Nasura2101 Profile picture
Mar 9, 2023 65 tweets 10 min read Read on X
Bismillah...

"Kau lancang mengambil tumbalku, bersiaplah untuk menjadi pengganti."

Tread horror base on true story

TUMBAL PENGGANTI

#bacahorror @bacahorror #ceritaht @ceritaht
@C_P_Mistis @P_C_HORROR @autojerit Image
Bismilah...
Apa kabar semua, semoga penjenengan semua senantiasa dalam lindungan-Nya. Nay repost ya kisah ini, mau langsung update pas bab yang belum di update pastinya penjenengan semua sudah lupa kisah sebelumnya.
Nulis kisah ini banyak rintangannya, pas bab 12 tiba-tiba ada kejadian di kantor yang bikin aku benar-benar nggak bisa ngelanjutin. Dua bulan kemudian baru bisa lanjut, pas baru mulai lagi ada kejadian di rumah yang memaksaku untuk jeda lagi.
Pas sudah normal, aku bikin poling malah penjenengan semua milih minta repost Gembolo Geni Bolo Sewu, nggak sampai selesai malah bukunya publish, yang pingin meluk bukunya bisa ke sini ya, shopee.co.id/product/702007… ImageImage
Nay bakal marathon ngepost ini ya, bantuin like, rt dan Qrt ya, coment juga agar nggak ketinggalan kisah selanjutnya karena kisah ini agak panjang, ada kisaran 30K kata.
DISLAIMER:
Demi memudahkan pembaca untuk memahami isi cerita, kisah ini kubuat fiksi, Historial Fiction.
Jika ada kesamaan tempat dan nama tokoh itu hanya kebetulan belaka, tidak ada maksud untuk menyinggung pihak manapun karena tujuan hanya untuk menghibur.
PROLOG
Perkenalkan, namaku Dewa, aku mahasiswa semester akhir di sebuah perguruan tinggi swasta jurusan akutansi di kota X. Selain kegiatan kuliah, aku sibuk dengan komunitas remaja, dari sini aku kenal dengan seorang gadis bernama Riyana yang kelak menjadi istriku.
Riyana mempunyai seorang kakak yang sudah menikah bernama Indri. Indri punya seorang anak perempuan berusia 2 tahun.
Sekilas tidak ada kelainan pada Indri, perempuan normal yang penuh kasih sayang, juga ramah kepada semua orang. Namun saat aku mengenal lebih dekat, aku melihat banyak kejanggalan pada dirinya.
Kadang tiba-tiba menangis tanpa sebab atau tertawa sendirian. Tatapan juga sering kosong. Entahlah, aku selalu secara tidak sengaja melihat kejanggalan yang terjadi pada Indri, meski jujur, aku bukan orang yang percaya kepada yang namanya kebetulan. Everything happens for reason.
Aku pernah membahas hal ini dengan Riyana, tapi tidak ditanggapi serius. Dia bilang, "Indri, nggak papa kok, dia punya kebiasaan itu sejak lama, sejak dia masih remaja."
"Tapi Ri___," "percayalah, kakakku nggak papa." Namun entahlah, hati ini sering risau setiap kali ingat tingkah Indri. Terkadang tawanya tiba-tiba terdengar menggema di telingaku, atau suara isak tangisnya yang terdengar menyayat.
Ada yang membuatku tidak nyaman, karena setiap kali hal ini terjadi, bulu kudukku tiba-tiba berdiri, hingga tanpa sadar aku meraba tengkukku.

