meme Profile picture
Jul 20 310 tweets 48 min read
- OMAH PUTIH -

Terlihat netra omah putih, terlihat batin omah abang.
"Kowe lek gelem meluo aku, tak dudui klakuane koncomu mbiyen ngorak ngarik omahku iki"

- a thread based on true story Image
Sebelumnya, sbg informasi di awal kos putri ini disebut oleh warga sbg omah putih karena bangunannya bercat full warna putih dgn nuansa kuno yg melekat. Sebagai pemahaman terhadap alur cerita ini nantinya, aku buatkan denah yg kurang lebih sebagai gambaran letak per letak ruangan
Denah Lokasi ImageImageImage
Bismillihirrahmanirrahim.
Cerita ini ditulis berdasarkan kisah nyata, dari pengalaman seorang mahasiswi yg merantau di sebuah kota M
⚠️ Sebagai bentuk antisipasi, bagi teman2 yg mengetahui letak kos putri ini, harap untuk tidak menyerbarluaskan informasi scr detail terkait lokasi
- start
Perkenalkan, namaku Mayang, akrab disapa Meme. Pada tahun 2019, aku dinyatakan lolos seleksi perguruan tinggi negeri disalah satu kota di Jawa Timur, kita sebut saja kota M.
Sebelumnya, aku tidak pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota tersebut. Dan tidak juga memliki sanak saudara atau orang yg dapat aku tanyai tentang bagaimana Universitasku, bagaimana gemerlapnya kehidupan disana, termasuk dimana aku harus mencari tempat kos
Semua adalah pertama kalinya bagiku. Dikarenakan jarak dari kota asalku menuju kota M terbilang cukup jauh, dan tidak memungkinkan pada saat itu apabila aku survey kos langsung kesana, aku pun lebih memilih untuk mencari kos melalui kiriman informasi dari teman2 di grub angkatan
Saat itu, dipikiranku hanya satu. Aku tidak mau membebani kedua orang tuaku dengan merengek meminta kos ekslusif sebagaimana seorang mahasiswi. Aku lebih memilih untuk kos dengan harga paling murah dan dekat dengan kampus, karna pada saat itu aku tidak membawa kendaraan
Namun, aku menyesalinya. Saat itu aku menemukan sebuah brosur online, bahwa kos putri dekat dengan kampus B dan fasilitas yg cukup dan yg psti dengan harga yg sangat sangat murah dan dengan ukuran kamar yg luas. Tanpa pikir panjang aku langsung mengiyakan untuk kos disana
Aku kos bersama dengan teman SD ku, sebut saja dia Nana. Nana berangkat lebih dahulu, dan aku menyusulnya 3 hari kemudian.
Singkat cerita, tibalah hari dimana aku menginjakkan kaki ku dikota M, dan tanpa membuang waktu, aku langsung menuju kos tersebut.
Ohiya, saat itu aku sudah diundang di grub obrolan line oleh pemilik kos, dan sudah berkenalan pula dengan mbak mbak kos yg ada disana sebelumku.
Perjalanan kurang lebih 15 menit dari stasiun dan tibalah aku disebuah gang padat penduduk, disebuah gang dengan banyak bangunan kosong, dan disebuah gang yg terlihat kumuh. Disanalah kosku berada.
Pertama kali melihat, aku langsung merapal dalam batin "edan, sg bener ae iki penipuan asline karo brosure bedo"
Ya. Memang di brosur terlihat cukup menjanjikan namun kenyataannya, lebih seperti cosplay rumah hantu yg kuno dengan keramik kecil kecil berwarna putih lusuh
Sebelum masuk, aku sempat bertemu dan bertegur sapa dengan penjual ayam goreng didepan kos. Beliau seorang nenek tua namun terlihat masih sangat bugar.
"Kos menyang kene nduk?"
"Nggih mbah"
"Awakmu soko endi?"
"Kulo asli Madiun mbah"
"Oh yowes awakmu sing ngati2 yo yen bengi dikulinakne iku lampu nduwur dinyalakne"
"Nggih mbah matur suwun"

Saat itu, karna posisi masih lelah perjalanan jauh, aku masih belum berpikir apa maksud dari nenek tadi. Pikiranku hanya cepat berbenah dan ayo istirahat
Ohiya, saat itu aku datang bersama bapak dan mamak ku.
Tanpa berniat memperpanjang percakapan, langsung kami masuk kedalam mengucapkan salam. Pandangan pertamaku langsung tertuju pada sebuah ruangan kosong dibawah tangga yg terlihat berbeda dengan ruangan lain.
Ya, ruangan itu terlihat dinyalakan lampu padahal saat itu masih pagi sekitar jam 7. Namun anehnya, ruangan itu tertutup dengan kayu rapat hanya ada celah sedikit untuk melihat adanya cahaya dari dalam.
Hanya sekilas aku melihat ruangan itu, dan langsung naik tangga menuju kamarku di lantai 2.
Langsung berbenah, melihat lihat kos di lantai 1 2 dan 3. Saat itu kebanyakan maba berada di lantai 2 dan mahasiswi lama atau mala berada di lantai 1 dan 3. Saat itu kos penuh.
Di hari pertama masih aman dan tidak terjadi gangguan apapun, sampai bapak mamak ku pulang di hari keduanya.
Di hari ketiga dini hari, sebagai bentuk rutinitas aku bangun untuk sholat malam sekitar pukul 2 dini hari. Saat itulah gangguan mulai aku rasakan
Dengan langkah berat dan mata yg masih mengantuk, aku menuju ke kamar mandi biru untuk mengambil air wudhu. Saat itu aku masiu mengingat dengan jelas bahwa 3 kamar disamping KM Biru itu belum ditempati oleh si empunya. Dan di lantai 2 hanya tersisa aku, Nana dan mbak C
Namun anehnya, saat wudhu sudah selsai dan hendak keluar dari KM Biru, aku mendengar ada suara orang bertanya
"Mbak nya baru ya"
Spontan akupun menjawab sambil masih menunduk merapikan celana panjangku "Iya mbak baru 2 harian"
Tapi saat aku mengadah keatas, tidak ada seorang pun
Saat itu, aku masih berpikir alah paling halusinasi doang kan baru pertama kali ngekos wajar sih kalau dikit2 parno. Wajar. Kata itu selalu yg menjadi tameng untukku menenangkan diriku sendiri
Kemudian, singkat cerita di hari 3 aku sudah berkenalan dengan si dia, dan di hari pertama kali MOS kampus ku, aku kembali bersapa dengannya. Namun sedikit lebih ekstrim
Saat itu, MOS mengaharuskan maba untuk berangkat ke kampus jam 4 pagi. Oleh karenanya aku sudah mempersiapkan diri untuk tidur lebih awal agar aku bisa bangun lebih pagi. Saat itu aku mulai tidur setelah sholat Isya'. Sekitar jam 8 malam
Jam menunjukkan pukul 1 dini hari, dimana masih 1 jam seharusnya aku bangun karna alarm aku setting di jam 2. Namun saat di jam 1 itu, aku merasa seperti ada benda dari atas yg jatuh menimpa perutku dengan sangat keras dan terasa sakit
Anehnya, aku merasakan sakit namun tidak bisa bangun, tidak bisa bergerak atau bahkan mengucap istighfar pun tidak bisa. Iya, aku "rep rep an" kalau orang Jawa bilang
Sekitar 30 detik tubuhku kaku, namun aku masih merasakan benda itu ada di atas perutku. Sampai akhirnya aku berhasil menggerakkan tubuhku dan membuka mata.. dan yg aku lihat

Sebuah gumpalan rambut menggelinding jatuh dari atas perut ke lantai bawah kasurku kemudian menghilang
Saat itu aku syok, aku langsung bangun dan melakukan sholat malam.
Namun juga tidak terlalu syok, karna pada dasarnya aku memang sedikit sensitif mengenai hal yg bersinggungan dengan dunia tak kasat mata. Jadi kuanggap hal itu tidak membuatku terlalu takut
Saat itu aku tidak terlalu memikirkan hal ha supranatural semacam itu, karna hal itu kalah dengan rasa capek dan pikiran penuh seorang maba perantauan.
Di hari berikutnya, masih dalam rangkaian MOS. Aku berniat untuk membeli jajanan tugas, setelah Isya di jam 8 malam. Aku turun melewati tangga dimana langsung berhadapan dengan gudang yg saat itu masih tertutup. Saat aku melewati gudang, aku mendengar suara seperti kerbau
Aneh memang. Tidak ada satupun warga disana yg memelihara kerbau, tidak juga ada yg lagi iseng menonton video sapi mengamuk saat idul adha.
Namun aku mendengarnya dan suara itu berasal dari dalam gudang. Suara kerbau yg parau dengan lonceng. Mengingatpun aku masih merinding
Lanjut besok yaa soalnya udah merinding😭😭
kurang lebih suara lonceng nya gini, ditambah suara erangan kerbau yg seperti sudah disembelih, parau. loncengnya semakin lama semakin bersautan, alhasil aku lari cepet2 beli jajannya terus langsung kembali ke kamar ya meskipun harus lewat sana lagi
Lanjut.
Setelah kejadian lonceng kerbau itu, dalam beberapa hari setelahnya aku tidak merasakan suatu keanehan lagi. Cuman sebatas perasaan tidak enak, angin dingin yg tiba tiba lewat tidak bisa dipikir nalar, hanya sebatas itu dan tidak lagi mereka menunjukkan eksistensinya
Aku pikir sudah aman, namun nyatanya itu awal dari gangguan yg lebih tidak masuk akal. Dan banyak yg bertanya "ngapain sih nggak pindah aja? emang nggak takut"
Jawabannya takut. Dan karena memang saat itu ada beberapa alasan pribadi yg untuk aku terpaksa harus tetap disana
Lepas dari rangkaian MOS ada dimana hari aku bangun pagi untuk beli sarapan di warteg depan kos. Tiba2 si nenek penjual ayam itu tanya padaku
"Mbak sampun dijak kenalan dereng"
Dan aku pun langsung tau maksudnya
"Kok sampean ngertos mbah?"
"Ogak sampean tok mbak sg dijak kenalan"
"Kabeh arek arek sing ng kono saurunge sampean podo crito angger mrene" sambungnya
Lalu aku pun menjawab, "Emang enten crito nopo to mbah?"
Beliau menjawab dengan entengnya "Sedilut ngkas lak awakmu eruh nduk"
Lalu tanpa berniat menggali lebih dalam, akupun masuk kembali ke dalam kos dan bergegas sarapan kemudian kembali melanjutkan aktivitas "masih" tanpa adanya gangguan gangguan yg mereka tunjukkan
Saat itu, kegiatan perkuliahan tidak berlangsung seperti biasanya. Aku diharuskan pulang lebih sore yaitu di jam 5. Aku langsung bergegas pulang, membuka gerbang, dan menaiki tangga melewati ruangan kosong bertutup kayu itu dimana lampu selalu nyala setiap waktu
Kemudian, saat aku melewatinya, aku merasa ada orang di dalam. Entah itu hanya perasaan ngawur ku saja atau memang ada. Karena rasa kepo ku mengalahkan rasa takut, aku berusaha melihat dari celah yg ada di jendela kamar itu.
Yang benar saja, bukan orang, tapi tumpukan buku yg tertata rapi diatas meja belajar itu, bergerak dengan sendirinya seperti ada orang yg berusaha itu menatanya kembali. Aku langsung mengucapkan istighfar dan merapal doa doa yg aku bisa. Kemudian lari masuk kedalam kamar
Setelah jam memasuki jam 7 malam, sudah waktuku untuk membeli makan malam dan sialnya harus melewati ruangan berkayu itu. Dan kembali aku lirik dengan ekor mataku, ternyata sudah normal. Namun, saat langkahku berhenti di anak tangga nomor 3 dari bawah aku mendengar
"Udah tau aku?"
