatanku kalah.. “ ucapnya yang disusul dengan pukulan berikutnya dari Cahyo.
“ Menyerah saja! Kekuatanmu itu tak mungkin bisa untuk mengalahkan kami” Ucap Cahyo memperingkatkan Aswangga.
“ Ga usah sombong kalian… Sudah berapa tumbal yang kalian berikan untuk kekuatan itu? Aku akan memberi lebih” Ucap Aswangga sambil menoleh kepada Pak Kades yang melihatnya dari belakang.
Wajah Cahyo terlihat emosi, sekali lagi pukulan diarahkan pada Aswangga dan membuatnya tersungkur di tanah.
“ Tumbal? Seenaknya kamu bicara! mbok pikir aku mau menggunakan cara biadab itu” Ucap Cahyo sambil menghampiri Aswangga dan mulai memukulinya lagi.
“Kamu tidak tahu berapa ribu hari puasa yang dilakukan oleh Danan…
Kamu tidak tahu berapa ayat suci yang dihafalkan dan dilantunkan Pak Sardi…
Kamu tidak tahu berapa banyak yang sudah ditolong oleh mereka hingga Yang mahakuasa menitipkan kekuatan ini pada kami untuk menolong orang yang lebih banyak lagi”
Cahyo berusaha menyadarkan Aswangga. Namun sebelum mendaratkan pukulannya lagi,
Pak Kades melompat dan bersiap menyerang Cahyo yang membuatnya memilih mundur.
“ Cukup Aswangga.. kamu belum bisa mengalahkan mereka”Ucap Pak Kades.
“Terus kita harus bagaimana?” Tanyanya dengan suara yang lemah karena efek dari serangan Cahyo yang bertubi-tubi.
“ Kita selesaikan perjanjian kita, kamu sudah mendapat kekayaan dan kekuatan, sekarang akan kuberikan kau kehidupan abadi” Ucap Pak Kades yang menghampiri Aswangga.
Sebuah pasak kayu dikeluarkan oleh Pak Kades, ujungnya diukir dengan tajam dan diarahkan kepada Aswangga.
“ Pak Kades.. untuk apa pasak itu?” Tanya Aswangga yang mulai merasa takut.
“ Tubuh kakek-kakek ini sudah sangat lemah , aku butuh tubuh yang lebih muda untuk bisa mendampingi dia dan menghabisi cecunguk itu..” Ucap Pak Kades.
“ Maksud Pak Kades apa? Bukanya Pak Kades berjanji akan memberikan hidup abadi?!” Tanyanya dengan putus asa.
“ Tubuhmu akan hidup abadi bersama rohku di dalamnya” Ucap Pak Kades yang segera menusukkan pasak ke jantung Aswangga yang tak bisa melawan.
Aswangga meronta kesakitan , ia merayap di tanah dan menggapaikan tanganya kepada kami.
“To… long “ suara rintih keluar dari mulutnya yang disusul dengan darah hitam yang bermuncratan.
Suara gong terdengar dipukul berkali kali seolah menandakan mulainya peperangan.
Setan wanita berbaju kebaya melayang menghampiri Pak Kades dan menarik roh keluar dari tubuh kakek tua itu.
Sesosok makhluk berwujud manusia dengan pakaian kerajaan keluar dari tubuh Pak Kades dan segera merasuki tubuh Aswangga yang masih tertancap pasak di jantungnya.
Suara gamelan berbunya semakin cepat, di tengah-tengah sendang terlihat roh Laksmi yang mulai menari .
“ Mas Danan… suara ini… “ Ucap Pak Sardi.
“Benar pak, ini gending alas mayit… “ ucapku sambil mengeluarkan tabuh waturingin.
Sebenarnya , aku penasaran dengan gong besar di tengah sendang. Suara gong yang terdengar oleh kami bukan berasal dari gong itu. Sampai akhirnya aku tersadar bahwa gong itu berdiri diatas sebuah batu yang menyerupai akar pohon.
“ Cahyo… apa batu yang dibawah gong itu yang dimaksud mbah rusman?” aku berbisik pada Cahyo.
Cahyo memperhatikan apa yang aku maksud.
“oo.. Pantes aja ga keliatan, air hitam itu menutupi keberadaan waturingin itu” ucap Cahyo.
Mengerti dengan yang kumaksud , kami berdua segera berlari menerjang kearah sendang banyu ireng. Namun sebuah serangan menghentikan kami berdua.
Itu Aswangga lagi…
Kali ini berbeda , pasak di jantungnya sudah menghilang namun wajahnya berubah menjadi mengerikan dengan kulit wajah yang terlihat melepuh . Demit wanita itu memakaikan pusaka yang dikalungkan di dadanya dan memberikan sebuah tombak untuk Aswangga.
“ Tidak mungkin…. Aswangga… “ Pak Sardi tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Aswangga tertawa dengan suara yang menyeramkan “Aswangga..? Bukan… Aku Patih Andaka yang akan menghabisi kalian semua”
Menyambut kebangkitanya , makhluk hitam besar berwujud perempuan dengan cakar yang mengerikan menghampiri dan bersujud di depanya , disusul dengan setan-setan yang dari tadi hanya melihat pertarungan kami.
Pemandangan yang begitu mengerikan , kali ini Makhluk yang menghuni tubuh Aswangga memimpin ratusan demit bersama dengan setan penari itu di sampingnya.
“Gila Danan… kita harus melawan demit sebanyak ini” Ucap Cahyo.
Suara petir menggelegar dan memulai turunya hujan deras di hutan ini.
Pak Sardi membaca mantra pembakar dan melawan demit itu satu persatu , namun jumlahnya terlalu banyak. Cahyo segera menyusul Pak Sardi melawan demit-demit itu.
Pikirku , Satu-satunya cara adalah mengalahkan Iblis Andaka itu.
Segera aku membacakan ajian lebur saketi, sebuah pukulan jarak jauh untuk diarahkan pada Iblis Andaka itu , namun serangan itu tidak melukainya sama sekali ,
sebaliknya iblis itu menoleh ke arahku dan menyerangku degan tanganya yang sudah menggenggam tombak tua di tanganya.
Aku mencoba menghindar namun gerakanya terlalu cepat, sebuah tusukan menembus tanganku yang mencoba menahan serangan itu.
Kengerian tidak cukup sampai di sini , dari arah pintu masuk hutan terlihat seseorang yang menari tanpa sadar , tidak hanya satu… beberapa orang lagi menyusul di belakangnya.
Itu adalah warga desa!
“ Bapak … Maafin sekar, Sekar ga bisa jagain warga desa” ucap sekar yang berlari dan berusaha menahan warga desa.
“ Sekar!! Jangan ke sini! “ Ucap Pak Sardi yang berusaha menghentikan sekar.
Pak Sardi kehilangan konsentrasinya, sebuah serangan dari demit anak buah andaka membuatnya jatuh dan tersungkur.
Suasana di alas mayit semakin mencekam, kekuatan eyang widarpa dibutuhkan di sini. aku menarik keris ragasukmaku dan merapalkan mantra yang diturunkan oleh leluhurku
Jagad lelembut boten nduwe wujud
Kulo nimbali
Surga loka surga khayangan
Ketuh mulih sampun nampani
Tekan Asa Tekan Sedanten…

