Daya rusak rokok elektronik, yang baru beken belum ada dua dekade, cukup berat ternyata ya. Sa menangani beberapa pasien paru kolaps, sebagai atelektasis atau pneumotoraks, yang usia muda dan merupakan user selama ± tiga bulan pemakaian.
Blom slesai. Kek mana itu atelektasis dan pneumotoraks? Atelektasis artinya paru nguncup krn udara gk bs keluar masuk, sementara paru cenderung kisut. Rokok-el bikin radang saluran napas & ada produksi dahak. Klo berlangsung terus menerus, saluran napas jd rusak & nyumbet.
Lalu apa pulak pneumotoraks? Karena akumulasi partikel kecil yg dihiRup dari rokok-el merusak struktur paru, terjadi cedera tingkat mikro. Bila berlanjut terus, pinggiRan paru bisa robek & udara kejebak di rongga dada, gk bisa keluar. Musti ditoblos chest tube.
Gejala deduanya hampiR sama sih. Ada sesak dan batuk. Sesak pneumotoraks diRasa secara cepat makin berat, kalau atelektasis bervariasi tergantung derajat ketertutupan saluran napas. Batuk sebagai kompensasi proses yg terjadi di dalam dada.
Lalu kenapa belum dibikin case report/series/makalah ilmiahnya. Ada dua sebab: 1. Lagi banyak kerjaan 2. Kasus yg sa tangani msh blom cukup. Bentuk publikasi ilmiah dampak rokok-el lebih cocok sebagai agregat atau studi epidemiologi, dibanding sbage laporan ketengan.
Take home message: rokok-el gak lebih aman dibanding rokok biasa. Penyakit terkait rokok-el tidak perlu menunggu waktu lama utk muncul. Silakan konsumsi, and I'll be seeing you in the emergency ward.
• • •
Missing some Tweet in this thread? You can try to
force a refresh
Kembangkan obat, vaksin, kit pemeriksaan utk bantu diagnosis penyakit; kesemua itu diambil dari data genom masyarakat Indonesia lalu workflow, bahan baku, lokasi, pelaku, juridiksi hukum, pengawasan, produksi, dan keuntungan oleh siapa dan buat siapa, kaka?
Alat genome sequencing sih udah ada dan cukup di Indonesia dgn TKDN hampiR 0%. Artinya impor. Reagen & bahan baku juga sudah ada, kemungkinan besar TKDN 0%. Artinya impor. Tinggal dikerjakan dengan baik. Apa added value RUU Kesehatan dgn membahas genome sequencing ini?
KekuatiRannya maka: bagaimana data handling utk fenotip (hal² kasat mata) & genom masyarakat Indonesia; apa gak lebih baik penguatan tim genom, industri & medikolegal Indonesia lebih dulu diutamakan, daripada akselerasi yg melibatkan pihak asing lebih jauh?
Sekitaran 10 taun lalu, medsos dokter khususnya di FB rame karena dunia kedokteran kena dikriminalisasi. Menjelang pemilu.
Saya melihatnya apa yg terjadi di saat² ini, di dalam berbagai grup medsos & WA dokter, juga sama aja dgn 10 th lalu. Makanya, kini sa milih nonton saja.
Saya harap diskusi panjang kali lebar ini masuk ke tahap rekonsiliasi nasional & saling memahami peran, yg juga melibatkan semua pihak khususnya masyarakat. Karena ini berkenaan dgn pelayanan kesehatan. Urusan nyawa.
Sudahi show or act of power. Turunkan ego. Sudahi unjuk gigi sekadar menunjukkan siapa saya, ada siapa bersama saya, saya bisa foto sama siapa saja. Herd mentality itu merusak. Yg konkret aja yg dibutuin saat ini dibutuhkan, utk kualitas pelayanan kesehatan masyarakat lbh baik.
Dan alasan nomor 1 ini pun sa termasuk yg cuek dgn hasil cycle threshold (CT) value utk menentukan viRus masi infeksius atau tidak, klinis baik atau tidak. Sa melihat gejala klinis & selesai masa isolasi. CT value itu parameter spesifik mesin, cukup dibaca positif atau negatif.
CT value kecil, artinya waktu yg dibutuhkan suatu segmen genom utk replikasi di mesin sangat pendek; artinya ditemukan banyak di spesimen. Bila CT value besar, sebaliknya, ditemukan sedikit di spesimen. Ibarat kerok pasiR bangunan, nemu kerikilnya seberapa banyak.
Kata kuncinya adalah menemukan. Dalam ilmu mikrobiologi klinis, temuan kuman di spesimen itu selalu by chance, tergantung seberapa banyak & apa yg keambil dalam sekali ambil itu. Klo memang kumannya banyak pun, yg representatif di lab & mesin itu hanya satu kuman atau koloni.
Berikutnya sa ingin bahas #tuberkulosis#TBC yg masih aja disebut sebagai flek paru.
Istilah flek paru itu istilah lawas jaman kolonial karena ditemukan bercak di foto ronsen dada (CXR). Padalan #covid19 pun gambarannya bisa seperti itu.
Tinggalkan istilah flek paru!
#Tuberkulosis#TBC termasuk penyakit menular, karena infeksi bakteri 𝘔𝘺𝘤𝘰𝘣𝘢𝘤𝘵𝘦𝘳𝘪𝘶𝘮 𝘵𝘶𝘣𝘦𝘳𝘤𝘶𝘭𝘰𝘴𝘪𝘴. Menular lewat cipratan dahak di udara.
Jadi pencegahan utama #TB adalah etika batuk yang benar, jangan asal tembak. Tutupi dgn lengan atau sapu tangan.
Gejala #TB: batuk (bisa kering, bisa berdahak, bisa berdarah) kronik (>2 pekan), keringat malam walau gk aktivitas atau gk lagi sumuk/panas, berat badan turun, mudah letih. Bahkan jaman dulu nama penyakit ini "consumption" atau "wasting" krn korbannya kurus kering.