Aku langsung diam terpaku. Kembali mencerna darimana asal suara itu. Dan aku masih berpikir positif mungkin penghuni kamar nomor 1 telfon dengan pacarnya dan suaranya terdengar sampai tangga. Namun, aku berusaha memastikan asumsi ku benar
Aku melakukan pesan text kepada salah satu mbak kosku sebut saja dia mbak Y, aku bertanya "Mbak ini kamar no 1 orang orangnya ada disini nggak?" Mbak Y pun jawab "Belum dek, yg no 1 kemarin ijin pulkam kayaknya belum balik deh" aku jawab "Yang bener aja mbak aku denger dia telpon
"Lah iya ngapain aku bohong, nih chatnya dia ijin pulang 2 hari lagi" terus aku jwab "Terus ini di lt 1 nggak ada orang?" Mbak Y jawab "Mending kamu lari balik ke kamar mu sekarang, aku tau yg kamu maksud"
Dengan hati yg berdebar aku menghiraukan pesan Mbak Y dan lari ke kamar
Setelah sampao di kamar aku merapal doa, karna hanya itu yg aku bisa. Dan kembali tidur dengan perut kosong. Pada malam itu, di jam 11 mataku masih terjaga dan bermain HP. Dibawah pintu masih ada sekat kosong sekitar 3 cm, dan bisa lihat kalau ada orang diluar
Aku melihat ada orang yg mondar mandir, masih sangat hafal kaki itu putih dan mengenakan sandal swallow warna hijau. Kupikir "iki sopo sih jam semene wira wiri ng ngarep kamare wong" terus aku pun cerita ke Nana, dan Nana hanya menanggapi mungkin mbak mbak lantai 3
Terus aku kembali kirim pesan ke mbak Y, "Mbak ini siapa ya jam segini belum tidur malah jalan2 depan kamar orang" mbak Y jawab "Waduh gatau sih ini aku sama semua anak lt 3 lagi kumpul di kamar Mbak A semua, emang ada? Coba kamu liat deh siapa takutnya tamu"
Ohiya buat pemahaman, emang yg terlibat disini banyak ya, hampir semua anak kos terlibat jadi maaf kalau bingung banyak inisial.
Nana itu temenku SD dia nempati kamar no 13
Terus ada Mbak Y di lt 3, penanggung jwb ketua kos
Dan kedepannya bakal ada lebih banyak yg terlibat🙏🏻
Kemudian aku jawab "Nggak ah mbak takut, ini soalnya aneh. Takut orang gila soalnya dari tadi lo mondar mandir mana ngga ada suaranya, ini kebiasaan anak lt 1 pasti lupa ngunci pager" mbak Y menjawab "Yaudah sek bentar coba tak turun tak liate"
5 menit kemudian aku mendapat pesan
"May kamu kenapa deh hari ini"
"Hah? Kenapa gimana?"
"Ini aku turun depan kamar kamu nggak ada siapa siapa"
"Eh mbak tapi masih ada ini dia barusan lewat lagi"
"Tapi aku di depan kamar kamu"
"Iya aku liat ada kaki mbak Y, tapi didepan kakimu ada kaki lain mbak"
Dan setelah pesan itu kukirim, hanya langkah tergesa gesa mbak Y yg kudengar kembali naik ke kamarnya tanpa dia mengirim pesan padaku lagi. Dan si kaki itu menjauh dari depan kamarku, dan kemudian tidak ada lagi.
Keesokan harinya, aku berpapasan dengan Mbak Y
"Mbak tadi malem kenapa lari?"
"Ya aku liat pesanmu lah May, sama liat di lantai ada bekas sendal yg basah kayak habis dari KM"
"Kan bener, emang ngga beres sih ini mbak. Ada apa sih sebenere"
"Aku sama anak2 lt 3 tu udah biasa sebenere ngadepin kayak gini. Tapi ngga se ekstrim ini juga"
Aku kaget. Ternyata nggak aku doang toh. Rapalku
"Lah? Kok ngga cerita sih. Emang mbak diganggu bentukan gimana?"
Mbak Y pun menceritakan gangguan yg dia alami selama 2 tahun tinggal
Dia menceritakan.
"Yah aku disini kan termasuk baru juga ya, baru 2 taun. Kos ini kan ada 4 lantai. Di lantai 4 itu masih proses mau dibangun rooftop gitu lah. Tapi sampai sekarang belum selesei2. Jadi yg dulunya lt 3 itu ada 2 kamar kosong di paling belakang, sekarang dibongkar
... nah jadinya keliatan serem gitulah. Mana posisinya ruangan yg dibongkar itu deket kamar mandi, dan itu bekas kamarku dulu. Sekarang aku pindah didepannya. Setelah kejadian pembangunan rooftop itu hampir tiap malem aku denger pasti ada yg kaya nukang gitu loh..
... dia mukulin kayu pake palu gitu tapi alusss banget suaranya. Itu tiap malem sih aku denger. Pernah juga setiap kita kumpul2 karaokean bareng2 juga tiba2 ada suara yg ngga dikenal ikutan. Pas kita diem dia diem. Pas kita nyanyi dia nyanyi tapi sebatas senandung doang...
... Nah disebelah kamar mandi lt 3 itu kan ada tangga kecil kayak lorong gitu buat naik ke lt 4, itu tiap ada yg mandi pasti anak anak lt 3 udah apal bakal suara kayak ada orang yg naik turun tangga tapi langkahnya kedengeran, tapi sebenernya nggak ada...
... Kita itu diganggu cuman sebatas suara aja sih, kalau yg sampek diliatin itu cuman sekali pas aku disini, waktu aku mau pulang, didepan kos aku liat keatas malem itu ada yg duduk di balkon pake dress putih. Tapi aku ngga tau itu siapa dan kayaknya emang si mbak kun sih"
Aku pun menimpali,
"Tapi mbak, tau ngga sih itu gudang kenapa deh digembok? Terus ruangan kosong ditutup kayu sama kardus itu ruangan apa sih?"
Mbak Y jawab,
"Aku juga gatau, dari aku disini pertama emang udah gitu dan aku tanya ke pemilik kos beliau cuman jawab nggak papa"
Setelah itu, karena waktu udah nunjukin pukul 7 pagi, akhirnya mengharuskanku untuk mengakhiri percakapan dan bergegas menuju kampus. Hari hari berjalan seperti normal, sampai malam harinya aku bertemu Nana
Malam itu aku dan Nana berencana untuk beli makan malam, saat kami duduk di sebuah kedai bakso, Nana tiba tiba membuka obrolan
"Eh me, kamu ngerasa ada yg aneh ngga sih sama kos kita?"
"Hah? Aneh gimana na?"
Aku memang sengaja tidak menceritakan semua yg kualami padanya
Karna dia orang yg sangat penakut, aku hanya tidak mau membuatnya lebih takut lagi dan berujung pindah, aku sendirian dong.
Nana pun melanjutkan ceritanya.
"Itu loh, aku tadi kan sholat Isya' ya tbtb tuh di ekor mataku aku liat ada kaij putih terbang, dari balkon"
"Hah? Ngga mungkin ah mana ada gituan. Perasaan kamu aja kali kan kamu sholat lagian, jadi kan ngga liat jelas"
"Ih aku liat me, jendela ku masiu kubuka lebar, juga jelas banget kok itu kainnya putiu terbang, terus angin tbtb jadi dinginn banget"
"Kamu ngga pernah gitu ngalamin hal aneh?" sambungnya
"Emm enggak sih? Cuman ya kadang kayak ngrasa ada yg merhatiin tapi balik lagi wajar aja ngga sih kan kita baru disini jadi rasa parno tuh dikit2 ada gampang banget jadinya nyalah artiin"
Jawabku menenangkannya
Setelah malam itu, aku kembali menyadari bahwa memang ada sesuatu disini, sesuatu yg belum aku ketahui. Sesuatu yang masih disembunyikan dengan rapi.
Tapi hanya 1 yg aku tahu, ibu penjual ayam depan kos sedikit banyak tahu apa yg terjadi dengan bangunan ini
Selang 2 bulan aku disini, masih dengan gangguan gangguan yg tidak masuk akal. Dan masih dengan si kaki swallow hijau yg hampir setiap malam selalu lewat didepan kamar ku, menuju kamar mandi. Sialnya, saat itu kos mengalami masalah. Kekeringan air.
Anehnya, satu lingkungan tidak mengalami hal serupa. Hanya kos ku. Dan yang paling aneh, bisakah kita kekurangan air? Padahal sumber mata air kos kami ada 2. Sumur tua di lantai 1 dan PDAM di lantai 2 dan 3. Tapi saat itu semua tidak bisa digunakan.
Satu hal lagi yg paling aneh. Air hanya menyala diatas jam 12 malam dan kembali mati saat adzan subuh sekitar jam 4 pagi. Kami sudah berusaha menghubungi pemilik kos dan menyelesaikan masalah ini. Mereka sudah mengusahakan mengundang petugas PDAM maupun teknisi yg berkaitan
Namun hal itu sia sia, sesaat petugas disana, air dapat menyala. Namun disaat petugas pergi, air kembali mati. Dan kondisi itu kami alami selama kurang lebih 1,5 bulan.
Kami pun harus menyesuaikan dengan kondisi itu. Ya, melakukan semua kegiatan di malam hari.
Kami menjadi makhluk nokturnal saat itu, memulai kegiatan seperti mandi dan mencuci baju disaat malam hari, dan menampung air di ember ember untuk digunakan saat air mulai mati kembali.
Saat iti, seperti rutinitas aku bangun untuk sholat malam. Sekalian mandi di jam 2 pagi. Saat mandi, kran aku nyalakan dengan sangat kencang, sampai sampai orang memanggil pun tidak mungkin terdengar jika tidak menggedor pintu. Aku mandi di kamar mandi putih dekat tangga.
Sebelumnya aku sudah janjian dengan Nana, untuk saling membangunkan apabila salah satu dari kami ada yg sudah selesei mandi. Saat itu kebetulan aku dulu yg bangun, dan niatku membangunkan Nana kalau aku sudah selesei mandi saja agar tidak mengganggu Nana saat itu.
Saat mandi, hanya suara kran air dan gayung yg bersentuhan dengan air bak yg hanya bisa kudengar. Namun, tiba tiba ada seseorang yg menggedor pintu kamar mandi.
Aku pun langsung menyaut.
"Siapa ya? Aku masih mandi tunggu sebentar"
Namun tidak ada jawaban.
Kemudian dia menggedor lagi. Namun dengan 3 ketukan lembut. duk, duk,duk.
Aku pun bergegas menghanduki badan dan kembali menegur.
"Nana ya? Sek bentar na ini masih handukan"
Tidak ada jawaban.
Kemudian lagi. 3 ketukan yg sedikit kasar. duk! duk! duk!
Saat itu aku berpikir, itu bukan manusia. Tidak mungkin manusia tidak mendengar celotehku yg teriak teriak di dalam kamar mandi dan masih ngenyel menggedori pintu.
Dengan sangat berdebar, memberanikan diri untuk membuka pintu kamar mandi dan berharap tidak melihat apapun.
Namun sial.
Yang aku lihat justru potongan kaki berjalan dari arah kamar mandi biru menuju lorong dekat kamar ku. Langkahnya cepat tapi pasti dan terlihat dengan sangat jelas. Kaki itu pucat biru, terlihat urat dengan sangat jelas. Dan hanya sampai paha kebawah. Transparan.