_____________________
BAB 01 RAHASIA HUTAN KLARAKAN

Waktu terus berlalu, setiap kali aku berkunjung ke rumah Riyana, aku sering bertemu Indri. Rumah Indri bersebelahan dengan rumah orang tuanya.
Sedang Riyana, masih tinggal dengan orang tua. Seperti biasa Indri selalu ramah, tapi tidak dengan suaminya---Komar.
Komar orang yang kaku, hampir tidak pernah menyapaku, hanya bola matanya tajam menatapku, jelas tergambar rasa tidak suka. Itu juga terlihat dari sikapnya yang enggan menyambut tanganku saat aku menyalaminya. Bibirnya hampir tidak pernah tersenyum.
Lagi-lagi Riyana seperti menyepelekan saat aku membahas tentang Komar, malah memintaku untuk mengabaikan. “Nggak usah diambil hati sikap abang iparku, dia memang begitu. Bukan hanya sama kamu, tapi sama semua orang, sebenarnya dia baik kok," ucap Riyana menjelaskan.
Entahlah, sekuat apapun aku berusaha mengabaikan mereka berdua, tetap saja, Indri dan Komar mengganggu pikiran. Aku yakin ada yang salah, satu terlalu pendiam sedang yang lain terlalu ramah.
Lagi-lagi Riyana seperti menyepelekan saat aku membahas tentang Komar, malah memintaku untuk mengabaikan. “Nggak usah diambil hati sikap abang iparku, dia memang begitu. Bukan hanya sama kamu, tapi sama semua orang, sebenarnya dia baik kok," ucap Riyana menjelaskan.
Entahlah, sekuat apapun aku berusaha mengabaikan mereka berdua, tetap saja, Indri dan Komar mengganggu pikiran. Aku yakin ada yang salah, satu terlalu pendiam sedang yang lain terlalu ramah.
Selain itu, terlalu sering aku melihat Indri menangis, sering kali Indri menghambur ke pelukan Riyana tanpa memperdulikanku, seolah aku tidak ada disana.
Saat tangisnya reda, pasti mengucapkan kalimat yang sama, “maaf ya, aku menganggu kalian, habis nggak tahan pingin nangis," ucapnya tanpa beban. Setelah itu, dia mengobrol ringan dengan tawa riang seolah tidak pernah terjadi sesuatu. Aku hanya bengong menatap Indri.
“Apa yang sedang berusaha ditunjukkan Indri padaku,” bathinku geram. Aku merasa Indri ingin menyampaikan sesuatu padaku, hanya saja, cara yang ia pakai membuatku sinting.
__________________________
Setahun kemudian, aku diwisuda. Tak berselang lama, aku mendapat pekerjaan sebagai accounting di sebuah perusahaan di kota yang sama. Karena kesibukan, aku jarang berkunjung ke rumah Riyana, jadi hampir tidak pernah bertemu Indri dan Komar.
Pelan-pelan aku mulai melupakan mereka. Aku dan Riyana masih intent bertemu, dua tahun kemudian, aku memutuskan untuk melamarnya.
Riyana, seperti umumnya perempuan, tapi memiliki gaya hidup stylis dan perfectionist. Apapun harus serba sempurna, dia memiliki standar yang tinggi, sedikit menguras kocek.
Berbeda dengan gaya hidupku yang sederhana, karena aku di-didik bahwa segala sesuatu harus lebih kepada fungsinya bukan untuk bergaya, maklum orang tuaku pegawai negeri sipil dan aku punya banyak sudara.
Aku tidak pernah mempermasalahkan gaya hidup Riyana, toh gajiku lebih dari cukup untuk meneyenangkannya. Aku sudah bisa beli rumah saat aku melamarnya, meski sebagian adalah atas bantuan ayah.
Tadinya aku menolak bantuan ayah, kupikir aku akan minta bantuan bank saja, tapi ayah bersikeras.
Singkat cerita, kami pun bertunangan. Di acara tunangan, Indri dan Komar tidak terlihat, pas aku tanya ternyata Indri di rumah sakit. Katanya tipes, harus rawat inap.
Kami pun menjenguknya ke rumah sakit setelah acara selesai. Kami berbincang selayaknya orang mengunjungi orang sakit, Indri tetap ramah seperti biasa, Komar juga tetap acuh tak acuh.
Ada yang aneh dengan ibu, setelah bersalaman dengan Komar. Beliau menyeretku menjauh, serius beliau bertanya penuh selidik, “seberapa dekat hubunganmu dengan Indri dan suaminya?"

"Cukup dekat," jawabku santai, meski jujur tingkah ibuku ini sedikit aneh buatku.
"Kau harus menjauh dari Indri dan suaminya, kalau perlu pertunangan ini kita batalkan saja," ucap ibu serius, terdengar sedikit ketus di telingaku.
Aku melongo mendengar pernyataan ibu, belum sempat aku bertanya tentang alasan beliau, ibu sudah menyeretku ke ruangan Indri dan langsung berpamitan.
Jelas sekali ibu risau, meski berusaha beliau sembunyikan. Sorot matanya penuh kekhawatiran, senyum ibu juga jelas dipaksakan saat berpamitan.
Aku cuma diam, menyimpan tanda tanya besar di dadaku. Saat di dalam mobil aku berusaha bertanya, tapi ketus ibu menjawab, "kita akan bicarakan ini setelah kita sampai di rumah."
Aku pun sudah tidak berani membantah, sepanjang jalan kami hanya diam, semua orang juga lebih banyak diam, seolah memahami kerisauan ibu.
Sesampainya di rumah, belum sempat duduk, ibu tiba-tiba terkulai, jatuh tak sadarkan diri. Kami semua tersentak kaget tanpa sempat menangkap tubuh ibu. Tercengang, sebelum akhirnya menghambur menolongnya. Buru-buru kami baringkan ibu ke tempat tidur.
Mia---kakakku, segera mengechek tensi darah ibu, hasilnya tensi ibu memang tinggi, makanya ibu pingsan. Beruntung jantung ibu kuat, jadi tidak terjadi hal-hal yang lebih mengerikan.
Aku begitu yakin, ini ada hubungannya dengan Indri dan Komar. Aku berfikir keras, “apa yang membuat ibu sedemikian khawatir?”
Mia, tiba-tiba menarik tanganku, menyadarkanku dari lamunan. Membawaku keluar dari kamar ibu, "apa yang terjadi sama ibu? apa yang kalian bicarakan sampai tensi ibu naik seperti ini? jangan kau pikir aku tidak tahu apa yang terjadi di rumah sakit."
Mia memberondongku dengan banyak pertanyaan, setiap ucapanya penuh tekanan---mengintimidasi, jelas sekali Mia marah. Aku semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi, bingung tidak tahu mesti bagaimana menjawab semua pertanyaan Mia.
"Dewa, jawab! jangan malah bengong." Mia menyadarkanku.

"Mia aku ngak tau apa yang sebenarnya terjadi, aku juga nggak ngerti kenapa ibu tiba-tiba pingsan, cuma___,"

