How to get URL link on X (Twitter) App
Desember, 2022. Masih musim penghujan ya? Belakangan memang kulihat mendung terus menghiasi langit. Dan bisa dipastikan setiap pulang kerja, tubuh ringkihku ini harus bergumul dengan derasnya air hujan. Dimana nantinya rasa dingin berhasil menyusup hingga ke sum-sum tulang.
Setelah mendapat wejangan dari Mbah Kyai, aku mencoba menjalani hari-hariku dengan biasa. Aku berusaha menerima apa yang memang seharusnya aku terima.
"Anggini wae, cah ayuku jenengono Anggini, Nduk. Jeneng iku cucuk karo opo le deknen duweni," (Anggini sja, Cah Ayuku beri nama Anggini, Nak. Cocok dengan apa yang dia punya). kata Mbah Nang sembari menimang" seorang bayi yg badannya sudah di bedong rapi menggunakan kain jarit.
Tadi sore, aku baru saja pergi ke rumah Mbah Dok. Aku melihat beberapa orang tengah sibuk membersihkan sebuah bangunan yang sudah terlihat usang.
"Cah Ayuku," itu adalah kalimat pertama yang diucapkan oleh Mbah Nang ketika melihat seorang bayi perempuan yang baru saja lahir dari rahim seorang perempuan yang selama empat tahun ini mengalami keguguran merulang kali.
Dari tadi sore hujan terus mengguyur perkampung kecil ini. Menyisakan rasa dingin yang menusuk hingga ke tulang sumsum. Kalau hujan begini, banyak memori masa kecil yang menyeruak keluar ingin kuceritakan.
Karena beberapa pembaca mungkin bukan berasal dari Jawa. Jadi mungkin saja beberapa orang tidak tahu apa arti dari sedulur alus. Sedulur dalam Jawa berarti saudara sedangkan Alus berarti halus.