Tubuhku langsung gemeter lemas dan buih air mataku tak terasa pecah juga. Dengan langkah gemetar aku menuju kamarku untuk melaksanakan sholat malam dgn keadaan mental yg masih sangat kacau. 5 detik itu terasa sangat membekas. 5 detik yg masih kuingat dengan jelas sampai sekarang
Kali itu penampakan potongan kaki yg ku lihat berbeda dengan sebelumnya, si kaki swallow hijau. Saat itu dia tidak mengenakan alas apapun, hanya kaki yg pucat biru seperti mayat yg sudah lama terendam air.
Setelah gangguan kaki mayat itu, aku sempat sakit. Tubuhku demam karena merasa sangat terguncang. Seperti kata orang sepuh jaman dahulu, saat kita merasakan demam, indra kita akan menjadi lebih peka dari biasanya. Benar saja, demam ku tidak membawa hal baik padaku
Saat malam hari, dimana 2 hari setelah kejadian itu, mendadak aku demam. Dan mengharuskan ku untuk bedrest di kos. Setelah sholat Isya aku pun langsung mengambil inisiatif untuk langsung pergi tidur. Entah pastinya jam menunjukkan pukul berapa, didalam tidurku aku bermimpi.
Dalam mimpiku, aku tidur persis seperti keadaan asliku saat itu, dengan baju yg sama, dengan posisi yg sama. Dalam mimpiku, aku didatangi oleh seorang kakek tua dengan pakaian adat jawa. Ia berdiri di samping ranjangku dan berkata.
"Kowe lek gelem meluo aku, tak dudui klakuane koncomu mbiyen ngorak ngarik omahku iki" dengan tatapan nanarnya padaku.
Namun anehnya dalam mimpi tubuhku tidak dapat bergerak, hanya bisa melihat ke arah kakek itu yg kemudian pergi setelah mengatakan kalimat aneh
Kira kira seperti ini baju yg dipakai kakek itu dengan postur bungkuk, wajah yg tegas serta tangan yg selalu diletakkan keduanya dibelakang. Dan setelah itu aku sadar dari mimpiku dan kembali merapal doa doa yg aku bisa. Image
Aneh memang, mimpi seperti itu, didatangi orang tidak dikenal, berkata tidak masuk akal. Dan kemudian pergi berlalu meninggalkan kengerian yang terus merasuki saat itu.
Setelah tragedi mimpi tersebut, gangguan yg aku alami semakin di luar nalar.
Ada saat dimana mencuci baju di jam 2 pagi, di kamar mandi putih. Suara kran yang sangat deras dibarengi dengan suara sikat cuci yg berbenturan dengan keramik kamar mandi membuat kupingku penuh
Anehnya, aku mendengar seseorang bersiul padaku. "Sssuit"
Aku pun langsung menghentikan kegiatanku untuk memastikan apa yang kudengar nyata. Namun nihil. Aku pun kembali melanjutkankan mencuci ku, suara itu muncul lagi untuk kedua kali "Sssuit" kesabaranku pun mulai hilang
Sambil bergumam sendiri aku berkata "Lailahaillah, aku disini nggak niat ganggu, jadi tolong jangan ganggu lebih dari ini ya" aku tidak berharap mendapatkan jawaban apapun, tapi justru ada suara lain muncul "hihihi sssuit"
Bukan manusia. Kataku
Karna aku masih penasaran. Aku selesaikan kegiatan mencuci ku dan turun ke lantai 1. Berharap ada segerombolan orang iseng yg melakukan hal aneh tadi. Namun sampai di gerbang depan tidak ada siapapun. Kembali aku masuk. Saat menaiki tangga, di depan gudang aku mendengar
"Sssuit" untuk keempat kalinya. Kemudian larilah aku. Dan mengabaikan cucian yg masih tertata di ember dan belum ku jemur itu.
Di malam selanjutnya, barulah aku jemur baju cucianku di jam 7 malam. Sembari mencuci sepasang baju kotor yang kupakai hari itu. Aku melewati dapur dan menuju balkon untuk menjemur pakaian. Aman. Tidak ada apapun. Jalanan pun masih terlihat ramai.
Keesokan harinya, aku bangun pagi untuk membeli sarapan di warung ayam depan. Ibu penjual ayam (anaknya nenek) bertanya padaku.
"Mbak kemarin malam abis Isya jemur baju ya"
"Eh iya buk, jemurnya malem soalnya pagi keburu berangkat terus pulangnya kesorean juga"
"Owalah, emang kalau jemur harus banget ya mbak ditemenin?"
"Gimana buk?"
"Iya kan tadi malem temene mbak e ikut di balkon mana duduk ditepi kan takut jatuh"
Aku diam.
"Lain kali temennya bilangin mbak jangan pakai baju putih kalau ke balkon kan bikin kaget. Sering loh kayak gt"
Aku pun menjawab "Oh iya buk lain kali saya bilangin, emang dia sering ya buk duduk di balkon?"
"Iya tau mbak, kadang jam 3 waktu saya siap siap jualan udah disana, pernah saya tegur dari sini masuk mbak masih malem, tapi ngangguk aja nggak dijawab"
Setelah percakapan itu, aku pasrah didalam hati berkata "udah deh terserah kalian mau gimana yg penting aku nggak ganggu" karna terlalu capek melihat fakta bahwa menjemur baju bersama kuntilanak. Emang udah kayak judul ftv sih😔
Seminggu setelahnya aman, tidak ada gangguan yg berarti. Namun ada hari dimana, waktu aku akan pergi ke acara teman sekampus untuk mendukungnya di pentas pemilihan putra putri. Aku berangkat sehabis maghrib dan pulang berjalan kaki dari kampus ke kos di jam 10 malam. Sepi. Seram.
Selama perjalanan melewati gang kecil sudah sangat sepi, tidak ada aktivitas sama sekali. Saat aku melewati sebuah rumah di gang tersebut, aku melihat ada bendera putih dan banyak orang berpakaian hitam sedang melayat dirumah tersebut. Aku pun berlalu begitu saja.
Sampai di kos, aku melihat bahwa gudang ternyata terbuka, gembok tidak ada. Dan saat aku melewati gudang itu, aku sedikit mengintip, pengap dan sangat gelap tanpa pencahayaan sama sekali. Tanpa berlama lama aku langsung menuju lt 2 untuk beristirahat.
Namun betapa terkejutnya aku, melihat di dinding kamar ku bagian luar terdapat 2 patung tempel yang sebelumnya tidak ada. 1 patung perempuan jawa yang tersenyum, dan 1 patung lagi seorang laki laki dengan wajah garang bersama dengan kerbaunya. Apa artinya? Ya tebakan kalian benar
Buru2 aku copot patung itu dan aku lemparkan ke dalam gudang. Seorang perempuan jawa, aku kira dia yang selalu mengganggu dengan suara ketawanya dari dalam gudang. Dan seorang penggembala kerbau yg kudengar suara kerbaunya di hari hari pertama aku kos.
Aku langsung mengirimkan pesan ke mbak Y
"Mbak dimana?"
"Di kamar nih, kenapa?"
"Tadi siapa deh yg buka gudang? Aku tadi perasaan berangkat habis maghrib masih ketutup"
"Oh tadi bapak kos kesini sih may, tapi gatau kalau buka gudang"
"Oh mungkin bapak kos kali ya yg buka. Terus itu siapa yg pasang patung depan kamar ku mbak?"
"Patung apa? Aku nggak tau tadi ada patung"
"Ada kok tadi 2, tapi udah aku copot. Terus mbak, emang di gang sebelah lagi ada yg berduka ya"
"Enggak kok? Biasanya kalau ada berita gitu pasti diumumin pakai toa deh"
"Tapi tadi barusan aku lewat ada yg meninggal mbak"
"Kamu kebiasaan deh, udah mending tidur sekarang, besok kita tanya ke pak kos soal itu"
Singkat cerita, keesokan harinya Mbak S, teman dari mbak Y mendapatkan info dari bapak kos. Bahwa kos akan dilanjutkan pembangunannya dan gudang biarkan terbuka saja untuk sementara waktu agar memudahkan tukang mengambil barang. Untuk patung, bapak kos tidak merasa ia memasangnya
Pertanyaannya : siapa yg pasang patung itu.
Kalau kata pak Jokowi, yo ndak tau kok tanya saya.
Karna emang ngga tau sampai sekarang yg pasang siapa. Doain aja deh yg rese pantatnya jadi satu
Ada juga hari dimana pas gudang itu udah dibuka, aku setelah aku pulang beli jajan abis maghrib, naik tangga, dibelakangku ada langkah yg ngikutin. Masih berusaha tenang. Sampai aku pastikan memang itu ngga masuk akal. Saat dibawah lampu, ada bayangan kaki dibelakangku terpantul
Anehnya, langkahnya mengikutiku, aku kanan dia kanan, aku kiri bayangan itu juga kiri. Aku beku beberapa saat, gemetar dan kemudian menari oppa gangnam style. Nggak deng. Aku langsung lari menuju kamar. Dan mengintip apakah si kaki mengikutiku sampai kamar, alhamdulillah tidak
Beberapa hari kemudian menjelang magjrib, dikarenakan kamar mandi di lantai 2 penuh, dan saat itu harus segera sholat maghrib, aku pun mengambil wudhu di kamar mandi sumur lantai 1. Saat masuk, aura seram dingin dan pengap langsung menusuk di tulang.
Setelah buru2 wudhu, aku keluar. Dan apa yg aku dapat? Di pojok kamar mandi sumur aku melihat benda terikat ujung dan ujung, berwarna putih lusuh, dan kecil. Aku langsung mengucap istighfar, namun lama kelamaan sosok itu bertambah besar dan menggoyang goyangkan tubuhnya. Pocong.
Itu benar benar membuatku ketakutan. Sosok itu tidak mengejar, tidak pula berpindah tempat. Hanya diam dan menggoyang goyangkan tubuhnya ke kanan dan kiri. Aku langsung lari keatas dan tidak lagi setelahnya berani untuk pergi ke kamar mandi lt 1 itu apapun keadaan ku.
Singkat cerita, di hari sebelum aku pulang kampung, sudah menjadi kebiasaan mbak mbak di kos untuk masak di malam hari. Dan suaranya pasti sampai di kamarku juga. Namun saat itu karena musim pulang kampung dan akhir semester, mbak mbak di kos ku yg biasa masak pulkam semua.
Namun anehnya, aku mendengar ada orang yg sedang memasak. Bahkan mengobrol. Ramai. Cepat2 aku text Nana
"Na? Di kos lagi masak ya kamu"
"Enggak kok me aku kan tadi pagi pulkam, tapi lupa deh pamit kamu. Kenapa?"
"Enggak naa gapapa"
Karena aku memang anak yg pengen tahu, untuk memastikan kalau memang itu manusia aku menuju dapur. Niatku, memberi tahu kalau bisa bercandanya jangan keras keras karna udah malem juga ganggu yg lain tidur. Tapi ternyata, nihil. Tidak ada seorang pun. Dan perlatan masak juga rapi
Karna aku merasa udah gak beres, aku langsung menuju kamar. Kemudian sembari mengintip apakah ada orang diluar dari balik celah bawah pintu. Dan yang benar saja. Aku mendengar langkah kaki, aku pastikan tidak hanya 1 orang, turun melewati tangga menuju lt 1
Sembari dengan suara berisik seolah olah mereka semua selesai melakukan kegiatan memasak bersama kemudian turun untuk menyantap masakan yg sudah mereka buat bersama sama
Tanpa pikir panjang aku langsung mengunci pintu sembari terus berharap esok pagi segera tiba dan aku bisa segera pulang kampung untuk meninggalkan kos itu sementara waktu
Singkat cerita, setelah kurang lebih 3 minggu berada di Madiun, aku selalu bertukar pesan dengan mbak mbak kos. Terlebih mbak Y dan mbak S yg memang cukup dekat denganku. Aku bertanya pada mbak Y di pesan singkat.