"cuma apa?" kalimatku dipotong oleh Mia sebelum aku menyelesaikannya, jelas sekali dia gusar.
"Ibu tidak menjelaskan apa-apa, setelah ia bersalaman dengan Indri dan Komar, ibu membawaku menjauh lalu bertanya seberapa dekat hubunganku dengan mereka,
setelah kujelaskan ibu bilang bahwa aku harus menjauh dari Indri dan Komar. Kalau perlu pertunananganku dengan Riyana dibatalkan saja.
Aku terhenyak dengan pernyataan ibu, belum sempat aku bertanya ibu sudah menyeretku kembali ke ruangan Indri dan langsung pamitan.
Tadi pas di mobil kau juga dengar kan bahwa ibu bilang akan bicara denganku pas nyampek rumah. Sungguh, aku juga sangat ingin mendengar penjelesan dari ibu." Mia jelas tidak puas dengan jawabanku.
"Emang kau punya masalah apa dengan Indri dan suaminya? kok ibu memintamu menjauh dari mereka?"
"Nggak ada, sama sekali aku nggak punya masalah dengan mereka."
"Lalu, kenapa ibu memintamu untuk menjauh dari mereka, sampai-sampai ibu memintamu untuk batalin pertunangan segala?"
"Aku juga sangat ingin tahu alasan ibu!" Jawabku mulai emosi. Setelah itu kami sama-sama diam, canggung. Mata Mia menatapku penuh selidik, dia jelas tidak percaya dengan penjelasanku.
"Ackh__! F*CK!"Harusnya hari ini adalah hari bahagiaku, malah jadi runyam kayak gini.
Kecanggungan kami memudar saat ayah muncul dari balik pintu kamar ibu, beliau melambaikan tangan sambil berkata, “kemarilah kalian! ibu sudah siuman."
Serta merta kami bergegas masuk ke kamar ibu. Beliau tersenyum menyambut kami, wajahnya masih agak pucat, “ibu minta maaf sudah merusak hari bahagiamu," ucap ibu berkaca-kaca. “Mboten bu, sama sekali tidak," jawabku berbohong.
"Le, embuh yo, ibu punya firasat buruk, semoga ibu salah," ucap ibu memulai kalimatnya. "Ibu merasa, sakitnya Indri bukan sakit biasa. Ibu merasa ada yang salah dengan Komar, tapi ibu tidak tahu itu apa?
Ibu mohon jangan terlalu dekat dengan mereka, meski mereka adalah kakak dari calon istrimu.
Tentang Riyana, ibu mau jujur sama kamu ya, Le. Ibu tidak terlalu suka gaya hidupnya, Ibu takut saat kau tidak lagi punya uang, kau akan disepelekan. Meski kau sangat mencintai Riyana, ibu minta pikirkan kembali baik-baik sebelum kau memutuskan untuk menikahinya."
"Inggih bu, saya mengerti," aku hanya bisa bilang ia, karena Mia sudah mencubitku berkali-kali saat ibu masih bicara. Itu adalah perintah supaya aku tidak membantah apa pun perkataan ibu, setidaknya sampai ibu benar-benar pulih.
Sejak kejadian itu, kondisi kesehatan ibu tidak pernah benar-benar pulih seperti sebelumnya, meski dokter bilang ibu sehat, tensinya sering tiba-tiba naik. Ibu tidak pernah pingsan sejak hari itu, karena kami berusaha semaksimal mungkin untuk membuat ibu tenang.
Tentang hubunganku dengan Riyana, aku tetap kekeh untuk menikahinya. Ada sedikit perbedaan pendapat antara aku dan Riyana dalam mempersiapkan pesta pernikahan. Riyana menginginkan pesta yang meriah sedang aku ingin pesta yang lebih private---hanya dihadiri oleh orang terdekat.
Akhirnya aku mengalah, alasannya sederhana, aku mencintainya, aku hanya ingin lihat dia tersenyum bahagia. Namun sayangnya, ada insiden kecil yang membuat ibu tersinggung. Karena hal ini, Riyana jadi tahu bahwa ibu tidak suka padanya.
Ibu 'muntap' lalu membahas gaya hidup Riyana yang menurut ibu hanya buang-buang uang untuk hal yang nggak penting.
Dari peristiwa ini aku melihat sikap Riyana yang tidak pernah aku lihat sebelumnya, menurutku ia berlebihan menanggapi kemarahan ibu.
Dengan ketus dia menjawab, “ibu nggak bisa terima gaya hidup saya, ya ndak apa-apa. Jika Dewa juga mau memihak ibu, masih banyak kok laki-laki yang nungguin saya."
Semua orang tercengang dengan pernyataan Riyana, termasuk diriku. “Apakah Riyana benar-benar mencintaiku atau hanya mencintai uangku?!” pertanyaan ini terus mengusikku, menggerogoti kewarasanku.
_______________________
Bersambung
yang mau baca duluan part selanjutnya bisa ke sini ya, karyakarsa.com/Karenina/bab-0…
atau pingin baca full episodenya bisa ke sini,
see you
karyakarsa.com/Karenina/serie…

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Nasura2101

Nasura2101 Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @nasura2101

May 13
A TREAD
@bacahorror #bacahorror @ceritaht @IMatsirat
@C_P_Mistis @P_C_HORROR @IDN_Horor

KESURUPAN MASAL Image
Hi, sesuai janjiku kita bakal uploud tiap hari ya, doain idenya ngalir terus. Buat yang sudah ngedukung Nay di karya karsa makasih banyak, terimakasih juga tipsnya, tak dungakno rizqimu lancar terus. Amiiin...

maaf agak telat, biasa wong njenenge nyambi 😊🙏
Di sebuah kampung dekat hutan di lereng K*m*T*r 2011

Sore itu Kareen membawa ayahnya ke sebuah kampung di pinggir hutan, kampung itu memang berada di jalan protokol yang menghubungkan kota Surabaya dan Bali tapi kampung itu berada di pinggir hutan.
Read 153 tweets
Apr 26
A TREAD HORROR
@bacahorror #bacahorror @ceritaht #ceritahoror
@C_P_Mistis @P_C_HORROR

