inTan_T Profile picture
🌱

Mar 13, 2020, 29 tweets

"Suster"

Thread pendek
(based on true story)

"Mereka" datang dengan tangan dingin dan memberi isyarat kesembuhan.

#bacahorror
#memetwit
#threadhorror
@ceritaht

Ini cerita dari ibuku saat aku masih kecil.

Sore menjelang magrib tiba-tiba ibuku merasakan sakit perut yg teramat sangat.
Sungguh sakit perut yg tak seperti biasanya. Padahal dari siang ibu masih sehat tidak merasakan gejala apapun.

Bapak berusaha membantu mengompres perut ibu dengan air hangat supaya rasa sakitnya berkurang.
Kakak2ku membantu memijat kaki dan tangan ibu agar segera sembuh. Aku baru bisa duduk disamping ibu dan sesekali mengusap keringat dingin yg ada dikeningnya.

Yah saat itu aku masih sangat kecil, kata ibu aku belum bersekolah berumur sekitar 5 tahunan. Jadi aku belum bisa membantu banyak.

Sampai malam hari ibu masih kesakitan dan semakin lemas. Hingga akhirnya ibu tertidur, sesekali terbangun saat tengah malam dan dini hari.

Pagi hari, ibu merasa agak baikan dan sedikit beraktifitas kembali.
Tapi saat sore hari menjelang magrib, ibu kembali merasakan sakit perut yg sangat hebat.
Karena kondisi ibu yg semakin lemah. Bapak mengajak ibu ke Rumah Sakit agar dapat penanganan yg lebih baik dan tepat.

Ibu bersama bapak menuju Salah satu Rumah Sakit di kota Semarang.
Sampai Rumah Sakit ibu dianjurkan untuk rawat inap.
Otomatis aku yg masih kecil dan belum punya adik waktu itu maunya sm ibu.

Aku menyusul ke Rumah Sakit bersama Mbah Kung dan Mbah Uti.

Beberapa hari aku ikut menunggu ibu di Rumah Sakit bersama Mbah Kung, Mbah Uti dan bergantian bersama Bapak setelah pulang kerja.

Sudah beberapa hari di Rumah Sakit tapi ibu belum membaik. Perut ibu masih sakit terutama menjelang magrib.

Akhirnya Mbah Uti menyarankan untuk minta air doa (air ruqyah) dari ustadz di desanya Mbah.
Bapak segera pergi ke rumah Ustadz yg masih saudara jauh dari ibu. (keponakan ibu)
Ustadz yg sama yg selalu memberi air ruqyah pada ku saat aku kesambet waktu kecil. 😁

Setelah mendapat air doa, bapak kembali ke Rumah Sakit.
Air segera diminumkan Ibu dan di usapkan seperti berwudhu, sesuai anjuran Ustadz.

Sesaat ibu merasakan sakit di perutnya mulai mereda.
Namun menjelang magrib, perut ibu kembali sakit yg tak tertahankan. Ibu kembali meminum air ruqyah yg diberikan Ustadz. Dan tak lama tertidur.

Sekitar jam 9 malam seorang suster terlihat masuk ke ruang rawat inap ibu. Seingat ibu perempuan yg masuk ke ruangan ibu itu sperti berpakaian dokter tapi bertopi suster. Anehnya suster ini duduk di kursi roda, kakinya nampak tak bergerak (lumpuh). Rambutnya dibiarkan tergurai

kedepan menutup sebagian wajahnya yg sangat pucat.
Tangannya sangat dingin saat menyentuh ibu.

Waktu itu Mbah Kung yg berada di selasar Rumah Sakit,langsung menyusul masuk ruang rawat inap.
Mbah Kung membantu ibu memberitahukan kondisi ibu saat itu. Tapi suster itu hanya diam

Ibu juga sedikit berkomunikasi .
Ibu :"Sus, lha ibu e niku mboten disuntik sekalian?"
(Sus, Ibu itu tidak disuntik sekalian?)(sambil menunjuk ibu yg ada di ranjang samping)
Suster :"Wes menengo wae!"
(Sudah diamlah saja!)

Mendengar itu ibu hnya diam.

Suster itu menyuntikan cairan seperti obat. Tangannya sangat dingin saat mnyentuh ibu.
Setelah memberikan suntikan. Suster itu kembali keluar dengan memutar kursi rodanya sendiri.