"Mbak udah balik kos?"
"Loh kan kita tadi papasan gimana sih?"
"Aku masih di Madiun mbak rencana baru balik kos 2 harian lagi"
"Jangan bercanda deh, tadi kamu papasan sama aku di tangga"
"Lah enggak? Ini buktinya aku masih di Madiun" sambil mengirimkan pap kepadanya
"Terus tadi siapa may?"
"Mana aki tahu, dijailin lagi kali mbak"
"Eh iya tapi kalau diliat liat tadi kamu murung banget, diajak ngomong diem aja cuman ketawa ke aku"
"Ketawa? Gimana dia ketawanya"
"Tatapanmu tu kosong, tapi kamu ketawa keliatan gigi lebar banget sambil sedikit nunduk, tak pikir kamunya emang lagi gajelas aja"
"Kataku nih mbak, mending tidur jangan sendiri, coba numpang di kamar mbak S soalnya kayaknya ini kos udah makin gak bener aja deh"
"Iyaa ini aku barusan ke kamar S, kamu wajib cepetan kesini sih ini S mau cerita sama kamu"
"Iya tunggu 2 hari lagi ya"
Setelah kejadian menyerupai orang itu, kupikir itu sudah keterlaluan. Dan pada akhirnya setelah 2 hari berlalu dan kembali ke kos, aku langsung menuju lantai 3 untuk bertukar cerita dengan mbak mbak di lantai 3. Disana ada aku, mbak Y, mbak A dan mbak S
Aku akan menceritakan POV dari mbak A terlebih dahulu
Mbak A ini bisa dibilang penghuni kos yg terlama sekitar 2 tahunan lebih, dimana dia cerita bahwa saat pertama kali disini, kos belum ada gangguan seperti ini. Namun, setelah masuk satu anak sebut saja dia Riski, semua berubah
Menurut penataran dari mbak A, si Riski ini anaknya problematik. Dia tidak sopan, tidak pernah menjaga kebersihan dan tidak memiliki unggah ungguh yg salayaknya orang lakukan apabila memasuki tempat baru.
Dia sering pulang malam, meludah disembarang tempat, tidak pernah membuang p*mb*l*t saat sedang menstruasi dan hanya diletakkan di atas closet dengan keadaan masih kotor, selalu berkata kata kasar dan membuang sampah disembarang tempat. Saat itu keadaan mulai chaos
Akibat dari ulah si Riski, satu kosan menjadi diteror. Pernah ada ketua kos dulu sebelum mbak Y, mendapati ada sosok makhluk di KM Putih duduk di kloset dengan lidah panjang menjilati p*mb*l*t yg kotor itu. Seketika langsung lah ketua kos mengirim pesan di grub line
Dengan emosi ketua kos saat itu memarahi Riski ini dengan menegurnya cukup keras. Sampai ia ceritakan juga apa yg ia lihat akibat perbuatan si Riski ini. Riski ini menempati kamar bertutup kayu itu. Dan memang karna teguran si ketua kos saat itu sangat kasar, si Riski sakit hati
Dengan gelap mata dan hati si Riski ini tidak terima diperlakukan seperti itu karena ia merasa membayar dan memiliki hak untuk berbuat sesukanya dan tidak seharusnya ketua kos memperlakukannya seperti itu, menurutnya saat itu. Bergegaslah ia keluar kos dengan motornya
Banyak anak kos lain saat itu tidak berani interupsi termasuk mbak A ini. Si Riski keluar dengan membawa koper. Meninggalkan kamarnya dengan lampu yang masih menyala, dan buku2 nya yg tertata rapi di meja, termasuk sandal swallow berwarna hijau yg kerap ia gunakan.
Setelah Riski ini keluar kos di malam itu, para penghuni kos yg lain berusaha untuk menenangkan si ketua kos ini agar tidak terlalu larut dengan emosinya. Namun ternyata hal ini bukanlah suatu awal yg baik, melainkan sebuah malapetaka.
Sudah seminggu tidak ada kabar dari Riski. Banyak dari penghuni kos mencona menghubunginya namun tidak bisa. Setelah itu muncullah berita di salah satu postingan fakultas, bahwa tertulis berita duka bahwa Riski ini sudah tiada.
Usut punya usut, Riski mengalami kecelakaan yg cukup parah saat malam itu ia berniat kabur pulkam. Namun ia sempat dirawat di rumah sakit, dan sekitar seminggu keadaannya semakin menurun dan membuatnya harus menghembuskan nafas terakhirnya.
Berita ini sampai di telinga ketua kos yg sempat berseteru dengan Riski di malam terakhir ia bertemu. Ketua kos ini merasa bersalah dan berniat untuk keluar kos padahal jatah kosnya masih 4 bulanan lagi. Setelah ketua kos itu pindah, kejadiannya mulai lebih nggak masuk akal
Sudah banyak anak kos disini, hampir semua pernah ditampaki kaki dengan swallow hijau itu. Dan diyakini itu milik Riski. Sampai saat ini pun, lampu kamar itu selalu dibiarkan menyala, dikosongkan, dan ditata sesuai dengan terakhir kali Riski menempatinya
Karena pernah saat itu setelah menedengar kabar Riski ini tiada, sewajarnya kamarnya untuk dibersihkan, namun setelah lampu dipadamkan, semua barang2 dirapikan, selalu terdengar bunyi ledakan dari kamar itu. Dan itu selalu terjadi setiap hari di jam jam 12 malam
Oleh karena alasan itulah, penghuni kos saat itu meminta untuk kamar dibiarkan begitu saja, demi kenyamanan bersama, ralat, demi mengurangi gangguan gangguan yg lebih dari ini.
Terlepas dari kisah Riski, menurut mbak A, kos ini memang bangunan tua, yg asal usulnya pun tidak diketahui bagaimana. Sudah sewajarnya ada beberapa penghuni lain, namun karena ulang penghuni kos yg tidak bisa menghargai tempat tinggal mereka, mereka tidak terima dan mengganggu
Sejak saat itu, selain penampakan kaki swallow hijau itu banyak sekali kejadian aneh yg dialami oleh mbak A. Seperti mendengar suara kerbau, mendengar adanya orang mandi namun saat dilihat tidak ada, mendengar orang memasak tapi wujudnya nggak ada.
Dan yang paling aneh adalah, nama grub line itu adalah Omah Putih dimana mulai saat itu nama grub tidak bisa diubah. Jika ada yg mau mengubah maka akan selalu terkendala jaringan. Atau error dan semacamnya.
Oleh karena itulah cukup meyakinkan bahwa Omah Putih ini cukup menjadi momok bagi warga setempat juga. Dan disewakan dengan harga yg sangat murah jika dibandingkan kos putri lain di Kota M saat itu.
Dan hal yg paling tidak bisa dilupakan oleh mbak A ini juga saat tengah malam ia mendengar ada orang menyapu menggunakan sapu ijuk. Yg berbunyi sret sret.. saat dilihat olehnya ia melihat seorang nenek bungkuk berjalan menggandeng anak kecil, dimana anak itu tidak memiliki kepala
Menurut mbak A, nenek ini berjalan di lorong lantai 2, dari dapur menuju ke balkon. Saat itu menunjukkan pukul 2 dini hari, setelah badan mbak A ini gemeter dan terpaku, nenek ini menengok kearahnya dan mengatakan tanpa suara "cucuku nduk..." setelahnya ia pingsan.
Sejak saat itu, mbak A tidak lagi melihat penampakan secara gamblang, ia hanya diganggu oleh suara suara sejak ia pindah di lantai 3.
Setelah menceritakan kisahnya padaku, mbak A berpamitan untuk pulkam dan menikah. Itulah akhir cerita dari mbak A
Tetap tunggu kelanjutannya ya, sehabis ini aku akan kasih tau pov dari mbak S, ibu penjual ayam, teman kos putra sebelah bangunan kosong, dan pov dari kedua orang tua ku. Stay tune!! Besok akan diupdate
Lanjut.
Setelah pernyataan dari mbak A, kami semua sedikit banyak mulai tahu penyebab kenapa kos tua ini menjadi sangat angker. Sebenarnya memang salah dari si manusianya sendiri yg tidak bisa menjaga sopan santun sehingga menyebabkan teror berkepanjangan selama hampir 3 tahun
Coba pastikan, apakah yakin kos kalian aman?
Apakah yakin saat kalian tidur didepan pintu kos kalian tidak ada yg menunggu?
Terakhir, apakah yakin suara di malam hari yg kemungkinan kalian dengar berasal dari manusia?
Hidup di tempat baru banyak sekali hal yg tidak bisa ditelaah.
Begitupun dari kisah mbak S yg akan aku ceritakan.
Mbak S ini kurang lebih sama dengan mbak Y, ia baru menempati kos ini sekitar 1-2 tahunan. Dan yg psti ia sama denganku, tidak tahu menahu mengenai tragedi Riski sebelum mbak A bercerita malam hari itu.
Namun kisah yg mbak S ceritakan ini ternyata cukup ekstrim juga. Dan cukup membuat menjadi was was bahkan saat tidur di kamar sendiri di Madiun.
Menurut penataran mbak S, dia tidak mengalami gangguan selama kurang lebih sebulan berada di kos ini.
Sehingga, saat teman2nya di lt 3 bercerita padanya saat itu bahwa mereka mendengar bahkan melihat hal tak kasat mata, dia tidak percaya. Sampai pada akhirnya, dialah orang di lt 3 yg memiliki pengalaman melihat secara gamblang paling banyak diantara penghuni lt 3 lainnya
Katakanlah suatu hari mbak S ini pulang malam karena ia sibuk dengan urusannya kampusnya, karena memang dia ini orangnya nggak ada takut takutnya sama sekali, pulanglah ia ke kos dengan bernyanyi keras. Saat ia melangkahkan kaki untuk naik ke lantai 3 (masiu perbatasan dgn lt 2)
Ia mendengar ada yg mengikuti nyanyiannya. Tapi suara itu sangat lirih awalnya. Sehingga ia berhenti dan kembali memastikan apa yg ia dengar itu benar. Ia bernyanyi kembali dan suara itu muncul kembali, namun saat ini terlalu jelas. Ia mencoba menelusuri suaranya.
Ia berhenti di depan tangga lt 2 yg pemandangannya lgsg tertuju ke gudang. Dan yg ia lihat adalah, seorang wanita dengan pakaian lusuh berada di lt 2, bersender di tangga, mengoyang goyangkan tangan dengan kain putihnya sembari bernyanyi "na..na..na..hmm..hmm..hmm"
Setelah sosok itu menyadari bahwa mbak S ini bisa melihat dia, suara senandung itu seketika berubah menjadi suara cekikian yg memekik telingan diiringi kepalanya mengadah ke atas dengan senyum lebar sampai bisa menyentuh telinga. Mbak S pun lari ke kamarnya dan sakit setelahnya
Hal pertama yg dilihat mbak S cukup esktrim. Jadi bagi kalian, jangan sekali kali tidak mempercayai keberadaan mereka. Karena kalau kalian terlalu denial, mereka pasti akan lebih tertantang untuk menunjukkan bahwa mereka ada kepada kalian. Itu pesan dari mbak S.
Lanjut kejadian di hari lain, saat itu mbak S sudah mulai mempercayai perkataan teman2nya. Dan di hari dimana ia harus mengerjakan laporan hingga larut di kamarnya, ia sengaj sedikit membuka pintu untuk mempersilahkan angin bisa masuk.
Namun sialnya, bukan angin yg datang melainkan sosok jail yg sangat menyeramkan. Saat mbak S ini fokus dengan laptopnya, tiba2 ia merasa bahwa ada seseorang dibalik pintu. Mata mbak S bolak balik memeriksa apakah perasaannya itu benar, namun yg didapati tidak ada apa apa.
Perasaan itu berlangsung dari jam 10 malam sampai puncaknya di jam 12 malam, perasaan tidak nyaman itu muncul untuk kesekian kalinya. Dan anehnya, kali iki ia ketakutan dan sangat yakin dibalik pintu ada yg menemaninya mengerjakan laporan. Dan benar saja.
Dibalik pintu yg setengah tertutup itu ada bayangannya seseorang sedang menyisir rambut, dengan perasaan waswas dan berharap itu manusia, mbak S tetap memperhatikan bayangan itu dari balik laptopnya. Sedikit demi sedikit bayangan itu hilang, namun berganti menjadi kepulan asap.
Yanh semakin lama semakin membentuk sebuah sosok wanita berdress putih memperhatikannya dari balik pintu. Tidak solid, namun transparan, tetapi sangat jelas ditangkap olehnya bahwa sosok itu melihat tajam kearahnya dan kemudian mendongakkan kepala keatas dengan mulut menganga.
Setelahnya mbak S syok dan ia mengambil kitab suci kemudian membacanya dengan perasaan campur aduk, dan diiringi buih air mata yg terus menetes.
Kejadian selanjutnya yg dialami mbak S ini, sampai saat ini ia masih sering mendengar anak kecil berlarian naik turun di tangga, namun ia belum pernah melihat sosoknya. Anak itu hanya terlihat senang bermain dan tertawa sebagaimana anak kecil. Itulah kisah mbak S.
Dan kami berempat pun saat itu hanya bisa diam, tidak saling berlempar tanya karna rasa ingin tahu kali ini kalah oleh rasa takut yg semakin menjadi jadi. Mbak A kemudian pamit untuk mempersiapkan barang2 bawaan pindahannya besok dan tinggallah kami bertiga di kamar mbak Y.
"Mbak, apa kita nggak pindah aja?" Aku membuka percakapan
"Aku sama S nggak sih may aku tinggal bentar disini, paling sebulanan doang habis itu selesei urusan kampusku" kata mbak Y
"Kalau kataku mending kamu sih May pindah, soalnya kayaknya kamu agak sensitif anaknya" kata mbak S
"Iya sih mbak aku mau pindah aja, tapi ini masih cari cari dulu kos yg murah 11 12 lah sama harga kos ini soalnya rata2 yg deket kampus mahal, sekalinya ada kamarnya kecil..."
Belum selesei aku berbicara, ada suara ledakan yg berasal dari lantai 1. Dan aku yakin dari kamar itu.
Ledakannya tidak sekali. Tapi dua kali. Dan itu cukup membuat kami sangat ketakutan. Sampai akhirnya kami bertiga memutskan untuk tidur di kamar mbak Y bertiga saat itu.
Keesokan harinya, memastikan keadaan sudah kembali aman, aku kembali ke kamar ku. Menata barang bawaanku dari Madiun yg belum sempat aku benahi karena terburu mendengar cerita dari mbak mbak lt 3. Belum ada beberapa menit, aku dengar suara langkah menuruni tangga. Kali ini mbak A
Ia membawa banyak barang dan sudah mulai untuk pindahan.
"Mbak beneran ini mau pindahan sekarang?"
"Iya nih dek, udah ngga kuat aja aku haha. Kamu kuat2 deh disini kayaknya orangan sini suka deh jailin kamu"
"Jangan gitu lah mbak, bentar lagi aku mau pindah bodoamat"
Kata kata mbak A sangat menjengkelkan, meskipuk di alam bawah sadarku mengatakan bahwa perkataannya ada benarnya. Mungkin karna aku sensitif, mereka jadi lebih sering menampakkan wujudnya padaku, mungkin niat mereka ingin menyampaikan sesuatu. Pikiran bodoh.
Sampai pada suatu hari, aku memiliki teman kos putra, dimana letak kosnya bersebelahan dengan kosku. Tepatnya disamping bangunan kosong yg dipisahkan oleh gang. Namun, jika temanku naik ke rooftop kosnya, maka ia bisa lihat dari nako kosku kamar kosku dan tangga lt 3
Saat itu masih sore sekitar jam 5 menjelang maghrib. Biasanya di jam jam rawan seperti itu, setelah kejadian pocong KM Sumur itu aku tidak lagi berani keluar. Aku berani mengambil wudhu jika adzan berkumandang.
Namun anehnya, temanku cowok melihatku berdiri di depan nako dan melihat kearahnya sembari tersenyum dan tidak berkedip. Ia pun menganggap itu aku dan seperti biasa memang kami sering bercanda. Ia pun mengirim pedan text padaku.
"Me, nyapo yah mene cengingisan ng ngarep nako" artinya, kenapa jam segini ketawa nyengir di depan nako
"Edan ye, aku lo ng kamar drakoran. Halah dijak kenalan paling we", artinya gila ya, aku di dalam kamar lagi lihat drakor, paling kamu diajak kenalan
Temanku menjawab "Tapi wi koyoke koe deh wong persis banget, nyengir ng aku ngawe ngawe" artinya tapi kayaknya itu kamu deh orang persis banget, nyengir ke aku melambai lambai
"Jarno mending gausah mok bahas" artinya biarin mending gak usah dibahas lagi.
Dan saat temanku mengirimkan text padaku, saat itu aku coba untuk memastikan melihat kebawah kolong pintu dengan sangat hati, memastikan tidak ada satu suara pun yg ku keluarkan, benar. Si swallow hijau berdiri membelakangi pintu kosku, menghadap nako.
Si swallow hijau ini yg saat itu berinteraksi dengan temanku, menyerupai diriku. Seketika aku ingin teriak tapi aku menutup mulutku agar ia tidak sadar bahwa ada aku dibalik pintu yg mencoba memperhatikannya dan ketakutan oleh kehadirannya.
Ada lagi cerita dimana bukan penghuni kos yg diganggu, bahkan orang lain.
Saat itu aku akan COD oleh temanku setelah aku membeli barang di olshop nya. Temanku ini cowok. Dulunya adalah teman SMP namun bertemu kembali di kampus yg sama. Sebut saja dia P.
Aku dan P ini janjian untuk COD di depan kos ku saja, tadinya berencana sore tetapi tiba2 dibatalkan olehnya oleh suatu alasan dan dia bilang malam aja setelah Isya gimana. Aku pun mengiyakan. Singkat cerita, aku bertemu dengannya di depan bangunan kosong dekat kos.
"Udah lama?"
"Barusan sih" sambil terlihat ketakutan dan tergesa gesa
"Ini uangnya" aku memberikan uang 50 ribu, harga barangnya 35 rb yg seharunya aku menerima kembalian 15rb. Namun ia dengan tangan gemetar dan bola mata yg tidak fokus aku yakin dia melihat sesuatu.
Ya, aku tambah yakin saat ia terburu buru memberikan kembalian dimana hanya dikembalikan 10 rb. Dan dia kemudian pamit.
"Duluan ya"
"Tapi ini kurang...."
Belum selesai aku berbicara dia langsung mengegas motornya dengan cepat.
Sial, kataku dalam hati. Kehilangan 5 rb di kota perantauan ternyata lebih sakit daripada harus nahan teriak lihat swallow hijau.
Sampai kamar aku pun mengirim pesan padanya.
"Lihat apaan?"
"Gila, kuat kamu ngekos disitu?"
"Emang liat apaan sih sampai kurang ngasih kembalian"
"Di balkon aku liat tadinya ada kain warna merah panjang. Aku kira itu kain jemuran kalian. Eh nggak lama kainnya berubah jadi pocong
"Hah yg bener, mana ada gituan warna merah, putih kali, soalnya aku liatnya yg putih"
"Enggak, beneran merah, mukanya udah ngga berbentuk, dia natap kearah kita terus, bahkan sampai aku balik, aku lihat di spion aja masih ada dianya"
Anehnya, hanya dia yg lihat, aku tidak.
Kejadian selanjutnya, ini hal yg membuatku untuk pindah dan pulkam.
Saat itu aku masih ingat kejadian ini terjadi di bulan Maret 2020, dimana saat itu kasus covid di Indonesia mulai merebak dan cluster pertama di Kota M saat itu berasal dari kampusku.
Singkat cerita, malam itu sekitar jam 7 malam, tiba2 kos ku mati lampu. Saat itu penghuni kos cukup sedikit karna sudah banyak yg pulkam seolah olah bisa memprediksi bahwa nantinya kuliah akan dilaksanakan secara offline.
Saat itu, aku langsung menuju ke lt 3 menggunakan flash hp untuk menemui mbak mbak lt 3
"Mbak Y ini gimana cara ngidupinnya?
"Biasanya S sih may yg ngerti, tapi ini kos kita aja kah?"
"Coba yuk temenin aku ke balkon bentar liat diluar yg lain nyala ngga"
Akhirnya kita menuju balkon, melihat keadaan diluar dimana masih terang benderang. Dan hanya kos ku saja yg mati lampu. Karena mungkin ini konsletting atau semacamnya mulai si mbak Y mengajak mbak S untuk coba melihat sekring listrik di lt 2.
Iya benar, keadaan sangat gelap, harus melewati gudang terbuka dan kamar Riski. Karena posisi letak sekring nya ada di luar pintu masuk. Kami bertiga memberanikan diri, saat awal tidak ada apapun dan kami sedikit lega bahwa bisa sampai di lokasi tanpa gangguan
Kemudian, mbak S ini mengecek sekring nya dan ternyata memang konslet sepertinya, kemudian mbak S menghubungi pemilik kos dan pemilik kos bilang bahwa tidak bisa malam ini dibenahi karna sudah malam juga, bisa bisanya besok sore. Oke lah kami bertiga emosi.
Sambil merutuki kejadian, kami bertiga masuk kembali dan berencana tidur berkelompok. Saat itu aku dan mbak Y yg menyalakan flash. Namun saat tidak sengaja flashku menuju lorong lt 1 menuju yg mengubungkan KM Sumur. Aku terkejut. Seperti ada orang diam disana.
"Mbak bentar"
"Kenapa lagi udah ngga usah aneh aneh ayo cepetan may jalan" kata mbak Y
"Bentar itu siapa?" Flashku mengarah ke tembok pembatas lorong itu, dan yg kutemui adalah anak kecil tanpa kepala. Leher yg masih meneteskan darah. Saat itulah kami bertiga melihat.
Tanpa pikir panjang kami langsung lari terhuyung huyung menuju kamarku, iya, yg paling dekat karna jujur sudah tidak ada energi jika harus naik lagi ke lt 3. Malam itu kami tidur dengan ketakutan merajai seluruh tubuh kami berbekal lampu emergency redup kami tidur dalam kegelapan
2 hari setelah kejadian mati lampu, tepatnya di hari Sabtu aku berniat pulkam sementara dengan membawa 2 tas ransel baju. Dimana saat itu kos ku masih ada sisa sekitar 4 bulan. Dan saat itu masih banyak barang2 yg belum aku bawa pulang, aku tinggalkan disana sementara.
Break dulu ya, mau menyelesaikan urusan duniawi dulu. Habis ini akan kuceritakan akhir ceritanya pov dari ortuku, tukang dan ibu penjual ayam sebagai penutup. Stay tune!
Aku bergegas kemudian untuk pergi ke stasiun. Dan di perjalanan pulang, aku mendapati pesan text dari mbak Y. Dimana ia bilang bahwa mbak S saat itu bertingkah tidak sewajarnya.
"May ini S gimana aku takut"
"Takut kenapa mbak? Ada apa lagi?"