Di tengah hujan deras , sesosok kakek tua bungkuk berambut panjang berwarna putih muncul dari derasnya hujan.
“ E.. Eyang! Kulo…”
Belum sempat menyelesaikan kata-kataku , eyang segera menyerang Iblis Andaka dan membuatnya terpental.
“Bocah Asu… Demit iki ben dadi urusanku , kamu urusin warga desa” Eyang widarpa membelakangiku dan bersiap menghadapi Iblis di tubuh Aswangga.
..
“ Tunggu… aku kenal kamu kakek tua” Andaka kembali berdiri dan menghadapi kami.
“ Kamu … Kamu itu Patih Widarpa kan?!!! Kamu yang membawa pergi warga dan Raja dari kerajaan !” Teriak Andaka dengan menunjuk kepada Eyang widarpa.
Tunggu , Patih… Jadi Eyang Widarpa patih yang menyelamatkan raja dan warga dari pemberontakan . Seketika aku teringat sebuah benda yang dititipkan oleh Paklek , dan ternyata bentuk kalung itu tidak jauh berbeda dengan yang dipakaikan setan penari itu kepada Andaka.
“ Eyang… apa itu benar? “ tanyaku pada eyang yang tidak merespon ucapan andaka.
“ Bukan urusanmu bocah asu… pergi , masalah yang lebih besar ada di belakangmu” Perintah Eyang widarpa padaku.
“ Baik mbah , sebelumnya terima ini dulu… ini titipan nyai Suratmi “
Aku menyerahkan sebuah pusaka kalung kuningan ke pada eyang, ia terlihat mengenalinya dan segera mengenakanya.
Hal yang aneh terjadi , Tubuh eyang widarpa kembali tegak, tubuhnya terlihat menjadi lebih muda layaknya seorang patih kerajaan yang dapat diandalkan.
“ Jadi… itu benar, Eyang widarpa seorang patih” Tanyaku sambil sedikit tersenyum.
Eyang widarpa melihat dirinya yang berubah , namun iya kembali melepas kalung itu dan melemparkanya padaku.
“ Aku ora butuh , Tanpa Nyai Suratmi aku lebih suka dengan wujud ini!” Ucapnya yang segera mengayunkan cakarnya ke wajah busuk Iblis reinkarnasi Andaka itu.
Eyang Widarpa terlihat bisa mengimbangi patih andaka. Aku sedikit tenang dan meninggalkanya.
“ Cahyo! Serahkan tabuh waturingin pada sekar dan Tahan demit-demit itu! Biarkan Pak Sardi menggunakan Geni Baraloka kepada mereka! “ Perintahku pada Cahyo.
Cahyo memukul dengan keras ke arah tanah dan mengambil jarak dari makhluk-makhluk itu. Tanpa banyak berbicara ,
mereka melakukan semua yang aku perintahkan.
“Hati-hati Danan… Lawanmu perempuan , jangan lengah!” Ucap Cahyo yang mengetahui maksudku untuk menghampiri Iblis wanita yang menyebabkan semua ini terjadi.
Seolah mengerti kehadiranku , ia menyambutku dengan sebuah tarian yang gemulai.. tarian itu menjadi mengerikan ketika setan itu tersenyum mengerikan tanpa bola mata di wajahnya dan dilakukan diatas tumpukan mayat tumbal dari Aswangga .
Aku mengejarnya , namun setan itu melayang ke arah tubuh Laksmi yang tergantung , merasukinya, dan menjatuhkan dirinya ke sendang banyu ireng.
Roh Laksmi masih menari di sana, seolah tidak peduli dengan apa yang terjadi pada tubuhnya.
Dari dalam sendang banyu ireng , terlihat tubuh Laksmi bangkit dari dalam air , luka-luka pada tubuhnya sudah menghilang seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
Satu persatu baju Laksmi yang penuh darah dilepaskan hingga tidak sehelai benangpun tertinggal di tubuh Laksmi yang indah itu.
“ Danan… ini aku Laksmi “
Dengan tubuh yang basah dan tanpa pakaian, Laksmi menghampiriku dan melemparkan senyumnya yang manis..
seperti saat pertama kali aku datang ke desa windualit.
“ Nggak.. ga mungkin , aku melihat semuanya… kamu setan yang mencuri tubuh Laksmi” Aku membacakan mantra pada tanganku dan bersiap menyerang Laksmi.
Namun keindahan tubuh Laksmi yang berada dihadapanku dan kenanganku bersamaya menahan itu semua.
“ Cukup Danan… jangan sakiti aku lebih dari ini” Ucap Laksmi dengan wajah yang memelas.
Ucapan Laksmi benar-benar menyentuh , aku tak tahu harus berbuat apa..
rasa bimbang yang amat sangat muncul. Aku tidak bisa membedakan lagi mana yang benar.
Di tengah sendang dan diterangi cahaya bulan , Laksmi berdiri anggun di hadapanku dengan memamerkan keindahan tubuhnya.
Laksmi mendekat..
“ Aku sudah tidak apa-apa Danan.. aku cuma butuh kamu “ Ucap Laksmi menempelkan badanya padaku dan memeluku.
Rasa bimbang dan kehangatan yang muncul di diriku membuatku tak mampu lagi menahan akal sehatku.
Tanganku membalas pelukan Laksmi , kulitnya yang halus dan pelukanya yang hangat membuatku merasa tenang.
“ Laksmi… Aku ga akan ninggalin kamu lagi”

Bersambung Part Akhir - Tataran Pungkasan (Pertunjukan Akhir)

#gendingalasmayit #ceritahorror
Terima kasih yang sudah bersabar menunggu part ini , untuk Part Akhirnya kita selesaikan di malam minggu ya...

tapi seandainya ada keajaiban Part 1nya tembus 1.500 retweet , langsung saya upload deh..

jangan lupa pake hashtag #gendingalasmayit ya

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Diosetta

Diosetta Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @diosetta

Jan 8
PURI JAGATSUKMA
Part Akhir bag. 2 - Tamat

Danan dan yang lain melangkah masuk tanpa ragu. Di Kejauhan mereka melihat sebuah batang pohon yang begitu besar yang sebagian dedaunanya menembus langit Puri yang terang itu.

Sebuah pohon yang merupakan sumber kekuatan dari Puri Jagatsukma.

#bacahorror @bacahorror @bagihorror @IDN_Horor @ceritahtImage
“Tak kusangka kalian bisa sampai secepat ini, Hahahaha..” Suara tawa Dewi Mretya menggema di tempat itu.

Sosok itu hanya duduk di sebuah tahta singgasana di sebuah batu yang tidak jauh dari pohon Jagatsukma itu.

Sementara itu Guntur dan yang lain masih bingung bagaimana tempat yang tak dimasuki cahaya matahari itu terasa seperti di siang hari.

Danan dan Cahyo maju mendekat. Simbol Mretya di matanya pun menyala. Jagad, Panji, dan Dirga menyusulnya. Merekalah pengemban simbol bencana itu.

“Kita tuntaskan urusan kita..” Ucap Danan.
Belum sempat mereka melangkah, sosok hitam legam itu tiba-tiba sudah berada diantara mereka.

“Tunjukkan bahwa kalian pantas…”

Brughh! Brugh! Brugh!!

Mereka bertiga berjatuhan. Keberadaan Sosok Dewi Mretya seolah melipatgandakan gravitasi di sekitar mereka hingga mereka kesulitan untuk berdiri.

“Ayo.. Wanasura!” Bisik Cahyo yang menggunakan kekuatan Wanasura untuk melawan tekanan itu. Ia melompat bersiap menghantam Wajah hitam Dewi Mretya itu, namun sosok itu melesat begitu saja bagai angin yang tak tersentuh.

Walau begitu, Roh danan sudah memisahkan dirinya dari raganya yang terkapar, ia menghadang Dewi Mretya dan menghujamkan keris Ragasukma tepat di hadapan wajahnya.

“Tidak buruk..” Lagi-lagi serangan itu tidak mengenai Dewi Mretya. Sosoknya bagai angin yang berhembus diantara mereka.

“Belum!” Kali ini Kabut putih jagad muncul di hadapan dewi mretya, Ajian watugeni menyala dan melesat dari kabut itu ke arah Dewi mretya.

Saat itu Dewi Mretya hanya menertawakan kekuatan yang meledak di telapak tangannya itu. “Hanya ini?”. Tapi Jagad tersenyum kecil.Image
Read 20 tweets
Jan 2
PURI JAGATSUKMA
Part Akhir - Semesta Roh

Puri Jagatsukma sudah menentukan pilihan. Dia yang akan mewarisi hasrat dari jiwa Puri Jagatsukma

@bacahorror #bacahorro @IDN_Horor Image
--Part akhir ini 2,5x lebih panjang dari part-part biasanya. jadi akan saya pecah menjadi 2x post ya..--
Read 24 tweets
Dec 25, 2025
PURI JAGATSUKMA
Part 12 - Gerbang Sukma

Ingatan masa lalu yang kembali kepada Jagad membuatnya tak mampu berkata-kata. Ia tak pernah menyangka bahwa ayahnya melakukan sebuah ritual yang bahkan menjerumuskan warga desa.

#bacahorror @bacahorror @IDN_Horor @ceritaht Image
GERBANG SUKMA

Ingatan masa lalu yang kembali kepada Jagad membuatnya tak mampu berkata-kata. Ia tak pernah menyangka bahwa ayahnya melakukan sebuah ritual yang bahkan menjerumuskan warga desa. Orang-orang yang dulu ia sayangi, harus mati karena perbuatan orang tuanya.