HILANG 3 TAHUN DI PANTAI SELATAN
@Kramat_satu Image
Kisah terjadi 27 tahun yang lalu.
"Lapor komandan! seorang pemuda hilang terseret ombak di pantai selatan," Dirjo yang menjadi anggota tim Sar di wilayahnya memberi laporan kepada komandannya.
"Siap meluncur dengan segenap pasukan!" balas Komandan tegas, tak berselang lama beberapa orang anggota tim SAR telah diterjunkan untuk mencari pemuda yang hilang tersebut.
________________
Read 167 tweets
Mar 17
A TREAD HORROR BASE ON TRUE STORY

BUNGA CALON PENGANTIN
ijin tag, @bacahorror @ceritaht @C_P_Mistis
@P_C_HORROR @IDN_Horor @bacahorror_id
@Penikmathorror @threadhororr #bacahorror #penikmathorror #ceritahorror #threadhorror
@Imatsirat @Wisanggeni2023 Image
"NGANTI ILUH GETIH AKU ORA SUDI NOMPO AWAKMU."

(Sampai Airmata darah aku tidak sudi menerima dirimu)
Kata-kata itu terlontar dari bibir lelaki yang berdiri di depan seorang gadis bergamis memakai jilbab yang sedang menangis histeris. Sebagian orang mendekat untuk sekedar penasaran ingin tahu permasalahannya.
Read 110 tweets
Mar 15
A TREAD HORROR BASE ON TRUE STORY

KISAH MENGERIKAN DIMBALIK HUJAN MANDANG
ijin tag, @bacahorror @ceritaht
@C_P_Mistis @P_C_HORROR @IDN_Horor
@bacahorror_id @Penikmathorror @threadhororr
#bacahorror #penikmathorror #ceritahorror #threadhorror @Imatsirat @Wisanggeni2023 Image
Barito 1960
Dapat penulis ceritakan bahwa Sindai merupakan seorang perempuan cantik yang akan segera menikah dengan seorang pria dari kampung lain, akan tetapi kebiasaan Sindai adalah setiap pagi berangkat menyadap karet di belakang rumahnya.
Pagi itu ibunya berkata, “Sindai kamu mau kemana, kamu tidak boleh berangkat menyadap getah hari ini, pantangan, besok kamu akan melangsungkan pernikahan!”ucap sang ibu, tapi Sindai bersikeras berangkat menyadap karet dan berkata kepada ibunya “perkawinannya kan besok bu,
Read 95 tweets
Jan 15
TITIAN RAPUH
Mengharap temu atas jiwa raga dan sukmamu dalam satu ruang waktu.

A TREAD BAB 01 PUPUS

Ijin tag,@IMatsirat @kruwik_1209 @ptriaprl84
@PuisiTerkini @hahahaditha @chikodunia @KeanuMam @NaraRara21 @erwinhartawan44
@wiwitpuji56 @peppychristian1 @NaraRara17
@ArifKakung Image
DISCLAIMER: Tempat kejadian dan nama tokoh kami samarkan, alur dan narasi cerita juga kami buat sesuai keperluan penulisan. Dengan ijin Gusti Pengeran dan ijin nara sumber akhirnya saya diberi keberanian serta keluasan hati dan fikiran untuk menulis kisah ini.
Mohon bijak menyikapi kisah ini, karena tujuan menulis hanya untuk menghibur, semoga ada pelajaran yang bisa dipetik. Selamat membaca!

ijin tag:@AiraNtieReal @benbela @iamjayasastra @Uswatun48203921 @creepylogy_ @RDjafis @Fatkhun_elf @karyakarsa_id @Rmurtianto80 @netrasandekala
Read 36 tweets
Dec 3, 2023
BISMILLAH...

A Tread Dark Romance

SERIBU KALI PATAH HATI BAB 12 BIMA

@bacahorror #bacahorror @ceritaht
@P_C_HORROR @C_P_Mistis @benbela
@IMatsirat @netrasandekala @Long77785509
@creepylogy_ Image
yang belum baca part sebelumnya berikut linknya,

BAB 01-09
Read 55 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us!

:(