"Ini S dari tadi diem murung terus"
"Udah coba diajak ngomong atau gimana gitu? Dikasih minum coba mbak"
"Iya udah tapi diem terus, kayaknya udah gak beres. Ini aku panggil bapak kos nya kesini mana nanti baru bisa abis dhuhur"
"Duh mbak udah yuk keluar aja aku kayaknya gabakal balik ke kos lagi deh"
"Kenapa?"
"Iya ini aku diperjalanan pulang, ada pengumuman kalau fakultasku daring. Paling kesana mendekati habis masa kos ku aja buat pindahan. Itu mbak S beneran nggak papa kan ya nunggu?"
"Haduh may ini dia diem terus mana nggak kedip"
"Coba deh mbak bacain ayat kursi atau setelin qiro'. Iti kayaknya kemasukan deh. Tapi kok bisa?"
"Kayaknya karna dia mens deh jadi gini"
"Yaudah mbak coba temenin dulu, ada orang lain kan tapi disitu?"
"Iya ada ini aku sama C nungguin S depan kamar nya"
"Yaudah mbak kabari nanti"
Selang beberapa jam kemudian aku mendapati pesan text lagi tepat di jam 2 siang. Dimana saat itu aku sudah sampai di Madiun. Pesan itu dari mbak Y
"May aku udah ngga bisa kayaknya. Besok mau cabut"
"Duhh kenapa lagi mbak? Ada yg baru lagi itu pasukannya?"
"Tadi kamu tau ya, pak kos kesini bacain ayat2 dikasih minum air putih itu si S trs tiba2 nangis gajelas sama bilang "enak seger" gt may"
"Mbak apa itu si Riski ya"
"Aku kata sih iya, terus abis itu udah si S sadar terus besok dia pindahan juga"
"Ada cerita nggak dari mbak S sebelumnya dia ngapain kok bisa sampe gitu?"
"Katanya tadi tuh S barusan ganti p*mb*l*t, tapi ternyata lupa nggak dia bungkus dia tinggal di KM. Nah terus dia balik ke kamar main hp dia ngerasa agak ngga enak badannya...
... abis itu dia inget oh iya Ya Allah tadi lupa nggak dibungkus bekasnya, dia cepet balik2 ke KM eh udah nggak ada, dia cariin siapa tau ada yg buang tapi bekasnya nggak ada sama sekali. Terus dia balik ke kamar kan dia pikir paling dibuang langsung dibawah...
... eh pas balik kamar dia liat ada mbak kun megang kayak kain gitu katanya mirip p*mb*l*t, tapi abis itu dia udah nggak sadar aja"
"Gila, bahkan orang yg nggak sengaja pun bisa sampek gitu. Udah mbak cabut aja"
"Iya besok keluargaku sama S mau jemput"
Sebelum lanjut ke babak baru, satu hal yg perlu digaris bawahi disini. Kejadian yg menimpa mbak S itu terjadi diantara pukul 10-12 siang. Benar, di jam sekarang aku menulis kisahnya dan dijam saat ini kalian membaca kisahnya. Coba tengok sebentar ke belakang? Mungkin dia ada hehe
Pengetahuan baru yg dapat aku ambil disini bahwa dunia tak kasat mata sama halnya dengan kita. Siang malam sore pagi mereka hidup di jam mereka, mereka merasa lapar, mereka juga tidak ingin jika tempat tinggalnya dirusak.
Setelah kejadian itu, aku tidak lagi kembali ke Kota M. Dan hanya berencana untuk pindahan di bulan Agustus 2020. Tapi ternyata saat itu ada hal yg menggagalkan rencanaku, mendadak ada suatu kondis dimana mengharuskan keluarga ku tidak bisa membantuku pindahan karena pekerjaan
Sehingga dengan keputusan mufakat, keluargaku menelfon pemilik kos untuk memperpanjang kos selama 6 bulan lagi. Tepat jatuh di bulan Februari 2021. Saat itu, rencananya hanya sekedar menyewa kos untuk menitipkan barang2 ku agar tidak dibuang keluar saja
Singkat cerita tiba di bulan Februari 2021. Aku, mamak, adek dan seorang sopir berangkat dari Madiun menuju Kota M di jam 4 dini hari. Di perjalanan kami merasa tidak ada hal yg salah. Aman aman aja. Hingga tiba di suatu daerah pegunungan kabupaten kota M, kami terjebak longsor
Yang seharusmya perkiraan kami tiba di kos sekitar pukul 9, ternyata harus molor dan tiba di lokasi sekitar pukul 3 sore. Saat itu, karena tidak ada rencana untuk menginap dan langsung pulang, kami bergegas masuk ke kos hanya aku, mamak dan adek ku saja. Sopir menunggu diluar
Hawa pengap, bau khas gudang, bangunan yg sudah berantakan karena masa pembangunan yg tak kunjung selesei, kotor banyak hewan melata bahkan ada bangkai ular. Kilas balik kisah kisah mistis yg aku alami pun merasuki pikiranku kembali.
Masuk kedalam membuka pintu langsung aku melihat ke tembok lorong KM Sumur dimana aku melihat anak kecil tanpa kepala dulu, di ruangan Riski yg sampi saat itu lampu masih menyala terang seperti biasanya padahal lampu lain selalu dimatikan saat pagi dan siang
Juga gudang yg terbuka lebih lebar, tangga tempat dimana mbak S melihat kuntilanak dengan mulut lebarnya, dan kisah kisah lain yg sebenarnya ingin sekali kulupakan, namun ternyata justru membekas.
Singkat cerita, kami pun masuk kedalam kamar, mulai membersihkan barang2 bahkan sebagai penghormatan terakhir kami sempat membersihkan kamar mandi, menyapu lantai depan kamar ku sampai tangga. Itu satu satunya penghormatan yg bisa aku lakukan selain mengirimkan doa
Jam menunjukkan pukul 5 sore, dimana saat itu aku janjian dengan kedua teman akrab ku saat kuliah, sebut saja dia N dan L untuk bertemu di kos N merayakan ulang tahun keduanya. Karena aku memang sudah lama tidak bertemu aku izin ke mamak untuk aku tinggal sebentar bersama temanku
Aku pun diberikan izin, dan kemudian pergi dijemput oleh N. Selama perjalanan pikiran ku hanya berdoa supaya cukup aku yg mereka ganggu. Jangan adek atau bahkan mamakku. Karena aku takut saja jika mamakku kaget dan terjadi hal yg membahayakannya. Namun semua salah
Karena aku keasyikan main dengan N dan L, aku sampai lupa bahwa aku diberikan izin oleh mamak pulang jam 6. Tapi ternyata saat itu jam menunjukkan pukul 7 malam. Saat itu aku tidak mengecek notif whatsapp karna memang terlalu asyik bermain
Di jam 7 itu aku baru mengecek, bahwa adekku mengirimkan pesan untuk cepat2 kembali ke kos. Karna mamak udah gak mau disini mau pulang. Batinku "Sialan, nggak cukup aku aja kah?" Rutukku kepada setan setan yg mengganggu mamakku
Saat tiba di gang kos, aku buru2 turun dari motor L dan pamitan dengan kedua temanku. Kudapati mamak, adek dan sopir ku tidak ada di kos. Mereka bahkan menunggu di musholla dekat gang keluar. Percakapan dalam bahasa jawa krama ya tapi aku lgsg translate aja
"Lah kok disini?" Kataku ke mamak
"Disini disini, cepetan masuk mobil, kos kayak gitu kok nggak bilang dari awal"
"Oh udah diliatin? Yg mana? Kepala buntung? Pocong merah? Atau ada lagi?"
"Mbak? Pernah diliatin kepala buntung?" Adekku kaget
"Pernah lah mbakmu ini survivor tau"
"Mbak tadi aku diliatin itu" kata adekku
Suasana yg berusaha kubangun agar tidak tegang ternyata memaksaku untuk kembali tegang. Hadeh.
"Serius dek? Dimana?"
Ini aku ceritain pov dari adekku dulu ya
Jadi waktu itu setelah semua selesei beberes, memang mamak dan adek ku berinisiatif untuk sholat ashar dan istirahat sebentar di kamar kos. Nah saat ditinggal mamak mengambil air wudhu, adekku tertidur karna capek perjalanan juga. Dalam tidurnya itu dia mimpi
Dia mimpi dengan posisi sama yg aku alami dulu. Dalam minpinya dia tidur, dengan baju yg sama seperti yg dia pakai, suasana kos sama yg sudah dibersihkan tidak ada barang2ku, namun bedanya yg datang adalah si anak kecil kepala buntung itu. Anehnya. Ia bisa bersuara
Dalam mimpinya, adekku tidak bisa bersuara atau bergerak. Sosok kepala buntung itu seperti orang buta dengan tangan meraba raba untuk minta dibantu duduk. Anehnya ia bersuara. Menurut penuturan adekku, sosok itu berkata "mas bantuin cari kepalaku, sakit" "mas..? Mas..?"
Seketika adekku dibangunkan oleh mamak, dan mamak pun bergegas seperti orang ketakutan untuk keluar.
Diperjalanan pulang, mamak sopir dan adekku diam, kaget dan larut dalam pikiran masing masing. Kalau aku sih takut ya tapi mau gimana lagi, aku udah kering mereka baru nyebur
Mamak bertanya padaku,
"Kamu itu lho nduk apa ya ngalamin kayak gini selama 8 bulan tinggal?"
"Iya mak, cuman yg aku ceritain ke mamak bapak nggak semuanya. Aku kan itu udah minta pindah, tapi karna nggak ada yg bantu pindahan dan barangku banya jadinya susah kan"
"Hla kamu terus gimana ngadepinnya?"
"Ya nggak gimana2, sholatin aja terus, ngajiin terus. Ya takut sih munafik kalau bilang nggak, tapi lebih ke pasrah aja karna satu hal mak yg aku yakini mereka nggak akan bisa kok nyelakain aku paling2 jumpscare aja"
"Aja? Mamak tadi liat nduk. Baru segitu aja mamak udah takut."
"Liat apaan mak?"
Selanjutnya aku ceritain POV dari mamak ku ya
Ice breaking dulu. Kalian pada kepo nggak sih pocong merah tu kek gimana? Kalau kunti, pocong putih, kepala buntung tuh kayak udah jadi penduduk asli Indonesia aja. Tapi kalau yg satu itu gmn ya bentukannya? Hmm.. ini tadi aku search kira2 yg diliat temenku dan pov sopirku nanti Image
POV dari mamakku.
Saat itu memasuki jam 5 sore dan mamak kelupaan belum melaksanakan sholat ashar. Buru buru lah mamak mengambil air wudhu di KM Putih. Ingat di jam 5 ini? Yang sudah kujadikan jam rawan untuk melakukan kegiatan diluar kamar.
Namun saat itu aku kelupaan juga untuk memberi tahu bahwa jika memasuki jam 5 jangan keluar, tunggu adzan dahulu.
Kemudian mamak masuk kedalam KM Putih itu. Saat berwudhu mamak merasakan dibelakang ada seseorang tengah berdiri.
Terlihat saat mamak membungkuk terlihat rambut yg sangat panjang menjuntai kebawah keramik, diikuti dengan bau khas bunga melati, dan juga hawa dingin yang tiba2 menusuk kulit mamak saat itu. Karena mamak termasuk orang penakut, buru2 mamak balik badan. Namun nihil.
Sedikit lega batin mamak mungkin hanya halusinasi karena capek. Tepat disaat mamak keluar dari KM, mamak melihat dari bawah tangga ada wanita dengan rambut panjang dan baju putih terbang menuju kedalam gudang. Cepat2 mamak melaksanakan sholat dan membangunkan adikku untuk keluar
Ohiya, menurut ajaran keluargaku dan agama yg aku anut, sebenernya wudhu di KM itu kurang diperbolehkan ya, karna kami percaya bahwa KM itu tempat kotor dan kalau kotor hubungannya ya sama mereka juga. Tapi karna kosku ngga ada tempat wudhu khusus yaudah mau gimana lagi
Jadi buat kalian yg sekarang masih wudhu di kamar mandi, coba lebih hati2. Pastiin kamu tidak ditemani, dan saat membungkuk ternyata ada yg menunggu...
Setelah asik beradu nasib antara aku mamak dan adekku, kami pun lapar dan memutuskan untuk berhenti dan makan di warteg pinggir jalan.
"Kalau pak T tadi diajak kenalan nggak" tanyaku pada sopir
"Iya mbak, mana saya malah wujudnya serem banget lagi"
"Siapa pak?"
"Itu bungkus merah
Selanjutnya aku ceritain POV dari Pak Sopir ya sebut saja Pak T.
Nah saat sampai di lokasi, sembari menunggu yg lain masuk ke kos, Pak T ini stay di dalam mobil. Mobil di parkirkan didepan gang kos, didepan bangunan kosong. Awalnya pak T ini nggak merasakan ada hal aneh
Hingga memasuki jam 5 sore, pak T ini ingin cari rokok di warung dekat kos, keluar lah ia jalan melewati kos ku menuju sisi jalan rumah Pak RT. Setelah mendapatkan sebungkus rokok, pak T balik lah ke mobil. Saat jalan balik lewat depan kos, entah kenapa pak T lihat keatas
Seperti sudah ditakdirkan. Pak T melihat ada sosok pocong warna merah besar, tinggi, namun wajahnya sudah tidak berbentuk berdiri menduduk seolah olah menatap Pak T. Akhirnya Pak T ini lari kebirit birit sampai akhirnya masuk ke dalam mobil.
Dan sialnya, masih ada sekitar 30 menit sampai ibu dan adekku ini keluar, jam menunjukkan 17.20 an, namun suasana lingkungan sudah snagat sepi karna pandemi jadi jarang ada yg beraktivitas atau berjualan. Pak T ini melihat ke arah spion mobil.
Dan pak T ini melihat pocong merah tadi ada di samping mobil dial berdiri dan tidak mengejar. Pak T langsung merapalkan doa doa yg ia bisa. Beberapa detik kemudian pocong itu menghilang diikuti ibu dan adekku yg menghampiri Pak T kedalam mobil
1 kesamaan yg aku sadari dari si pocong merah ini. Satu kos itu nggak pernah ada yg ditampakin dia. Tapi kenap yg selalu ditampakin adalah laki laki yg sedang mengendarai kendaraan? Temanku dengan motornya, dan Pak T dengan mobilnya. Semua akan terjawab di akhir kisah ini.
Setelah menempuh kurang lebih 5 jam perjalanan, sekitar pukul 12 malam kami sampai di Madiun dengan selamat. Setelahnya, kami semua bercerite kepada Bapak tentang apa yg kami alami. Tentu saja Mamak sebagai MC kondangnya, dengan semangat 45 layaknya ibu ibu arisan
Bapak pun hanya tertawa mendengar kami bercerita dengan antusias, ralat bukan kami, mamak maksudnya.
"Pak ngapain ketawa deh?" Kataku
"Bapak udah kering kalian baru nyebur" katanya
"Lah? Harusnya aku dong yg pakai kalimat itu. Kenapa malah bapak"
"Bapak sehari aja udah kenal mbak
"Kok ngga cerita sih? Kok tegaa anaknya dikos in di kos horor" gerutu ku
"Yaa gimana lagi latihan berani lah masak jadi anak bapak terus"
"Nggak gitu juga sih pak. Emang Bapak lihat apa?"
Selanjutnya akan kuceritakan POV dari Bapak selama semalam tinggal di hari pertama kos ku
⚠️ Flashback
Kembali di tahun 2019, saat itu aku naik kereta Matamarja dari Madiun ke Kota M bersama mamak dan bapak. Di perjalanan aku sudah diberikan nasehat untuk selalu menjaga tingkah laku, tidak meninggalkan sholat, dll. Seperti feeling seorang orang tua kepada anaknya
Saat itu kami tiba di lokasi kos pagi, aku dan mamak berbenah, namun Bapak layaknya orang tua mengitari kos untuk memeriksa apakah fasilitas sudah berfungsi sebagaimana mestinya agar nantinya tidak menyusahkan aku juga.
Ohiya sebagai informasi, ayahku memang cukup sensitif dan sering bersinggungan dengan hal hal tak kasat mata, beliau juga orangnya gak kenal takut. Kecuali sama mamak. Dan selayaknya darah kandung, rasa kepekaan tak kasat mata itu aku yg mewarisi.
Pertama, setelah membantuku mengangkat koper ke lt 2, bapak kembali turun ke lt 1. Ia masuk ke dalam KM dan mendapat sebuah sumur tua besar yang tertutupi kayu. Saat itulah bapak merasa bahwa kenapa ada sumur di dalam kos?
Padahal sumur adalah sumber mata air yang menurut adat di kampung halaman kami, itu harusnya terletak jauh diluar rumah karena dipercaya sebagai tempatnya penghuni tak kasat mata. Saat itu bapak membacakan ayat suci di sumur itu dengan tujuan mendoakan agar tidak mengganggu.
Saat bapak membaca ayat suci, dari dalam sumur terdengar suara "gubrak" kayu itu seperti ada yg mendorong dari dalam sumur. Bapak kaget, dan tidak seberani itu untuk membuka mencari tahu apa isinya. Bapak hanya menyaksikan bahwa ada kebulan asap keluar dari dalam sumur.
Setelah itu, bapak pergi dan langsung berhenti di tangga, antara gudang dan ruangan kosong kayu itu. Meskipun saat itu keduanya digembok dan tertutup rapat, tapi feeling bapak ada sesuatu di dalamnya. Ia juga membacakan ayat suci di lokasi tersebut. Aman
Lokasi selanjutnya, bapak naik ke lt 2. Bapak langsung menuju ke perbatasan antara balkon dan dapur. Saat itu bapak melihat ada anak kecil berlari dan yakin bahwa itu bukan manusia. Saat itu, bapak juga membacakan ayat suci untuk anak itu. Sama seperti tadi.
Suara dari balkon seperti benda jatuh terdengar oleh Bapak. Saat dicek ternyata pot kecil berisi bunga yg terbuat dari tanah liat, yg awalnya diletakkan menggantung, jatuh dan pecah. Oleh bapak dibersihkan dan disapu kemudian dibuang.
Sudah seperti ritual pembersihan padahal ya enggak, bapak naik ke lt 3. Di lt 3, menurut penuturan bapak, bapak merasakan tiba tiba pusing dan lemas seakan akan energinya diserap oleh sesuatu yg tidak tahu apa itu. Bapak melihat banyak sekali potongan potongan tubuh.
Potongan itu ada yg berjalan. Ada yg hanya diletakkan tapi masih menggeliat geliat, dan semua itu ada di bekas kamar mbak Y yg akan direnovasi. Karena bapak berpikir saat itu lantai yg paling aman adalah lt 2, maka bapak tidak terlalu khawatir asal kamar ku aman saja.
Menjengkelkan memang bapak bapak satu ini.
Sama seperti sebelumnya, bapk membacakan doa. Dengan tujuan nyuwun sewu, permisi, meminta izin tinggal berdampingan, dan yang utama adalah mendoakan agar mereka tenang dan tidak mengganggu. Dan penampakan itupun hilang
Bapak kembali ke lt 2. Dan kemudian ia berpesan
"Nduk, kalau bangun malem sholat tahajjud, boleh ya ditambah 2 rakaat lagi ditujukan untuk sholat gaib"
"Lah ini kenapa lagi pak? Baru juga sampai loh ini"
"Nggak nduk nggak ada apa apa, dumana mana pasti ada mereka juga"
Benar sih. Saat itu batinku membenarkan. Tapi ya nggak sebanyak dan seekstrim ini juga. Namun pesan bapak selalu aku ingat dan selalu aku laksanakan. Dengan tujuan untuk mendoakan semoga bisa hidup berdampingan dengan damai salam dua jari.
Namun ternyata dendam mereka sepertinya terlalu besar sehingga doa pun tidak cukup untuk membuat mereka tenang.
Di malam jam 5 menuju sholat maghrib bapak mandi di KM Biru. Bapak merasa saat mandi, sabun yg ia gunakan tidak juga kunjung hilang meskipun sudah dibilas berulang kali
Merasa ada keanehan, bapak tidak melanjutkan mandinya dan berniat untuk pindah mandi di KM Putih. Saat mandi dan wudhu di KM Putih Bapak melihat ada rambut sebanyak genggangam tangan (bukan sehelai dua helai) di bawah pintu KM
Dipegang lah oleh bapak rambut itu dan ditarik, anehnya. Rambut itu menjulur sangat panjang dan banyak berwarna hitam. Karena saat itu di saku bapak kebetulan ada korek, di KM itu dibakarlah rambut yg bapak pegang tadi. Entah apa tujuannya bapak tidak menjelaskan
Tapi yg aku pikir, niat bapak pasti selalu baik, tapi mungkin ada beberapa cara yg salah. Yg menyebabkan penunggu disana tersinggung. Oleh karena itu malah jadi mengangguku. Soalnya nggak mungkin mengganggu bapak karna Madiun - Kota M jauh, mereka pasti capek.
Nah setelah itu, bapak hanya diganggu oleh suara suara aneh saat kami sudah mulai tidur. Dari suara orang memasak, suara kerbau, suara anak kecil, dll namun tidak dihiraukan oleh Bapak.
Setelah Februari 2021 itu, aku tidak lagi kembali ke Kota M. Sampai pada saatnya aku harus sidang tugas akhir dan mengurusi pemberkasn Yudisium yg menuntutku untuk kembali ke Kota M. Namun saat itu aku menumpang di kos temanku. Jauh dari kos omah putih itu
Sekitar 2 minggu yg lalu, aku jalan jalan iseng ke daerah tempat kos Omah Putih. Bukan berniat menantang, atau berniat cari tahu. Aku hanya rindu dengan citarasa nasi ayam Ibu depan kos. Dan alhamdulillah Ibu itu masih hafal denganku.
Percakapan pun mengalir, dan dari sinilah aku mengetahui beberapa rahasia dari kos Omah Putih ini. Kondisi terkini kos itu diyakini sudah kosong sekitar 1.5 tahun lalu. Karena dari penampakan luarnya memang sudah tidak terurus, penuh dengan material bahan bangunan.
Warga setempat juga jarang melihat adanya tanda tanda aktivitas bahwa masih ada orang di dalamnya. Percakapan kami pun mengalir lancar, beliau menceritakan POV dari Riski dan POV dari tukang bangunan di kosku. Termasuk siapa si pocong merah itu.
Break dulu ya. Nanti dilanjut sehabis maghrib. Kira kira seperti ini penampakan kuntilanak yg dilihat mbak S 2x itu. Selalu menengadahkan kepala keatas dengan mulut terbuka. Mungkin minta ultramilk rasa stroberi Image
Hari itu cuaca kota M cukup bagus, sehingga aku memutuskan untuk berjalan jalan sebentar mengenang masa masa aktif kuliah offline, menyusuri jalanan yg dulu pernah aku lewati saat pulang pergi kampus-kos. Banyak hal yg sudah berubah ternyata.
Sampai langkahku terhenti di sebuah gang kecil dekat kampus ku, gamg tempat kos ku itu berada. Dengan hati yg ragu tapi juga ingin untuk sambang, aku memutuskan untuk makan ayam sajalah di warung depan kos. Hitung2 silaturahmi.
Mujur nasibku, warungnya buka. Dan kebetulan ada Ibu yg lumayan kenal denganku. Beliau pun masih mengingatku dengan jelas.
"Assalamualaikuk ibuk"
"Waalaikumsalam, loh bentar ini mbak Mayang kah?"
"Iya buk saya Mayang mantan penghuni kos depan nih haha"
"Wah gimana kabarnya nduk"
"Alhamdulillah ibuk sendiri bagaimana? Masih suka dijailin ya sama yg di balkon?"
"Waduh kalau sama mbak Mayang itu pasti ujung2nya cerita soal itu deh"
"Hahaha emang hidup saya nggak ada manis manisnya buk, isinya serem semua. Itu kos masih aktif buk?"
"Kayaknya enggak deh mbak. Aku sendiri juga kurang tau pemilik kos jarang kesini. Jarang juga interaksi sama saya. Tapi kayaknya kosong mbak sejak pandemi itu mbak mbaknya pada pulang semua. Terus ini kayaknya masih renovasi, tuh banyak ya bahan bangunan berserakan"
"Tapi buk itu kok ada tulisan banner masih menerima mahasiswa yg mau ngekos?"
"Ya mungkin mau musim maha kali ya mbak? Jadi di kos in aja sekalian kan denger2 ini benerapa kampus mau offline kan"
"Iya sih buk bener, terus itu bener2 nggak ada yg masuk ke kos itu buk?"
"Ya ada sih mbak, paling2 bapak kos sesekali kesini sama beberapa tukang. Tapi anehnya nih mbak tukangnya itu ganti2"
"Ganti baju buk?"
"Ah mbak Mayang ini, bukan bajunya aja, orangnya juga. Pada banyak yg bilang nggak kuat kerja nukang disini banyak gangguannya mbak"
"Wah asik nih buk cerita saya pesan dulu buk ayam 1 sama nasi sama es teh ya"
"Iya udah hafal deh mbak"
"Gimana buk jadinya"
"Iya jadi si pak tukang itu ngalamin banyak kejadian aneh, sampek ada lho mbak yg kebawa sampe ke rumah"
Setelah ini lanjutan dari POV ibu warung ya!
Ibu menceritakan bahwa pembangunan kos itu sebenarnya sudah mulai berjalan sebelum aku menempati kos itu. Tepatnya kapan Ibu tidak memberitahuku. Yg pasti tukang selalu berganti ganti. Paling lama yaa bisa dihitung 1 bulan. Selebihnya tidak ada yg lebih lama dari itu.
Ada beberapa pak tukang yg mengerjakan proyek lt 3 dan 4 saat itu merasa diganggu padahal beliau tidak melakukan hal hal menyimpang atau senonoh. Dan pak tukang itu menceritakan beberapa yang mereka alami ke ibi warung (Ibu).
Ada satu cerita, dimana saat itu pak tukang sedang membersihkan area bangunan lt 3. Dengan mengumpulkan serpihan paku disebuah ember agar tidak membahayakan apabila dibuat lalu lalang. Tukang itu hanya fokus mengambili paku tanpa menghiraukan ember yg ada dibelakangnya.
Dan saat hampir seluruh area disapu oleh tangan cekatan tukang itu mengambili paku, saat tukang memaruh paku itu di ember belakang, tanpa melihat, ia merasakan ada sesuatu di dalam ember yg tidak wajar, kenyal, dingin namun berlendir.
Saat tukang itu menengok ke belakang terkejutlah ia dan terjungkal kebelakang melihat potongan kepala berada didalam ember dengan mata yg melotot dan mengicapkan kata "tolong saya pak.."
Adegan itu terbawa sampai rumah, saat dirumah membuka kulkas alangkah terkejutnya ia melihat ada sebuah kepala yg sama seperti yg ia temui pagi hari tadi. Selidik punya selidik, bapak tukang ternyata melakukan sebuah kesalahan kecil.
Bapak tukang secara tidak sengaja saat makan soto di area bangunan lt 3 itu, meneteskan sebuah cairan jeruk nipis ke tanah. Umumnya cairan jeruk nipis tidak boleh langsung bersentuhan dengan darah. Namun anehnya ini hanya tanah. Namun memang tanah di lt 3 berbau sedikit khas.
Bukan bau tanah pada umumnya namun bau seperti tanah yg tercampur dengan anyir darah. Tanah itu sedikit amis namun tidak yg benar benar amis. Paham ya? Enggak? Coba campur tanah dengan darah ayam. Seperti itu baunya.
Bagi pak tukang tersebut, ia bisa mentoleransi adanya gangguan suara namun jika sudah terbawa sampai ke rumah ia memutuskan lebih baik mundur dari proyek ini.
Ada juga cerita dari tukang yg lain. Dimana saat itu masih di lt 3, di area bangunan sesaat setelah ia mandi di KM kos untuk membersihkan badan dan bersiap untuk pulang, tukang keduanini melihat ada sosok pocong di lorong tangga menuju lt 4. Namun pocong itu aneh. Hanya setangah.
Kain putih lusuh yg hanya terlihat sebatas paha sampai kaki yg tertutup kain dan tidak menyentuh tanah. Transparan tapi jelas. Pocong itu dengan langkah melompat pelan..pelan.. mendekat ke arah bapak tukang 2 itu, mengejar sampai bapak tukang itu turun di lt 2.
Setelahnya ia juga tidak meneruskan lagi kontrak proyek tersebut. Gangguan dari tukang yg lain hanya sebatas gangguan suara, perlatan yg bergerak sendiri, maupun melihat beberapa potongan tubuh yg pernah dilihat oleh bapakku di lt 3 dulu.
"Sampek segitunya ya buk. Terus ini pembangunannya masih dilanjutkan kan bu?"
"Iya mbak emang parah sih kos depan itu. Senyap suasananya. Ini kayaknya masih terus direnovasi ya meskipun tukangnya masih sering ganti2"
"Terus buk ibuk tau nggak asal usulnya kenapa bisa sampe gini"
"Saya sih nggak tahu psti, tapi ibu saya (nenek) yg tau dan kadang suka cerita ke saya juga"
"Gimana buk itu ceritanya?"
Menurut cerita Nenek, dulu kos itu belum ada cerita seperti ini. Aman aman ajalah. Mungkin hanya gangguan suara wajar itupun tidak sering. Nenek itu tahu dari penghuni kos yang sering cerita ke nenek itu. Termasuk mbak Y mbak S mbak A maupun Riski pada jamannya.
Menurut nenek, gangguan aneh muncul saat ada anak perempuan cantik, putih, namun terlihat beringasnya itu bernama Riski yg sering sekali cerita kalau dia diganggu semenjak mendiami kos itu. Riski sering tiba2 merasa ketindihan. Mimpi maaf bersetubuh dengan orang yg tidak ia kenal
Ia juga mengalami gangguan berupa gerakan gerakan benda tidak masuk akal, seperti selimut yg sering ditarik, buku buku yg bergerak sendiri, puncaknya ia merasa didatangi oleh sosok kakek dengan pakaian kebaya seakan marah padanya bahwa ia telah melanggar aturan
Aturan yg dimaksud disini, Riski ini dinilai merusak norma yg sudah menjadi batasan. Sering membuang benda2 di kos yg ia tidak tahu asal usulnya dengan sembarangan, juga saat ia memperlakuan benda benda di kos dengan tidak senonoh. Mulai saat itu keadaan kos menjadi aneh
Hingga pada suatu hari nenek tidak lagi mendengar kabar Riski (nenek dan ibu itu tidak tahu bahwa ia sudah tiada, yg mereka tahu si Riski ini pindah karena tidak kuat diganggu padahal qorin Riski sudah menjadi penghuni lain di kos itu.
Menarik alur cerita mundur, si Ibu mengatakan bahwa memang dahulunya daerah kos itu adalah lahan kosong, informasi dari orang lain, bahkan lahan itu bersengketa. Niat dibangun sebuah bangunan tanpa adanya ritual pembersihan pada umumnya seperti selametan dll.
Karena pemilik kos merupakan seorang agamis yg taat, tidak percaya pada hal hal mistik dan adat seperti itu. Sehingga saat bangunan itu dibangun pun, setelah berdiri tegak dan kokoh, langsung dipromosikan.
Sewajarnya lahan kosong, kita tidak pernah tahu dahulunya itu lahan bekas apa. Entah bekas kuburan atau rumah sakit seperti urban legend saat saya masih SD "eh dulu SD ku terbuat dari kuburan" atau yg paling memungkinkan, tempat pembuangan makhluk tak kasat mata
Sudah sewajarnya menjadi banyak penghuninya. Sudah sewajarnya mereka menempati bangunan kos itu karena dulunya itu adalah rumah mereka juga. Yg salah disini, tanpa adanya permisi, tanpa adanya kulo nuwun untuk hidup berdampingan.
Bukannya untuk meminta izin. Salah apabila kita meminta izin ke makhluk seperti mereka. Tetapi, sudah etikanya yg datang terakhir memberikan salam. Bukankah dalam setiap agama juga diajarkan unggah ungguh?
Akhirnya kos pun menjadi rumah baru mereka. Ditambah dibangun disamping rumah kosong yg sudah bertahun tahun ditinggal akibat tragedi kebakaran yg menewaskan sepasang nenek dan kakek.
Untuk si pocong merah, ternyata itu legenda di area pemukiman itu. Pocong dan anak kecil buntung itu diyakini sebagai anak dan bapak yg terlibat kecelakaan beberapa puluh tahun yg lalu di jalan besar dekat kos. Kejadian itu merenggut dua nyawa sekaligus.
Seorang ayah yg badannya hancur dan seorang anak laki laki yg kepalanya harus terpisah dari badannya. Kecelakaan itu melibatkan sebuah truk muatan gas LPG dengan motor yg dikendarai kedua korban. Tak heran jika sering sekali pocong merah itu memperlihatkan dirinya ke pengendara
Dan anak kecil yg selalu mencari cari kepalanya itu kini hidup di dunia lain dan dianggap cucu oleh nenek penunggu bangunan kosong yg berdempet dengan kos tersebut.
Untuk pertanyaan kenapa kejadiannya di jalan raya kok dia menunggunya di kos? Wallahualam. Yg aku percaya, semua makhluk pasti akan berkumpul dengan koloninya masing2. Kita yg berkumpul dengan teman2 kita, mereka yg berkumpup menjadi 1 dengan teman mereka juga.
Satu hal yg bisa kita petik hikmah dari cerita ini. Mari untuk saling menghargai. Menjaga sikap dimanapun kita berada. Dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung. Betul?
Terkadang sebagai manusia kita juga tidak sadar bahwa tingkah kita juga mengganggu mereka. Giliran kita yg diganggu kita juga yg takut.
Ohiya sebagai penutup cerita. Sampai saat ini ibu kos masih sering mendengar ada orang didalam seperti adanya aktivitas, padahal kenyataan bangunan itu kosong. Masih juga terkdang ada yg mengintip di jendela, tak lupa mbak kunti penunggu balkon pun selalu absen di waktu2 tertentu
⚠️ Disclaimer
Kos ini sampai 2 minggu yg lalu "sepertinya" memang masih kosong. Namun karena ini akan memasuki musim maba, sepertinya dapat dipastikan kos akan kembali aktif dan dipromosikan seperti normalnya.
Sehingga diharapkan kebijakan dari teman teman yg membaca thread ini, untuk selalu menjaga informasi apabila sekiranya mengetahui dimana kos ini berada. Karena dari awal penulisan saya sebagai penulis tidak menyebutkan dimana kota ini, dimana kampus saya, dan siapa saja aktornya
Semua penulisan telah saya samarkan. Untuk pertanyaan2 yg sekiranya masih mengganjal bisa ditanyakan di kolom komentar. Terimakasih sudah mampir!
- end

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with meme

meme Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(