”Mas Jagad, bukan aku yang seharusnya menghentikan mereka. Kalau bukan Mas Jagad sendiri yang menghadapi mereka, semua takkan benar-benar selesai,” Ucap Dirga berdiri membelakangi Jagad.

”Aku akan menghapi mereka, Sampai Mas Jagad kembali siap..”

Dirga mengencangkan perban yang menutupi luka-luka sisa pertarungan sebelumnya. Ia memecah keris Dasasukma, meletakkan salah satunya di hadapan Jagad. dua keris melayang, dan satu keris di tangannya.

”Pusaka Darmawijaya…” Geram Putri Lindri.
”Khekehe… takkan ada artinya di tangan anak kecil bodoh sepertinya!” Tambah Mbah Dugo.

Sraat!Keris itu melayang menyerang Mbah Dugo yang segera menghindari keris yang melayang tepat di sebelah wajahnya.

”Bocah Kurang ajar!!” Makhluk dua tubuh itu melangkah dengan aneh dengan suara komat-kamit dari mulut Mbah Dugo. Tak berapa lama, bau busuk semakin menyengat dan tangan-tangan hitam muncul dari ketiadaan mengincar Dirga.

Dirga tidak diam, ia membaca sebuah ajian hingga kerisnya menyala dan menebas satu persatu tangan gaib yang muncul dari mantra Mbah Dugo.

”Ternyata kau bisa bertarung,” ucap Dewi Kunir yang tiba-tiba muncul di dekat Dirga.

Deg!Seketika dirga merasa cemas. Tubuhnya kaku saat menyadari makhluk dengan dua wajah itu ada di dekatnya. Dirga Melompat menjauh tanpa tahu apa yang akan diperbuat sosok itu, namun jelas ia sadar Makhluk itu berbahaya.

”Kenapa kamu takut, nak? Aku belum melakukan apapun..” ucap Dewi Kunir.

Dirga menggerakkan tangannya hingga satu keris dasasukma yang melayang mengincar Dewi Kunir, namun sosok itu menghindarinya dengan tenang.
”Kau tak berpikir bisa mengalahkanku dengan ilmu seperti lalat ini, Kan?” Ucap Dewi Kunir.

Putri Lindri tak bergerak sama sekali. Ia tetap mengawasi Jagad, menikmati rasa putus asanya seolah menanti saatnya yang tepat untuk bergerak.
Di tengah mertarungan sengit itu, Dewi Kunir menggerakkan tangannya, dan…

Dug!Suara Lesung terdengar.. Saat itu tiba-tiba Dirga memuntahkan darah. Sesuatu yang menyakitkan seperti menghantam tubuhnya dari dalam.
”Sial!” Dirga menyadari waktunya tak banyak. Ia melesat ke Arah Dewi Kunir dan menghujamkan kerisnya.

Srat! Srat!!

Serangan Dirga mengenai tubuh Dewi kunir, sialnya wujud itu segera menghilang dan muncul di hadapannya.

“Hihi.. anak kecil bukan waktunya bermain-ma…” Jleb!!

Dua buah keris melayang menghujam punggung Dewi Kunir. Kali ini ia tidak menghilang, dua pecahan keris dasasukma itu dilapisi bilah cahaya merah.

”Bocah kurang ajar!” Dewi Kunir geram, namun tusukkan keris itu tidak cukup dalam untuk melumpuhkannya. Ia pun mengangkat tangannya sekali lagi, dan suara lesung kembali terdengar.

Dug!Dirga kembali terjatuh. Darah kembali keluar dari tubuhnya. Mbah Dugo memanfaatkan momen itu dengan membanting tubuhnya ke Dirga. Tangan-tangan hitam bermunculan mencengkeram tubuh Dirga.

”Khekhekeh! Waktu main sudah selesai!”
Dug! Dug!Suara lesung kembali terdengar, Dewi Kunir mengangkat tangannya sambil menari nari mengikuti irama lesung itu.

Rasa sakit menghantam tubuh Dirga, ia membaca ayat-ayat suci untuk melindungi dirinya dari serangan-serangan gaib yang menghantamnya.

“Habisi!” Satu kata dari Nyai Lindri jatuh layaknya sebuah penghakiman.

Begitu perintah itu meluncur, Mbah Dugo langsung menangkupkan kedua telapak tangannya. Bibirnya bergerak cepat melafalkan mantra tua, mantra yang sudah lama tak diperdengarkan pada dunia manusia.

DUG… DUG… DUG…

Suara lesung terdengar, berat dan berirama, seolah ada sesuatu yang ditumbuk di perut bumi.
Semakin lama, semakin cepat.

Dari tanah, dari udara, dari bayangan
tangan-tangan hitam muncul dan merayap ke tubuh Dirga.

Mereka mencengkeram lengan, dada, leher, dan kaki. Kekuatan itu menekan dari segala arah.

“Sa… sa—sakit…” Dirga memuntahkan darah. Dadanya terasa seperti diremas dari dalam.
Bukan sekadar rasa sakit, melainkan tekanan yang menunggu detik terakhir untuk meledak.

Setiap tumbukan lesung terasa seperti hitungan mundur menuju kematian.

Dirga tahu… tubuhnya tak akan sanggup menerima pukulan terakhir itu.

Dengan sisa tenaga, ia menoleh ke arah Jagad.

“Mas Jagad…” Suaranya serak, nyaris tak terdengar di tengah gemuruh.

“Apa pun yang terjadi setelah ini… bangkitlah.”
Jagad mengangkat kepala. Yang ia lihat bukan lagi sahabatnya yang ceroboh dan selalu bercanda, melainkan tubuh penuh luka, darah menetes dari mulut Dirga, matanya mulai kehilangan pandangan.

“Aku tahu Mas Jagad mampu menghadapi mereka…”
Dirga tersenyum tipis…senyum paling berat yang pernah ia berikan. “Pastikan… kematianku… bukan kekalahan.”
Read 15 tweets
Dec 18, 2025
PURI JAGATSUKMA
Part 11 - Hati Manusia

Kedatangan paklek memecah kepercayaan mereka. Pundra takkan memaafkan segala dosa masa lalu yang ia perbuat di Puri ini.

#bacahorror @bacahorror @IDN_Horor @ceritaht Image
PILIHAN

“Kita tidak punya banyak waktu, Danan.”
Mbah Widjan sudah menggenggam cambuk pusakanya, urat-urat di tangannya menegang.

“Kami hanya bisa membantumu mencegah petaka di tempat ini. Sisanya… tugas kalian.”

“Bapak!” Panji menghalangi langkah ayahnya. Suara Panji bergetar. “Apa… apa yang dikatakan Pundra itu benar?”

Pertanyaan itu menusuk lebih dalam daripada serangan musuh manapun.

Sementara itu, Pundra masih memaku pandangannya pada Paklek. Tangannya mengepal begitu keras hingga buku jarinya memutih.

Tatapannya bukan sekadar marah, itu adalah dendam masa lalu yang belum selesai.

“Jangan buang waktu lagi,”

Cahyo berkata tegas, menempatkan dirinya di sisi Paklek seolah menjadi tameng hidup.

Danan langkah demi langkah berdiri di sisi satunya.
Panji terpaku. “Ta… tapi… Paklek…?”
Pundra langsung memotong.

“JADI KALIAN MEMIHAK PEMBUNUH ITU?!”
Dua sayap asap hitam melesat dari punggungnya, asap itu menyatu dengan tangannya dan membentuk cakar raksasa yang memancarkan aura pembunuh.

Danan dan Cahyo maju ke depan paklek dan menghadang Pundra.

“Pundra..” Cahyo mendekat tanpa perlawanan. “Paklek, ayah kami..”

“TAPI DIA MEMBUNUH KIDUNG DAN JATI!!!”
Tubuh Pundra meledak dalam ledakan amarah.

DUARR!!

Cakar hitam itu menghantam Cahyo langsung. Cahyo menahannyamtulang-tulang tangannya berderak. Darah mengalir dari jari hingga pipinya.
Read 17 tweets
Dec 11, 2025
PURI JAGATSUKMA
Part 10 - Dosa

Ada zaman dimana batas antara manusia dan gaib belum tercipta...

#bacahorror @bacahorror @IDN_Horor @ceritaht Image
SEBELUM ZAMAN

Sebelum manusia berkuasa di tanah Jawa,
Sebelum batas antara alam manusia dan makhluk gaib tercipta, Sebelum perjanjian pertama dengan penguasa gaib terjadi…

Dua manusia berjalan menembus hutan terdalam. Nafas mereka terengah, namun langkah mereka terus maju, seolah ada panggilan tak kasat mata yang menuntun mereka masuk ke wilayah terlarang itu.

“Aku tidak yakin kita harus meneruskan perjalanan ini, Kurna,” bisik salah satunya, Purwa, dengan suara bergetar.

“Aku juga merasakan hal yang sama, Purwa,” jawab Kurna lirih. “Tapi ada yang mendorong jantung ini… Sebuah kehendak yang memaksa kita untuk sampai ke sana. Kita harus mengetahui apa yang menunggu.”

Sudah lama mereka meninggalkan suku mereka, mengejar sebuah tempat yang hanya hadir dalam mimpi, tempat yang sebelumnya tak pernah mereka ketahui namanya, atau wujudnya. Namun panggilan itu terlalu kuat untuk diabaikan.

Dan akhirnya, mereka tiba.

Di tengah hutan berdiri sebuah pohon beringin raksasa, menjulang angkuh seperti penjaga. Dari dahan-dahannya tergantung kepala-kepala manusia… ada yang telah mengering, ada yang membusuk, dan ada pula yang masih meneteskan darah segar ke tanah.

Di bawahnya, sosok hitam setinggi tiga meter tengah bersila, bermeditasi dalam kekhusyukan yang mengerikan. Rambutnya panjang tak terurus menutupi sebagian wajahnya yang bengis. Tetesan darah dari kepala-kepala itu terus membasahi tubuhnya.

“I—ini… tempat apa?” Purwa terhuyung, seluruh tubuhnya gemetar.

Tanpa menjawab, Kurna mengambil tali hitam dari tas kulitnya. Ia melantunkan mantra kuno, lalu melilitkan tali itu pada tubuh mereka berdua.

“Dengan ini, mereka tidak akan merasakan keberadaan kita,” bisiknya tajam.

Saat mereka semakin mendekat, keduanya tersentak. Makhluk itu tidak sendiri.

Di sekelilingnya berdiri makhluk-makhluk hutan yang bentuknya tidak lagi menyerupai manusia, para setan penguasa belantara, siap memburu manusia kapan saja.

Namun yang lebih memuakkan…
Di antara mereka berdiri manusia-manusia sakti yang telah bersekutu dengan kegelapan. Mata mereka kosong, jiwa telah ditukar dengan kekuasaan.
Read 15 tweets
Dec 4, 2025
PURI JAGATSUKMA
Part 9 - Alam Tanpa Batas

Setiap wilayah di Puri Jagatsukma memiliki penguasanya sendiri. Sosok yang takkan membiarkan siapapun lolos dari cengkeramannya..

@bacahorror @ceritaht @IDN_Horor
#bacahorror Image
“Kenapa?” Wajah Panji terlihat panik. “Kenapa Dirga dan Guntur? Ki Gutayar bukan lawan yang bisa mereka kalahkan!”

Cahyo mengepalkan tangannya, Ia pun merasa seharusnya dirinya atau Danan yang menolong Nyai Jambrong.

”Pundra? Apa kau bisa memindahkanku juga?” Teriak Danan.

Pundra mendekat ke pertarungan dengan sebagian tubuhnya berubah menjadi asap hitam.

”Di Puri ini setiap penguasa memiliki wilayah kekuasaannya sendiri, saat ini aku tak sekuat saat berada di wilayahku. Sedangkan dia…” Pundra menunjuk pada sosok patung setan bertaring yang begitu besar di tengah ruangan itu.

”Ini adalah wilayahnya, tempat terkuatnya..”
Cahyo memperhatikan sosok patung setan yang membawa berbagai pusaka itu di tangannya yang banyak. “Berarti pelataran ini adalah wilayah kekuasaan patung itu?”

”Benar..”

Cahyo mendekat ke sisi pertarungan. Lebih dekat. Ia pun hanya duduk dan melipat kedua tangannya sambil memperhatikan pertarungan itu.

”Mas Danan, harusnya ada yang bisa kita lakukan, kan?” Tanya Panji,

Danan hanya menoleh ke arah Cahyo. “Untuk saat ini kita hanya bisa percaya pada Guntur dan Dirga.

***
Read 14 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us!

:(