Keesokan harinya kondisi ibu membaik. Tak merasakan sakit perut lagi ketika menjelang magrib. Ibu pun diijinkan pulang ke rumah.
Saat pulang ibu menanyakan pada para suster dan bagian administrasi tentang suster yg berkursi roda.
Ibu memberitahukan pada para suster ciri2 suster

yg menemui dan menyuntik ibu kemarin malam.
Namun para suster dan karyawan administrasi nampak terkejut dan bingung.
Mereka mengatakan tidak ada suster yg berkursi roda di Rumah Sakit itu.
Kalaupun ada suster yg sakit pasti diberikan cuti. Tudak diijinkan bertugas apalagi

memakai kursi roda seperti itu. Serta di Rumah Sakit itu semua suster yg berambut panjang diwajibkan mengikat kan menyanggul rambutnya dg rapi.
Mbah Kung yg juga melihat suster berkursi roda itupun ikut meyakinkan suster lain.
Namun mereka tetap dg jawaban yg sama.

Tidak ada suster di Rumah Sakit itu yg nemakai kursi roda.
Desas desus dari karyawan RS, banyak yg mengatakan mungkin suster itu adalah salah satu suster yg dlu pernah bekerja di Rumah Sakit itu dan meninggal karena kecelakaan didepan RS saat akan pulang kerja.

Kedua kaki suster itu patah.
Memang beberapa kali pasien mengatakan didatangi suster yg sama ketika mereka di rawat inap di RS tersebut.

Hari itu ibu pulang dg rasa penasaran. Siapa suster itu? kenapa dia membantu?

Sepulangnya dari Rumah Sakit. Ibu memanggil tukang pijat untuk mengurangi rasa pegal ibu akibat berbaring do ranjang Rumah Sakit. Ternyata tukang pijat ini dapat melihat sesuatu yg tak kasat mata.

Dia mengatakan bahwa ibu sakit perut karena pukulan keras dari satu mahluk besar yg bersarang disebuah pohon besar dekat pekuburan cina yg dekat dr rumah.

Memang siang hari sebelum ibu sakit perut. Ibu sempat membersihkan lahan dekat pekuburan cina. Saat Dzhuhur ibu belum jg selesai. Ibu merapikan beberapa ranting pohon yg berserakan dibawah pohon besar samping pekuburan cina dan membawa kayunya pulang untuk kayu bakar.

Kata Tukang Pijat itu, mahluk itu tidak suka sama ibu yg tidak berhenti bekerja saat Adzan Dzhuhur sdh berkumandang. Ditambah lagi ibu tidak permisi saat akan mengambil beberapa ranting dari pohon tempat mahluk itu tinggal.

Karena penuturan itu, ibu akhirnya tidak lagi membersihkan lahan dekat pekuburan cina itu apalagi yg dekat pohon besar.

Oh iya.ibu juga cerita.
Waktu aku ikut menunggu ibu rawat inap di Rumah Sakit. Aku beberapa kali rewel dan menangis keras sambil menunjuk satu pohon beringin besar yg berada dipelataran Rumah Sakit. Pohon itu memang nampak jelas terlihat dari balkon lantai dua tempat ibu dirawat.

Entah kenapa...
Beberapa keluarga penunggu pasien mengatakan aku melihat dan ditakuti satu mahluk wanita yg ada di pohon beringin itu (Kunti).
Mahluk itu seperti melambaikan tangannya memanggil inTan kecil.

Mungkin saat aku kecil itu sudah menandakan gejala2 indihome yg tidak tersadari oleh orangtuaku maupun aku sendiri. Apalagi aku sering kesambet, padahal kakak2ku maupun adiku gak ad riwayat kesambet dmnapun itu.
Cuman main samping rumah aja aku jadi kesambet. 😂

Aku akhiri ceritanya ya...😊

*Ingat berdoalah sebelum memulai aktifitas apapun.
*Jangan percaya pada mahluk halus yg menyerupai apapun itu. Baik rupa maupun ucapannya.
*Selalu jaga kesehatan ya !

Terimakasih yg RT dan like.. 😊

sudah ya ..sudah ad yg memperhatikan dikegelapan

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling